
"Daniel apakah kamu tahu adikmu sekarang di mana. Mama menelponnya sangat sulit sekali. Bahkan Mama telepon ke kampus kalau dia sudah tidak masuk beberapa hari" Kat begitu khawatir dengan keadaan anak bungsunya itu. Tak bisanya Alex tak bisa dihubungi seperti ini.
Daniel menatap Mamanya sebentar lalu kembali meminum kopinya "Mungkin dia di apartemen Ma, biasa dia kan jarang masuk kuliah. Ya sudah ayo Daniel antar untuk bertemu dengannya ya. Mama jangan khawatir Daniel yakin Alexander ga kenapa-napa"
"Ya udah yuk sayang. Sekarang kita berangkat jangan bilang sama Ayah kamu. Kalau Ayah kamu tahu dia akan nyusul Alex kesana dan pasti bakal jadi peperangan di akhir"
"Iya Ma ayo "
Daniel mengandeng tangan Mamanya. Daniel sudah menasehati Alexander beberapa kali, tapi adiknya ini tak mendengar sama sekali. Awas saja kalau sampai mengecewakan Mamanya. Daniel sendiri yang akan menghukum Alexander bukan Ayahnya lagi.
...----------------...
"Akhh Alex ampun "teriak Ayu saat Alex memukulnya mengunakan ikat pinggangnya.
"Kalau tidak mau terus aku sakit ya makanya nurut denganku. Sudah berani memakai telepon rumah tanpa berbicara padaku. Mulai sekarang tidak akan ada telepon lagi di sini dan tidak akan ada yang bisa membantu kamu sampai kapanpun"
Ayu menjadi sangat takut sekali dengan Alexander, tadi dia baik lalu tiba-tiba tanpa sebab dia mencambuk Ayu. Padahal tadi sudah baik-baik saja karena masalah telepon sudah tidak diingat-ingat lagi.
Ayu mengambil pakainya "Siapa yang menyuruhmu untuk menggunakan pakaian itu, tetap seperti itu dan jangan pernah menggunakan pakaianmu"
"Tapi aku kedinginan tolong jangan seperti ini dan aku juga malu. Aku ini punya harga diri Alex, aku ini bukan budak yang harus kamu perlakukan seperti ini, aku tahu kamu membeli ku dari temanku tapi tanpa persetujuan ku kan. Aku tidak pernah setuju kalau aku dijual aku tidak pernah menjual diriku"
Alex yang melihat wajah Ayu yang sedih luluh begitu saja. Kasian juga melihat Ayu yang menangis seperti itu "Baiklah gunakan pakaian mu itu dan jangan pernah membantah ku lagi. Ingat itu aku tidak mau sampai tanganku melayang ke tubuhmu, jadi jangan membuat masalah denganku. Jika kamu ingin bahagia menurutlah padaku. Maka apapun keinginan mu akan aku turuti "
"Baik "
Ayu segera mengunakan pakainya. Ayu tak mau membuat masalah lagi. Ayu sudah kapok meskipun Ayu pemberani tapi kalau sudah dipukul dan dilukai seperti ini Ayu menjadi takut.
Tiba-tiba saja pintu apartemen terbuka. Alex menatap kearah pintu ternyata Mamanya dan juga Kakaknya. Lalu Alex menatap Ayu yang masih ada disini bersamanya bisa gawat ini. Habis Alex apalagi Mamanya tak datang sendirian.
"Alex apa-apa kamu tinggal bersama seorang perempuan"
Alex mendekati Mamanya dan memeluknya dengan erat " Mamah dia itu teman kampusku. Kami sedang mengerjakan tugas makanya dia di sini"
Kat menatap perempuan itu yang sepertinya habis menangis"Teman kampus, apakah teman sekampus mu kemari mengerjakan tugas bersamamu setelah menangis. Jangan mengelabui Mama, Mama tahu kamu tidak masuk selama beberapa hari apa alasannya apa karena ada perempuan di apartemen mu. Mama sudah bilang kan jangan pernah kamu membawa seorang perempuan ke apartemen. Mama setuju kamu keluar dari rumah karena ingin membuat kamu lebih mandiri, tapi malah di salah gunakan seperti ini oleh kamu "
__ADS_1
Alex melepaskan pelukannya dan menatap Mamanya dengan menyesal. Sedangkan Daniel sendiri malah mengelilingi apartemen adiknya ini. Daniel belum mau ikut campur nanti setelah Mamanya puas baru dirinya lah yang bertindak untuk menghukum adiknya.
"Apa saja yang sudah kamu lakukan pada perempuan itu ?"
"Tidak ada, aku tidak melakukan apa-apa Ma. Aku jujur padamu mana mungkin aku melukai seorang perempuan" bohong Alex tentunya.
Kat yang memang tidak percaya dengan kata-kata anaknya ini mendekati perempuan yang terus saja menunduk. Kat mengangkat dagunya untuk melihat wajah perempuan itu.
"Jujur padaku, apa saja yang sudah Alex lakukan padamu tidak usah berbohong. Aku akan melindungimu"
Ayu yang ditanya seperti itu malah menatap Alex, tapi Kat langsung mengalihkan pandangan Ayu untuk melihat kearahnya.
"Kamu sedang berbicara dengan aku, bukan dengan Alex"
Ayu yang tadi mendapatkan pelototan dari Alex tak bisa menjawab. Ayu sangat takut lukanya saja belum kering, Ayu tidak siap untuk nanti dilukai lagi jadi lebih baik diam kan daripada membicarakan semuanya dan pada akhirnya Ayu akan disiksa lagi oleh Alex. Mungkin akan lebih dari tadi.
"Baiklah karena kamu tidak bicara Mama sudah putuskan Alex kamu nikahi perempuan ini. Mama akan berbicara dengan Ayah tidak ada bantahan meskipun kamu masih kuliah Mama tidak peduli, Mama sudah bilang kan Mama tidak suka jika kamu melukai seorang perempuan"
"Mah jangan seperti itu, Alex ini masih muda yang ada semuanya akan hancur. Alex ga bisa Mama jangan paksa Alex kayak gini " bantah Alex.
"Ga bisa Ma, harusnya Kak Daniel dulu yang nikah. Kak Daniel kan anak pertama masa harus aku dulu sih ga deh. Aku janji gak akan mainin lagi perempuan Ma, aku janji sama Mama aku belum siap buat nikah Ma "
"Ya udah nikah dulu aja Alex Kakak ga apa-apa kok dia dulu kan sama kamu, nanti juga kakak bakal nyusul" ucap Daniel yang tiba-tiba saja ada dihadapan adiknya dan juga Mamanya.
"Kakak "
"Apa kamu sudah membuat masalah kan, maka kamu harus mempertanggungjawabkan semuanya kamu ga bisa lari dari masalah Alex. Bukan satu kali atau dua kali kamu hancurin perempuan. Maka untuk yang kali ini emang keputusan Mama benar, kamu nikahin perempuan itu meski umur kamu masih muda dan masih kuliah. Semuanya bisa dilakuin barang-barang kok kamu bisa kerja, bisa kuliah dan bisa ngurus istri kamu. Gampang hidup itu ga usah dibawa sulit deh. Nanti Kakak akan beri kamu pekerjaan agar kamu bisa membiayai istri kamu. Dan mulai sekarang juga Kakak tidak akan memberikan uang dan kakak juga akan bilang sama Ayah untuk tidak memberikan kamu uang"
"Kakak kenapa jadi kayak gini sih " marah Alex yang tak terima dengan keputusan Kakaknya itu.
"Ayo ikut Mama pulang Alex " marah Mamanya.
Alex dengan pasrah akhirnya mengikuti Mamanya. Alex menatap Ayu sekilas dan mengunci apartemen dari luar. Pasti Alex dirumah akan disidang lagi oleh Ayahnya dan akan lebih dari ini pastinya.
Sedangkan Ayu setelah melihat orang-orang itu pergi merasa lega, tapi apakah yakin kalau hidupnya akan baik-baik saja menikah dengan Alex. Mungkin Mamahnya minta Alex untuk menikahi dirinya ini, tapi bagaimana kehidupannya apakah akan terus disiksa oleh Alex. Ayu tidak sanggup kalau itu sampai terjadi.
__ADS_1
"Bagaimana ini, keluarganya ingin Alex menikahiku tapi aku tidak sanggup kalau harus menikah dengan anaknya yang seperti itu. Hidupku pasti tidak akan pernah bahagia aku pasti akan terus menderita. Aku tak mau menikah dengan Alex bagaimana aku menolaknya "
Ayu sekarang menjadi pusing sekali, kenapa juga tadi dia tak memberi alasan pada Mamanya Alex, mungkin semua ini tak akan pernah terjadi. Mungkin saja Ayu dan juga Alex tidak akan dinikahkan tapi semuanya sudah terlambat.
Mamanya sudah memutuskan semuanya pasti mereka akan kembali lagi ke mari dan memaksa Ayu untuk menikah dengan anaknya itu. Ayu tidak mau menikah dengan Alex, Ayu tak akan bahagia dengan laki-laki itu. Apalagi Ayu tak mencintainya.
...----------------...
"Mama tolong ubah keputusan Mama" minta Alex saat mereka sedang dirumah dan menunggu kedatangan Ayahnya. Alex benar-benar tidak mau menikah diumur yang sekarang.
"Ga bisa keputusan Mama udah bulat, kamu harus menikahi perempuan itu. Kamu ini kenapa sih Alex ga bisa Mama kasih tahu. Dari awal Mama udah bilang kamu jangan pernah nyakitin perempuan tapi kamu malah nyimpen perempuan di apartemen kamu itu ya, sejak kapan kamu melakukan ini dan sudah berapa banyak perempuan yang tinggal diapartemen kamu itu"
"Ma bukan kayak gitu dia itu teman kuliah aku kita mau ngerjain tugas. Aku ga pernah nyimpen perempuan Mama. Mama masa sih ga percaya sama anak sendiri Ma"
"Tugas apa, sedangkan Mama ga lihat tuh ada buku atau pulpen atau laptop yang lagi nyala ga ada. Alasan kamu itu ga masuk akal Alex Mama ga suka ya kamu mulai bohong kayak gini, jujur sama Mama dari mana kamu bawa perempuan itu dia itu pasti masih punya keluarga. Mama benar-benar ga habis fikir sama kamu Alex "
Alex tak bisa menjawab pertanyaan yang ini, jelas-jelas Alex membelinya kalau sampai Mama mendengarnya sudahlah hidupnya akan kelar. Ayahnya apalagi akan memukulnya.
"Tapi Alex belum siap untuk menikah Ma Alex nggak mau nikah di usia muda kayak gini. Banyak yang belum Alex raih. Alex masih mau terusin kuliah Alex lagi, Alex masih ingin habisi waktu sama temen-temen Alex sama keluar juga "
"Mau sekarang atau nanti nikah sama aja ga ada bedanya. Kamu bisa kuliah kok sambil kerja seperti apa yang kakak kamu tadi ucapin. Kamu nggak bisa kayak gini terus Alex, hidup kamu nggak bisa kayak gini terus kamu nggak bisa semena-mena gini terus sama perempuan. Meskipun mereka lemah tapi kamu nggak berhak menyakiti dia. Mamah lihat ada beberapa luka di tubuhnya apa itu ulah kamu ? "
"Ma Alex ga mau bahas ini, udahlah Ma "
"Ya udah nanti kamu bahas ini aja sama Ayah kamu. Dan Mama yakin Ayah kamu juga akan menikahkan kamu dengan perempuan itu. Ayah kamu akan mengambil keputusan mutlak dan tak akan bisa dibantah lagi Alex "
"Kalau misalnya aku menikah dengan dia, bagaimana kalau pernikahan kami ini tidak benar Ma. Aku tidak mau seperti itu Ma "
"Maka kamu yang harus memperbaiki semuanya, kamu harus bisa membuat rumah tangga kalian baik-baik saja "
"Alex nggak suka sama dia, Alex ga akan bisa hidup dengan perempuan yang ga Alex suka Ma "
"Kamu nggak suka sama dia, tapi kamu simpan dia di apartemen itu tak masuk akal Alex "
Alex menghembuskan nafas lelahnya. Sudahlah berdebat dengan Mamanya malah nanti akan berurusan dengan kakaknya. Sekarang kakaknya sedang tak ada pergi ke kantor, tapi kalau dia sudah pulang dan mendengar pertengkaran ini lagi pasti Alex yang akan dimarahi habis-habisan oleh kakaknya itu.
__ADS_1