
"Hallo mih "
"Kamu dimana Lucas "
"Lucas dirumah mih "
"Yakin kau dirumah "
"Iya mih yakin, aku benar-benar dirumah memangnya kenapa "
"Jangan melakukan apa-apa "
"Memangnya apa yang aku lakukan mih, Lucas tidak melakukan apa-apa "
"Baiklah kemarilah kerumah sakitu bila kamu memang benar-benar dirumah "
"Kenapa ga nanti pagi aja sih mih, aku baru aja mau tidur. Aku cape mih "
"Coba Vidio call "
"Oke Lucas kesana sekarang "
Lucas langsung mematikan sambungannya dan menyimpan kembali ponselnya. Kenapa mamihnya ini. Padahal belum beres.
Lucas mengeluarkan paling tajamnya lalu menulusuri hutan dengan membabat kayu dan ranting yang menghalangi.
__ADS_1
Lucas sama sekali tak bicara, dirinya tak mau musuhnya itu kabur. Kita lihat sampai kapan mereka akan mengumpat. Tapi dirinya harus cepat-cepat menemukan mereka.
"Akhh " tiba-tiba ada yang berteriak.
Lucas melihat kearah kanannya ternyata disini, mereka mengumpat disemak- semak dan tangan dari salah satu orang itu kena.
"Sudah aku bilang kalian tak akan pernah bisa lolos "
"Tolong kakaknya Daisy aku minta maaf, aku minta maaf. Aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan "
"Tanggung jawab, lalu setelah menikahi adikku kau akan menceraikannya lagi kan "
"Tidak kak, tolong aku janji akan menjaga Daisy dengan sepenuh hati, aku akan menjaganya dan mencintainya aku mohon kak, aku mohon lepaskan kami "
"Jaminannya, emm jaminannya "
"Tidak bisa menjawab kan, kau tidak sungguh-sungguh pada adikku kau hanya ingin lari saja dari ku "
Agus langsung mendorong perempuan yang bersamanya dan mengenai pisau yang sedang Lucas pegang. Lucas dengan senang hati memperdalam tusukannya itu dan mencabutnya kembali lalu menusukkannya lagi.
Terus begitu beberapa kali. Lucas yang melihat Agus lagi kemana kembali lagi ke villa untuk mengambil mobilnya. Kita cegat dia dan habisi disana.
Lucas berpacu dengan waktu, mamihnya pasti akan curiga bila dirinya lama. Lucas terus saja berlari bahkan dia masih ingat jalannya. Padahal dia sudah memasuki hutan ini begitu dalam.
Lucas masuk kedalam mobil dan melajukannya dengan cepat. Sesekali melihat kiri kanan. Tiba-tiba ada yang melambaikan tangannya"Tertangkap kau "
__ADS_1
Lucas pertama memperlambat laju mobilnya dan saat dekat dengan Agus Lucas mempercepat lagi dan bruk Lucas menabraknya.
Lucas memundurkan mobilnya melindas tubuh Agus beberapa kali. Setelah merasa kalau Agus mati Lucas keluar dari dalam mobil dan melihat tubuh Agus yang sudah sangat mengerikan.
Lebih tepatnya sudah tak berbentuk. Lucas hanya bisa tertawa melihat ini, begitu senangnya dirinya bisa menghabisi mereka semua dalam waktu semalam.
Lucas kembali masuk kedalam mobil dan segera melajukan mobilnya kearah rumah sakit. Dirinya harus segera pergi kerumah sakit.
Selama menjalankan mobilnya Lucas juga Menganti pakaiannya yang sudah tak berbentuk dan bau amis serta bau keringat. Kedua itu bercampur ditubuhnya dan juga pakaiannya.
Lucas juga membersihkan wajahnya dengan tissue basah yang dirinya sudah persiapkan. Setelah sampai dirumah sakit. Lucas berjalan dengan santai dan masuk keruangan Daisy.
"Mamih "
"Kenapa kau lama Lucas "
"Aku mengantuk mamih makannya aku menjalankan mobil dengan perlahan "
Lucas segera mendekati mamihnya dan berbaring di paha sang mamih. Lelah sekali rasannya hari ini tapi dirinya sudah puas.
Puas sudah menghabisi mereka "Maafkan mamih yang sudah menyuruhmu kemari sayang "
"Hemm, tak apa mamih aku mengerti "
Lucas memejamkan kedua bola matanya lebih baik tidur saja.
__ADS_1