Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 254 Siapa yang melakukan ini semua


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Vio dikagetkan dengan telepon dari karyawannya. Awalnya Vio akan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya tapi karena telepon itu terus saja berdering Vio segera mengangkatnya. Vio sangat takut terjadi sesuatu kalau sudah seperti ini.


"Halo ada apa, ada masalah apa sampai-sampai kamu menelponku di pagi hari seperti ini"


"Bu, butik kebakaran"


"Apa kebakaran, kepala bisa kamu sudah mengecek listrik kan saat akan pulang. Lalu apakah sudah menelfon pemadam kebakaran "


"Sudah Bu sekarang sedang dipadamkan, ibu kalau bisa tolong datang kemari "


"Aku akan datang segera tunggu aku disana. Kenapa juga bisa kebakaran seperti ini "


"Sedang dicek Bu sekarang sudah ada polisi juga yang datang"


"Baiklah aku akan datang ke sana sekarang"


Vio bergegas mengambil tasnya. Daniel yang baru saja selesai mandi segera menghampiri istrinya "Mau ke mana sayang ini masih pagi, kamu juga belum izin sama aku. Ada hal apa sampai-sampai kamu terburu-buru seperti itu. Coba bicara sama aku "


"Butik kebakaran, aku harus cepat-cepat pergi kesana. Aku ga mungkin diam aja Daniel. Aku takut banget kalau butik habis. Itu adalah jerih payah aku selama ini " jawab Vio dengan wajah yang begitu khawatir.


"Ya ampun kenapa bisa, padahal disana juga ada satpam kan yang menjaga 24 jam "


"Aku juga ga tahu sekarang mau kesana dulu Daniel "


"Jangan tiba-tiba berangkat sendirian kayak gini, aku pakai baju dulu sekarang aku akan antar kamu sayang. Aku ga mau kejadian lagi kayak waktu itu "

__ADS_1


Daniel sudah mendengar cerita tentang Vio yang akan ditabrak dari Valeria. Sekarang Daniel tak membiarkan Vio pergi sendiri. Daniel tak akan kecolongan untuk kedua kalinya lagi.


Vio dengan patuh langsung menganggukan kepalanya dan menunggu suaminya. Kenapa butiknya bisa kebakaran seperti ini, padahal kemarin-kemarin baik-baik saja kan tidak ada sama sekali kesalahan atau apapun itu. Tapi kenapa sekarang bisa.


...----------------...


Valeria berkaca pinggang menatap seluruh karyawan saudaranya itu. Dia juga ditelepon sama tentang butik yang kebakaran. Polisi dan juga yang lain sudah pergi untungnya yang kebakar hanya bagian belakang saja tidak ke depan. Dan semua bukti tidak ada semuanya seperti menghilang CCTV tiba-tiba saja rusak. Aneh sekali kan padahal biasannya tak pernah seperti ini.


"Ini kenapa bisa kejadian seperti ini, sudah aku bilang kan selalu cek CCTV dan selalu lihat apakah ada yang rusak, apakah ada yang korslet, apakah ada yang tak beres sebelum pulang ataupun saat datang ke sini, aku selalu bilang pada kalian untuk mengecek segalanya. Kenapa bisa sampai seperti ini kalau misalnya semuanya kebakaran bagaimana, kalian mau kerja di mana masih untung kalian masih punya kerjaan kan "


"Iya Bu maaf, kami juga tidak tahu akan seperti ini kejadiannya. Kami juga selalu mengeceknya Bu kami tidak pernah sekalipun tidak mengeceknya. Kami tidak tahu akan kejadian seperti ini"


"Tidak tahu bagaimana dan kamu juga Pak satpam untuk apa aku memperkerjakan kalian berdua, kalian di sini 24 jam, kalian sudah di bagi-bagi tugas siang jaga yang ini malam jaga yang itu, tapi apa masih saja kecolongan hanya butik sebesar ini saja kamu tidak bisa menjaganya, bagaimana kalau aku menyuruhmu untuk menjaga satu mall. Kalau kamu memang tidak betah kerja di sini keluar aku tidak masalah aku bisa mencari orang lain"


Valeria masih mondar mandiri di hadapan semua karyawan. Pusing kan harus renovasi apalagi tidak sampai ketahuan kejadiannya seperti apa. Siapa yang melakukannya dan apa motifnya. Ini tuh janggal kalau misalnya masalah dari listrik mungkin akan langsung semua ya tapi ini kenapa dari belakang dulu dari parkiran.


Pintu butik dibuka yang datang Vio dan Daniel. Vio segera menghampiri saudaranya dan memberhentikan langkahnya yang terus saja mondar-mandir dari tadi "Valeria tenang jangan terus kamu tegang seperti ini"


"Sepertinya ada yang sengaja ingin menghancurkan butik mu ini, kamu tahu bahkan CCTV di belakang juga rusak yang di depan juga rusak seperti memang sengaja sudah di rencanakan "


Vio diam memikirkan siapa yang akan melakukan ini padanya. Vio sama sekali tidak punya musuh dia selama ini tidak pernah berurusan dengan siapapun. Vio selalu menjaga segalanya agar tak punya masalah dengan orang lain.


"Aku tidak pernah punya musuh Valeria. Siapa orang yang melakukan ini tidak mungkinkan orang asing"


"Ya makanya, polisi juga sudah mengecek semuanya tapi semuanya bersih. Dia melakukannya dengan bersih kamu harus selalu hati-hati Vio. Jangan sampai nanti kamu yang diincar "

__ADS_1


Daniel yang tadi diam saja berpikir, apakah ada orang yang ingin mencelakai istrinya. Apa mungkin musuhnya tapi kenapa harus menyerang istrinya juga, kalau memang Daniel yang salah. Tapi seperti yang apa dikatakan oleh Valeria ini janggal sekali dan juga mencurigakan.


...----------------...


Alex sekarang ada di dalam ruangan Ibu mertuanya. Ayu sedang membeli sarapan tadi saat dia akan mengantarnya katanya dengan keponakannya saja, disini juga ada Ayah mertuanya.


"Alex"


"Ya Ayah"


"Bisa kamu janji sama Ayah untuk sesuatu hal"


"Apa itu"


"Tolong selalu jaga Ayu, Ayah lihat kamu kemarin sangat marah dengan bibinya Ayu apakah kamu sering melakukan itu pada Ayu ? "


Alex yang sedang melihat ponselnya dan mengerjakan beberapa pekerjaannya langsung berhenti dan menatap ayam mertuanya. Tak menyangkan Ayah mertuanya akan bertanya hal seperti ini.


"Tidak, aku tidak pernah melakukan itu pada Ayu dia kan istriku. Lalu kenapa aku harus bersikap seperti itu. Aku hanya tidak suka saja dengan orang angkuh seperti keluargamu kemarin itu. Memang keluargaku itu orang berada apakah harus terus berkata seperti itu, aku tidak suka dengan orang yang seperti itu makannya aku bertindak seperti itu "bohong Alex karena selama ini Alex selalu menyakiti Ayu, tapi masa iya mau jujur di depan ayahnya yang ada ini wajahnya akan habis oleh ayah mertuanya itu.


"Baiklah tolong jaga Ayu, jangan pernah sakiti dia. Aku tidak mau dia kenapa-napa"


"Tentu saja, kalau kamu memang tidak percaya padaku tidak masalah lihat saja perkembangan nanti anakmu bagaimana tidak usah khawatir aku tidak akan sekejam itu pada istriku sendiri "


Pembicaraan mereka berhenti saat Ayu masuk ke dalam kamar itu. Benar-benar hening seperti tidak terjadi apa-apa, mereka juga tidak mau kalau Ayu sampai tahu tentang pembicaraan mereka. Ini hanya pembicaraan diantara mereka bedua saja.

__ADS_1


__ADS_2