Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 252 Bawa sekarang kerumah sakit


__ADS_3

Alex bangun saat matahari sudah terbenam. Alex menatap sekitar kamar tidak ada Ayu. Istrinya tak ada didalam kamar. Alex melihat jam tangannya ternyata dia sudah tertidur cukup lama juga.


Alex kembali menguap, Alex yang ingin pergi kekamar mandi segera keluar dari dalam kamar. Rumah juga sepertinya sangat sepi sekali. Untung saja rumah Ayu tak begitu besar jadi Alex bisa langsung menemukan kamar mandinya.


Alex segera masuk dan segera buang air kecil. Akhirnya lega juga. Alex mencari keberadaan sang istri ternyata ada diluar rumah sedang berkumpul dengan keluarnya.


Alex segera pergi kearah sana. Ayu yang menyadari Alex sudah terbangun segera bangkit "Nah itu suaminya Ayu, sini gabung jangan dikamar terus kita juga ga akan minta uang kamu kok" ucap bibinya lagi yang tadi membuat Ayu kesal.


"Ga lucu bi, sudahlah kamu ini kenapa sih " balas Ayu yang sudah sangat kesal sekali. Tadi dirinya yang terus saja direcoki sekarang Alex yang baru saja keluar.


Ayu menarik tangan suaminya itu, membawanya kembali masuk. Tapi Ayu kembali keluar dan ternyata membawa makan untuk Alex.


Ayu langsung memberikan makanan itu pada Alex, "Kamu makan dulu, maaf ya disini makannya cuman seadanya kalau kamu ga suka kita beli keluar aja "


"Ini saja yang ada "


Alex segera memakannya pada suapan pertama Alex diam dulu lalu kembali menyantap makannya. Ayu sudah deg-degan takut Alex marah padanya tapi ternyata tidak. Alex baik-baik saja dan menikmati makanan itu.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama Alex menghabiskan semuanya "Emm, enak sekali pasti yang memasak istri aku " sambil tersenyum kearah Ayu.


Untuk beberapa saat Ayu terpesona. Tapi Ayu segera sadar "Iya aku yang memasaknya "


"Ya sudah nanti setiap hari kamu yang masak ya di rumah, aku akan terus memakan masakanmu ini"


"Kamu yakin"Ayu sangat ragu sekali takut Alex sedang mengujinya.


"Iya aku yakin sayang. Buatkan aku sarapan setiap hari ya. Aku pasti akan sangat bahagia sekali. Sekali dengan bekalnya ya "


"Sebenarnya ibu kamu itu sakit apa, sampai-sampai semua keluarga kumpul kayak gini kalau kamu butuh bantuan aku bilang jangan sungkan. Kamu ga usah takut sama aku Ayu "


"Ibu sakit keras, dan harus ke rumah sakit biayanya nggak sedikit, kita tuh lagi rundingan gimana caranya dapetin uang. Udah coba buat jual sawah tapi belum laku juga"


"Ya udah bawa dulu aja ke rumah sakit, nanti biayanya biar aku yang tanggung aku ini kan suami kamu dan mereka juga orang tua aku kan"


Ayu langsung menggelengkan kepalanya, Ayu tidak mau merepotkan Alex " Aku tidak mau, nanti uangmu akan habis"

__ADS_1


Alex yang mendengar itu malah tertawa, akan habis bagaimana gaji dari kakaknya saja sudah besar, apalagi tabungannya masih ada lalu akan habis bagaimana.


"Uangku tidak akan habis, aku juga bekerja untukmu dan anak kita kan. Kamu masih menerima uang kiriman ku kan setiap bulan aku mengirimkannya ke atm kamu, yang aku berikan waktu itu padamu"


"Iya aku masih menyimpan ATM itu"


"Uangnya kamu pakai tidak ? "


Ayu langsung menggelengkan kepalanya, memang uangnya tidak Ayu pakai bahkan Ayu tidak tahu berapa Alex mengirimkan uangnya. Ayu hanya menyimpannya saja tidak mau menggunakannya.


Alex mengusap kepala Ayu dengan sayang "Kenapa tidak dipakai aku kan memberikan uang itu untuk kebutuhanmu, pakailah untuk apa aku bekerja"


"Aku takut nanti terlalu boros "


"Memangnya aku akan marah, sama sekali aku tidak akan pernah marah. Mulai sekarang kamu gunakan uang pemberianku, itu nafkah dariku. Bawa sekarang mama mu ke rumah sakit jangan pernah pikirkan biayanya. Aku yang akan membayar semuanya tidak usah sampai menjual sawah ya"


Ayu akhirnya menganggukan kepalanya. Ibunya harus segera dibawa tak bisa didiamkan terus dirumah. Ayu juga takut terjadi sesuatu dengan ibunya nanti.

__ADS_1


__ADS_2