
"Kenapa kau terus menangis Daisy "
Daisy menatap kakaknya, lalu mengalihkan pandangannya lagi. Tangannya di ikat dan kakinya juga sama diikat.
"Aku sudah kotor "
"Kata siapa kamu kotor"
"Aku kotor, emangnya Abang ga benci sama adik Abang ini yang udah ga suci, udah ga perawan yang nakal dan bisa sampai dipakai sama 6 orang sekaligus"
"Mana emangnya ada noda ga ada kok, kamu ga kotor sama sekali emang Abang peduli kalau kamu udah ga perawan gini Daisy. Buat ini menjadi pelajaran buat kamu Abang udah bilang kan jangan pernah pacaran dulu. Nanti biar Abang yang cari laki-laki mana yang cocok buat kamu dan bisa jaga kamu bahkan menjaga kehormatan kamu tidak merusak kamu seperti ini"
"Abang ga marah sama Daisy, Abang ga mau gitu nyiksa Daisy karena udah nakal kayak gini "
"Apa untungnya, apa semua itu akan mengembalikan kehormatan kamu, keperawanan kamu ga akan kan. Sekarang yang harus kamu pikirkan adalah hidup dengan benar dan jangan sia-siakan hidupmu lagi hanya untuk demi laki-laki. Kamu harus bisa memilah mana laki-laki yang baik dan mana laki-laki yang buruk. Untuk apa Abang sekarang marah semuanya tidak akan mengembalikan kenyataan, memang Abang marah tapi Abang juga tidak mungkin melampiaskannya padamu. Sudah mentalmu hancur, apakah Abang akan menghancurkan mentalmu lagi dengan cara Abang marah-marah padamu itu tidak menyelesaikan masalah "
Daisy malah menangis, keluarnya tak ada yang marah padanya, mereka mendukungnya untuk cepat pulih dan sehat kembali. Begitu beruntungnya dirinya ini mendapatkan keluarga seperti ini.
"Lalu menurut Abang, apakah akan ada laki-laki yang mau denganku. Apakah mereka akan menerima aku yang sudah tidak perawan, apalagi dengan skandal yang telah aku alami. Aku dipakai beramai-ramai dan aku juga mungkin tidak akan menikah Abang karena aku trauma dengan apa yang pernah terjadi padaku "
"Dengan berjalannya waktu trauma itu akan hilang, semuanya akan baik-baik saja. Banyak di dunia ini laki-laki yang tidak mementingkan perempuan itu perawan atau tidak. Kalau laki-laki itu memang mencintaimu dan memang menerima keadaanmu apapun itu keadaannya dia tidak akan menghitung karena masalah keperawanan ataupun hal yang lainnya"
"Percaya pada Abang, kalau kau akan mendapatkan laki-laki yang mencintaimu dan menerima kekurangan serta kelebihanmu. Untuk masalah skandal ini kau tidak usah memikirkannya. Abang yang akan menyelesaikan semuanya. Kau hanya perlu pulih dan kembali sehat seperti dulu. Video itu tidak akan tersebar kemana-mana, tidak akan ada yang tahu selain keluarga kita saja dan kau juga tidak usah takut akan Devon mengancam. Semuanya sudah baik-baik saja jadikanlah ini sebuah pelajaran untukmu Daisy. Aku kesel padamu, aku kecewa sangat kecewa tapi aku tidak bisa terus diam dan merasa kecewa padamu, aku harus bertindak untuk keadilan mu agar semua orang tidak tahu maka aku yang harus menghukum mereka. Kau hanya perlu pulih dan membuat dirimu baik-baik saja"
"Tapi aku tak percaya pada diriku, apakah masa depanku akan baik-baik saja atau akan bagaimana"
__ADS_1
"Jika tidak ada laki-laki yang ingin hidup dengan mu, maka aku yang akan hidup denganmu. Tidak usah takut kau akan kesepian Daisy aku akan selalu ada disampingmu"
Lucas bangkit dan membuka tali yang mengikat adiknya, adiknya ini malah diperlakukan seperti pasien orang gila yang sedang mengamuk.
Daisy langsung memeluk kakaknya dengan erat, kakaknya selama ini selalu saja menyebalkan, dingin dan kadang selalu membuatnya marah ternyata begitu perhatian padannya.
"Semangat lah untuk hidup dan berubahlah menjadi orang yang lebih pandai dan berpikirlah kalau ingin melakukan sesuatu, jangan selalu gegabah dalam melakukan apapun. Kau bisa hidup tenang tanpa ada tekanan dari manapun termasuk dari pelaku-pelaku itu "
"Tapi aku takut mereka suatu saat akan mengancam "
"Tidak akan, kau hanya perlu percaya pada kakakmu ini. Nyalakan tv ini seharian dan kau akan mendapatkan berita yang sangat memuaskan"
"Maksudnya bang"
"Kalau aku hamil bagaimana "
Lucas yang akan keluar dari ruangan itu berhenti lalu membalikan badannya kearah adiknya "Aku yang akan mengurusnya dan kau tak perlu menganggap dia anakmu, kau hanya perlu fokus kuliah dan mengejar cita-citamu. Ada aku disini dan jangan takut apa-apa"
Dan kebetulan Mamih nya sudah datang "Terimakasih Lucas karena sudah menjaga adikmu "
"Kenapa harus begitu Mih, sudah aku pulang dulu ya mamih kalau ada apa-apa telfon aku "
"Iya Lucas"
Setelah mencium kening mamihnya Lucas pergi dari rumah sakit. Akan dirinya cek keadaan perempuan licik itu. Apakah dia hancur atau malah keenakan karena di pakai oleh 6 orang sekaligus.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Lucas kau sungguh keterlaluan " baru saja Lucas datang sudah disambut oleh bibi Airin.
"Apa yang kulakukan memangnya"
"Kau sudah menghancurkan anakku Lucas kau sungguh keterlaluan "
Lucas malah tertawa "Bagaimana melihat anakmu dihancurkan oleh 6 orang sekaligus, bahkan diperkosa itulah yang anakmu lakukan untuk menghancurkan adikku. Sekarang seimbangkan anakmu hancur, adikku juga hancur"
"Aku akan melaporkan mu ke kantor polisi"
"Silakan kau usut sampai kau puas, tapi anakmu terlebih dahulu yang akan dipenjara. Karena dia adalah dalang dari semua kehancuran adikku. Aku punya bukti dan aku punya saksi semuanya sudah lengkap, maka apa yang akan kau ambil pikirkan dengan baik-baik sebelum kau berucap dengan mulutmu itu. Dari dulu aku ingin sekali mengusirmu tapi karena Papi menghargai suamimu, jadi kau dipertahankan di sini sebenarnya kami sekeluarga sudah muak denganmu dan juga anakmu. Kalian berdua hanya benalu "
"Aku akan membalas semuanya Lucas, kau sudah menghancurkan anakku, masa depannya semuanya kau hancurkan. Bagaimana kalau dia hamil"
"Silakan balas saja, aku tidak takut dengan ancamanmu itu. Kalau dia hamil maka nikahkanlah dengan 6 orang itu. Gampang kan tidak usah dibuat pusing "
Lucas langsung saja melengos sudah lelah badannya ini, dirinya harus memulihkan dulu tubuhnya dan nanti akan melanjutkan misi keduanya, untuk mencari pelaku.
Sebenarnya sih sudah tahu di mana saja rumah pelaku itu, jadi tinggal didatangi dan dibunuh satu persatu bereskan.
"Aku berjanji akan membalas semuanya Lucas, seharusnya kau yang menikahi anakku, bertanggung jawab atas semuanya. Aku akan bicara dengan ayahmu agar kau menikahi Adiba lihat saja "
Lagi lagi hanya tawa Lucas yang terdengar dan itu pasti akan membuat Airin makin marah. Sangat marah sekali, kita lihat apa yang dia lakukan, permainan apa yang akan dia lakukan.
__ADS_1