Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 56 Terpaksa


__ADS_3

Abang mengunci pintu. Aku hanya bisa diam mematung aku bingung harus melakukan apa. Aku takut harus lari ke mana. Abang malah mendorong bahuku dan menidurkan ku di tempat tidur. Dia juga ikut berbaring di sampingku.


Kami saling bertatapan. Abang membelai pipiku dengan sangat lembut sampai-sampai aku terbuai dengan sentuhannya itu "Jangan katakan apa-apa pada Daisy ataupun siapapun. Aku tahu jika kau nanti bicara pada siapa pun tanpa aku melihatnya, yang akan aku bunuh nantinya mungkin kau bisa memilih dari sekarang kakakmu atau ayahmu itu pilihannya"


"Aku yang tadi terbuai dengan apa yang Abang lakukan langsung sadar "Jangan sakiti keluargaku, cukup sakiti aku saja mereka tidak pernah disakiti, tapi aku sudah disakiti dari sejak kecil jadi untukku itu tak masalah. Aku sudah terbiasa dengan rasa sakit dan rasa terkekang, aku tak akan gila dan aku juga tidak akan bunuh diri"


Abang diam dia memelukku dan aku bersandar di dadanya yang lebar "Aku hanya minta kau menurut padaku saja Kat, aku pasti akan memperlakukanmu dengan baik seperti apa yang pernah aku ucapkan padamu. Aku tidak suka perempuan yang selalu membantah dan mengingkari janjinya atau tidak patuh padaku. Aku hanya minta itu saja padamu tidak ada yang lain"


Aku diam, mengirup dalam dalam wangi Abang, lebih baik aku tidur saja. Aku harus patuh kan padanya dia tadi menyuruh ku tidur maka sekarang waktunya aku untuk tidur. Aku belum siap untuk disakiti lagi lukaku ini saja belum kering.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku yang baru terbangun melihat ke samping kananku, Tidak ada Abang dia tidak ada di sini. Aku bernafas lega saat aku melihat jam dinding sudah menunjukkan jam 07.00 malam. Aku bingung harus pergi ke mana apakah aku harus tetap dalam kamar.


Tapi itu tidak mungkin kan, aku segera mengganti pakaianku dengan baju tidur yang sudah ada di tempat tidur. Mungkin Abang yang menyiapkannya aku pakai saja. Aku dengan perlahan keluar dari kamarku, ku telusuri setiap lorong di rumah ini.


Rumah ini begitu besar, aku takut tersesat tiba-tiba saja aku menabrak seseorang "Maafkan aku, aku tidak sengaja"


Dia malah menatapku dari atas sampai bawah "Siapa kau tiba-tiba ada di sini dan keluar dari kamar itu, kau maling ya"


"Tidak aku bukan maling aku_"


"Sudahlah jangan berbohong padaku, kau mengambil apa dari rumah ini"


Dia menggeledah ku padahal aku tidak membawa apa-apa. Sebenarnya perempuan ini siapa. Aku tidak mengenalnya apakah Daisy punya adik lagi tapi sepertinya wajahnya agak tua dari Daisy ya.


"Apa-apaan kau Adiba"


"Abang aku menangkap pencuri, dia tiba-tiba ada di rumah ini"


"Apakah seorang pencuri memakai baju tidur. Dia Katherine pacarku jadi jaga sikapmu"

__ADS_1


"Apa!"


Tanganku ditarik oleh Abang dan perempuan itu masih diam menatapku pergi bersama Abang. Tapi tatapannya itu tajam ada apa dengannya. Apakah dia menyukai Abang sampai-sampai menatapku seperti itu.


"Baru saja aku ingin mengajakmu makan sayang, tapi kau sudah ada di luar kamar. Maaf ya aku telat menjemput mu, kita turun ke bawah dan makan sayang aku sudah membuatkan sesuatu untukmu. Kau juga pasti akan sangat menyukainya "


"Hemm, iya honey"


Hanya kata itu saja yang bisa keluar dari mulutku, rasanya aku bingung harus berbicara apalagi padanya.


Aku bingung Abang malah membawaku ke taman belakang. Sebenarnya apa yang akan dia lakukan samar-samar aku melihat ada meja bundar di sana dan beberapa lilin. Abang tersenyum padaku lalu menarikan kursi untukku duduk.


"Kita makan di sini saja ya, di sana terlalu banyak orang aku yakin kau tidak akan suka. Aku memasaknya sendiri untukmu sayang ayo coba masakanku ini ya"


Aku segera mengambil beberapa makanan dan memakannya dengan lahap. Enak juga saat aku mendongakan kepalaku aku melihat Abang yang tersenyum padaku. Senyum yang sangat tulus sekali.


"Aku senang kau makan dengan lahap, makan masakanku. Bagaimana kau suka makan malam ini, mungkin aku anggap ini makan malam romantis. Tapi tidak romantis juga. Maafkan aku ini untuk pertama kalinya aku melakukannya. Kau menyukainya kan "


"Syukurlah kalau kau suka dengan apa yang aku buat "


Abang menggenggam kedua tanganku, lalu tiba-tiba Abang mengeluarkan sebuah kotak beludru dari saku celananya. Saat dibuka itu adalah cincin berlian dengan permata kecil namun sangat mencolok.


Abang berjalan ke arah tempatku dan berjongkok. Aku masih duduk, aku masih kaget dengan apa yang Abang lakukan "Mungkin ini terlalu cepat untuk aku melamar mu, tapi aku tidak mau kau dimiliki oleh siapa-siapa maka Katherine Theodorou apakah kau mau menjadi istriku"


Aku diam, aku harus menjawab apa akhirnya aku memutuskan untuk menerima lamaran Abang saja. Aku masih sayang nyawaku "Aku mau dan aku bersedia. Tapi aku minta satu hal padamu. Aku tidak mau disakiti"


Abang memakaikan cincin ya, lalu memelukku dengan erat "Aku tidak akan pernah menyakitimu kalau kau tidak membuat salah padaku sayang. Terima kasih karena kau sudah menerimaku"


Abang melepaskan pelukannya dan mengangkat dagu ku lalu mencium keningku beberapa kali.


"Baiklah kita teruskan makannya ya"

__ADS_1


"Iya "


Kami berdua makan kembali, tapi aku menjadi tidak berselera. Entah kenapa saat jawaban itu keluar dari mulutku rasanya lapar ku itu hilang.


"Kenapa sayang. Apa tiba-tiba makanan itu tidak enak"


"Tidak bukan begitu, aku hanya ingat dengan kakakku saja. Apakah aku boleh menelponnya aku hanya ingin mengabarinya saja, aku tidak akan berkata apa-apa pada kakak"


"Habiskan dulu makananmu setelah itu kau boleh berbicara dengan kakakmu sepuasnya. Kau boleh berbicara dengannya"


Aku kembali patuh mendengarkan apa kata-katanya, aku menghabiskan makanan itu dengan cepat. Aku ingin menenangkan hatiku dengan menelepon kakakku. Banyak yang ingin aku bicarakan tapi aku pasti tidak akan pernah leluasa, setidaknya aku bisa bicara dengan kakak kan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku dan Abang sudah selesai makan dia menggandeng tanganku masuk ke dalam rumah. Saat kami masuk sudah sepi karena memang kami tadi bermain dengan kucing.


Bahkan sekarang aku membawa kucing itu, katanya ini kucing punya Abang. Tapi aku tidak percaya ini punyanya, aku melihat ke arah rumah paling pojok di dekat rumah ini. Banyak rumah-rumah kecil di sana. Apakah itu rumah penduduk tapi tidak mungkin"


"Itu rumah pengawal papiku, mereka memang tinggal di sini bersama istri dan anaknya. Papi ingin mereka nyaman makanya membuatkan rumah di sekitar pekerjaan mereka"


"Begitu ya, aku kira untuk pajangan saja"


"Nanti kita akan buat rumah seperti ini sayang dan aku akan membuatkan rumah kecil-kecil itu. Akan aku jadikan pajangan saja seperti apa yang kau katakan"


"Tak begitu juga"


"Apapun untukmu akan aku selalu turuti"


Abang mencium pipi kananku dan mengantarkanku kedalam kamar.


Saat di pintu kamar Abang sudah memeluk pinggangku dan akan mencium bibirku kembali. Tiba-tiba saja ada suara deheman.

__ADS_1


__ADS_2