Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 74 Lapor polisi


__ADS_3

Sudut pandang Kat


Aku yang sudah selesai membalas pesan Abang, segera pergi. Aku juga membawa beberapa pakaian lalu uang tabungan dan bekal dari Ayah.


Ada sesuatu yang akan aku lakukan. Lihat saja semuanya akan segera berakhir dan aku akan terbebas dari Abang sampai nanti.


Aku pergi ke alamat ini mengunakan taksi, tapi kenapa memasuki hutan seperti ini. Aku binggung tapi tak mungkin kan ini salah jalan.


"Sudah sampai nona "


"Bapak bisa tunggu disini nanti saja bayar lebihin gimana Pak "


"Baik Nona "


Aku keluar dari taksi, barang-barangku masih ada didalam taksi. Aku berjalan perlahan kearah rumah itu, rumah yang pintunya sudah dibuka.


Disana sangat sepi sekali "Permisi apa ada orang "


Aku melihat ada sebuah panah, aku mengikuti panah itu. Satu persatu panah itu membawaku kesebuah tempat.


Tiba-tiba saja ada yang memelukku dari belakang "Akhirnya kau datang juga " .


Aku ingin melepaskan pelukan itu, tapi Abang tak pelepasannya. "Tolong lepaskan bang "


Abang melepaskan pelukannya "Akhirnya kau datang juga "


"Aku akan selalu menepati janji"


"Baiklah kita mulai "


Aku melihat ada tiga orang duduk, lalu kepalanya ditutup. Abang membuka satu persatu penutup kepala itu.


Alangkah kagetnya aku melihat siapa orang yang duduk dan diikat itu.


"Apa yang kau lakukan, kenapa mereka diperlakukan seperti itu "

__ADS_1


"Bukannya mereka sudah membuat mu sakit hati ? "


"Tapi, kenapa harus begini bang jangan apa-apakan mereka aku baik-baik saja"


"Tapi kau marah padaku gara-gara mereka. Lebih baik sekarang duduk dan lihat apa yang akan aku lakukan. Kau hanya perlu melihatnya saja "


"Lepaskan mereka bang "


"Duduk " Abang membentak ku, aku akhirnya duduk.


"Apa yang Bapak lakukan, kenapa kami diikat " teriak Sabrina.


Sabrina bahkan menatapku dengan benci "Kenapa kau hanya diam saja, bantu aku dasar Kat bodoh"


Abang menarik rambut Sabrina "Berani sekali kau berkata seperti itu pada Kat. Ini balasan karena kau sudah berani menghina calon istriku "


Cleb cleb cleb Abang menusuk dada Sabrina beberapa kali dan rambutnya masih ditarik oleh Abang. Aku menutup mataku aku masih tak percaya kalau Abang melakukan pembunuhan dihadapanku.


"Kau tega, kenapa kau melakukan ini " teriakku


Abang mendekatiku dan mengoleskan darah Sabrina ke pipiku, tapi dengan cepat aku mengusapnya. Aku begitu mual.


"Tidak"


Abang kembali berjalan kearah dia teman Sabrina mereka sudah menangis bahkan Tias dia mengompol.


"Tolong jangan lakukan apa-apa pada kami Pak, kami hanya ikut-ikutan Sabrina saja. Tolong Pak jangan lakukan apa-apa pada kami "


"Tapi kalian ikut membully pacarku kan, makan hukuman kalian harus sama. Sabar kalian akan cepat-cepat menyusul bos mu itu"


Abang melangkah kearah Tias, menggoreskan pisau itu ke leher Tias. "Tolong Pak "


Namun Abang dia diam saja. Dia tak mendengarkan kata-kata dari Tias. Aku melihat Abang kembali mengayunkan pisaunya dan menusukkan pisau itu ke lehernya.


"Akhhh " Dina berteriak.

__ADS_1


Sedangkan aku sama sekali tidak berteriak, aku mencoba menahan semuanya jangan sampai aku mengeluarkan suara.


Abang mencekik Dina. Kakinya sudah tidak bisa diam. Aku dengan perlahan keluar dari rumah ini. Aku harus segera kabur. Jangan sampai aku tertangkap dan menjadi yang selanjutnya.


"Pak ayo jalan "


"Baik nona "


Aku dengan tangan yang bergetar mencari nomor Kak Tio, "Pak tolong cepat ya jalannya "


Aku memencet nomor Kak Tio dan untungnya langsung diangkat.


"Ada apa Kat "


"Kakak tolong datang ke alamat yang aku kirimkan di sini ada pembunuh Kak, tolong Kakak datang kemari bersama polisi-polisi yang lain tolong tangkap dia"


"Pembunuh yang mengancammu "


"Iya Kak, dia tolong Kakak datang dan tangkap dia Kak. Dia sudah membunuh 3 orang sekaligus "


"Kamu dimana sekarang "


"Aku dijalan pulang, tolong Kakak datang kemari ya. Aku matikan dulu Kak "


"Baik Kakak akan meluncur kesana "


Aku mematikan sambungan nya, lalu melepaskan kartu yang baru saja aku beli. Aku membuangnya keluar jendela.


Semoga saja Abang tertangkap dan dipenjara lalu dihukum dengan berat dia sudah sangat keterlaluan dengan membunuh teman-temannya.


"Kita mau kemana nona "


"Antarkan saya kebandar Pak "


"Baik "

__ADS_1


Aku akan meninggalkan kota ini, aku akan pergi sejauh-jauhnya dan Abang tak akan pernah bisa menemukan ku.


Mungkin Abang akan dipenjara seumur hidup dan tak akan bisa lepas lagi. Abang akan membusuk dipenjara.


__ADS_2