Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 261 Hans yang bahagia


__ADS_3

Ayu sangat malu sekali saat melihat wajah Alex, mereka baru saja melakukan hubungan suami istri. Alex melakukannya dengan sangat pelan sekali sampai-sampai Ayu terbuai dan menikmati semua sentuhan yang diberikan suaminya, Ayu tidak menyangka kalau Alex akan menyentuhnya kembali dan itu membuat Ayu sangat bahagia sekali.


Ayu membayangkan kalau Alex kan seperti dulu yang melakukannya dengan sangat sakit dan kasar sekali. Tapi ternyata sekarang tidak, Alex melakukannya dengan sangat pelan sekali, sampai-sampai Ayu suka dan tak ragu lagi pada suaminya.


Ayu menarik selimutnya agar menutupi dadanya yang polos. Alex masih berbaring dengan satu tangan menjadi bantal untuk kepalanya. Alex sedang mengatur nafasnya. Alex begitu tampan dan Ayu sekarang malah tergila-gila dengan suaminya, padahal belum genap sehari mereka berbaikan. .


"Boleh kita melakukannya setiap hari, rasannya aku akan selalu ingin menyentuhmu "tanya Alex sambil menatap istrinya yang masih menundukkan kepalanya, Alex begitu gemas dengan tingkah sang istri rasannya ingin memeluknya dan menciuminya. Tapi Alex menahannya istrinya masih malu-malu seperti itu.


Alex memegang dagu sang istri agar mereka bisa bertatapan "Jangan pernah malu lagi denganku, aku sudah melihat semuanya aku adalah suamimu jadi jangan pernah ragu lagi. Kamu harus berani menatapku ya. Jangan menunduk seperti itu, memangnya tak sakit kali terus menunduk seperti itu"


Ayu menganggukkan kepalanya"Kita harus bicara dulu dengan dokter Kamu tahu kan aku sedang mengandung anakmu, apakah baik kalau kita melakukan hal itu setiap hari apakah tidak akan bahaya untuk anak kita nanti. Kita tak bisa gegabah Alex "


Alex baru ingat " Benar aku lupa, aku bisa sampai melupakan hal itu. Tentu saja nanti kita akan berbicara dengan dokter apakah baik atau tidak semoga saja baik. Aku mulai tidak bisa melepaskanmu Ayu, aku rasanya ingin terus mengurung mu disini sambil memeluk mu dengan erat sekali"


Ayu hanya bisa tersenyum saja, suaminya ini benar-benar ya. Ayu mulai sekarang harus mulai mencintai Alex ya meskipun dari awal Ayu sudah tertarik dengan Alex tapi karena rasa takut itu lebih besar,Ayu menguburnya dengan dalam-dalam dan sekarang Ayu akan mencoba untuk mencintai Alex lebih dalam lagi.


Semoga saja apa yang terjadi padanya dengan Alex waktu itu tidak akan pernah terjadi lagi, Ayu akan selalu berdoa demi kebahagiannya bersama suaminya dan juga nanti bersama sang anaknya.


Ayu akan selalu mempertahankan rumah tangannya ini. Ayu ingin rumah tangganya selalu utuh dan bahagia.

__ADS_1


...----------------...


Sela dan Hans sekarang mereka duduk di sebuah cafe. Memang Sela sendiri yang meminta Hans untuk bertemu di sini. Sela ingin mengatakan semuanya tentang apa yang dia sudah bicarakan dengan mamanya kemarin malam. Sela tak mau menunda lagi takut Hans berubah fikiran dan meninggalkannya itu hal yang sangat sela jauhi.


"Jadi kamu sudah ada keputusan, jangan buat aku kecewa lagi Sela, aku tidak mau kecewa lagi dengan kamu. Aku benar-benar tak akan sanggung "


"Iya aku tahu aku mengerti akan hal itu. Aku sudah memutuskan semuanya, aku sudah memilki pilihan sekarang Hans dan aku akan bicarakan semuanya sama kamu "


Jantung Hana sudah berdegup dengan kencang, dia begitu takut kalau Sela akan berbicara memikirkan kembali tentang pernikahan mereka. Hans sungguh sangat-sangat takut sekali dengan apa yang akan diucapkan oleh Sela, takut itu semua membuatnya kecewa.


"Baiklah aku akan mendengarkan keputusanmu itu. Jadi apa yang sudah kamu ambil setelah berpikir satu malam, aku ingin mendengarnya semoga saja keputusan yang baik "


Hans langsung tersenyum mendengar semua hal itu. Apa yang diharapkannya terjadi juga. Hans tak sabar rasannya, ingin cepat-cepat saja.


"Tentu saja, aku pasti akan membimbing mu kita akan sama-sama belajar Sela. Kita temui Mamaku dan bicarakan tentang pernikahan ini pasti Mama akan senang, mama pasti akan kaget mendengar semua ini"


Sela yang melihat kebahagiaan yang tercetak begitu jelas di wajah Hans tersenyum senang. Selama ini Sela selalu saja membuat Hans kecewa.


"Iya kita temui mamamu sekarang, aku sudah izin pada Daniel untuk kerja setengah hari dan dia juga setuju. Jadi aku akan bebas dari pekerjaan dan fokus membahas ini semua dengan kamu dan juga Mama kamu "

__ADS_1


"Baiklah mari kita pergi sekarang. Aku sudah tidak sabar sekali ingin membicarakan tentang pernikahan ini. Kalau bisa dalam waktu 1 bulan kita harus sudah menikah ya. Aku tidak mau ada perubahan lagi dalam pikiran kamu. Kamu harus tetap pada pendirian, ingat ya aku tak menerima perubahan dari kamu "


"Tentu aku tidak akan pernah berubah, apa yang sudah aku putuskan tidak akan pernah berubah lagi. Aku tak akan membuat kamu kecewa "


Hans menggapai tangan Sela dan mencium tangan itu beberapa kali. Hans begitu senang sekali inilah yang selama ini Hans tunggu-tunggu, jawaban yang dirinya selalu tunggu adalah Sela mau bertemu dengan mamanya dan membicarakan tentang pernikahan.


Kalau untuk masalah izin pada orang tua Sela Hans sih itu sudah dilakukan sejak lama dan mereka juga setuju tinggal dari Selanya saja. Orang tuanya Sela hanya ingin jawaban dari putrinya ini yang sangat sulit sekali untuk diajak menikah, tapi sekarang akhirnya Sela mau, tak sia-sia kan Hans menunggu waktu yang begitu lama untuk bisa menikah dengan Sela.


Pertemuan pertama mereka waktu itu membuat Hans tak bisa berpaling dari Sela sampai sekarang. Hans hanya setia pada satu perempuan yaitu Sela saja, tidak menyangka cinta mereka akan terus berkembang sama sekali tak ada bosannya bersama Sela.


Rasanya hidupnya lebih berwarna apalagi Sela adalah perempuan yang ceria dan banyak bicara Hans suka itu, banyak hal yang bisa mereka bicarakan.


Seperti dirinya sama-sama suka bicara jadi kalau diajak ngobrol itu akan terus. Bahkan mereka bisa mengobrol dalam jangka waktu 3 4 jam bahkan lebih kalau tak ada pekerjaan sama sekali, dirinya dan juga Sela tak akan kehabisan pembicaraan pasti selalu saja ada.


Makannya Hans yakin kalau Sela akan sangat cocok untuk menjadi pendamping hidupnya. Apalagi mereka juga sudah lama kan menjalin hubungan.


Sela yang melihat raut wajah Hans juga begitu bahagia keputusannya ini berarti tidak salah sudah benar.


Mereka pergi dari mobil, dan mereka juga mengobrol banyak hal, pokoknya mobil berisik dengan suara mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2