Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 109 Tidak ada ekspresi


__ADS_3

Kat yang melihat itu semua hanya bisa diam, kalau dirinya meneruskan ini semua pasti perempuan itu akan menjadi benalu.


Apakah dirinya harus lari lagi, ya itu adalah hal yang baik dirinya lakukan. Lari sejauh-jauhnya dari Lucas tapi bagaimana caranya sedangkan pernikahannya saja akan diadakan dalam beberapa hari lagi.


Apakah dirinya harus meminta tolong pada Doni temannya dikantor, tapi bagaimana kalau dia celaka. Lucas apakah akan mencelakai Doni atau tidak.


Tapi keputusan Kat akhirnya menelfon Doni "Doni "


"Kenapa Kat, ada apa "


"Bisa kau membantuku"


"Kamu di mana. Udah ga masuk beberapa hari kerja, ada masalah apa "


"Aku ga mau nikah, tapi aku harus menikah bisa ga kamu bantu aku untuk pura-pura jadi tunangan aku atau apapun itu . Aku pengen lepas setelah itu aku mau pergi kamu bisa bantu aku. Tapi ini semua beresiko"


"Kirim alamatnya kamu dimana "


"Tapi aku takut kamu celaka "


"Udah itu masalah belakangan, kamu kirim aja alamat kamu dimana, aku akan pergi kesana nyusul kamu "


"Makasih ya Doni "


"Iya tenang aja kayak sama siapa aja "


Kat langsung mengirimkan alamatnya, untung saja dirinya sudah selesai mengirim alamat dan pintu kamar Daisy terbuka.


"Sayang ayo kita pergi, sekarang tidak jadi untuk pergi ke butik. Kamu ikut aku dulu ke kantor ya. Ada hal yang harus aku urus"


"Kantor "


"Iya ayo "


Lucas menarik tangan Kat dengan lembut lalu mencium bibir Kat cukup lama, tapi Kat langsung mengusap bibirnya.


Tatapan Lucas langsung tajam "Sekali lagi kamu melakukan itu aku akan terus mencium mu sampai kamu tidak bisa bernafas "


Kat tidak menjawab dia hanya diam saja, memikirkan apakah rencananya akan berhasil atau tidak "Kat jawab aku "


"Iya aku tidak akan melakukannya lagi "


Akhirnya Kat pasrah saja kalau sampai dirinya membantah bisa-bisa dirinya celaka, lebih baik untuk sekarang dirinya menurut saja dari pada menjadi sasaran kan.

__ADS_1


Tangganya kembali ditarik kearah halaman rumah, pintu mobil langsung dibukakan. Kat langsung saja masuk tanpa banyak bicara.


Kat juga mengirim alamat yang baru pada Doni, semoga saja Doni cepat-cepag membawanya pergi dari hadapan orang ini.


...----------------...


Sudah beberapa jam berlalu dan Kat sudah ada dikantor menunggu Lucas yang sedang fokus pada dokumen-dokumennya yang menumpuk.


Tiba-tiba saja pintu diketuk "Bang ada yang ketemu "


"Siapa Nabil "


"Katanya dia tunangannya Katherine "


Lucas langsung menatap Kat, tapi Kat pura-pura fokus pada buku yang sedang dia baca.


"Bawa dia masuk Nabil "


"Siap Abang "


Nabil pergi dan tak lama kemudian datang kembali bersama Doni, Kat sangat senang saat melihat Doni. Tanpa banyak bicara lagi Kat langsung memeluk Doni.


"Akhirnya kamu dateng, aku udah nunggu kamu "


Kat melepaskan pelukannya, sebenarnya dirinya malu melakukan ini. Tapi demi memperlihatkan kalau dirinya benar-benar sudah memiliki pasangan dihadapan Lucas.


Sungguh dirinya belum siap, meskipun sekarang sikap Lucas sangat baik, tapi dirinya tak menjamin nanti dia akan baik seterusnya. Bagaimana kalau ini hanya topeng saja.


Lucas hanya diam saja menatap mereka berdua, Doni mengusap rambut Kat dan menghampiri Lucas.


"Maaf bila kedatanganku ini mengganggu pekerjaanmu, tapi aku kemari ingin membawa Kat pulang lagi. Mungkin kamu tidak tahu kalau kami berdua sudah bertunangan semenjak 6 bulan yang lalu, memang kami menyembunyikan pertunangan ini. Aku kaget saat Kat akan menikah dengan orang lain. Jadi aku sekarang ingin mengambil Kat kembali dan aku tidak mau membatalkan pertunangan ini"


Kat menatap wajah Lucas, dia hanya diam saja tak ada respon dan wajahnya juga sangat tenang sekali seperti tak terjadi apa-apa tapi Kat senang melihatnya.


"Jadi mau mu apa "


"Membawa Kat pulang, kami akan segera menikah. Aku tidak mau sampai ada yang merebut Kat jadi aku akan langsung menikahinya saat pulang dari sini. Toh aku pun sudah bilang pada kedua orang tua ku "


"Baiklah semoga pernikahan kalian lancar, undang aku ya aku akan datang dan bertemu dengan kalian berdua. Memberikan selamat untuk pernikahan kalian nanti"


Kat masih tak percaya kalau Lucas dengan sukarela akan mengizinkannya, bagus juga sih tapi agak mencurigakan.


"Baik tuan terimakasih karena kamu sudah baik mengembalikan tunangan ku "

__ADS_1


"Ya kalau aku tahu dari awal aku tak akan menikahinya "


"Baiklah aku permisi "


Doni segera menarik tangan Kat, Kat menatap kearah belakang tapi Lucas malah fokus kembali pada berkasnya dan tidak peduli pada dirinya yang pergi.


Lucas sudah berubah, dia bisa menahannya, dia tak marah-marah atau langsung membunuh orang yang menghalanginya.


...----------------...


"Kat kenapa kamu diam saja, kamu sudah selamat "


"Aku hanya merasa aneh saja, kenapa dia diam saja tidak seperti biasanya"


"Memangnya kamu ingin responnya seperti apa, kamu ingin dia mengamuk-ngamuk gitu, ya sudahlah yang terpenting kamu sudah selamatkan. Memangnya kenapa sampai kamu tidak mau menikah dengan pria itu, kulihat dia tampan kaya dan punya segalanya"


"Itu tidak bisa menjamin nyawaku Doni, sekali lagi terima kasih karena kamu sudah mau menyelamatkanku. Sungguh aku tidak mau menikah dengannya bisa-bisa aku mati muda"


"Ceritakan padaku siapa dia "


"Dia itu adalah pembunuh, kamu tahu orang itu yang telah membunuh Barbara, dia orang berbahaya "


"Apa lalu kenapa kamu bisa bersamanya "


"Ceritanya sangat panjang sekali, kenapa aku bisa ada bersamanya intinya dia ada sangkut pautnya dengan keluargaku dan mamaku malah menjodohkan aku dengannya. Aku tidak bisa hidup dengan orang yang selalu membunuh sana-sini. Aku tidak mau mempunyai suami seperti itu aku ingin hidup tenang dan bahagia nanti bersama suamiku kelak"


"Itu pilihan bagus "


"Aku takut kamu celaka "


"Tidak akan mungkin dia tenang sekali saat kamu aku bawa "


"Ya tapi rasanya aneh saja dia tak ada respon sama sekali. Semoga saja kamu tidak apa-apa aku takut kamu diincar olehnya "


"Tidak akan, aku yakin aku akan baik-baik saja "


Tiba-tiba saja ada mobil tronton yang berjalan dengan kencang dan menabrak mobil mereka, tepat menabrak di tempat pengemudi.


Mobil sampai berguling-guling dan Kat yang tidak benar memakai sabuk pengaman kepalanya terbentur pada dasbord dan kaca mobil juga yang pecah mengenai tubuhnya.


Kat yang masih sadar melihat Doni yang sudah berlumuran darah, dia sudah sangat parah. Mobil tidak sampai berbalik tapi semuanya kacau, bagian Doni sudah tak berbentuk.


"Doni "

__ADS_1


Kata terakhir yang diucapkan Kat, dia pingsan dan tidak tahu siapa yang telah melakukan semua ini.


__ADS_2