Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 234 Siapa yang mengintip


__ADS_3

Kat yang mendapatkan telepon dari calon ibu mertuanya Alex segera mengangkatnya dengan senang, Kat juga ingin dekat dengan besannya itu agar tak canggung nanti saat bertemu. Kat ingin menjalin kekeluargaan yang baik dengan mereka. Kat juga sudah cocok dengan Ayu. Ayu sangat cocok dengan anaknya Alex.


Pasti Ayu akan bisa merubah anaknya Alex yang nakal itu menjadi lebih baik lagi, menjadi Alex yang bisa diatur dan juga tidak semena-mena seperti ini.


"Halo Nyonya Katherine aku ingin menyampaikan sesuatu padamu, maafkan aku hanya menyampaikannya ditelfon saja "


"Tentu tak masalah, panggil saja aku Katherine Bu "


"Maaf itu tidak sopan Nyonya. Tidak masalah tapi apakah bisa pernikahan anakku dilakukan di rumah saja di sini dengan sederhana. Aku tidak mau pernikahannya terlalu meriah, aku ingin hanya keluarga saja nyonya "


Kat diam saja, padahal Kat sudah menyiapkan semuanya pernikahan yang mewah untuk Ayu dan juga Alexander, tapi kenapa ibunya Ayu tidak mau ya. Padahal Kat sudah menyiapkan semua konsepnya dengan matang sekali.


"Tapi kenapa Bu"


"Kami hanya ingin sederhana saja, pernikahan kumpul keluarga sudah cukup untuk kami tidak usah mewah-mewah. Kami hanya ingin sederhana saja nyonya. Ayu juga sudah setuju dengan ini makanya aku langsung berbicara pada nyonya"


"Kalau begitu aku akan bicara dulu dengan suamiku ya Bu, aku harus berbicara dulu dengannya dan mendiskusikan semuanya apakah dia setuju atau tidak dan Alex juga tentunya. Alex kan yang mau menikah makan kami harus berdiskusi dulu "


"Baiklah nyonya semoga mereka setuju ya. Kami tidak mau merepotkan keluarga nyonya. Sederhana saja untuk keluarga kamu sudah cukup nyonya "


Sesudah sambungan itu terputus Kat menatap suaminya yang sebenarnya ada disampingnya. Kat sebenarnya tak setuju dengan usulan ibunya Ayu. Masalahnya kan ini pernikahan untuk seumur hidup yang pasti akan selalu mereka ingat "Menurut kamu gimana. Apa kamu setuju dengan apa yang diinginkan keluarganya Ayu, aku benar-benar tidak setuju loh"


"Kalau mereka memang maunya seperti itu ya sudah aku tidak mau membuat mereka terbebani, dengan apa yang kita mau sayang. Kita ikuti saja apa yang mereka mau di sini anak kita yang salah kan. Kalau mereka tahu kalau anaknya sudah dilecehkan oleh Alexander mungkin mereka akan marah besar dan mungkin juga Alexander di sana akan dilaporkan atau mungkin disiksa oleh warga sana "


"Jangan berkata seperti itu, mau bagaimanapun Alexander adalah anak kita"


"Memang keadaannya begitu sayang, anak kita yang salah. Kita ikuti saja apa kemauan orang tuanya Ayu, kita tidak bisa membantah sudah ya tak masalah nanti kita bisa bikin pesta di sini kan. Kita bisa merayakannya disini "


Kat akhirnya setuju juga, benar anak nya disini yang salah. Benar-benar Alex ini ya selalu saja membuat masalah. Tapi Kat tetap masih menyayangi Alexander mau bagaimana pun kelakuannya dan kesalahannya. Kalian juga sama kan kalau dengan anak seperti itu.


...----------------...


"Boleh masuk kan Kak"


"Udah masuk juga kan. Ya udah tinggal masuk duduk gampang, ga usah izin-izin biasanya langsung nyelonong aja "

__ADS_1


Alexander masuk ke dalam kamar kakaknya Daniel, memang tadi dia sudah masuk sih tanpa mengetuk pintu. Itu sudah kebiasaan Alex lakukan, tapi Kakaknya itu untungnya tak pernah marah.


"Masih mau nakal kamu Alex, kapok ga dengan apa yang kamu lakukan"tanya Daniel tiba-tiba.


Alex berbaring di tempat tidur kakaknya "Aku benar-benar belum siap untuk nikah Kak, apalagi tinggal menghitung berapa hari lagi kan aku akan mempunyai suami. Aku benar-benar binggung harus bagaimana Kak"


"Kalau kamu memang belum siap untuk menikah kenapa kamu lakuin itu. Kenapa kamu gegabah sampai harus melakukan hubungan suami istri sebelum menikah. Seharusnya kamu berpikir kalau apa yang akan kamu lakukan itu akan bermasalah di kemudian hari, sekarang kamu hanya perlu menerimanya saja Alex. Kamu ga akan bisa lari kemana-mana dan kamu juga ga akan bisa merubah segalanya ini udah kejadian"


"Tapi aku ga cinta sama dia, aku ga cinta sama Ayu. Gimana aku mau jalani rumah tangga kalau kayak gini, yang ada aku ga akan bahagia yang ada Ayu juga ga akan pernah bahagia Kak, kita akan sama-sama tersiksa"


"Terus kalau ga cinta kenapa kamu bisa lakuin itu, kenapa kamu bisa melakukan hubungan suami istri karena nafsu ? Iya nafsu aja kan dan ke depannya juga ga akan bener-bener baik Alex. Kakak dari awal udah bilang jangan pernah lakuin hubungan *** sebelum menikah nakal boleh tapi jauhi yang satu itu"


"Ya bener Kak, aku salah udah salah"


"Ya udah kamu terima aja semuanya. Kakak juga ga bisa bantu banyak, itu udah keputusan kamu kan dari awal. Maka kamu harus terima konsekuensinya juga mau siap ga siap kamu harus tetap siap. Kamu juga jangan pernah kabur, kalau kamu kabur berarti kamu benar-benar mau mempermalukan Mama dan juga Ayah di hadapan banyak orang"


Alex hembuskan nafasnya, sebenarnya memang pikirannya ingin kabur tapi benar apa yang dikatakan kakaknya. Kalau dia sampai kabur yang ada malah Alex mempermalukan kedua orang tuanya kan. Bisa menangis mamanya. Alex tak mau sampai Mama nya sedih.


"Lalu kakak dengan Kak Vio bagaimana, bagaimana rasanya menjalin hubungan dengan orang yang dicintai. Apakah menyenangkan Kak. selama ini aku tidak pernah merasakan hal seperti itu "


"Tentu saja berbeda Tentu saja aku bahagia dan senang sekali bisa mendapatkan perempuan yang aku inginkan, perempuan yang selama ini sudah dambakan. Kakak juga dari awal kan sudah bilang padamu dalam sebuah hubungan itu jangan dipermainkan jangan main-main dengan sebuah hubungan Alex begini kan jadinya"


"Tentu aku akan ikut ke sana dan melihat kamu menikah terlebih dahulu. Aku tidak masalah kamu langkahi karena setelah kamu menikah pun aku akan menikahi Vio"


"Selamat kak, aku senang mendengarnya"


"Ya selamat juga untuk mu. Aku juga ikut senang atas kamu yang akan segera menikah. Jangan pernah kasar padanya mungkin kita boleh menjadi orang yang berdarah dingin, tidak punya belas kasih pada orang lain, tapi pada pasangan sendiri itu tidak boleh terjadi. Meskipun kamu tidak mencintainya belajarlah untuk mencintainya nanti juga kamu akan terbiasa dan juga mencintainya"


"Hemm, ya kak semoga saja aku dapat mencintai Ayu ke depannya"


...----------------...


"Daniel kenapa pagi-pagi sekali kamu pergi "


"Iya mah banyak pekerjaan yang harus Daniel lakukan. Apalagi Alex sebentar lagi akan datangkan jadi Daniel harus mempersiapkan ruangannya dan juga pekerjaan apa yang bagus nanti yang Alex pegang"

__ADS_1


"Baiklah selalu hati-hati"


Iya Mah"


Setelah berpamitan dengan Mamanya, Daniel segera bergegas pergi ke arah kantornya. Ada sesuatu yang harus dibereskan. Suatu hama yang sudah menghabiskan uangnya maka harus segera dihabiskan juga olehnya, jangan sampai didiamkan lama nanti malah keenakan.


Daniel yang sudah sampai langsung masuk ke dalam ruangan rahasianya, di sana sudah ada Sela "Kenapa kita tidak memasukkannya ke kantor polisi saja, memenjarakannya Daniel. Jangan seperti ini lagi lah"


"Itu akan membuatnya enak. Aku ingin memberikan sesuatu yang membuatnya jera dan tidak melakukan itu lagi. Jadi selama ini laki-laki ini yang telah menghabiskan uangku yang telah korupsi di kantorku, tak terduga ternyata ya "


Daniel mendekati laki-laki itu dan menyuruh Sela untuk keluar dari ruangan ini "Lebih baik kamu keluar Sela"


"Jangan macam-macam Daniel"


"Keluar dan bekerja seperti biasa, aku akan cepat kembali ke ruanganku tidak akan butuh waktu lama untukku. Hanya beberapa menit saja "


Sela yang takut akhirnya keluar saja dari ruangan itu. Sela tidak mau sampai ikut-ikutan membantai laki-laki itu. Sebenarnya dari dulu Sela sudah tahu kalau Daniel memiliki hobi yang sangat mengerikan, hanya Sela saja yang tahu teman-teman yang lain tidak ada yang tahu, bahkan orang tuanya juga tidak tahu selama ini Sela bungkam.


Daniel mengelilingi laki-laki itu yang sedang tertunduk "Berani ya mengambil uangku"


"Tolong Pak aku melakukan itu juga untuk keluargaku"


"Memangnya keluargamu akan suka saat mereka diberi makan uang haram seperti itu, bekerjalah dengan jujur maka aku akan menghargainya bukan seperti ini korupsi"


Daniel mengambil tembakan paku yang sudah Daniel minta dari Sela untuk disediakan di sini, tanpa banyak bicara lagi Daniel tembakan paku itu ke arah tangan laki-laki itu dari jarak dekat.


"Akhhh tolong lepaskan aku, aku minta maaf aku akan kembalikan uang kamu tapi dengan cara dicicil"


"Tidak akan pernah semudah itu, makanya jangan pernah bermain-main denganku. Yang mana lagi yang ingin aku tembak ya, tangan adalah hal pertama yang harus aku lakukan karena dengan tanganmu itulah kamu mengambil uangku"


"Oh ya kepalamu, benar kepala kenapa kamu diam saja sih, beri tahu aku dong "


Daniel kembali menembakkan paku itu ke arah kepala laki-laki itu, beberapa kali bahkan Daniel tertawa saat melihat laki-laki itu kesakitan. Sangat menyenangkan sekali.


Tidak butuh hitungan menit laki-laki itu sudah meninggal, dengan wajah yang dipenuhi paku. Daniel menyimpan tembakan paku itu dan mengeluh "Kenapa secepat ini, padahal aku belum puas dengan apa yang aku lakukan, rasanya sebentar sekali"

__ADS_1


Sedangkan di luar ruangan ternyata Sela tadi tidak menutup pintu dengan benar, ada seseorang yang sedang mengintip dan pergi begitu saja. Daniel tidak tahu siapa orang itu karena Daniel juga tidak menyadarinya. Jadi siapakah orang yang melihat kelakuan Daniel itu.


Daniel mengganti pakaiannya dulu tidak mau terlihat kacau di depan karyawan-karyawan yang lain. Daniel keluar begitu saja tanpa menyadari apa-apa lalu mengunci pintunya dengan rapat nanti malam Daniel akan membuang mayat ini, tentu saja untuk menghilangkan jejak jangan sampai dia ditemukan oleh siapapun.


__ADS_2