Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 249 Senyum yang menyeramkan


__ADS_3

Alex yang akan berangkat kerja menemui Mamanya dulu "Mama kenapa menyembunyikan Ayu di sini, kalau tahu gini Alex ga usah cari-cari Ayu kan, sampai kayak orang gila kesana kemari ternyata Ayu sendiri ada di sini. Mama udah bikin Alex pusing tahu. Yang dicari ternyata ada disini ada dilingkungan rumah kita "


Kat yang mendengarnya tersenyum kecil "Mama hanya ingin kamu itu berubah Alex. Mama ingin tahu seberapa sukanya kamu sama Ayu, seberapa cinta kamu sama Ayu. Mama ingin tahu kamu akan merespon seperti apa sudah cukup ya kamu main-main dengan seorang perempuan. Mama pusing kalau kamu terus saja bermain-main dengan seorang perempuan. Memangnya kamu ga kasian sama perempuan-perempuan yang kamu main-mainin"


"Ya tapi kan Mama ga bisa tiba-tiba bawa Ayu dari Alex. Seharusnya Mama bilang dulu sama Alex kan Ayu sudah jadi istri Alex Mama "


"Kalau bilang sama aja bohong, kamu ini gimana sih. Ya udah yang terpenting sekarang udah ketemu kan. Gimana perasaannya senang enggak ketemu lagi sama Ayu, terus waktu ditinggalin gimana perasaan kamu. Mama pengen tahu apa aja yang kamu rasain apakah kamu mereka kehilangan atau tidak "


"Mama ini ah tau ah males, Alex marah aja sama Mama. Alex udah kayak orang gila cari Ayu ke sana kemari, bahkan Alex sampai malam, subuh pokoknya nggak tahu waktu deh Alex nyari Ayu. Tapi nyatanya ada disini "


"Ya udah ga apa-apa kalau kamu marah yang terpenting Mama udah buat kamu pusing kan. Biar kamu belajar hargain perempuan, apalagi istri kamu sendiri jadi kamu nggak bisa mainin perempuan sana sini dengan seenak jidat kamu. Kamu harus serius mulai sekarang Alex. Mama tidak mau ya menghadapi perempuan-perempuan yang sudah kamu sakiti lagi. Sudah cukup Alex mau sampai kapan kamu akan seperti itu, memangnya kamu tidak bersyukur sudah mempunyai istri sebentar lagi juga kamu akan punya anak"


"Iya iya maaf, Alex minta maaf Alex nggak akan kayak gitu lagi janji deh sama Mama, yang kemarin itu yang terakhir Alex ga akan ngecewain siapa-siapa lagi, udah cukup sekarang Alex akan fokus sama Ayu dan juga anak Alex udah itu aja Mama"sambil memeluk tangan Mamanya dengan manja. Memang Alex ini kadang kalau bersama Mamanya seperti anak kecil tapi kalau sudah dengan perempuan-perempuan yang dia incar Alex akan garang.


"Hei lepaskan tangan istriku, jangan kamu pegang-pegang dia, lepaskan lepaskan ayo"


"Apaan sih Ayah ini juga mama aku, masa aku ga boleh sih peluk Mama sendiri. Ayah ini pelit banget jadi laki-laki "


Lucas malah melepaskan pegangan tangan anaknya itu dan duduk di tengah-tengah mereka. Lucas menatap anak bungsunya dan memelotkan matanya "Ya ga boleh lah kamu itu udah besar, kamu itu bukan anak kecil lagi sana peluk aja tangan istri kamu jangan tangan Mama kamu. Awas sana udah pergi ah kerja sana ngapain juga lama-lama dirumah kamu ga akan berguna kalau dirumah. Sana cari nafkah buah istri kamu itu "


"Ayah pelit banget sih, cuman peluk tangan aja nggak boleh. Gimana kalau peluk semuanya. Ayah itu Ayah terpelit sama anaknya aja pelit banget. Seharusnya Ayah ga boleh gitu dong. Mama itu milik anak-anaknya juga. Jadi bebas dong kalau anaknya mau meluk Mamanya ga ada salahnya"


"Kamu udah gede udah besar, udah punya istri juga udah punya anak juga jangan peluk-peluk Mama lah. Sadar diri kamu itu. Ya Ayah tahu Mama milik anak-anaknya juga tapi itu saat kecil sekarang kalian sudah dewasa. Jangan pegang Mama kalian, mama hanya boleh dipegang oleh Ayah saja ingat itu oleh Ayah saja tak boleh sama orang lain "


"Ya ga papa dong Mama kan yang lahirin Alex, waktu kecil aja Alex sering kan pegang tangan Mama, peluk tangan Mama. Jangan pelit pelit Ayah "


"Pokoknya ga boleh udah sana pergi kerja, jam segini masih ada disini. Kamu itu karyawan ga disiplin ya"


"Kakak juga tadi masih ada di rumah, berarti aku pun ga apa-apa dong masih dirumah"


"Ya kalau Kakak kamu mau ke rumah sakit dulu cek kandungan istrinya. Cepat sana pergi ke kantor kerja sana jangan manja-manja sama istri ayah. Istri Ayah ini hanya boleh manja-manja dengan Ayah saja "


"Istri Ayah juga itu Mamanya Alex lo, awas nanti Alex culik Mamanya dan Ayah ga akan bisa ketemu sama Mama lagi "


Lucas meraup wajah anaknya dan mendorongnya "Sudah sana pergi pergi pergi kamu jangan terus mengganggu istriku pergi sana kerja, cari uang jangan jadi anak yang malas "


Alex dengan wajah cemberut pergi meninggalkan orang tuanya ini. Kalau cemburu tidak tanggung-tanggung pada anak sendiri saja cemburu, cuman memeluk tangan mamanya saja cemburu menyebalkan sekali. Ayahnya ini makin tua malah makin menjadi-jadi saja. Cemburuan sekali dasar Ayahnya itu.


"Lucas kamu ini ya sama Alex gitu banget. Kasian dia lagi cerita sama aku. Lagian Alex kan anak kita jadi ga masalah kalau peluk tangan aku "


Sekarang gantian Lucas yang memeluk tangan istrinya "Iya habisnya aku suka cemburu kalau lihat kamu sama laki-laki, aku ga suka aja makannya aku ga rela sayang. Ya meskipun itu anak aku sendiri "


"Ya ampun itu anak kamu sendiri loh, darah daging kamu sendiri terus kamu cemburu sih, kamu harus berobat deh Lucas, aneh banget sama anak sendiri cemburu ya "


"Iya tetep aja, aku ga mau kalau kamu dipeluk-peluk kayak gitu cuman aku aja boleh peluk-peluk. Aku satu-satunya yang boleh peluk kamu"


Kat langsung mendelikan matanya dengan jawaban suaminya. Benar-benar ya suami ini dari dulu sampai sekarang posesif sekali, bahkan anak-anaknya sendiri memeluk dirinya tidak boleh.


Daniel juga kalau sedang tidur di pangkuannya selalu ditarik dan tidak boleh, benar-benar Ayah yang posesif sekali. Untung saja anak-anaknya itu sabar dengan tingkah ayahnya yang kadang seperti anak kecil.


----------------


Daniel sudah mengantar istrinya untuk cek kandungan, kandungannya baik-baik saja baru berjalan beberapa minggu saja, Daniel selama perjalanan senang sekali, apalagi sudah mengetahui bagaimana keadaan anaknya yang baik-baik saja.

__ADS_1


"Setelah sampai rumah kamu harus langsung istirahat, nggak boleh capek-capek ya. Nanti kalau mau mandi tunggu aku pulang aja nanti aku tungguin di depan kamar mandi ya. Pokoknya kamu ga boleh lakuin itu sendirian harus ada yang temenin dan aku yang nemenin kamu"


"Kenapa harus kayak gitu, aku nggak kenapa-napa nanti aku bisa minta tolong Bibi buat tunggu aku. Kamu kan lagi kerja apalagi kerjaan kamu di tambah sekarang dengan pekerjaan butik"


"Ya aku cuman mau jaga kamu aja. Takutnya nanti kamu kepleset harus hati-hati ya jalannya, jangan buru-buru pelan-pelan aja nggak papa lambat juga yang terpenting kamu harus hati-hati. Aku ga mau kamu kenapa-napa sama bayi yang ada didalam perut kamu sayang "


"Iya pasti Daniel aku pasti akan hati-hati, jadi kamu yang fokus aja ya kerja di kantor jangan terlalu banyak pikirin aku di rumah, di rumah kan ada Mama, ada ayah, Ayu dan pelayan-pelan yang lain banyak teman kok banyak yang bisa bantu aku nantinya di sana. Banyak orang loh dirumah Mama "


"Iya sayang, tapi kamu tetap harus minta bantuan sama aku karena aku ini kan suami kamu. Jangan pernah berfikir kalau aku akan terganggu dengan kamu yang terus meminta tolong, yang ada aku akan suka dan merasa sangat dibutuhkan sama kamu sayang"


"Iya, ya udah aku masuk dulu ke rumah ya. Kamu sekarang pergi kekantor aja langsung ya "


"Ayo aku anterin, aku akan antar kamu sampai tempat tidur sayang "


Daniel benar-benar mengantar istrinya pergi ke kamar lagi, bahkan Daniel membantu istrinya untuk berbaring. Padahal menurut Vio dia tidak apa-apa, Vio baik-baik saja, tapi Daniel melakukan itu sudah menyiapkan segalanya dan di hadapannya sudah ada meja.


Di sana sudah ada buah-buahan, cemilan makanan pokoknya semuanya ada di sana lengkap sekali sampai air putih pun ada satu galon. Vio sampai kaget tadi saat melihat ada galon didalam kamarnya.


"Aku akan pergi kerja dulu sayang, kamu hati-hati di rumah ya. Jangan angkat apa-apa terus aja berbaring kayak gini ya jangan lakuin apa-apa "sambil mengecup bibir Vio dan juga tak lupa bibirnya juga. Itu tak akan pernah terlewat oleh Daniel.


"Iya kamu hati-hati ya di jalannya, jangan terlalu kebut-kebutan pelan-pelan aja. Yang penting sampai saja "


"Iya sayang pasti aku pelan-pelan kok, aku nggak akan mungkin kebut-kebutan aku pergi ya kamu hati-hati di rumah, pokoknya selalu hubungi aku, kabari aku juga ya setiap saatnya sayang. Jangan pernah bosan dengan apa yang aku bicarakan ini "


Vio menganggukkan kepalanya, Daniel menutup pintunya dengan perlahan tapi tiba-tiba pintu terbuka lagi dan kepala Daniel langsung melongok ke arah Vio "Aku pergi ya sayang. Aku kerja dulu ya sayang, aku akan cepat pulang tunggu aku ya sayang "


"Iya kamu hati-hati di jalan sayang "


Daniel tersenyum lebar dia menutup pintu dan tidak kembali lagi Vio kira pintunya akan terbuka lagi dan suaminya muncul, kalau sampai itu terjadi Vio akan melemparkan bantal yang ada di depannya ini, bukan apa-apa Daniel kan tadi sudah berpamitan masa harus terus berpamitan.


----------------


Alex tidak langsung pergi ke kantor, dia pergi ke gedung di mana dia menyekap Rena. Rena masih ada dengan keadaan yang sangat memprihatinkan kepalanya menunduk dan dia memejamkan matanya, dengan tanpa rasa kasihan Alex menyiram Rena sampai dia terbangun dan menatap wajah Alex yang ada di hadapannya. Rena sudah sangat lemah sekali dia sudah tidak punya tenaga lagi dia disekap di sini.


Setiap malam Rena selalu ketakutan, takut tiba-tiba ada orang jahat atau ada hewan buas yang lewat kemari, bukan apa-apa ini benar-benar bangunan kosong dan diluar juga semak belukar yang sangat tinggi sekali. Ya tentu saja Rena takut, dia sendiri perempuan.


"Tolong lepaskan ak, aku haus aku ingin minum "pinta Rina dengan suara yang lemah sekali.


"Tadi aku sudah memberimu air minum. Kenapa tidak langsung ngomong itu adalah air minum untukmu. Aku sudah memberinya banyak lo disini kamu harus pintar-pintar Rena. Apapun yang aku berikan harus kamu manfaatkan tidak boleh dibiarkan begitu saja"


"Tolong lepaskan aku, aku janji tidak akan pernah mengganggumu. Aku janji tidak akan pernah muncul dari hadapanmu lagi. Punggungku perih sekali Alex tolong jangan perlakukan aku seperti ini, aku ingin pulang aku punya keluarga mereka pasti akan mengkhawatirkan keadaanku aku harus pulang. Aku janji tidak akan berbicara pada siapapun bahkan polisi pun tidak. Aku akan tutup mulut tolong Alex lepaskan aku jangan terus kurung aku "


"Bagaimana ya, aku tidak percaya denganmu kalau misalnya tidak dihabisi perempuan seperti kamu malah akan menjadi-jadi lagi, tunggu aku punya satu permainan nanti sore aku akan datang kemari makanya aku lihat kamu mati atau tidak. Tapi untungnya kamu masih hidup sungguh hebat sekali daya tubuhmu cukup bagus aku suka itu "


Alex mengeluarkan pisau kecilnya, lalu Alex menggoreskannya ke kulit Rena ada di tangan, di kaki di punggung bahkan di pipi pun ada lalu Alex membuka sebuah kotak. Ternyata isinya adalah lintah, Alex menyimpan setiap lintah itu di luka yang baru saja Alex buat tadi, cukup banyak lintahnya dan luka yang dibuat Alex juga sangat dalam sekali.


"Ini tidak seberapa Rena. Seharusnya kamu berterima kasih padaku sebenarnya aku ingin memberimu sesuatu yang lebih dari ini, tapi ya sudahlah karena kamu adalah seorang wanita makanya aku meringankannya. Aku tak akan terlalu menyiksamu Rena. Aku akan membuatmu menjadi yang spesial "


Rena sudah menahan rasa sakitnya, sekarang ada lintah di mana-mana di tubuhnya, menghisap darahnya dari luka yang baru saja Alex buat ini perih sekali sakit sekali. Rena sudah menangis dia tidak bisa menahan semua ini, Rena tak bisa kalau diperlakukan seperti ini. Rena angkat tangan.


"Tolong aku Alex. Aku tidak akan seperti ini lagi, aku janji aku janji tidak akan melakukannya lagi aku tidak akan menggoda lagi, aku tidak akan pernah datang ke rumahmu lagi bantu aku, aku ingin keluar aku ingin pulang. Aku ingin bersama keluargaku jangan seperti ini Daniel, keluargaku pasti akan mencari keberadaan ku kalau mereka sudah tahu pasti mereka akan marah dan menjebloskan kamu kedalam penjara "


"Ya kamu emang akan segera pulang, kamu akan segera pulang tenang saja, sore hari kamu akan pulang. Dan nanti aku akan mengubur kamu di tempat yang nyaman ya. Aku harus pergi bekerja dulu aku tidak punya waktu lama untuk bersamamu. Selamat tinggal Rena sayang terima kasih untuk hari-hari yang pernah kamu berikan padaku. Silakan saja sampai keluarga kamu menuntut, maka mereka akan merasakan hal yang sama seperti kamu"

__ADS_1


Alex melangkah pergi dari sana. Rena juga yang ingin berteriak sulit sangat sulit sekali menahan kesakitan ini saja sulit, apalagi untuk berteriak memanggil Alex saja sudah. Rena sudah pasrah dengan hidupnya mau mati ataupun hidup Rena tidak tahu dia sudah sangat sakit dan haus lapar semuanya Rena rasakan.


...----------------...


Sela yang baru saja masuk ke ruangannya Daniel disambut dengan senyum Daniel yang menurutnya mengerikan, senyumnya begitu lebar dan aneh saja Daniel tidak pernah tersenyum seperti itu tapi sekarang senyumnya sangat menakutkan. Sampai-sampai Sela saja takut.


Sela lebih mendekati Daniel dan menggerakkan tangannya di depan wajah Daniel, "Kamu baik-baik saja, apa kamu kesurupan aku akan panggil ustad, aku merasa takut dengan senyummu itu. Tunggu ya jangan mengamuk dulu terus saja tersenyum seperti ini ya "


"Panggil ustad enak aja, tanya dong kenapa. Lagi seneng ya gitu tanya bukannya panggil ustad, kamu ini gimana sih ga peka banget jadi perempuan ya. Sebenarnya kamu ini perempuan macam apa"


"Ya habisnya nyeremin banget, senyumnya lebar banget mau jadi joker ya kamu. Kamu udah mau pensiun ya jadi pengusaha dan akan berubah profesi jadi joker ya "


"Ya elah tanya dong kenapa gitu, lagi senang ya senang kenapa gitu basa-basi kali. Malah ngawur kemana-mana gimana sih kamu ini Sela "


"Ya udah lagi senang ya, senang kenapa ya ga kesurupan kan baik-baik aja kan. Sehat-sehat aja kan ga ada yang terjadi kan "


"Biar aku jawab ya aku dan Vio sebentar lagi punya anak Vio lagi hamil sekarang. Gimana hebat ga aku sudah membuat Vio hamil dengan waktu yang cepat"


"Wah benar-benar cepat, kamu sedang tak berbohong kan padaku "teriak Sela yang begitu bahagia mendengar kabar ini Daniel sampai menurut telinganya karena suara cempreng Sela yang menyebalkan.


"Dia sedang mengandung nanti kamu datang saja ke rumah dan melihat keadaannya, memang kamu akan sulit percaya dengan ku. Maka datang saja sana kerumah "


"Ya sudah aku mau pergi sekarang saja, kamu kerjakanlah tugasmu ini sendiri. Aku ingin melihat keadaan Vio aku senang sekali mendengarnya, aku suka dengan kabar-kabar yang seperti ini sungguh membuatku bahagia sekali "


"Tidak bisa, kamu harus tetap di kantor dan membantuku membereskan semuanya. Kalau kamu kewalahan sudah aku bilang kan cari asisten baru jangan membebankan dirimu sendiri, cari yang bisa membantumu. Kamu bebas memilih siapa saja aku tak akan melarangnya "


"Bukan apa-apa aku takut kalau yang masuk itu adalah seorang musuh, kita harus selalu waspada Daniel, kita tidak tahu siapa yang akan datang kamu nggak takut orang di masa lalu bisa aja datang. Kamu emangnya ga waspada gitu "


"Siapa sih nggak usah banyak curiga deh sama orang lain. Jadi kalau kamu emang kewalahan cari aja asisten yang lain yang bisa bantu buat kamu, udah itu aja jangan banyak curiga sama orang "


"Enggak deh aku masih bisa kok, aku masih bisa handle kalau kamu mau cari orang ya orang yang bener-bener udah kenal banget deh, udah temenan sama kita dari dulu aja, aku ga mau ah nanti tambah masalah, aku tak terlalu percaya kalau sama orang luar. Kamu itu banyak musuh Daniel jangan gegabah, kita harus selalu waspada. Kamu mungkin percaya dengan orang lain tapi bagaimana kalau dia dimanfaatkan oleh musuh-musuh kamu itu"


"Sudah ke mana-mana pikiranmu itu ya "


"Bukan ke mana-mana, memang kenyataannya seperti itu. Kamu itu banyak musuh kamu itu banyak menghabisi anak orang, ya pasti ada salah satu orang tua dari mereka yang tahu atau keluarga dari mereka yang tahu dan pasti akan membalasnya. Sudah ah aku mau kerja kalau begitu aku harus menyiapkan sebuah hadiah untuk Vio, aku harus datang ke rumah aku harus menginap dan tidur dengan Vio. Aku sudah lama tak tidur dengan Vio "


"Tidak bisa ya, aku suaminya dia sudah tidak bisa tidur lagi denganmu dia sudah punya suami ya itu aku. Kalau mau kamu tidur saja dikamar yang lain"


"Sekali ini saja. Aku kan sudah lama tidak tidur bersama Vio, waktu akan menikah saja itu terakhir. Aku butuh banyak bicara dengan Vio banyak yang ingin aku bicarakan jangan pelit lah"


Daniel langsung menggerakkan telunjuknya "Tidak, tidak Vio akan terus tidur bersamaku kalau mau ngobrol ya siang hari saja, kalau mau tidur berdua juga nanti siang hari saja baru aku mau membolehkannya saat aku tidak ada di rumah itu pun"


"Ah selalu saja seperti itu, pilihan yang sangat tidak memuaskan. Sudahlah kamu jangan terus tersenyum seperti itu nanti orang-orang yang ada di kantor ini malah takut, mereka akan kabur nanti bukannya malah bekerja mereka malah akan memanggil ustad karena melihat keadaan kamu yang seperti ini. Biasanya jutek ga biasa senyum sekarang tiba-tiba senyum lebar kayak Joker pasti mereka bakal takut"


"Iyaa iya sana cerewet banget ah jadi orang, sana jangan terus ngomel. Berisik banget ah "


"Ya udah ini tanda tangan dulu, baru aku bisa keluar baca dulu jangan gegabah tanda tangan"


"Aku udah percaya sama kamu buat apa aku baca cape baca terus "


"Tetep aja kamu percaya sama aku tapi tetep aja kamu harus selalu baca. Kamu ga boleh gegabah Daniel ayo cepat baca dulu semuanya, apakah menurut kamu sudah pas atau belum aku juga ingin dikritik. Aku juga ingin diberi saran cepat baca semuanya yang benar, yang fokus juga ya "


Sela ini memang aneh sekali, kalau orang lain tidak mau pekerjaannya dikritik dan disalahkan tapi dia mau dikritik dan diberi saran dengan baik oleh Daniel. Kadang-kadang Daniel suka bingung dengan tingkah Sela ini.

__ADS_1


Tapi ya sudahlah ikuti saja terserah dia saja, kalau tidak dituruti pasti akan ngamuk-ngamuk tahu kan bagaimana perempuan. Pasti akan dibuat ribet segala hal. Masalah kecil juga pasti akan dibesar-besarkan, perempuan itu memang kadang aneh sekali.


__ADS_2