Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 130 Surat perjanjian


__ADS_3

Kat mengetuk pintu ruangan suaminya, tak butuh waktu lama dirinya sudah diperbolehkan untuk masuk. Dengan perlahan namun pasti Kat mendekati suaminya Lucas.


"Sayang ada apa, ada yang ingin kamu katakan padaku"


"Iya ada yang ingin aku katakan padamu "


"Kemarilah duduk disini "sambil menepuk pahanya.


Dengan langkah yang masih pelan Kat mendekati suaminya dan duduk dengan ragu, tapi Lucas langsung memeluk pinggang sang istri.


"Jangan pernah ragu denganku sayang. Kamu seperti sangat takut sekali denganku "


"Apakah kita bisa membuat surat perjanjian? "


Kat melihat wajah suaminya yang seperti binggung dan aneh mendengar kata-katanya. "Surat perjanjian untuk apa Kat " sekarang Lucas hanya memangil nama saja.


Kat mulai waspada, takut-takut Lucas akan melukainya. "Perjanjian kalau kamu tidak akan pernah melukai anak kita"


Lucas mengerutkan keningnya "Mana mungkin aku melakukan itu, dia adalah anakku. Mana mungkin aku akan melukainya pikiranmu itu sebenarnya ke mana"


"Bukan begitu, kamu saja berani melukaiku. Bagaimana dengan anakmu nanti"


Lucas menghembuskan nafas lelahnya, mengusap wajah sang istri "Maafkan aku yang sudah kasar padamu, aku terlalu ingin mendapatkanmu sampai-sampai apapun cara aku lakukan. Baiklah lagi jika itu akan membuatmu tenang mari kita buat surat perjanjian. Agar kamu juga lebih tenang dan tidak banyak pikiran. Ibu hamil tidak boleh banyak memikirkan sesuatu hal yang tidak penting"


Lucas mengambil laptopnya dan akan mencatat apa yang Kat katakan "Katakan apa saja yang akan ada disurat perjanjian ini "


Kat malah menatap wajah Lucas, apakah benar ini Lucas. Kenapa Lucas bisa setenang ini. Biasanya Lucas akan marah-marah dan tidak mau mengikuti apa maunya.


"Kenapa sayang, kamu masih tak percaya denganku"


"Tidak baiklah catat "


"Pertama. Jika kamu sampai melukai anakku kamu harus membiarkan aku dan anakmu pergi sejauh-jauhnya dan kamu tidak boleh menemui kami, sampai kapanpun. Bahkan saat nanti kita bertemu kamu tidak boleh mendekati kami, menyapa kami ataupun menganggap kami pernah ada dalam kehidupanmu"


"Anak kita sayang "larat Lucas sambil mengetik ucapan sang istri.

__ADS_1


"Ya sama saja, sudah itu saja "


"Hanya satu sayang "


"Iya satu tapi banyak kan. Aku hanya minta itu padamu. Jika sampai kamu melakukannya biarkan aku pergi sejauh-jauhnya dan kita tidak saling mengenal lagi"


"Baiklah sudah aku cetak, mari kita tanda tangan dulu"


Lucas menempelkan perangko lalu menandatangani surat perjanjian itu, disusul oleh Kat.


"Sudah sayang "


"Sudah itu saja "


"Baiklah mau makan apa, biar aku masakan "


"Aku ingin apa ya" sambil mengelus perutnya "Aku ingin makan nasi goreng saja tapi banyak topingnya"


"Baiklah mari kita kedapur sayang "


Lucas mengendong istrinya pergi kedapur, Lucas berjanji tidak akan pernah melukai istrinya ataupun anaknya lagi.


Toh sekarang Kat saja sudah menjadi miliknya, lalu apa yang perlu ditakutkan lagi. Kat tak akan pernah pergi dari sampingnya.


...----------------...


Makanan untuk mereka berempat datang, nasi dengan lauk pauk seadanya saja. Akhinya Riyan tidak mau tahu alasan Lucas melakukan ini.


Riyan mementingkan perut mereka. Lisa sendiri dia langsung menyuapi anaknya Dimas, Dimas sebenarnya tidak mau makan tapi Lisa terus memaksanya.


"Kamu harus makan Dimas, mau bagaimanapun keadaannya kamu harus makan. Ibu tidak akan pernah bisa tenang kalau kamu belum makan"


"Tidak mau, biarkan Dimas mati saja untuk apa Dimas hidup, tangan Dimas sudah tidak ada bu. Dimas tidak akan pernah bisa menerima keadaan ini Bu, Dimas sudah lelah hidup "


"Jangan berkata seperti itu, kita akan keluar dan kamu akan mendapatkan tangan kamu lagi "

__ADS_1


Lisa menyuapkan nasi kemulut anaknya dengan sedikit paksaan. Selama menyuapi anaknya Lisa terus saja menangis.


Makan malam mereka selesai, dan mereka kedatangan orang, orang itu tak lain adalah Lucas. Lucas menarik tempat duduk dan menatap mereka berempat.


Lucas tersenyum melihat keadaan mereka berempat yang kumal dan mengenaskan. "Jadi bagaimana sudah puas bermain-main nya. Sebenarnya aku tidak mau meninggalkan istriku sendirian di rumah, tapi harus ada yang aku selesaikan satu persatu. Siapa yang ingin maju terlebih dahulu di antara kalian berempat untuk aku habisi ? "


Riyan langsung maju, dia menatap Lucas sambil memohon "Tolong lepaskan kami Lucas, tolong jangan apa-apakan kami. Aku tahu aku salah karena sudah tak adil pada Kat tapi jangan seperti ini caranya. Aku akan menjauh dari Katherine dan tidak akan pernah menemuinya lagi, aku berjanji itu. Tapi tolong lepaskan kami berempat, tolong beri kami kehidupan yang layak jangan seperti ini"


"Baru sadar, Tapi semua itu sudah terlambat aku sudah terlalu marah dan rasanya tidak bisa ditahan-tahan lagi "


"Tolong Lucas beri aku keringan tolong kami Lucas "


"Apa yang akan kamu berikan padaku jika aku melepaskan kalian berempat, saham, perusahaan rumah atau apa"


"Kami sudah tak punya apa-apa Lucas tolong kasihani kami "


"Oh iya aku baru ingat kalian kan hidup dari harta mantan istrimu. Aku baru ingat sekali maafkan aku ya karena malah meminta hal yang tidak mungkin kalian bisa dapatkan itu" Lucas sengaja menekan kata-kata harta mantan istri, agar mereka malu.


"Tak ada pilihan lagi, selain nyawa kalian bayarannya. Aku akan memilih diantara kalian berempat "


Lucas bangkit dan mondar mandir sambil menatap mereka berempat, mereka yang ketakutan saling memeluk.


"Emm, bawakan perempuan licik itu, aku ingin itu dulu " tunjuk Lucas pada Chelsea


"Jangan Lucas tolong jangan lakukan "


Tapi Lucas malah melengos dan membiarkan anak buahnya menarik Chelsea keluar, "Lucas jangan lakukan ini, lepaskan kalian tidak berhak memegangku, aku tidak sudi kalian pegang "


Chelsea digusur paksa dan keluarganya tak bisa melakukan apa-apa karena mereka juga dipegangi agar tak berontak.


"Ikat dia di kursi itu siapkan semua alat-alat yang akan aku gunakan, kita habisi perempuan ini di depan keluarganya kita berikan tontonan yang sehat untuk mereka bertiga"


"Baik tuan "


"Lucas jangan lakukan itu ampuni anakku Lucas jangan Lucas "teriak Riyan

__ADS_1


"Berteriak lah sampai kerongkonganmu itu kering, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah mendengarkan kata-kata dari kalian semua. Ini adalah sebuah hukuman yang harus kalian terima di dunia dan di akhirat akan berbeda lagi. Aku tidak peduli nanti aku akan masuk neraka bersama kalian yang terpenting aku sudah membalaskan apa yang sudah kalian lakukan pada istriku, itu setimpal dengan apa yang dia rasakan selama ini "


Lucas pergi kedalam sebuah ruangan untuk berganti pakaian agar sang istri tidak curiga, jangan sampai pakaiannya ini bau amis.


__ADS_2