
Kat yang sedang berbaring di dada bidang suaminya mendongakan kepalanya, meskipun sudah tua suaminya ini masih tetap bugar dan badannya juga masih tetap bagus. Kat jadi takut kalau suaminya ini banyak yang mengoda. Suaminya ini benar-benar tampan Kat tak bohong.
Makin tua suaminya itu malah makin tampan, badannya juga makin kekar. Jadi Kat takut saja kalau perempuan-perempuan gatal mendekati suaminya. Tapi semoga saja itu tak terjadi.
"Sebentar lagi kita akan punya cucu apakah kita sudah tua, tapi aku aneh dengan badanmu kenapa masih seperti ini "sambil menepuk dada suaminya.
"Bukan kita yang sudah tua, tapi anak-anak kita yang terlalu cepat untuk menikah. Kita masih muda kamu masih cantik aku masih tampan, hanya saja anak kita yang terburu-buru nggak masalah kita akan menjadi nenek dan kakek termuda"
Kat mengusap wajah suaminya "Termuda, kamu ini ya kita ini udah tua tahu nggak sih. Umur kita itu udah nggak muda lagi kayak dulu"
"Ya ga masalah yang penting kita masih sama-sama kan sayang kita nggak berpisah, kita masih kayak dulu masih saling cinta dan sayang "
"Iya sayang, aku malah nggak sabar tahu nggak sih tunggu cucu-cucu kita buat lahir. Aku pengen banget peluk mereka dan gendong mereka juga "
"Aku juga sama, pasti akan menggemaskan sekali nanti melihat mereka berlarian di rumah ini. Aku juga sekarang pensiun tidak bekerja lagi jadi akan lebih banyak menghabiskan masa tua denganmu dan cucu kita. Pasti hidup kita akan lebih bahagia lagi sayang "
"Semoga saja kita panjang umur ya dan bisa melihat cucu kita tumbuh dewasa "
"Iya sayang, aku juga selalu berdoa itu. Tapi aku juga selalu berdoa suatu saat jika Allah sudah memanggil aku ingin lebih dulu dipanggil karena aku tidak akan pernah bisa hidup tanpa kamu sayang. Aku tidak akan pernah sanggup"
"Jangan berkata seperti itu. Aku tidak suka kalau membahas tentang kematian"
"Tapi kita kan akan tiada juga, hanya perlu menunggu waktunya saja"
"Sudah jangan bahas itu"
Lucas memeluk istrinya dengan erat, semoga saja apa yang mereka inginkan terwujud. Mereka bisa melihat tumbuh cucunya itu.
...---------------...
Alex berangkat lebih awal, padahal Kakaknya saja masih ada dan sarapan bersama keluarganya. Ayu juga hanya diam saja tak banyak bicara. Ayu tidak mau membuat keluarga ini pusing lagi dengan tingkah Alex dan juga dirinya.
"Apakah kamu memberikan tugas lebih pada Alex, sampai-sampai dia berangkat pagi-pagi seperti ini Daniel "
Daniel mendongakan kepalanya lalu menggelengkan kepalanya juga "Ga Daniel nggak kasih kerjaan tambahan, Alex orang baru mana mungkin Daniel langsung memberikan pekerjaan banyak padanya. Daniel masih menyuruhnya untuk mempelajari semuanya dulu Ma"
"Hemm, baiklah nak "
Mereka melanjutkan lagi sarapan itu. Sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Ayu juga sibuk dengan pikirannya Ayu sebenarnya tahu di mana suaminya, di mana lagi kalau tidak dengan perempuan yang bernama Rena itu.
Ayu tadi tak sengaja mendengar kalau Alex akan ke rumahnya, entah apa yang akan mereka lakukan di pagi hari seperti ini. Memang semenjak menikah Ayu tak pernah disentuh oleh Alex tapi Ayu bersyukur akan hal itu.
Ayu juga tidak mau di sentuh oleh Alex sudah ada dalam surat perjanjian itu, berarti Alex sudah menepati janjinya. Apalagi sekarang kan Ayu sedang hamil bawaannya tuh ingin berbaring terus dan tidak ingin melakukan apa-apa.
Sedangkan Alex malah sedang bermesraan dengan Rena di ruangannya, mereka sedang bercinta dan tidak peduli dengan orang yang mungkin tiba-tiba saja akan lewat kemari mereka hanya sibuk memuaskan hasrat mereka masing-masing.Bahkan Alex tidak mengingat istrinya sama sekali.
Setelah hasratnya tuntas Alex menatap Rena dan mengecup keningnya "Aku puas denganmu, kamu hebat kamu bisa memuaskan ku seperti ini. Sepertinya aku akan ketagihan terus "
Rena tersenyum dengan centil "Tentu saja aku akan bisa memuaskan mu, bedakan dengan istrimu itu, pasti dia tak bisa sehebat aku makannya kamu malah datang padaku "
Alex hanya mengangguk dan memeluk tubuh Rena dengan erat. Alex tidak peduli dengan Ayu yang akan sakit hati ataupun dengan kandungan Ayu sekarang. Biarkan saja dia mengurusnya sendiri. Alex kan sudah membiayainya jadi apa lagi yang harus Alex fikirkan.
Sudah ada dalam perjanjian juga kan mereka tidak akan ikut campur tentang urusan masalah masing-masing. Mereka bebas melakukan apa saja tanpa ada larangan sedikitpun.
"Kapan-kapan aku boleh kan datang ke rumahmu, aku juga ingin tahu rumahmu itu Alex. Meskipun aku pekerja Kakak mu Daniel tapi aku belum pernah datang ke kediaman kamu. Apalagi Kakakmu itu jutek sekali. Aku kira kamu akan sama seperti Kakakmu tapi ternyata kamu sangat berbeda sekali"
"Akan aku bawa nanti kamu sesekali ke sana. Tentu saja aku berbeda dengan kakakku, kami berdua ini sangat berbeda jauh"
"Baiklah aku menunggu waktu itu, aku pasti akan senang sekali saat kamu membawaku kesana. Aku juga ingin bertemu dengan Mama kamu. Pasti dia akan suka dengan aku kan "
Rena sudah tak sabar ingin pergi ke sana, mungkin saja Rena nanti bisa jadi Nyonya rumah di sana menyingkirkan istrinya Alex, sepertinya akan mudah jadi akanRena lakukan.
Rena dari dulu memang ingin masuk ke dalam keluarganya Alex, dulu pernah mendekati kakaknya tapi sangat sulit sekali malah dia dibentak, diusir pokoknya kasar sekali lah saat mendekati adiknya ternyata berbeda dia lebih gampang.
Dan ini adalah sebuah kesempatan yang harus Rena ambil, yang harus Rena manfaatkan karena tidak akan datang untuk kedua kalinya kan hal seperti ini. Akan langka sekali hal ini terjadi.
...----------------...
Vio yang sudah menyiapkan makan siang untuk suaminya, segera bergegas pergi keluar dari dapur. Semoga saja suaminya suka, Vio akan langsung berangkat kesana untuk mengantarkan bekal suaminya ini.
Vio berbalik kembali sepertinya kalau mengajak adik iparnya akan lebih menyenangkan kasian dia murung terus, Alex juga bakal ada di sana kan. Saat Vio akan melangkah ke arah kamar Ayu ternyata dia sedang ada di taman hanya melamun tak memainkan ponselnya atau tidak sedang memakan apapun.
"Ayu jangan melamar saja. Ada apa dengan kamu. Kalau ada masalah kamu bisa cerita sama aku, ga usah sungkan "
Ayu tersadar dari lamunannya dan langsung menatap Vio "Tidak ada masalah Kak, hanya sedang ingin duduk-duduk santai saja disini. Aku jenuh juga terus ada didalam kamar "
__ADS_1
"Lebih baik ikut denganku saja yuk, kita ke kantor. Siapa tahu kamu ingin bertemu juga dengan Alex ku tahu kamu pasti jenuh di rumah terus. Sekalian jalan-jalan juga kan "
"Emm, tapi aku bingung"
"Bingung kenapa, apa yang buat kamu binggung Ayu"
"Aku takut malah nanti ganggu Alex. Lebih baik aku di rumah aja Kak. Di sana juga aku nggak ada gunanya kan buat apa, aku disana juga pasti akan bengong aku ga tahu apa-apa "
"Kamu ini bicaranya kok kayak gitu sih "
Ayu hanya tersenyum saja, kalau dia menolak akan ketahuan kan kalau hubungan Ayu dan juga Alex tidak baik-baik saja. Pasti nanti akan panjang masalahnya. Ayu sedang tidak mau ada masalah.
"Baiklah aku akan bersiap dulu ya sebentar. Aku hanya sebentar tidak akan lama Kak "
"Tentu aku akan menunggumu ya, aku tunggu disini"
Ayu menganggukan kepalanya. Ayu melangkah ke arah kamarnya sedangkan Vio menunggu dengan tenang, memang Vio masih tinggal di rumah Ibu mertuanya, karena rumahnya belum selesai dan kalau misalnya pindah sekarang masih bau cat juga.
Karena semuanya benar-benar dicat ulang dan ada beberapa yang direnovasi juga, apalagi tamannya banyak yang direnovasi ditambah air mancur lalu kolam renang nya yang diubah jadi lebih tertutup lagi dan banyak lagi perubahannya itu.
Saat melihat Ayu sudah siap, mereka berdua segera melangkah masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan juga mereka tidak banyak berbicara Vio juga hanya fokus menyetir.
"Ayo Ayu sudah sampai, mau aku antar ke ruangan Alex atau kamu mau pergi sendiri"
"Aku pergi sendiri aja Kak, sekalian aku juga pengen jalan-jalan dulu aja nanti "
"Beneran ga masalah "
"Iya Kak, tunjukkan aja di mana ruangannya. Nanti aku biar cari sendiri Kak "
"Ruangan Alex ada di lantai 3, nanti belok kanan ruangannya paling ujung. Yuk masuk lift dulu aja bareng-bareng"
Lagi-lagi Ayu hanya menganggukan kepalanya. Setelah sampai di lantai 3 Ayu langsung keluar sedangkan Vio masih naik, karena lantai suaminya bekerja ada di lantai 10 sangat jauh sekali kan.
Vio keluar dari lift, Vio tidak mengetuk pintu dulu, dia langsung masuk dan melihat suaminya sedang membelakanginya dan melihat ke arah jendela sambil menelpon seseorang. Mungkin teman kerjanya itu.
Dengan langkah perlahan Vio menyimpan kotak bekalnya dan berjalan ke arah suaminya, lalu memeluknya dari belakang. Daniel yang sudah tahu dari tadi kalau ada yang buka pintu dan tahu itu istrinya dari wangi parfum yang dia pakai hanya pura-pura tidak tahu saja. Daniel mengusap tangan sang istri dia masih teleponan dengan rekan kerjanya.
Setelah selesai menelpon Daniel membalikan badannya dan mengecupi seluruh wajah sang istri "Kenapa kamu ga bilang-bilang nih mau kemari"
"Ga apa-apa sayang. Emangnya apa yang mau kamu lihat, aku mau kamu ga mikirin dulu kerjaan kamu. Kamu kan punya pegawai biarkan mereka bekerja tanpa kamu "
"Tentu saja wajah kamu sayang "
"Memangnya tidak puas melihat wajahku terus, tidak bosan memangnya "
"Tidak sama sekali, aku tidak bosan melihatnya malahan aku senang sekali "
Daniel melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan istrinya untuk duduk di pangkuannya, Daniel masih tak bisa mengalihkan pandangannya pada wajah sang istri yang begitu cantik sekali.
Sedangkan Ayu dia tidak masuk ke dalam ruangan Alex, dia hanya diam mematung di depan pintu yang dia dengar malah suara ******* ternyata hubungan mereka sudah berlanjut pada hubungan ****.
Meskipun Ayu tidak mencintai Alex tetap saja hatinya ini sakit, saat dirinya sedang mengandung seperti ini Alex malah selingkuh. Malah berani melakukan hal seperti itu. Apa Alex tak takut kalau karmanya nanti malah jatuh pada sang anak.
Ayu mengusap air matanya. Dia berjalan mundur dan pergi dari ruangan itu dari lantai 3, Ayu tidak mau mendengar suara *******-******* itu. Ayu bahkan berjalan sampai menunduk menabrak orang sana sini. Kenapa harus mendengar suara itu.
Badannya begitu lemas sekali. Ayu berjalan ke sebuah taman duduk di sana sendirian sambil menatap orang-orang yang berlalu lalang. Ayu harus kuat, Ayu kan tidak mencintai Alex jadi jangan menangis seperti ini.
Tapi air matanya ini masih tidak mau berhenti, masih saja terus mengalir. Tiba-tiba ada yang memberikannya sapu tangan, Ayu mendongakkan kepalanya dan di hadapannya ada seorang laki-laki yang tersenyum padanya.
"Apa aku boleh duduk di sampingmu, aku hanya akan duduk saja. Aku tak akan macam-macam "
"Tentu saja ini tempat umum, aku tak akan melarangmu "sambil mengambil sapu tangan yang diberikan oleh orang itu. Ayu menghapus air matanya malu juga kan menangis di hadapan orang lain. Ayu tak pernah menangis dihadapan orang lain.
"Menangislah aku tidak akan melarangmu atau mengejek mu karena kamu menangis. Setiap orang kan punya masalah dan biasanya perempuan melampiaskannya dengan cara menangis kalau itu akan membuatmu tenang maka menangislah. Puas puaskan menangis agar nanti kamu tak perlu menangis lagi "
Ayu yang mendengar itu malah menangis lagi, benar memang kadang-kadang perempuan hanya perlu menangis. Tapi tetap saja rasa sakitnya masih ada dan masih besar tapi akan lebih tenang kalau menangis kan. Akan berkurang sedikit.
Laki-laki itu masih diam menunggu Ayu yang masih menangis, tidak bertanya apa-apa dan hanya menemaninya saja.
Alex yang baru saja selesai bercinta dengan Rena lagi untuk yang kedua kalinya, menatap ke arah kaca, Alex melihat ada dua orang sedang duduk tapi Alex seperti mengenal perawakan dari perempuan yang duduk dengan laki-laki itu, yang sedang menunduk itu. Alex sangat mengenalnya sekali.
"Bukannya itu Ayu "gumam Alex
Alex yang kesal melihat Ayu bersama seorang laki-laki langsung mengancingi pakaiannya. Rena yang melihat Alex akan pergi langsung memberhentikannya. Enak saja Alex mau pergi meninggalkannya "Kamu mau ke mana Alex katanya kita akan lanjut lagi "
__ADS_1
Tapi Alex tidak menjawabnya. Alex langsung saja keluar dari ruangannya. Dia berjalan ke bawah dengan tergesa-gesa, saat sudah sampai taman dan melihat dua orang itu yang duduk benar saja Ayu di sana sedang duduk menangis.
Tebakan Alex tak pernah salahkan, karena Alex sudah yakin sekali kalau itu memang benar-benar Ayu. Mereka sudah tinggal bersama tentu saja Alex tahu bagaimana tubuh Ayu.
Alex langsung menarik tangan Ayu dengan kasar "Kenapa kamu ada di sini, kamu juga lagi selingkuh disini, apa ga malu kamu ini. Suami kerja tapi kamu malah enak-enakan disini sama laki-laki "
Ayu yang dicengkeram seperti itu meringis kesakitan, laki-laki yang tadi duduk di samping Ayu langsung melepaskan cekalan tangan Alex itu "Jangan salah sangka dulu bro. Jangan kasar juga sama perempuan tanya baik-baik, ga usah gini juga "
"Ga usah ikut campur. Ini masalah rumah tangga saya dan juga perempuan ini, jadi kamu nggak berhak buat ikut campur. Kamu itu hanya orang asing "
"Kenapa kamu marah Alex, kamu aja berhak kan senang senang sana perempuan lain, bahkan aku nggak marah-marah sama kamu terus sekarang cuman aku gara-gara duduk sama dia kamu marah kayak gini aneh banget kan. Kamu ini kenapa sih sebenarnya Alex "
"Diam perempuan itu nggak boleh banyak bicara, nurut sama suami ayo pulang ngapain juga di sini. Emangnya aku ngebolehin kamu datang kemari enggak kan "
Saat Alex akan menarik tangan Ayu, laki-laki itu langsung pasang badan untuk Ayu "Kalau anda hanya ingin membawa istri anda hanya untuk dimarahin dicaci dimaki lebih baik tidak usah, tenangkan dulu saja pikiran anda kami ini tidak ada hubungan apa-apa, aku hanya sedang melihat wanita ini sedih dan memberikan sapu tangan itu saja tak ada hubungan spesial di antara kami berdua"
"Dia istriku jadi awas jangan halangi jalanku, aku bebas melakukan apa saja padanya dan kamu tidak berhak untuk ikut campur"
"Iya aku mengerti dia istrimu, bersikaplah baik pada istrimu ini di tempat umum. Apakah bagus memperlakukan istrimu secara kasar seperti itu"
"Alex kenapa kamu meninggalkanku, aku panggil-panggil dari tadi tapi kamu malah nyelonong aja "Rena langsung merangkul tangan Alex tidak peduli dengan orang-orang yang ada dihadapannya. Memang Rena ingin di akui disini.
Tapi Alex langsung melepaskan tangan Rena dengan kasar bahkan sedikit mendorongnya "Ayo Ayu kita pulang sekarang, jangan terus membuat drama apa kamu tidak malu "
"Ada apa ini ribut-ribut"
Alex saat melihat kakaknya dan juga kakak iparnya langsung ber firasat buruk, pasti ke depannya tidak akan pernah baikan. Pasti nanti akan ada sesi ceramah dirumahnya.
Vio yang melihat Ayu masih menangis, langsung merangkulnya dan membawanya jauh-jauh dari para laki-laki dan satu perempuan yang masih setia berdiri di samping Alex.
"Ada apa Alex ribut-ribut masalah apa ini, kenapa kamu malah membuat ulah seperti ini "
"Tidak ada. Ini hanya salah paham saja tak ada apa-apa"
Alex pergi begitu saja masuk lagi ke kantor, sedangkan Rena mengejar Alex seperti tidak tahu kondisi dengan apa yang terjadi sekarang. Dia benar-benar tidak tahu malu.
Daniel menatap laki-laki yang ada di hadapannya "Ada apa sih kok ribut-ribut banget, sampai kedengaran lo tadi sampai kedalam "
"Adik lo kayaknya selingkuh deh sama si Rena, itu istrinya ya gue nggak sengaja tadi lihat dia lagi nangis, nggak ada maksud apa-apa juga sih gue juga baru tahu kalau adik lo udah punya istri. Yang gue tahu dia kan masih kuliah ya "
Daniel menatap temannya itu dan menepuk bahunya "Ya udah makasih ya udah tolongin adik ipar gue. Sebentar ya gue susul istri gue dulu, lo tunggu aja dulu di ruang meeting setelah ini kita langsung meeting ya sorry" Daniel tak menjelaskan apa-apa. Ini kan masuknya masalah keluarganya tak enak saja kan kalau sampai ada yang tahu.
"Tenang aja Daniel gue juga lagi nggak banyak kerjaan kok, gue tunggu ya "
"Oke"
Mereka berdua adalah teman lama dan sekarang mereka berdua menjalin kerjasama juga. Makanya mereka terlihat akrab seperti itu kalau sedang tidak bekerja mereka akan seperti ini, kalau sudah saatnya bekerja mereka juga akan tahu kondisi
"Kamu nggak apa-apa kan kita pulang aja ya. Ayo kita pulang "aja Vio pada Ayu sambil memberikannya air mineral.
"Aku pulang sendiri aja Kak, Kakak lebih baik sama Kak Daniel aja. Bukannya Kakak pengen ketemu sama Kak Daniel ya, aku nggak papa kok pulang sendiri aku naik taksi aja. Tolong jangan ceritain sama mama ya, aku ga mau Mama tahu tentang masalah ini Kak. Cukup kita aja yang tahu "
Vio cukup lama diam, belum menjawab apa-apa Ayu langsung menarik tangan Vio dengan perlahan "Tolong Kakak jangan beritahu Mama, aku nggak mau malah Mama nanti jadi kepikiran kakak tahu sendiri kan pernikahan aku dan juga Alex ini bukan pernikahan yang didasarkan dari cinta, kita menikah dari sebuah kesalahan jadi tolong ya Kak jangan pernah ceritain ini sama mama. Aku baik-baik aja kok aku cuman nggak mau tambah pikiran Mama aja"
"Iya aku nggak akan bicara sama mama. Tapi kalau udah keterlaluan banget maaf aku nggak bisa tutup-tutupi nya"
Ayu menganggukan kepalanya untuk sekarang dia tenang, tapi untuk kedepannya entahlah. Dirumah juga tidak tahu Alex nanti akan bersikap apa padannya. Semoga saja tidak sampai memukulnya kan.
...----------------...
"Alex kenapa kamu malah menjauhi aku, kamu juga tadi kasar sama aku. Sakit tahu kamu itu jahat banget deh sama aku "rengek Rena pada Alex.
Alex menatap Rena yang ada dihadapannya"Keluar dari ruanganku sekarang juga, jangan ganggu aku"
"Kenapa sih tadi aja kita baik-baik aja, terus karena datang istri kamu, kamu tiba-tiba marah-marah sama aku. Emangnya aku ini salah apa, jangan kayak gini Alex. Aku ga pernah buat salah sama kamu. Malahan aku selalu memuaskan mu bahkan kamu juga mengakuinya kan, aku tak suka diperlakukan kasar sama kamu Alex "
"Udah aku bilangkan kamu keluar sekarang juga Rena. Jangan ganggu aku sana pergi kerja jangan terus disini"
Rena menghentakkan kakinya dengan kesal. Kenapa malah diusir padahal kan mau merayu Alex lagi. Tapi Rena puas sih melihat hubungan Alex dan istrinya sepertinya akan hancur dan akan bertengkar pasti Alex akan lari padanya nanti, kita tunggu saja kedatangan Alex ke rumahnya.
Rena akan bersiap dengan cantik sekali untuk menyambut Alex. Dan Rena juga sudah membuat rencana yang bisa membuat Alex jatuh ke tangannya sepenuhnya.
Alex sendiri memijat kepalanya yang tiba-tiba pusing. Kenapa bisa Ayu datang kemari. Sialan pasti Mamanya akan marah-marah lagi.
"Kerja juga ga akan fokus percuma. Ayu juga datang ke sini ngapain duduk sama laki-laki siapa lagi laki-laki itu, Ayu seperti sudah mulai nakal"
__ADS_1