Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 219 Ingat Mama


__ADS_3

Kat merapikan dasi suaminya dan tersenyum ke arahnya "Sudah, ingat kamu ini sudah tua jangan nakal-nakal jangan genit-genit pada karyawanmu yang muda-muda. Awas saja kalau aku sampai melihat itu, aku tak akan segan-segan untuk memukulmu didepan mereka "


Lucas mencium bibir istrinya dengan gemas "Mana mungkin aku melakukan itu. Istriku saja makin hari makin cantik untuk apa aku genit-genit pada karyawanku. Yang harus aku wanti-wanti adalah kamu awas aja kamu yang genit nanti sama berondong "


"Mana mungkin aku genit, keluar rumah saja aku jarang Lucas kamu jangan mengada-ngada. Aku akan selalu keluar dengan kamu . Apa kamu mulai lupa sayang "


Lucas mencium kembali bibir istrinya "Iya aku tahu kamu tidak pernah keluar rumah, tapi sekalinya keluar rumah kamu akan pergi lama sekali"


"Ya karena banyak kebutuhan yang harus aku beli, kamu tahu sendiri kan aku punya dua anak bujang dan aku harus selalu menyiapkan segalanya untuk mereka. Oh ya Alexander kenapa dia begitu nakal sekali, tapi aku minta padamu jangan sampai kamu pukul dia ya. Mau bagaimanapun dia adalah anak kita "


"Kalau perlu aku akan melakukannya, memang Alexander makin kemari makin tidak bisa diatur anak itu bukannya membantu Kakaknya di kantor malah pergi-pergi seperti itu, dia melakukan hal yang tak jelas. Lihat saja kalau dia terus mempermainkan perempuan akan aku nikahkan dia dengan para perempuan itu, tak peduli aku anak itu mempunyai istri yang banyak agar dia tahu rasanya bagaimana mengurusnya "


Kat mengelola nafasnya "Hemm, tapi kalau begitu anak ku akan kepusingan dengan perempuan-perempuan itu. Kasian dia nanti aku akan bicara dengannya "


"Baiklah aku tahu kamu memang selalu membela anak itu, anak bungsumu itu membuatku pusing"


"Namanya juga Ibu. Coba kamu lihat ibu-ibu di luar sana pasti akan selalu membela anaknya. Sudah lebih baik kamu berangkat bekerja saja kalau terus bicara seperti ini tidak akan ada selesainya, kamu malah akan bergosip denganku sayang "

__ADS_1


Kat sedikit mendorong bahu suaminya dan mengajaknya turun ke bawah. Suaminya ini tidak akan pergi kerja kalau terus saja berbicara, yang ada mereka akan bermesraan sepanjang hari meskipun umur mereka sudah tua tak lagi muda tapi tetap saja rasa cinta dan rasa sayang itu masih sebesar dulu dan sedalam dulu tak pernah ada yang berubah sedikitpun.


...----------------...


Alexander memarkirkan mobilnya dengan sembarangan, lalu dia masuk ke dalam rumah. Kat langsung berkaca pinggang menatap anak bungsunya yang pulang dengan pakaian berantakan dan juga wajah yang lusuh dari mana anaknya ini.


"Alexander"ucap Kat dengan sedikit tegas, sungguh rasanya Kat ingin marah tapi ditahan oleh Kat percuma marah-marah pada Alex.


"Ada apa Mamaku sayang" jawab Alexander sambil mendekati Mamanya dan mencium pipinya.


"Duduk Mama ingin bicara dengan kamu, kalau tidak hari ini kapan lagi kita bertemu, kamu ini jarang sekali pulang kerumah "


"Kamu ini ke mana saja jarang pulang, kamu ini baru berumur 20 tahun tapi kelakuan kamu itu sudah seperti om-om.Pergi ke klub terus main sana sini, kamu ini mau jadi apa Alex, belum lagi kamu itu selalu saja mempermainkan perempuan "


"Om om ga kayak aku Ma, om-om itu kayak Ayah, Ayah aja udah om om tapi tetep diam di rumah. Nanti kalau aku jadi om-om kayak Ayah aku diam di rumah, Mama nanti bisa buktikan "


"Kamu ini jawab aja, bukannya kuliah yang bener dulu setelah itu kamu kan harus bantu Kakak kamu atau setidaknya bantu-bantu lah sedikit Kakak kamu di kantor. Mama ga mau ya ada perempuan datang kemari lagi dan minta tanggung jawab kamu buat nikahin dia, kamu ini jangan pernah sakitin perempuan dong Alex. Kamu harus pikirin perasaan mereka dong jangan celap celup sana sini"

__ADS_1


"Tenang aja Ma Alex akan lulus dengan nilai yang bagus dan nanti setelah lulus juga Alex akan bantu Kak Daniel kok. Ga mungkin Alex lepas tangan kayak gitu aja Ma. Dan untuk perempuan yang minta tanggung jawab itu ga usah dihiraukan Ma mereka itu cuman mau deketin aku demi uang aja, udah mereka itu datang kesini cuman mau ambil hati Mama. Padahal aku tak pernah mempermainkan mereka"


"Beneran cuman deketin kamu demi uang, terus mereka kenapa nangis-nangis sama Mama dan minta tanggung jawab buat kamu nikahin Alex, udah berapa perempuan yang datang kemari ya. Meskipun sebagian Mama cek mereka ga hamil tapi ada yang hamil juga tapi setelah itu dia menghilang kamu apa kan dia. Mama udah cari dia yang hamil sama kamu, tapi ga ketemu "


Alex seperti ingin menghindar dari pertanyaan Mamanya yang satu itu Alex menguap dan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Masa iya Alex akan jujur bisa digantung dirinya ini oleh Ayahnya "Mama sedang berbicara sama kamu Alex, ayo jawab Mama dikemanakan perempuan itu sampai mereka tidak datang lagi kemari. Mama sudah lelah kalau seperti ini terus Alex kamu ingin lihat Mama minum obat lagi kayak dulu, saat kamu jarang banget ngerjain PR dan pagi-pagi selalu bangunin Mama dan buat masalah juga di sekolah. Kamu pengen itu Alex "


Alex langsung memeluk Mamanya dengan erat "Maaf Alex ga ngapa-ngapain mereka kok, merekanya aja tiba-tiba pergi gitu aja, yang terpenting Mama tenang Alex ga mungkin bunuh mereka. Alex masih punya hati Ma " ucap Alex dengan bohong padahal kenyataannya bukan seperti itu.


Padahal semuanya sudah mati di tangan Alex. Perempuan yang datang ke rumah sudah Alex habisi. Tak ada yang tersisa satupun, dari awal kan sudah ada perjanjian kalau mereka hamil ya urus aja sendiri jangan pernah minta pertanggungjawaban pada Alex atau sampai datang ke rumahnya. Ya anggap saja itu konsekuensinya.


"Kalau kamu sekali lagi bermain-main dengan perempuan dan dia datang kemari maka Mama akan menahan perempuan itu dan menikahkan kamu sekarang juga, di rumah ini pada hari itu juga. Pokoknya Mama ga mau ya kamu sakitin hati perempuan. Kamu kan punya Mama emangnya kamu mau Mama disakitin"


"Ya ga mau mana mungkin Alex tega lihat Mama disakitin ga mungkin lah, Alex itu sayang banget sama Mama "


Kat mengusap wajah anaknya "Makannya jangan pernah sakitin perempuan, saat kamu akan melakukan itu maka ingatlah Mama kalau kamu punya Mama"


Alex tak bisa menjawab lagi, kalau sudah membawa-bawa Mamanya sudah Alex paling tidak bisa. Perempuan yang Alex sayang hanya Mamanya saja kalau untuk perempuan-perempuan lainnya hanya untuk Alex mainkan saja, karena mereka mendekati Alex juga hanya demi uang saja kan tidak ada yang tulus yang mendekati Alex.

__ADS_1


Makanya Alex selalu mempermainkan mereka semua, karena mereka juga cuman mau ketenaran dan banyak dikenal, karena tahu kalau Alex ini adalah anak seorang pengusaha yang cukup terkenal dan juga Kakaknya sekarang menjadi pengusaha termuda yang sukses sekali.


__ADS_2