
"Makasih ya Ale kamu udah anterin aku sampai kerumah"
"Terus kamu mau ditemenin dulu ga, kayaknya kakakmu belum pulang tuh"
"Engga deh aku ga papa kok, nanti juga sebentar lagi kakakku akan pulang. Nanti kamu kemaleman loh ga enakan sama orang tua kamu"
"Santai aja kali sama aku mah, gimana mau ditemenin ga. Aku khawatir tinggalin kamu sendirian, beneran deh aku khawatir sama kamu"
"Ga apa-apa aku sendiri saja, udah gih pulang udah malam juga. Kamu juga harus istirahat kan besok sekolah lagi"
"Ya udah bye nanti kita jalan-jalan lagi ya"
"Iya nanti kita jalan-jalan lagi bye"
Setelah Ale pulang aku segera masuk ke dalam rumah. Tapi saat masuk ke dalam rumah ruang tamunya menyala. Dengan perlahan aku berjalan ada sebuah kotak di meja makan.
"Kotak apa itu apa kakak beli kue "
Aku yang penasaran membuka kotak itu dan alangkah kagetnya saat melihat apa isinya, itu kepala aku sampai terjatuh karena kaget.
"Bagaimana hadiahnya apa kau suka"
Aku langsung mencari asal suara itu, ternyata di belakangku ada abang. Kenapa dia bisa masuk ke rumah padahal aku tadi mengunci rumah.
Aku segera bangkit dan mengambil sapu, untuk berjaga-jaga saja "Aku tidak perlu hadiah darimu. Kenapa kau kemari bukannya bersama pacarmu saja. Aku tak butuh hadiah kepala kau berikan saja pada pacar baru mu itu "
"Kenapa kau cemburu" dengan entengnya dia berkata seperti itu.
"Tidak sama sekali, aku tidak cemburu untuk apa aku cemburu. Kalau kau memang ingin dengan perempuan lain ya silakan aku tidak peduli. Mau kau dengan siapapun aku tidak akan pernah peduli"
"Begitu ya, tapi aku tidak akan pernah melepaskan mu pakai cincin ini lagi atau kau akan tahu akibatnya"
__ADS_1
Abang menyimpan cincin yang aku buang itu di kursi, aku masih diam tidak bergeming sama sekali. Sapu masih ku genggam dengan erat.
"Aku tidak mau memakai cincin itu, bukannya kau sudah membelikan cincin lain untuk perempuan lain. Lalu untuk apa kau memberi cincin itu padaku, aku tidak suka ya laki-laki yang ke sana kemari"
"Aku bilang kan padamu kau hanya perlu patuh saja padaku Kat, pakai cincin itu dan kau beserta keluargamu akan baik-baik saja"
"Aku lelah selalu kau ancam, hidupku menjadi kacau sejak ada dirimu kau sudah mengacaukan hidupku"
"Aku tidak pernah mengacaukan hidupmu. Kau hanya perlu patuh padaku itu saja. Jika kau patuh hidupmu juga akan bahagia tidak akan aku melukaimu"
"Begitu ya. Tapi tetap saja mau aku patuh ataupun tidak aku tetap waspada padamu. Aku juga tidak mau memakai cincin itu lagi, aku menolak lamaranmu kau itu laki-laki brengsek kau itu laki-laki yang tidak cukup satu perempuan, aku tidak mau"
"Lalu apa bedanya dengan dirimu, kau juga sama kan berpegangan tangan dengan laki-laki lain dan dia mengakui kalau kau pacarnya. Lebih murahan siapa aku atau dirimu"
Aku tertawa mendengar jawaban dari Abang, dia menyalahkanku dan malah memutar balikan fakta. Sebenarnya di sini siapa yang brengsek.
"Yang jelas aku tidak mempermainkan hati seseorang, aku dan Ale memang sudah biasa seperti itu. Kami berteman dan tidak ada salahnya kan kalau Ale bermain-main seperti itu"
"Terserah kau saja. Lebih baik kau pergi dari rumahku dan bawa kadomu itu. Aku tidak pernah suka diberi barang oleh mu, pergi dari rumahku"
Bukannya pergi Abang malah makin mendekat, aku yang ketakutan segera masuk ke dalam kamar mandi lalu menguncinya rapat-rapat.
"Keluar Kat. Aku ingin berbicara denganmu"
"Berbicara saja dari sini, aku pasti akan mendengarkannya. Aku tidak mau berhadapan dengan laki-laki sepertimu laki-laki brengsek kau. Kau sudah mengikat satu perempuan tapi kau masih mencari perempuan lainnya, aku tidak suka laki-laki seperti itu"
"Yah aku tahu kau cemburu, cepat buka pintunya kita bicara baik-baik"
"Tidak aku tidak mau bicara denganmu"
Hening tak ada suara. Aku diam apakah Abang sudah pergi tapi tiba-tiba "Akhhh "aku kaget saat ada pisau yang tembus ke pintu kamar mandiku.
__ADS_1
"Keluar atau aku masuk ke sana"
"Yah aku keluar sekarang"
Aku terpaksa keluar saja, mau keluar atau tidak aku pasti akan dilukai olehnya. Setelah aku keluar Abang menarik tanganku dan dia melakukan video call pada mamih.
Sekarang aku duduk di pangkuannya, gila kan "Mami Lihatlah Kat ada kan bersamaku. Sudah aku bilang kan Kat pasti pulang ke rumahnya. Mami tidak usah khawatir lagi ya, jangan menangis lagi lihat dia sudah bersamaku"
"Ya ampun Kat. Kenapa kau tiba-tiba pulang seperti itu, kenapa tidak cerita saja pada Mami jangan lakukan itu lagi. Mamih sangat khawatir Mami tidak mau sampai kehilangan dirimu lagi"
Saat aku melihat sahabat mamahku yang menangis aku merasa bersalah, karena kemarin tiba-tiba saja kabur seperti itu "Maafkan aku mami, aku hanya kecewa saja itu saja sih. Aku tidak berpikir jauh sampai ke situ. Maafkan aku ya telah membuat Mami sedih karena aku tiba-tiba pergi begitu saja, tapi aku janji jika nanti bertemu dengan Mami lagi aku tidak akan seperti itu lagi"
"Iya mami sangat khawatir denganmu, pokoknya kamu harus selalu hubungi Mami ya. Nanti mami juga akan pergi ke sana untuk temuin kamu. Ya udah mami sekarang udah tenang kamu sama Abang dulu aja ya, kalian baikan ga boleh marah-marahan lagi"
"Iya Mi"
"Ya udah Mami kan udah lihat kalau Kat baik-baik aja, Abang matiin dulu ya teleponnya"
"Iya sayang jaga Kat. Jangan sakiti dia ya Mami ga pernah ngajarin kamu untuk nyakitin perempuan. Hargai perempuan karena kalau ga ada perempuan kamu ga akan pernah lahir"
"Iya Mi, ya udah aku matiin dulu ya"
Setelah sambungan itu terputus, Abang langsung mendekap ku dengan erat. Lalu dia menyembunyikan kepalanya di leherku "Jangan pergi lagi seperti itu kau ingin membuat aku gila"
"Aku hanya tidak suka dengan perlakuanmu saja, jika kau memang mencintai ibu Carolet lebih baik kau bersamanya saja, jangan memberikan harapan palsu pada dua perempuan sekaligus"
"Kau mencintaiku"
"Tidak aku tidak mencintaimu"
"Akan aku buat kau mencintaiku"
__ADS_1
Abang mendudukkan ku di kursi, lalu pergi begitu saja sambil membawa kotak yang isinya kepala itu. Aku begitu tenang saat dia pergi dan untungnya dia tidak melakukan apa-apa padaku. Sungguh aku senang dan bahagia sekali. Dia tidak melukaiku karena fisikku tidak kuat untuk dilukai lagi.