Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 214 Sela datang


__ADS_3

"Ayo ikut aku Tamara sekarang juga "


Daniel langsung menarik tangan Tamara, nanti saja kalau sudah di tempat pakaian baru Daniel akan bicara semuanya, kalau sekarang nanti ditolak meskipun kata Mamanya jangan dipaksa tetap saja Daniel harus memaksa.


"Mau ke mana Daniel kenapa kamu tiba-tiba tarik aku kayak gini"


Tamara benar-benar binggung sekali. Tamara Baru saja datang tapi Daniel sudah menarik tangannya seperti ini. Apa ada masalah apa Daniel tahu kalau neneknya tidak suka dengan Daniel, apakah Daniel akan memutuskan pertemanan mereka.


"Sudah ayo ikut saja, hanya sebentar aku tidak akan melakukan apa-apa padamu. Aku tak akan melukai mu"


Tamara mau tidak mau mengikuti Daniel saja, daripada nanti jadi masalah kan. Semoga saja tidak membicarakan tentang pertemanan mereka, karena Tamara tidak mau sampai tidak punya teman lagi.


Ternyata Daniel membawa Tamara ke tempat pembelian seragam. Tamara bingung kenapa dibawa kemari Tamara tidak akan membeli seragam punya uang dari mana, ini saja Tamara menggunakan baju bekas kakak kelasnya yang dulu entah tahun berapa.


"Kenapa kamu membawaku kemari, aku ga punya uang. Aku ga akan beli seragam "


Tapi Daniel malah menghiraukannya, Daniel langsung berbicara pada guru yang ada di hadapannya "Bu tolong beri seragam untuk Tamara ya seragam hari senin sampai sabtu, pokoknya semuanya sama topi dasi ikat pinggang sepatu kaos kaki pokoknya semuanya lengkap ya Bu"


"Iya Daniel, Tamara kemari diukur dulu ya "


Tamara menatap Daniel dengan bingung, tapi Daniel mendorong pelan bahu Tamara untuk maju ke depan. Daniel menunggu dengan tenang.


Daniel melihat ada pesan dari Sela, Daniel memang masih berteman dengan Sela sampai sekarang. Mana mungkin melupakan pertemanan mereka.


Sela : Nanti saat libur sekolah aku main ke rumahmu ya.


Daniel : Iya aku tunggu, tahun lalu kan aku yang main ke rumah nenek untuk bertemu denganmu. Sekarang gantian kamu yang datang, kalau bisa menginap saja sudah lama kan kita tidak bertemu Sela.


Daniel tersenyum senang, Sela akan kerumahnya. Daniel menyimpan kembali ponselnya, pasti hari liburnya akan sangat menyenangkan sekali.


"Daniel ini sudah semua, Ibu juga sudah mengukurnya dan juga Tamara tadi sudah mencobanya satu persatu dan sudah pas"


"Baik Bu ini uangnya "


Bu guru menghitung uangnya dan tersenyum kearah Daniel "Sudah pas ya Daniel "


"Baik Bu terimakasih kami permisi "


Daniel membantu Tamara membawa seragam-seragam itu. "Makasih Daniel kamu udah kasih aku seragam ini, kenapa kamu baik sama aku dan mau beliin semua ini buat aku juga. Padahal kita baru aja berteman"


"Nanti kamu bilang makasih aja sama Mama aku. Mama aku kok yang beliin "


Daniel tidak jujur kalau sebenarnya dia yang meminta pada Mamanya untuk membantu Tamara. "Baiklah aku akan berterimakasih pada Mama mu nanti, aku begitu senang sekali Daniel harus dengan apa aku membalas ini semua "


Daniel menatap Tamara sekilas "Cukup menjadi orang baik saja, itu sudah cukup dan jangan pernah menjadi orang jahat atau berpikiran untuk menjadi seperti pembully pembully itu. Aku ingin kamu selalu menjadi pribadi yang baik "


"Tentu Daniel "


Tamara terus saja melihat seragam barunya itu, sungguh bahagia sekali akhirnya Tamara bisa seperti yang lain memakai seragam juga. Nanti Tamara akan sangat berterima kasih pada Mamanya Daniel, saat bertemu Mamanya Daniel akan berbicara dengannya langsung.


"Ekhm kayaknya ada yang pacaran nih "celetuk Valeria.


Tapi Tamara dan juga Daniel malah acuh, mereka masuk ke dalam kelas begitu saja. Daniel menyimpan semua seragam itu di meja Tamara dan dia kembali duduk bersama Hans yang sepertinya sudah menunggunya dari tadi.


"Dari mana sih tadi aku tunggu kamu di gerbang tapi kamu ga datang "


"Habis beli seragam Tamara " jawab Daniel seadanya saja.


"Semua seragam kamu belikan"


"Ya seperti yang kamu lihat "


Hans hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja. Hans makin senang berteman dengan Daniel cuek-cuek tapi baik juga.


Daniel kembali mengeluarkan ponselnya, ternyata dari Sela lagi. Daniel begitu bersemangat kalau membuka pesan dari Sela memang setiap hari mereka bertukar kabar.


Sela : Baiklah aku akan berbicara dulu pada Mamah dan juga Ibuku. Lalu nanti berbicara juga pada tante Kat. sekolahmu di sana senang tidak.

__ADS_1


Daniel : Lumayan menyenangkan, kamu mau pindah sekolah di sini ?


Sela : Masih dipikirin sih.


Daniel tersenyum kembali, benarkah Sela akan sekolah dengannya. Daniel jadi punya teman berangkat jadi Mamanya tak akan khawatir.


Daniel : Ya sudah lebih baik kamu sekolah di sini saja. Bukannya Ayahmu juga akan pindah tempat kerja kan ke rumahku kenapa tidak ikut saja.


Sela : Kamu sudah tahu tentang kabar itu, padahal aku baru saja mau memberitahumu tapi aku akan bicara dulu sama Mama dan juga Ibu.


Daniel : Tentu saja aku tahu memangnya apa sih yang tidak aku tahu.


"Cie Daniel lagi kasih kabar sama siapa sih, sama pacarnya ya"


Daniel menyimpan ponselnya dan menatap Hans "Emm, ga juga "


"Ga apa-apa jujur aja kalau emang itu pacar kamu. Memangnya dia tinggal di mana kamu senyum-senyum terus dari tadi. Aku baru pertama kali loh lihat kamu senyum kayak gini"


Tamara yang mendengar pembicaraan Daniel dan juga Hans hanya bisa melihatnya sebentar, ternyata Daniel sudah punya pacar ya. Tamara fikir kalau Daniel belum punya pacar.


...----------------...


Kat yang melihat kalau Daisy sudah tidur langsung menghubungi Nabil "Hallo Kakak ipar ada apa "


"Istri kamu ada di sini, jangan sampai nanti kamu cari-cari dia dan lapor polisi lagi"


"Apa istri aku ada di sana, kenapa bisa Daisy tadi ada dirumah. Kamu yakin Kakak ipar "


"Yakinlah terus yang datang ke rumah siapa dan makan banyak banget kalau bukan istri kamu. Dia kayaknya marah lagi sama kamu"


"Ya ampun marah karena apa lagi sih. Kenapa marah terus "


"Coba kamu pikir apakah ada sesuatu yang membuat Daisy kesel sama kamu. Kamu tahu sendiri kan gimana ibu hamil itu kadang-kadang susah dimengerti, kamu juga pasti pernah dengar Lucas bercerita sama kamu saat aku hamil"


"Iya sih, aku tahu ibu hamil itu emang ribet banget. Aku pulang nanti kerumah deh. Buat langsung bujuk dia untuk pulang "


"Ya udah kesini aja ya "


"Iya sama-sama "


Akhirnya bisa juga Kat menghubungi Nabil. Untung saja tidur kan. Kalau tidak tidur sudah lah gawat pasti Daisy akan marah karena Kat memberitahu semua ini.


...----------------...


Tamara masih diam mematung melihat rumah Daniel yang begitu besar, tadi Daniel mengajaknya untuk main bersamaan juga. Sebenarnya bukan sekedar bermain saja tapi ingin mengerjakan tugas kelompok.


Daniel dan juga Hans yang sudah di depan teras menatap Tamara yang diam terus, mereka berdua malah binggung dengan Tamara yang seperti itu.


"Tamara ayo masuk kenapa diam saja. Apa kamu akan terus di sana "teriakan Hans


"Iya aku sekarang ikut masuk, maaf "


Tamara dengan langkah pelannya mengikuti teman-temannya masuk ke dalam. Tamara berjalan di belakang mereka berdua, tiba-tiba saja ada seorang perempuan seumuran dengan mereka memeluk Daniel dengan sangat erat.


Tamara sampai mundur beberapa langkah melihat itu. Siapa perempuan itu apakah itu pacarnya Daniel yang tadi dibahas oleh Hans. Dia cantik Tamara jadi iri melihat perempuan itu yang sepertinya sangat terawat sekali tidak sepertinya.


Kenapa hidupnya tak seberuntung orang-orang. Padahal Tamara juga ingin hidup seperti mereka serba berkecukupan dan banyak teman juga.


"Kamu di sini Sela kenapa tiba-tiba di sini, ini beneran aku ga lagi mimpi" ucap Daniel dengan senang sambil melepaskan pelukan mereka berdua, dan memegang bahunya Sela.


"Iya aku di sini kejutan, udah aku bilang kan kalau Ayah pindah kerja di sini. Mama sama Ibu juga udah bolehin aku kok buat ikut Ayah kerja di sini dan tinggal di sini juga"


"Kapan kamu datang kok ga bilang-bilang sih. Kalau tahu kamu bakal datang sekarang mungkin aku akan siapkan sesuatu untuk kamu"


"Namanya juga kejutan masa aku harus bilang-bilang sih. Oh ya ini siapa teman-teman kamu" ucap Sela sambil tersenyum pada kedua teman Daniel.


Daniel menganggukan kepalanya dengan semangat. Daniel memperkenalkan Sela pada kedua temannya. Setelah itu Kat keluar dan menatap anaknya, Hans dan juga Tamara tersenyum pada Kat dan juga menyalaminya.

__ADS_1


"Senang banget nih yang didatangi Sela sampai senyum-senyum kayak gitu " goda Kat, yang melihat raut wajah anaknya yang begitu senang karena kedatangan Sela.


"Ya dong seneng nanti aku sekolah berangkatnya ada temen kan, pulang juga akan ada teman. Jadi aku bisa ngobrol banyak dengan Sela tanpa harus lewat ponsel"


Tamara yang memang ingin mengucapkan terima kasih kepada Kat langsung mendekatinya "Tante maaf aku ganggu, aku mau berterima kasih karena Tante udah baik banget sama aku karena beliin seragam sekolah aku. Makasih ya Tante "


Kat langsung mengalihkan pandangannya pada Tamara, wajah ini mengingatkan kepada seseorang tapi Kat langsung menggelengkan kepalanya "Tamara ya, iya sayang sama-sama "


"Iya Tante sekali lagi makasih ya Tante "


"Iya sama-sama sayang. Ya udah yuk pada masuk. Mau di mana ini, mau di kamar Daniel atau mau di ruangan santai aja nanti mainnya dan ngobrol-ngobrolnya mungkin"


"Di ruang santai aja Ma, biar lebih luas aja. Aku mau ganti baju dulu. Sela tolong bawa temen-temen aku ke ruang santai ya"


"Siap bos "


Sela langsung menggiring kedua teman Daniel untuk ke belakang rumah, di sana memang ada ruang santai Hans dari tadi tak lepas-lepas menatap Sela.


"Duduk dulu saja di sini sambil tunggu Daniel ya, dia juga tidak akan lama kalau ganti baju"


Sela jadi bingung dengan temannya Daniel ini dari tadi menatapnya terus. Sela menggerakkan tangannya di depan wajah Hans "Halo kamu kenapa"


"Emm, maaf " ucap Hans dengan malu.


"Ada yang salah dengan aku" sambil menunjuk dirinya.


"Engga kok "


Hans langsung menundukan kepalanya. Hans malah jadi malu sendiri. Malah ketahuan kan lagi curi-curi pandang seperti itu.


"Kalian udah lama temenan sama Daniel "tanya Sela yang ingin mengalihkan pembicaraan agar temannya Daniel ini tidak malu dengannya.


Tamara menggelengkan kepalanya "Kita baru aja berteman saat masuk sekolah, belum lama juga"


"Oh gitu ya "


"Kamu pacarnya Daniel ya" tanya Tamara yang dari tadi sudah sangat penasaran sekali.


Sela malah tertawa mendengar itu "Aku pacarnya Daniel, mana mungkin. Bukan aku ini teman masa kecilnya Daniel, kita berteman dari kecil aku ga punya hubungan apa-apa sama Daniel. Apalagi kita berdua itu masih kecil masa pacaran pacaran sih"


"Oh gitu ya "Tamara tersenyum senang mendengar semua itu. Tamara kira Sela itu pacarnya. Tenangkan hati Tamara.


Daniel muncul dan duduk di samping Sela, lalu mereka segera mengerjakan tugas mereka itu. Sela sendiri hanya membantu sesekali saja.


...----------------...


Setelah selesai mengantarkan teman-temannya Daniel dan Sela pulang bersama Pak sopir mereka sama sekali tak mampir dulu. Langsung pulang saja.


"Mulai besok aku akan masuk ke sekolahmu. Katanya om Lucas sudah daftarin aku, seragam juga udah ada dirumah "


"Bagus dong jadi mulai besok kita bisa berangkat sama-sama. Semoga aja kita satu kelas ya"


"Iya semoga aja ya. Tapi kalau ga satu kelas juga ga apa-apa kita kan masih bisa sama-sama nanti saat istirahat. Pulang sekolah juga kita masih bisa bareng-bareng kan "


"Iya sih tapi ya semoga aja satu kelas, biar kalau ada tugas kan bisa kerjain sama-sama kadang kalau beda kelas itu suka beda kan "


"Iya, ga biasanya kamu punya teman perempuan selain aku"


"Awalnya aku temenin dia karena kasihan. Dia dibully terus tapi ya udah sih ga masalah juga kan temenin


dia biar ga dibully lagi"


"Di sekolah kamu masih ada yang kayak gitu ya, aku kira udah ga ada ternyata masih ada pembullyan"


"Ya masih ada, setiap tahun pasti ada orang seperti itu. Dimanapun itu disekolah mana pun"


"Hem, kita beli es krim dulu yuk aku pengen es krim nih"

__ADS_1


"Boleh sekalian makan aja di sana"


Daniel meminta Pak sopir untuk berhenti di depan. Karena didepan ada kedai eskrim. Mereka berdua turun bersama-sama.


__ADS_2