
Daisy yang sedang tertidur dikagetkan dengan sering ponselnya. Dengan cepat Daisy membuka ponselnya pacarnya Devon mengirimkan sebuah fidio.
"Devon, apa ini. Fidio apa ini "
Daisy yang penasaran segera membuka fidio itu, Daisy hanya diam saja melihat itu dia kaget dan syok. Itu tubuhnya yang dinikmati oleh laki-laki itu.
Daisy mengelengkan kepalanya "Tidak, ini tidak mungkin, akhh ini tidak mungkin "
Daisy melempar ponselnya, lalu memeluk tubuhnya dengan erat "Ini tidak mungkin, kenapa ini bisa terjadi akhh "
Zeline yang segera masuk dan memeluk anaknya "Ada apa sayang, kenapa kau berteriak ada apa "
"Aku udah ga pantes lagi hidup mih "
"Kamu ini ngomong apa sih, jangan aneh-aneh ya "
"Aku udah hina mih, aku ga pantes lagi hidup mih, aku lebih baik mati aja mih, lepasin mih lepasin "
Daisy malah mengamuk, Zeline segera memencet tombol darurat dan dokter serta suster segera masuk dan menenangkan Daisy.
__ADS_1
Zeline juga tadi disuruh keluar, anaknya Daisy disuntik obat penenang.
"Mih ada apa "
"Ga tahu Lucas tiba-tiba aja Daisy nangis dia mau akhiri hidupnya "
"Apa dia liat fidio itu " gumam Lucas
"Fidio apa Lucas "
"Engga mih "
Lucas langsung saja masuk kedalam ruangan Daisy, tanpa memperdulikan dokter. Lucas mencari ponsel Daisy dan ketemu.
Pesan itu, tentang ancaman kalau Daisy tak memberikan uang maka fidio ini akan di sebarkan.
Lucas segera membalasnya dan mengajak laki-laki ini bertemu, dasar laki-laki sialan. Awas saja dia akan habis ditangannya tak akan pernah dirinya lepaskan dia.
Mau dia siapa, anak siapa dirinya tak pernah peduli, laki-laki itu menelfon dengan cepat aku masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Aku tidak mau ada yang mendengarnya "Hallo siapa ini kenapa kau bisa memegang ponsel Daisy "
"Tidak usah tahu, jika kau ingin uang maka bawa temanmu itu, yang telah memperkosa Daisy juga. Akan aku beri uang yang banyak. Aku di sini adalah perwakilan dari Daisy. Bukannya kau ini uang kan"
"Kenapa harus membawa mereka disini aku yang ingin uang. Jika kau tak mau ya sudah akan aku sebarkan fidio Daisy. Aku akan mempermalukan Daisy. Mereka semua akan tahu kalau Daisy itu bukan perempuan baik-baik dan dia tidak akan pernah mendapatkan laki-laki yang mau menikahinya "
Aku sudah menahan marahku, sebisa mungkin aku tenang. Jangan sampai aku marah sekarang. Rasa marahku akan aku luapkan nanti pada mereka.
"Silakan kau sebar video itu, maka nyawamu akan habis. Turuti apa perkataanku atau kau mati setelah membagikan video itu. Aku tidak macam-macam aku tahu siapa dirimu, orang tuamu dan semuanya tentang dirimu Devon"
"Akan aku bagikan fidio ini, kau sudah berani macam-macam ya padaku dengan mengancamku seperti ini "
"Aku bilang silakan, sebelum kau membagikan video itu pun kau akan mati di tanganku"
Aku langsung mematikan sambungannya, aku sudah sangat kesal akan aku datangi dia langsung kerumahnya. Aku sudah lacak dimana rumahnya.
Dan aku juga sudah meretas ponselnya dan juga laptopnya dia tak akan bisa melakukan apa-apa. Akan aku habisi dia sekarang juga.
"Lucas mau kemana "
__ADS_1
"Akan aku tangkap mereka "
Aku tak menghiraukan kembali teriakan Mamihku, tujuanku hanya satu rumah Devon yang sudah aku tandai.