
Aku dan juga Dian sudah ada didepan rumah Darwin kami berdua saling pandang.
"Kamu saja yang duluan Dian "
"Kamu saja Kat "
"Ihh kan kamu yang ngajak tadi "
"Udah sama-sama saja "
Aku maju terlebih dahulu dan mengetuk pintu. Tak lama kemudian pintu dibuka dan menampakan seorang wanita paruh baya.
"Mau cari siapa ya "
"Maaf bu saya Kat dan ini Dian temannya Darwin, apa Darwin ada"
"Silahkan masuk Darwin ada didalam. Pasti dia akan sangat senang sekali saat melihatmu ayo masuk "
Aku dan juga Dian mengikuti langkah wanita paruh baya itu.
"Darwin "
"Ada apa Bu, jangan ganggu Darwin "
__ADS_1
"Ini ada temen kamu "
"Darwin ga mau ketemu sama siapa-siapa "
Aku melihat keadaan Darwin yang begitu mengenaskan. Maksudku dia seperti bukan Darwin yang pernah aku kenal.
Dia sangat kecil dan matanya itu entahlah aku tidak bisa menjelaskannya. Aku begitu kasihan padanya dengan perlahan aku mendekatinya dan memegang tangannya, tapi dia dengan cepat melepaskan pegangan tanganku.
"Darwin ini aku Kat "
"Kat, kau ada disini "
"Iya aku ada disini "
"Aku minta maaf atas apa yang telah aku lakukan padamu, sungguh aku sangat menyesal. Maaf aku, aku tidak akan pernah melakukan apapun lagi padamu Kat. Maafkan aku Kat karena hampir memperkosamu"
"Sudahlah lupakan hal itu, aku juga sudah memaafkanmu. Tapi ingat jangan pernah lakukan itu lagi pada perempuan-perempuan lain. Sebenarnya aku sangat marah dengan apa yang kau lakukan padaku. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan mu yang seperti ini, maka aku memaafkanmu maka berjuanglah untuk hidup dan sembuh. Nanti juga pasti akan ada donor mata yang cocok denganmu"
"Maafin aku ya Kat, sekali lagi aku minta maaf"
"Iya aku maafin kamu "
Darwin terus saja memegang tanganku. Dian hanya diam saja. Dia tak bicara aku binggung harus bagaimana.
__ADS_1
Ibunya datang dan membawa camilan untuk kami dan juga membawa nasi dan lauk Pauk untuk Darwin. "Darwin kamu makan ya "
Darwin mengambil piring itu, tapi aku dengan cepat mengambil ya "Biar aku suapin ya "
"Tapi Kat, aku tak mau merepotkan mu "
"Tak apa biar aku bantu "
Aku menyuapi Darwin. Aku sungguh prihatin dengan keadaan yang terjadi dengan Darwin. Apakah ini kelakuan Abang, apakah dia melakukan ini. Bisa saja kan dia yang melakukannya.
Kita tidak pernah tahu apa yang Abang lakukan. Apalagi mata itu ada di Dimas pasti ini kelakuan Abang, tidak ada lagi psikopat yang sesadis Abang dan setega itu pada orang.
"Terimakasih Kat "
"Iya sama-sama "
"Aku sungguh tak tahu kalau keadaan mu seperti ini Darwin "
"Dian kau ada disini "
"Iya aku disini "
"Terimakasih kalian sudah datang kemari. Aku begitu gelap, aku tidak bisa melihat apa-apa. Hidupku hancur semuanya hancur. Tak ada yang bisa aku pertahankan dan tidak ada yang bisa aku lakukan saat aku ingin pergi kemana-mana pasti aku harus meminta bantuan orang lain, aku tidak bisa bergerak lagi sendirian"
__ADS_1
Aku dan Dian diam aku mencoba untuk tak menangis. Aku mencoba untuk menyemangati Darwin. Dia pasti akan seperti semula lagi dan dia akan kembali sekolah lagi.