
"Kat kenapa kamu tiba-tiba pergi, kamu marah ya sama Pak Lucas ? "
Aku melihat kearah Dian dan mengelengkan kepalaku "Engga kok, aku sama sekali ga marah. Buat apa aku marah ga ada gunanya juga, Pak Lucas bukan siapa-siapa aku terus buat apa aku marah sama dia "
Dian diam, lalu duduk disampingku dan dia berkata, "Aku tahu kamu, kita sudah lama berteman . Jadi aku tahu apa yang lagi kamu rasain jangan simpen apa-apa lagi dari aku Kat "
"Aku minta Pak Lucas buat jauhin aku, tapi saat aku lihat Pak Lucas bersama perempuan itu aku sakit. Hatiku sakit entah kenapa "
"Tuh kan udah aku duga kamu itu suka sama Pak Lucas " teriak Dian.
Aku langsung memelototinya, tapi dia malah nyengir seperti tak bersalah saja, aku hanya bisa menutup wajahku banyak teman-temanku yang ada dikelas dan mereka langsung bisik-bisik tetangga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa-apaan sih lo Dimas tiba-tiba tarik baju gue"
"Lo yang apa-apaan, udah gue bilangkan lo harus buat Kat hancur. Kenapa lo malah makin deket kayak gitu sih "
"Sabar dong semuanya butuh proses. Lo tuh terlalu buru-buru banget tahu ga sih. Santai dong gue juga butuh rencana "
"Alah itu mah alasan lo saja, gue tau lo suka kan sama s Katherine, jujur ajalah sama gue ga usah ada yang disembunyikan "
"Gak gue ga suka sama Kat kok, tenang saja lo ga usah khawatir semuanya akan aman "
"Gue minta sekarang juga lo harus bisa hancurin Katherine. Kalau perlu perkosa saja dia sampai mampus, gue ga mau tahu harus ada kabar bahagia itu nanti pagi. Awas saja kalau lo ga bisa lakuin apa yang gue mau "
Dimas mendorong bahu Darwin dan pergi begitu saja. Darwin membuka ponselnya dan langsung memberi pesan pada Kat.
Katherine cupu
Kat, malam ini kita makan malam yu, ada sesuatu yang ingin aku kasih sama kamu. Aku yakin itu tak akan bisa kamu lupakan sampai nanti, aku tunggu didepan rumah kamu jam 08:00 malam ya. Tapi, jangan bilang siapa- siapa ya.
Setelah memberi pesan itu Darwin menyimpan ponselnya dan masuk kedalam kelas. Mungkin ini saatnya dirinya membuat Darwin junior di rahim Kat. Siapa tahu anaknya bule kayak Katherine.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Pesan dari siapa Kat "
"Dari Darwin "
"Kamu harus hati-hati sama dia, jangan sampai kamu dimainin sama dia. Kakak tahu gimana dia "
"Jadi aku harus gimana Kak, apa aku diamkan saja dia"
"Yaudah sih menurut Kakak ga usah ditemuin, ngapain juga kamu ladenin temennya s Dimas. Kamu tahu sendiri kan gimana Dimas. Dia itu nakal pasti temen-temennya juga sama nakal jadi ga usah diturutin deh "
Aku menganggukan kepalaku. Benar apa kata Chelsea lebih baik aku tak menemuinya saja, takut-takut kalau Darwin akan melakukan yang aneh-aneh kan.
"Chelsea ngapain kamu disini, kamu itu ya ga baik diem dikamar anak pembawa sial ini "
"Ibu apa-apaan sih, mana ada anak pembawa sial. Sudah Bu cukup jangan kayak gini lagi, Katherine juga selama ini baikkan ga pernah aneh-aneh. Tolong anggap dia seperti anak ibu sendiri, jangan bedakan antara aku, Dimas dan Kat"
"Kamu ini kenapa Chelsea? "
"Kamu ini sakit, sudah sana cepat pergi ke dokter. Pulang dari Amerika malah berubah begini, ini bukan Chelsea yang ibu kenal "
"Ini masih aku kok, dan aku juga ga sakit Bu. Jadi jangan aneh-aneh deh "
Chelsea langsung keluar dari dalam kamarku. Ibu masih diam disini menatapku dengan tatapan bencinya.
"Kau pasti sudah melakukan sesuatu pada anakku awas saja kau Kat. Dasar anak pembawa sial kau tak pantas hidup, dan jangan harap harta yang sudah Mamah mu beri akan kembali padamu. Suamiku sudah mengelolanya maka kau tak berhak memilikinya "
Ibu tiriku langsung pergi begitu saja. Apa salahku padahal aku tak pernah membuat ulah. Kenapa aku selalu saja disalahkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kenapa kamu ga mau Kat, padahal aku sudah ada disini, kenapa kamu ga bilang dari awal. Ayolah sebentar saja aku tak akan melukaimu "
__ADS_1
"Aku sudah membalas pesanmu, dan aku juga sudah bilang kalau aku tak bisa Darwin "
"Oh ya, ponselku mati ayolah pergi sebentar aku janji tak akan melakukan apa-apa "
Darwin langsung menarik tanganku. Aku tak bisa melawan aku sudah berteriak, tapi, tak ada yang keluar dari dalam rumah kemana mereka.
"Kak tolong Kak "
"Udah ayo Kat, diamlah Kat aku tak akan melakukan apa-apa sama kamu "
Darwin membekap mulutku dan membawaku masuk kedalam mobil, Darwin menancap gas dengan cepat.
"Apa yang kau lakukan, aku sudah bilangkan aku tak mau, kenapa kau memaksa "
"Diamlah Kat, aku harus melakukan ini "
"Melakukan apa Darwin, kau pasti hanya mempermainkan ku kan ? "
"Ya aku hanya mempermainkan mu. Aku kalah dalam permainan dan aku harus mendekatimu lalu menghancurkan mu. Dimas ingin kau hancur Kat, dan hari ini aku akan melakukannya. Aku akan membuatmu hancur. Aku sama sekali tak tertarik padamu, kau itu perempuan paling bodoh, kamu mau saja ditipu olehku, kau bodoh "
"Dasar kau jahat Darwin jahat kau " aku berteriak pada Darwin dan memukul-mukul tangannya. Aku begitu marah padanya.
Benarkan firasatku, kalau Darwin menipuku tapi aku malah terbuai seperti ini "Kau sungguh laki-laki bejat. Aku benci padamu Darwin aku benci padamu "
Aku memukul kepala Darwin, dia tiba-tiba menyiku wajahku sampai-sampai hidungku berdarah. Kepalaku pusing dan aku kehilangan kesadaranku.
"Maafkan aku Kat, aku melakukan ini karena sebuah perjanjian. Aku benar-benar minta maaf aku tak bermaksud untuk mempermainkan mu "
Darwin memberhentikan mobilnya disebuah bangunan lalu membawa tubuh Kat yang sudah tak berdaya. Dipukul sekali saja langsung pingsan, apakah selemah itu Katherine.
Darwin melihat wajah Katherine dan kembali fokus menatap kearah depan, "Aku harus dapetin yang aku mau. Maaf ya Kat kalau aku bikin calon anakku di perutmu. Aku ingin anakku memili gen mu yang sangat cantik ini. Pasti anak-anakku akan seperti mu nantinya "
Darwin membuka pintu kamar dan membaringkan Katherine disana, Darwin mengelap darah di hidung Katherine.
__ADS_1
"Baiklah kita bersiap-siap aku ingin malam ini menjadi malam terindah untuk kita Kat. Aku ingin kau menjadi milikku seutuhnya dan seperti yang Dimas mau kau hancur dan tak dianggap oleh keluargamu "
Darwin membuka seluruh pakaiannya lalu menelusuri seluruh tubuh Kat. Darwin dengan perlahan membuka satu persatu pakaian Kat sungguh luar biasa.