
Lucas sudah mempersiapkan segala barang yang akan dirinya bawa. Ternyata kelima orang itu sedang ada disebuah puncak, mereka sedang bersenang-senang dengan perempuan lain.
Mereka tidak tanggung jawab atas apa yang dialami adiknya, mari kita habisi mereka satu persatu kita teror mereka semua.
Lucas yang sudah siap, keluar dan berpapasan dengan Ayahnya " Mau kemana "
"Menuntaskan tugas, aku harus segera pulang pih, aku ga bisa lama-lama disini "
"Kau yakin sendirian"
"Iya aku yakin, Papih tidak usah takut aku akan baik-baik saja meskipun harus sendiri. Semuanya akan baik-baik saja dan aman. Aku tidak akan kalah oleh mereka semua "
Lucas langsung pergi begitu saja. Dia benar-benar pergi sendiri tanpa ada yang menemani, akan dia habisi semuanya tak akan ada yang tersisa.
Kenapa Lucas bisa tahu, karena dia melihat semua update mereka semua. Baiklah kita habisi semua orang itu tidak peduli keluarga mereka akan sakit hati atau tidak yang terpenting semuanya sudah terbalaskan.
Lucas dalam perjalan sangat tenang sekali, bahkan dia banyak berhenti. Seperti sedang tak buru-buru saja dia sangat santai.
...----------------...
__ADS_1
"Daisy "
Daisy yang sedang melamun melihat kearah orang yang sudah memanggilnya. Ternyata itu adalah Nabil yang baru menemuinya.
Nabil berjalan dengan perlahan dan duduk disamping Daisy "Bagaimana keadaan mu maafkan kakak yang baru datang menemui"
"Seperti yang bisa kakak lihat, kukira kakak sudah jijik padaku makannya tidak datang kemari "
"Eh kenapa kau berfikir seperti itu, mana mungkin kakak membenciku "
"Ya siapa tahu, karena aku yang seperti ini "
"Tidak Daisy tidak mau apa-apa "
"Kenapa begitu, ayo biar kakak belikan "
"Tidak kak, aku tidak mau apa-apa aku hanya ingin diam saja seperti ini "
"Kamu marah sama kakak " .
__ADS_1
"Untuk apa aku marah sama kakak, tak ada gunanya juga dan tak ada alasan juga. Bisa kakak tinggalkan aku sendirian, aku ingin sendirian "
"Kau yakin sendirian, aku kesini ingin menemanimu mengobrol "
"Tidak usah Kak, aku baik baik saja sendiri, aku sedang tidak mau ditemani. lebih baik kakak pulang dan istirahat, aku akan baik-baik saja disini. Aku tak akan bunuh diri, kakak bisa tenang "
"Ehh kau ya, bicaranya kenapa begitu coba "
"Pintu ada disebelah sana kak silahkan "
Akhirnya mau tidak mau, Nabil keluar dari ruangan Daisy. Sedangkan Daisy yang dari tadi menahan tangis langsung saja menangis.
Menangis tanpa suara, dirinya masih malu dengan semua orang, dirinya sungguh tak percaya diri bagaimana kalau orang-orang sudah tahu tentang apa yang terjadi padanya.
Bagaimana dirinya menghadapi semua orang nantinya, bagaimana tanggapan mereka pada dirinya tahu. Bagaimana kalau mereka mengolok-ngoloknya dengan fidio itu.
Bagaimana bila dikampus sekarang teman-temannya sedang menonton fidionya dan membagikannya pada teman-temannya yang lain.
Daisy menjambak rambutnya dengan prustasi, banyak sekali yang dirinya fikirkan, bagaimana pula kalau hamil, meskipun kakaknya mau mengurus tapi tetap saja setiap hari dirinya akan melihat anak itu.
__ADS_1
Anak yang tak tahu siapa ayahnya, anak yang tak tahu asal usul ayahnya yang mana "Kenapa hidupku begitu sial seperti ini, kenapa harus aku. Dari banyak perempuan muda kenapa aku yang harus mengalaminya, kenapa harus aku "