Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 144 Mulai mencintainya


__ADS_3

Kat yang tiba-tiba ingin saja belanja sekarang sudah di supermarket. Tapi tentu saja tidak sendirian ada pelayan yang menemaninya dan beberapa bodyguard juga yang ikut, tapi mereka jauh tidak ikut berkeliling dengan dirinya.


Sungguh menyebalkan sekali kan. Entah mengapa dirinya ingin memasak makanan untuk menyambut suaminya meski tidak tahu kapan suaminya pulang. Karena dirinya sengaja mematikan ponselnya mengikuti tingkah suaminya itu.


Kat banyak memasukkan bahan-bahan makanan, karena bukan dirinya dan Lucas saja yang tinggal di rumah, tapi banyak orang sangat banyak sekali. Sampai-sampai belanjaan harus banyak sekali ini sudah dua troli yang dirinya isi, dengan bermacam daging. Pekerjaannya juga harus sehat apalagi Lucas menambah bodyguard-nya sungguh ya laki-laki itu kurang kerjaan.


"Katherine "


Katherine membalikan badannya ke arah suara yang memanggilnya, seorang laki-laki siapa Kat tidak mengenalnya, sungguh tidak mengenalnya. Siapa coba dia kenapa dia bisa tahu namanya.


"Apa kita saling mengenal ? "tanya Kat yang masih kebingungan.


"Tentu, apa kamu lupa dengan aku. Aku ini teman kamu semasa SMA, Kamu ke mana aja, baru lulus kamu pergi gitu aja dan ijazah ditinggalin gitu aja nggak diambil. Dian suka cari kamu tuh ke mana sih kamu sebenarnya, kakak mu juga sampai nyari loh"


"Teman waktu SMA yang mana, maaf aku emang sedikit lupa, udah lama juga kan ya "


"Aku Bastian temen kamu, emang sih kita nggak terlalu kenal hanya selewat saja aku ini yang sekelas sama kamu yang duduknya suka di belakang. Aku suka perhatiin kamu sama Dian "


"Oh iya aku sedikit mengingatnya. Maaf ya karena aku memang tidak terlalu mengingat siapa-siapa saja yang satu kelas bersama aku"


"Bagaimana kabarmu sekarang"


"Bisa kamu lihat aku baik-baik saja. Ya sudah aku mau bayar dulu ya"


"Bisa kita bicara kita ngobrol-ngobrol dulu, hanya sebentar saja. Ada yang ingin aku bicarakan hanya sebentar saja "

__ADS_1


"Maaf aku tidak bisa, bukannya aku sombong atau apa tapi suamiku akan pulang. Aku tidak mau membuatnya menunggu dia akan pulang kerja sebentar lagi juga dia akan pulang" bohong Kat. Karena dirinya juga kurang kenal dan takut Lucas marah padanya.


"Ya sudah nanti aku akan bicara padanya, dia tak akan salah faham kita kan hanya teman saja. Memangnya suami kamu siapa "


Kat mencoba untuk pergi tapi sangat sulit sekali, dirinya tidak mau Lucas malah salah paham nantinya dan menganggapnya mau kabur, dengan laki-laki lain, pasti fikiran suaminya akan kesana. Tak salah lagi dirinya tahu bagaimana suaminya itu.


"Aku tidak bisa " Kat menolaknya tapi laki-laki itu sepertinya tidak akan pernah mundur, sangat sulit sekali. Memangnya apa yang mau dibicarakan toh mereka juga tidak terlalu kenal jadi harus waspada.


"Hanya sebentar, kamu ini sangat ketakutan sekali nanti aku akan menjelaskan semuanya pada suamimu saat dia datang kemari menjemputmu. Aku tidak akan macam-macam padamu Kat, kita ini teman masa aku akan melakukan hal aneh padamu, hanya sebentar Kat" sambil memegang tangan Kat.


Kat langsung menepis tangan itu "Aku memang benar-benar tidak bisa, aku tidak bisa untuk berlama-lama di sini. Permisi "Kat menatap pelayannya dan menyuruhnya untuk membawa troli yang sedang dia pegang.


Bastian yang melihat tingkat Kat menjadi aneh, kenapa hanya mengobrol sedikit apakah suaminya akan marah. Padahal dirinya akan menjelaskan semuanya pada suaminya jika nanti datang..


Toh mereka juga tak ada hubungan apa-apa lalu apa yang harus ditakutkan. Hanya mengobrol biasa saja. Dasar aneh, orang lain kan kalau bertemu dengan teman lama pasti ingin berbincang sebentar.


Dirinya tidak mau melukai hati suaminya dan berpikir yang tidak tidak. Kat takutnya suaminya malah berpikir kalau dirinya sedang ingin kabur dengan laki-laki itu.


...---------------...


Kat yang baru saja sampai di rumah langsung saja pergi ke kamarnya, tidak membantu membereskan barang-barang belanjaan mereka tadi, karena tubuhnya memang sangat lemas sekali.


Kat membaringkan tubuhnya dan mencoba untuk memejamkan matanya, kemarin dirinya kurang tidur karena terus memikirkan keadaan suaminya bagaimana dia, sedang apa dia, bersama siapa dia.


Kat sudah terlelap dengan sangat nyenyak. Tapi beberapa jam kemudian dia merasakan sebuah belaian di rambutnya, saat membuka matanya dengan perlahan dia melihat bayangan suaminya. Apakah ini nyata suaminya di hadapannya. Bukannya suaminya ada di Jepang kan.

__ADS_1


"Lucas "cicit Kat sambil mengangkat tangannya dan menyentuh pipi suaminya, untuk lebih percaya dengan penglihatannya apa bener ini suaminya.


Kat langsung membuka matanya lebar-lebar dan duduk berhadapan dengan suaminya "Kenapa langsung bangun seperti itu, nanti kepalamu akan pusing sayang, bangun dengan pelan-pelan saja apalagi kamu lagi hamil sayang "


"Kamu kapan pulang"


"Baru saja, kamu tidak suka ya aku pulang karena telah mengganggu pertemuan kamu dengan laki-laki itu. Apakah laki-laki itu yang telah membuat kamu berpaling padaku"


"Apa yang kamu bicarakan. Aku sama sekali tidak berpaling padamu. Kamu bisa tanya pada pelayan yang tadi menemaniku, dia katanya temanku dia hanya berbahasa-basi sebentar dan aku menjawabnya. Apa salahnya aku pun tidak lama kan aku langsung masuk ke dalam mobil percayalah padaku"


Benarkan suaminya akan tahu. Kalau saja dirinya mengobrol dulu pasti fikiran suaminya sudah kemana-mana


"Harus dengan apa aku percaya padamu sayang"


"Jika kamu memang mencintaiku maka percayalah, dalam sebuah hubungan harus ada kepercayaan dan aku mulai dari kemarin akan memulai untuk mencoba mencintaimu apakah kamu bersedia untuk aku cintai"


Sekarang malah Lucas yang terbelalak mendengar kata-kata dari Kat. Dia tidak menyangka kalau Kat akan mengatakan itu semua "Ternyata aku tidak bisa tidur tanpamu Lucas, aku tidak bisa makan tanpamu, aku tidak bisa ditinggalkan jauh olehmu. Intinya aku tidak mau jauh-jauh darimu itu saja kamu puas mendengar semuanya"


"Bukan puas lagi, Lucas sangat-sangat puas ternyata sekarang istrinya sudah ketergantungan padanya, itu sangat bagus untuknya. Ini adalah sebuah kemajuan yang begitu cepat dan istrinya mau mengakui semuanya. Lucas langsung menampilkan senyum lebarnya pada sang istri, lalu menggenggam wajahnya dan mencium bibir Katherine.


"Terima kasih karena kamu mau untuk berjuang bersamaku dan mulai mencintaiku. Meski kamu sekarang belum mempunyai rasa padaku sedikitpun. Tapi aku bersyukur kamu mau memulainya dan menerimaku, aku senang sekali mendengarnya"


"Maka bantu aku untuk bisa mencintaimu. Jangan kasar padaku maka aku akan dengan cepat suka dan mencintaimu dan jangan terlalu mengekang ku. Jangan terlalu menempatkan bodyguard yang banyak seperti ini di rumah. Aku sungguh tidak nyaman dan untuk pelayan juga jangan terlalu banyak. Cukup dua sampai tiga orang saja jangan sampai 20 orang seperti itu, untuk apa mereka tidak ada kerjaan"


"Baiklah aku akan mengikuti kata-katamu, aku akan memindahkan para pelayan dan bodyguard itu ke tempat semula. Tenang saja besok kamu tidak akan melihat banyak orang lagi aku akan menyuruh mereka untuk kembali "

__ADS_1


Lucas yang memang sangat kegirangan sekali dia memeluk istrinya dengan tak percaya pulang akan disuguhi kata-kata yang manis dari istrinya. Memang sebenarnya dirinya juga tidak bisa melepaskan Katherine sampai kapanpun, mungkin bibirnya bisa berkata seperti itu tapi hatinya tidak, berbeda sangat berbeda dengan segalanya.


Sekarang kita mulai hidup yang bahagia saling mencintai, saling percaya satu sama lain. Jangan sampai ada orang ketiga dalam hubungan pernikahan ini.


__ADS_2