
"Tamara Kamu dari mana saja. Kenapa jam segini baru pulang, ini bukan jam pulang kamu. Kamu pergi kemana dulu Tamara nenek begitu khawatir sekali dengan kamu "
"Tamara baru aja selesai kerjain tugas nek, kerja kelompok" sambil tersenyum pada neneknya.
"Kamu itu bawa apa "tanya neneknya yang penasaran, karena Tamara membawa plastik besar dan sepertinya didalamnya banyak sekali isinya.
Tamara dengan senang langsung mendekati neneknya "Lihat nenek aku dibelikan seragam oleh ibunya Daniel, semuanya sudah lengkap sekarang aku sudah bisa memakai seragam. Aku bahagia sekali nenek "
"Kembalikan lagi semua itu, nenek tidak mau menerimanya kembalikan "
Tamara yang bingung langsung menyembunyikan seragamnya itu, takut neneknya tiba-tiba membuangnya "Kenapa, kenapa aku harus mengembalikannya bukannya kita harusnya bersyukur diberi seperti ini. Aku juga ingin seperti yang lainnya nenek, memakai seragam agar aku tidak berbeda sendiri"
"Sudah nenek bilang kan nanti nenek akan membelikannya, tidak usah sampai orang lain yang membelikannya. Lebih baik kamu kembalikan lagi padanya apalagi ini pemberian dari ibunya Daniel. Nenek tidak mau ada barang pemberiannya "
"Sebenarnya nenek itu punya masalah apa sih dengan keluarga Daniel, kenapa nenek seperti sangat membenci keluarga Daniel ada apa ini, membuat aku pusing seharusnya neneknya bersyukur ada orang baik. Kita ini sedang sangat membutuhkan sekali nek, masih untung ada yang memberikan aku seragam kalau tidak ada aku tidak akan mempunyai seragam"
"Nanti juga kamu akan tahu kenapa nenek sangat tidak mau kamu menerima pemberian dari Daniel, nenek tak ingin kamu berhubungan dengannya "
"Ya apa alasannya, Tamara butuh alasan yang jelas Nek. Nenek jangan melarang Tamara tanpa ada alasan seperti ini, hanya membuat Tamara pusing saja. Seharusnya nenek mengucapkan terima kasih pada ibunya Daniel, bukannya seperti ini nenek "
Tamara begitu kesal dengan tingkah neneknya ini. Mereka ini sangat butuh bantuan tapi neneknya sama sekali tidak mau. Neneknya saja tidak punya pekerjaan mereka tidak punya penghasilan sama sekali.
Tamara membawa semua pakaian itu ke dalam kamarnya. Tamara akan menutup pintu neneknya tiba-tiba berkata "Nenek akan ceritakan semuanya, nenek akan menceritakan kenapa bisa ibu kamu tiada. Nenek akan bongkar semuanya nenek tidak akan menyembunyikan semuanya lagi"
Tamara langsung membalikkan badannya, ini yang selama ini ingin Tamara tahu. Tapi terus saja disembunyikan oleh neneknya. "Baiklah apakah ini ada sangkut pautnya dengan Daniel maka aku ingin tahu ceritanya. Aku sudah kesal dengan sikap nenek yang seperti ini. Membenci orang tanpa alasan yang pasti "
__ADS_1
"Nenek akan ceritakan semuanya padamu tak akan ada yang terlewat sedikitpun "
Tamara menyimpan dahulu semua seragamnya dan mendekati lagi neneknya. Tamara akan mendengarkan semua ucapan dari neneknya. Kenapa neneknya begitu melarang Tamara untuk dekat dengan Daniel.
...----------------...
"Kenapa coba kamu kemari, aku tuh nggak mau kamu kemari udah sana pergi aku mau nginep di rumah kakakku saja. Kamu pulang sana jangan ada disini "
"Sayangku cintaku kita pulang ya nggak boleh kayak gitu, kamu nggak boleh kabur-kaburan kayak gitu. Kamu kan lagi mengandung pulang ya"
Nabil dari tadi terus saja membujuk istrinya untuk pulang. Tapi istrinya tetap tidak mau pulang mau di sini. Nabil masih bingung sebenarnya apa salahnya. Selama hamil memang istrinya ini selalu saja seperti ini, apa yang dilakukan Nabil menjadi salah pokoknya serba salah deh.
"Nanti juga aku akan pulang sendiri. Kamu pulang saja sana. Aku sedang tidak mau pulang dan aku juga tidak mau melihat kamu, sama cepat pulang sebelum aku marah besar "
"Coba kamu jelaskan dulu apa kesalahanku. Aku kan nggak tahu kalau nggak dikasih tahu sayang "
Nabil mengacak-acak rambutnya karena bingung. Ada apa dengan istrinya ini. Alex yang ada di sana memang menemani aunty-nya hanya bisa menahan tawa melihat omnya itu malah seperti orang frustasi.
"Ya udah jelasin dulu dong sama aku maunya kamu itu gimana. Biar aku bisa rubah sikap aku, jangan kayak gini dong sayang ah. Aku pusing banget beneran deh "
"Kamu itu nggak peka tau nggak sih, udah ah aku kesel banget sama kamu inget-inget aja apa salah kamu. Udah ah lebih baik aku istirahat dari pada dengerin kamu "
Daisy langsung gandeng tangan Alex untuk pergi dari hadapan suaminya. Nabil tidak mengejar Daisy karena takut nanti malah makin marah. Lucas yang melihat drama adiknya ini hanya tertawa.
"Apaan sih Bang ketawa, ga lucu banget deh Abang "
__ADS_1
"Gantian dulu kamu juga ketawain aku waktu Kat kayak gitu. Sekarang kamu ngerasain kan gimana rasanya punya istri yang lagi hamil"
"Ga tahu pusing banget harus gimana aku ini. Ini salah itu salah serba salah. Terus aku harus gimana pusing banget kepalaku ini bang, aku benar-benar ga bisa mikir tahu "
"Yang sabar, nanti juga ga akan kayak gitu"
"Terus apa yang harus aku lakuin sekarang. Masa aku harus diam aja, aku udah benar-benar pusing Bang aku pusing banget kepalaku bisa-bisa pecah apa yang harus aku lakukan sekarang, aku angkat tangan deh"
"Sadari dulu apa yang membuat dia marah, kamu tidak terus bisa bertanya pada Daisy dia pasti akan terus marah kamu harus paham bagaimana dia "
"Ya tapi aku juga nggak tahu salahnya aku tuh di mana, aku pusing banget beneran deh aku udah pusing banget. Belum sama pekerjaan aku juga "
"Mungkin kamu kurang perhatian"
"Aku selalu perhatian kok sama dia cuman kadang dia suka minta terus aku peluk. Kadang kan aku pegel kalau terus peluk kayak gitu, apalagi kan tugas dari Abang tuh banyak banget. Aku malah lebih fokus ke laptop dan ngerjain semuanya"
"Mungkin itu yang dimaksud oleh Daisy kamu nggak peka, masalah itu mungkin ya udah kamu peluk aja terus"
"Ya udah kurangin kerjaan ku. Jangan banyak-banyak terus dong "
"Bisa gaji juga dikurangi"
"Kenapa sih Abang nyebelin banget.Kenapa sih sama adik ipar sendiri kayak gini. Kasih keringanan lah bang"
"Ya udah sampai Daisy melahirkan saja"
__ADS_1
"Nah gitu dong dari tadi, aku akan memeluk adikmu terus menerus dan aku tidak akan melepaskannya, sekali lagi dia bilang aku tidak peka sudahlah mungkin aku akan pingsan di tempat"
Lucas hanya bisa tertawa saja. Baru tahu rasa Nabilkan dia selalu saja semena-mena padannya saat Kat hamil. Sekarang istrinya lebih ribet lagi lebih-lebih dari Kat. Kat tak pernah seperti itu sampai kabur-kaburan.