Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 89 Devon mati


__ADS_3

"Devon di luar rumah ada seorang laki-laki sedang berdiri, apa dia temanmu. Mamah lihat dia sudah lama berdiri terus didepan rumah kita"


"Hah siapa mah, masa sih jam segini temanku kerumah, kalau pun temanku pasti mereka akan telfon dulu mah ga mungkin langsung kesini "


"Tapi tadi saat Mama akan mengunci pintu, mamah melihat ada seorang laki-laki tak jauh di rumah kita berdiri diam di sana. Mama kira itu temanmu"


"Temanku! yang mana sih mah, biar aku cek dulu deh biar mamah ga penasaran juga "


"Seperti tidak usah Devon sudah biarkan saja. Mama takut dia orang jahat, mamah takut dia akan melukaimu "


"Sudah tidak usah takut kan ada Devon, Devon akan bisa melawan mah. Devon kan laki-laki mana mungkin Devon kalah "


Devon segera keluar dari dalam kamarnya dan mengecek keluar rumah. Devon celingak-celinguk tapi tak ada siapa-siapa.


Dengan cepat Devon masuk kembali kedalam rumah dan mengunci pintunya, "Ga ada siapa-siapa kok mah, disini sepi banget mah ga ada orang. Mungkin mamah salah lihat deh "


"Hemm, iya ga apa-apa kalau ga ada siapa-siapa. Udah kamu tidur Devon udah malem, takut ah mamah"


"Iya mah sekarang masuk dan tidur "


Devon segera pergi kekamarnya lalu mengunci pintunya, lalu kembali lagi kearah laptopnya dan akan segera membagikan fidio Daisy yang sudah diperkosa ramai-ramai.


"Bagaimana kedatanganku membuat ibumu takut kan"


Devon langsung menatap kearah orang yang berbicara "Siapa kau "


"Siapa aku, kau berhubungan dengan Daisy tapi tidak tahu siapa aku"


"Pergi kau, siapa kau "


"Bukannya tadi kau menantangku"


Lucas berjalan kearah Devon, padahal langkah Lucas sangat pelan tapi Devon dia sudah berlari dan membuka pintu kamarnya.


Baru saja Devon akan keluar Lucas sudah mendorong Devon dan menusuk punggungnya dengan pisau yang tadi dia bawa.

__ADS_1


"Akhh sakit, tolong tolong "


Lucas langsung mendorong Devon dan kembali mengunci pintu, "Shutt diam, berisik kau yang sudah mengundangku kemari. Maka aku akan datang seperti apa yang kau inginkan. Bagaimana puas kau menghancurkan hidup dari Daisy "


"Tolong, maafkan aku, aku sungguh minta maaf jangan apa-apakan aku. Aku akan tanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan pada Daisy. Aku akan menikahi Daisy "


"Tapi sayangnya itu sudah terlambat, dan aku juga tidak mau mempunyai adik ipar bejat sepertimu. Lebih baik kau mati saja"


"Ampuni aku "


Lucas mengeluarkan sebuah pisau yang lebih besar dan menggusur kaki Devon kearah pojok, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu Devon.


"Devon apakah kau baik baik saja nak "


Lucas membekap mulut Devon "Bicara pada Ibumu kalau kau baik-baik saja"


Devon malah mengelengkan kepalanya, Lucas mengarahkan pisaunya kearah leher Devon "Mati atau turuti kemauan ku "


Devon sekarang menganggukan kepalanya, Lucas melepaskan bekapannya dan menunggu Devon mengatakan apa yang dirinya mau.


"Devon baik-baik saja mah, Devon tadi sedang menonton film, makanya tadi Devon berteriak Devon tidak apa-apa mah, mamah tidak usah khawatir ya Devan akan baik-baik saja"


"Yakin mah, Devon baik-baik saja "


"Baiklah jangan berteriak segeralah tidur "


"Iya mah "


Setelah suara itu tak ada Lucas bangkit dari tubuh Devon dan membuka lemari Devon menyobek-nyobekkan beberapa pakaian Devon dan mengunakan itu untuk membekap mulut Devon dan juga mengikat tangannya.


"Kita mulai ya, mungkin ini akan sedikit sakit tapi nanti juga tidak akan sakit lagi tahannya"


Lucas membuka celana Devon, semuanya Devon hanya memakai atasan saja. Devon sudah berteriak-teriak meskipun sulit tapi Lucas malah tertawa.


"Burungmu kecil, tapi tak masalah burungmu ini harus diberi pelajaran "

__ADS_1


Tanpa banyak bicara lagi Lucas memotong burung itu, tapi hanya setengah saja "Bagaimana masih mau membuat adikku sakit hati "


Devon sudah menangis, dia sudah menggerak-gerakan tubuhnya tapi nihil, tubuhnya diduduki oleh Lucas. Lucas mengambil silet yang ada disaku bajunya.


Lalu mengarahkan siletnya itu ke wajah Devon, Lucas merusak wajah Devon, meskipun sekarang Devon sekarang sekarat tapi itu tak membuat Lucas puas.


Setelah wajah itu tak lagi tampan Lucas baru bangkit dan melihat Devon yang masih bernafas "Susah sekali kau mati ya "


Lucas mengeluarkan pisau besarnya dan langsung memenggal kepala Devon, meski harus melakukan beberapa kali ayunan tapi tak masalah itu sangat menyenangkan.


"Mati, tinggal 5 orang lagi habis mereka di tanganku, yang pasti mereka akan lebih parah dari dia "


Lucas berjalan kearah laptop dan juga ponsel Devon menghapus semua fidio tentang Daisy, juga foto Daisy dan juga chat antara mereka berdua.


Agar Daisy tak di curiga atas semua ini. Karena dirinya tahu pasti orang tuanya akan melapor kekantor polisi.


"Aku lapar sekali, makan dulu saja disini itung-itung memperlihatkan pada orang tuanya kalau aku yang telah membunuh anaknya "


Lucas membuka kunci kamar Devon dan berjalan keluar mencari dapur. Untung saja rumahnya tidak terlalu besar dan dengan cepat pula dirinya bisa menemukan dapur itu.


"Mari kita makan "


Lucas menyantap makanan yang ada disana, cukup enak masakannya ini. Lucas mengambil sebuah kertas yang sudah dirinya siapkan.


Lalu menuliskan sebuah pesan untuk kedua orang tuanya Devon , karena dirinya sudah meringankan beban orang tua Devon.


Mungkin ini adalah terakhir kalinya kalian bisa membaca surat dariku, tapi kita tidak akan pernah bertemu. Aku sudah membuat Devon tiada dan kalian bisa senang karena beban dari keluarga kalian sudah tiada.


Kalau kalian sampai terus membiayai Devon dan membesarkan dia, dia tidak akan bisa berubah dia akan menjadi laki-laki brengsek dan menghancurkan setiap perempuan yang dia dekati. Ingat ada alasannya aku melakukan ini pada Devon.


Suatu saat kalian akan tahu apa yang Devon lakukan, dan kalian juga pasti akan sangat menyesal karena telah memiliki anak seperti dia. Oh ya terima kasih juga untuk makanannya cukup enak.


Aku suka dengan makanan yang kau buat, selamat berduka cita aku sangat senang melihat dia mati di hadapanku seperti tadi, aku akan datang kepemakaman anak kalian.


Tapi tentu saja sampai kapanpun kalian tidak akan pernah mengenal siapa aku, dan aku ada dimana. Kalian semua akan sulit menemukanmu. Selamat malam semuanya.

__ADS_1


Lucas membuka sarung tangannya dan menyimpan kembali sarung tangannya itu, lalu keluar dari rumah ini. Hari ini cukup membunuh satu orang nanti besok kita akan mulai kembali.


5 orang itu akan kebagian, semua orang yang telah menghancurkan adiknya akan kebagian. Mereka tidak akan hidup bahagia meraka akan mati dengan sia-sia.


__ADS_2