
"Ya udah deh boleh, Mama setuju kalau Ayu misalnya dijauhi dulu sama Alex. Mama juga pengen tahu apakah Alex akan cari Ayu atau engga. Mama binggung harus gimana lagi buat Alex bisa berubah dan sayang sama Ayu. Kasian dia malah Alex perlakukan seperti itu "
"Tapi Ayu tinggal di mana dulu ya Ma, agar kita tetap bisa mengawasinya "
"Tinggal aja di rumah belakang, Alex juga ga akan pernah tahu dan mengeceknya. Di tak akan ingat dengan rumah itu. Karena sudah lama kosong. Tapi Mama jamin semuanya bersih dan barang-barangnya selalu terjaga. Tempat itu masih dibersihkan kok "
"Ya udah Ma udah disana aja, jadi kita gampang kan buat awasin Ayu. Apalagi Ayu sekarang sedang mengandung butuh perhatian penuh "
"Iya bener Vio sayang. Sebenarnya apa yang terjadi kamu lagi sembunyiin sesuatu ya dari Mama. Sebenarnya apa yang Alex lakukan di sana, pasti dia membuat ulah kan sayang "
Vio yang dicurigai seperti itu tidak menampakan wajah khawatir kaget atau apapun. Sebisa mungkin Vio harus tenang. Jangan sampai semuanya terbongkar "Ga kok, cuman kasihan aja Ayu selalu didiemin sama Alex. Siapa tahu kalau misalnya mereka dipisahkan dulu Alex bisa berpikir dan membuka hatinya buat Ayu, gitu aja sih Ma alesan aku ga ada masalah apa-apa kok semuanya baik-baik aja"
"Hemm, begitu ya Mama ga mau loh ada yang disembunyikan. Apalagi tentang kelakuan anak-anak Mama. Mama ga mau mereka nyakitin hati istrinya "
"Engga kok Ma semuanya baik-baik saja. Aku akan kasih tahu Ayu ya ma, buat dia siap-siap" Vio sudah terlanjur janji pada Ayu. Vio tak mau membuat Ayu tak percaya lagi padanya.
"Iya sayang, kamu panggil Ayu ya takutnya Alex nanti pulang gagal dong rencana kita ini "
Vio bergegas pergi dari hadapan ibu mertuanya. Sedangkan Kat yang memang curiga segera menghubungi Sela. Kat tak akan percaya begitu saja bukan apa-apa tadi Kat melihat wajah Ayu sangat sedih sekali pasti ada sesuatu yang terjadi tidak mungkin tidak.
Sela adalah orang kepercayaan Kat untuk mengawasi anak-anaknya. Kat tidak mau anak-anaknya mengkhianati pasangannya apalagi berbuat aneh-aneh. Sela akan selalu Kat percaya karena dia selalu jujur dan terbuka dengan Kat.
Kat juga tahu Daniel sama seperti Ayahnya, Alex juga tapi Kat diam saja seolah-olah tidak pernah tahu, karena mau bagaimana lagi sudah turun temurun mungkin. Kat juga akan sulit memberitahu mereka. Malah yang ada mereka akan menjauh. Kat tak mau sampai hal itu sampai terjadi.
"Hallo Tante ada apa "
"Apa yang terjadi di kantor tadi siang saat Ayu dan juga Vio ke sana Sela. Sepertinya ada yang terjadi "
"Biasa tante Alex dia malah selingkuh, bahkan sampai lakuin hubungan suami istri sama Rena. Salah satu karyawan di sini. Dan Ayu kayaknya denger deh sampai-sampai dia nangis, lalu Alex biasa kasar sama Ayu bahkan udah nuduh Ayu selingkuh padahal pada kenyataannya ga gitu "
"Apa, Alex lakuin itu, anak itu benar-benar ya. Ga pernah ada kapok-kapoknya dia itu selalu saja membuat ulah "
"Iya makanya tante seharusnya tuh Alex dibawa berobat aja sekalian, biar ga kayak gitu terus. kebangetan banget dia itu, udah nikah tapi kelakuannya masih aja sama kayak dulu. Apalagi Ayu juga lagi hamil kan, kasian anak orang tuh disakitin terus. Emangnya Ayu ga punya hati "
"Ya udah Tante minta kamu atur untuk tante bertemu dengan Rena perempuan itu besok, Tante ingin tahu seperti apa perempuan itu. Apakah masih akan berani nanti selingkuh lagi dengan Alex "
__ADS_1
"Oke Tante sekalian pecat aja deh, soalnya dia tuh udah bikin resah, dia tuh jadi orang ketiga terus dari hubungan orang lain. Bahkan di sini udah banyak korbannya banyak tuh suami istri yang cerai cuma gara-gara dia, kebangetan itu anak. Kalau perlu ya Tan dikantor kasih kebijakan aja tidak boleh ada pelakor yang bekerja disini. Pasti aman deh Tan aku jamin "
"Baiklah, nanti Tante besok kekantor. Kamu siapin semuanya aja jangan sampai anak itu kabur atau nggak masuk. Akan Tante bilang dulu sama om geram rasanya Tante sama perempuan seperti itu "
"Itu bisa diatur Tan nanti aku pasti akan mengatur semuanya. Tante akan bertemu dengan dia besok "
"Baiklah Sela, kamu bekerjalah lagi"
"Iya Tante siap "
Setelah sambungan itu terputus Kat menyimpan ponselnya. Kat sangat marah dengan kelakuan anaknya. Ternyata anaknya masih main di belakang masih nakal dan masih mau mencicipi perempuan lain, lihat saja Kat akan menghukum anak itu berani sekali dia selingkuh.
Kat masuk ke dalam rumah. Kat harus menenangkan dulu fikirannya. Jangan sampai sakit kepala karena memikirkan anak bungsunya ini, kadang-kadang Alex ini membuatnya selalu saja sakit kapan dia akan berubah.
Kapan dia akan menjadi anak baik yang penurut. Ya setidaknya setia dengan istrinya, ternyata menikahkan Alex tidak membuatnya berubah malah makin menjadi-jadi saja dia menyakiti hati Ayu yang jelas-jelas adalah istrinya sendiri.
...----------------...
Daniel yang baru saja memaku tangan dan juga kaki laki-laki itu tersenyum puas. Laki-laki itu sudah terlentang sambil menahan sakit, semuanya sudah sakit badannya sudah tak karuan lagi. Kalian bayangkan saja bagaimana kalau kalian ada di posisi laki-laki itu.
Daniel malah tidak menghiraukannya, dia mengambil lilin dan menyalakan semua lilin itu disimpannya lilin itu mengelilingi tubuh laki-laki itu, lalu Daniel menghitungnya "Sudah sesuai umur mu, kita ambil lilin yang nomor 40. Sudah tua juga ya kamu ternyata tapi masih saja licik"
Daniel memiringkan lilin itu dan langsung tetesan itu mengenai dada laki-laki itu "Akhh Daniel perih Daniel "
Daniel yang tidak puas mengambil lagi satu lilin dan kembali memiringkannya dan tetesannya itu kembali mengenai perut laki-laki itu. Lalu Daniel mempunyai ide baru dia melelehkan semua lilin yang ada di sana lalu menyiramkan semua lilin itu pada tubuh laki-laki itu. Teriakan melengking terdengar begitu nyaring di telinga Daniel tapi itu sama sekali tidak mengganggunya Daniel malah senang melihatnya.
"Menjadikannya patung lilin bagus juga, besok aku kirimkan saja ke keluarganya agar dipajang di rumahnya.Pasti akan sangat cantik sekali tak sabar aku melihat ekspresi wajah mereka "
Daniel keluar dari ruangan itu membiarkan orang itu untuk mati perlahan, dengan kepedihan yang dia terima. Daniel puas dengan apa yang dia lakukan. s
Sekarang Daniel tidak bisa berlama-lama dengan orang yang akan dia bunuh.
Daniel harus memprioritaskan Vio pasti dia akan bertanya-tanya ke mana Daniel pergi takutnya malah Vio berpikir kalau Daniel selingkuh. Tidak Daniel tak mau sampai istrinya berfikir seperti itu.
...----------------...
__ADS_1
"Alex jangan tinggalkan aku, kamu udah janji kan akan terus ada di samping aku. Kamu jangan terus marah-marah juga sama aku dong. Kamu emang ga cape ya marah-marah sama aku"ucapRena yang kembali masuk ke ruangan Alex. Dia benar-benar tak ada kapoknya sudah dimarahi Alex sekarang masuk lagi.
Alex langsung membanting berkas yang ada di sana. Lalu tatapannya langsung tertuju ke arah Rena "Bisa diam aku sedang mengerjakan banyak dokumen dan bibirmu itu tidak pernah bisa diam, mau aku jahit sekalian bibirmu itu. Keluar dari ruanganku sekarang dan jangan ganggu aku. Keluar sekarang keluar "
"Kenapa kamu tiba-tiba jadi kasar padaku. Apa karena perempuan itu, karena dia datang kemari kamu takut nanti di rumah kamu malah diceramahin sama perempuan itu, kamu juga takut diceraikan oleh dia iya itu yang kamu takutkan Alex "
"Oh memang benar-benar mau dijahit ya bibirnya, baiklah jika itu kemauan kamu " Alex langsung bangkit dan mengambil sesuatu.
Rena langsung ciut, takut apa yang dikatakan Alex benar-benar dilakukan. Rena masih sayang nyawa tadi dia tak fokus bekerja karena terus mengingat Alex, takut kalau Alex tiba-tiba saja meninggalkannya bukan apa-apa Rena belum bisa memanfaatkan Alex. Kapan lagi kan Rena bisa berpacaran dengan adik bosnya sendiri. Ini adalah sesuatu yang baru untuknya.
Bisa saja nanti dia bisa jadi Nyonya rumah dan akan menguasai semua harta milik Alex. Itu pasti akan menjadi rezeki nomplok untuknya.
"Baiklah aku akan menunggumu setelah tenang kamu temui aku ya, jangan terus marah-marah seperti itu, aku takut kalau kamu seperti itu. Aku lebih suka kamu yang tadi, yang menyentuhku dengan lembut dan memelukku dengan hangat aku menyukai sentuhan kamu itu "
"Keluar "hanya kata itu saja yang terlontar dari Alex dengan tatapan matanya yang masih saja tajam pada Rena.
Rena keluar dari ruangan itu, banyak karyawan yang menatapnya tapi Rena tidak peduli toh mereka cuman sirik saja pada Rena. Karena Rena bisa masuk ke ruangan itu dengan bebas sedangkan mereka harus mengetuk pintu dan harus hormat dulu.
"Rena, kamu ga salah deketin Pak Alex "tanya salah satu karyawan sambil menarik tangan Rena untuk masuk ke dalam kamar mandi perempuan.
Rena langsung melepaskan genggaman tangan temannya itu "Apaan sih tiba-tiba tarik-tarik kayak gini, kalau mau bicara di luar juga nggak masalah kok. Ga usah masuk-masuk kekamar mandi juga ah"
"Kamu ga salah deketin Pak Alex, kamu emangnya nggak takut gitu dengan keluarganya. Bisa aja nanti kamu disingkirkan oleh mereka"
"Apa yang aku harus takutkan, aku sama sekali nggak takut kok kalau harus dekat sama Alex, itu akan menjadi keuntunganku. Dan aku jamin aku akan menjadi bagian keluarga dari mereka. Jadi kamu tidak usah mengkhawatirkan aku keluarganya tidak akan mungkin menyakitiku"
"Kamu itu udah dilabrak beberapa orang loh, beberapa perempuan tapi kamu nggak kapok-kapok ya. Kamu itu udah jadi perusak rumah tangga orang tahu nggak sih. Udahlah tobat aja ngapain sih jadi perempuan gak bener gitu. Apa enaknya jadi pelakor. Padahal jadi wanita baik-baik itu lebih enak tahu ga sih, lebih dihargai lebih dipandang baik juga"
Rena berdecak kesal "Aku senang menjadi simpanan suami orang, karena aku akan mendapatkan segalanya dari mereka. Ya Meskipun aku tidak diakui di publik, tapi tetap saja aku bahagia jadi jangan pernah melarangku, ini adalah hidupku dan ini adalah pilihanku jadi kamu tidak bisa ikut campur. Kamu juga bukan siapa-siapa aku jadi jangan ikut campur"
"Terserah aku hanya ingin memberitahumu saja. Suatu saat kamu akan merasakan apa yang pernah kamu lakukan ini "
Teman Rena itu keluar terlebih dahulu, karena kesal dengan Rena. Tapi Rena tidak peduli dengan kata-kata temannya itu, mau nanti dia merasakan diselingkuhi atau tidak yang terpenting dia sudah puaskan berselingkuh dengan laki-laki manapun.
Sudah banyak laki-laki yang tunduk padannya dan Alex harus menjadi salah satunya. Apalagi kalau Alex sampai mau mengikuti kata-katanya itu akan menjadi bonus yang besar untuknya.
__ADS_1