Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 49 Kemana dia


__ADS_3

Sudut pandang Chelsea.


"Ada apa ini, kenapa Ibu menangis seperti ini Dimas. Ada apa, apa ini gara-gara kau lagi apa yang kau lakukan pada Kat sampai-sampai Ayah semarah itu dan membawa Kat pergi lagi dari rumah ini"


"Bukan aku yang salah, anak itu saja yang salah dan membuat Ibu dan Ayah bercerai. Kenapa kau sangat peduli dengan anak itu. Bukannya kau sangat membencinya lalu tiba-tiba kau mendekatinya dan baik padanya. Apa yang sedang kau rencanakan sebenarnya Kak, aku tahu kau tidak akan mungkin sebaik itu padanya. Kau yang selalu menghasut ku dulu untuk membenciku. Tapi sekarang kau yang malah baik padanya "


"Itu hanya masa lalu saja, diam kau Dimas, aku tahu pasti kau yang melakukan ini. Kau melakukan sesuatu kan pada Kat makannya Ayah sampai marah seperti itu"


"Sudah kalian jangan bertengkar seperti ini. Ayah akan menceraikan Ibu. Sekarang pergi ke ruangan Ayah dan cari berkas-berkas perusahaan, rumah ini dan semuanya. Cepat cari jangan sampai kalian tidak mendapatkannya kita harus mendapatkan aset itu. Ibu tidak mau jatuh miskin"


Aku dan adikku saling pandang, "Cepat kalian pergi dan cari bukanya pada melongo seperti ini. Apakah kalian ingin jatuh miskin "


Aku dan adikku segera mengikuti perintah Ibu, kami berdua kaget dengan teriakan Ibu makanya kami langsung pergi dan masuk ke ruangan Ayah.


Kami berdua mencari apa yang Ibu ingin. Kami membuka setiap laci, membuka setiap lemari semuanya dibuka, tapi tidak ada surat rumah, surat perusahaan atau yang lainnya sudah tidak ada semuanya.


Aku dan adikku keluar dari ruangan Ayah dan menemui Ibu "Bagaimana apakah ada " tanya Ibuku dengan begitu senang.


"Tidak kami tidak menemukan apa-apa. Hanya buku dan beberapa lembar surat saja, tidak ada lagi tidak ada surat-surat yang ibu inginkan "


"Apa, apakah kalian sudah mencarinya dengan teliti masa tidak ada. Itu adalah satu-satunya harta untuk kita bisa hidup"


Aku mendekati ibu dan memegang tangannya "Kenapa ibu berkata seperti itu. Aku akan bekerja aku akan memberikan Ibu uang, akan membantu ekonomi Ibu kenapa harus dengan mengambil harta orang lain. Ibu sudah tahu kan kalau itu punya Kat "


"Memangnya gajimu itu akan memenuhi semua kebutuhan ibu, akan memenuhi semuanya tidak akan pernah. Sekarang saja kau belum punya kerja Chelsea tidak punya apa-apa. Kau tidak akan bisa menanggung semua nya"


"Mungkin ini alasan kenapa Ayah melepaskan Ibu, Ibu boros dan membeli ini itu yang tidak penting. Ibu saja tidak menghargai aku yang ingin membantu. Ibu malah ingin harta orang lain. Apakah ibu tidak malu mengambil harta dari bekas istri Ayah. Itu adalah harta dari Ibunya Katherine. Apakah ibu tidak malu nanti memakai uang dari Ibunya Katherine. Ibu kan sudah merebut Ayah dari ibunya Kat "

__ADS_1


Plak Ibu malah menamparku "Memang ini kan kenyataannya, Ibu memang merebut Ayah dari ibunya Kat. Aku memang tidak salah bicara kan memang itu kenyataannya"


"Diam kau, kau bukannya membelaku malah seperti ini. Dasar kau anak tak tahu diri lebih baik kau pergi saja dari sini. Rasanya kau hanya akan menjadi beban ku saja"


"Baik aku akan pergi, memang aku tidak mau lagi tinggal bersama Ibu. Suatu saat jika Ibu butuh padaku aku tidak akan menggubrisnya. Aku akan menganggap Ibu orang lain. Aku akan pergi dari rumah ini selamat kalian akan hidup berdua dan bersenang-senanglah kalian berdua "


Aku segera pergi dan masuk kedalam kamarku, aku masukkan semua pakaianku, kata-kata Ibu sudah sangat menyakitiku. Aku begitu kecewa dengan Ibu.


Aku menarik koperku saat aku akan keluar dari rumah Dimas menghalangi pintu "Apakah kau yakin ingin pergi dari rumah. Ibu sedang marah kenapa kau tidak memaklumi semuanya. Bisakah kau diam di rumah nanti juga Ibu akan baik-baik saja dia juga akan minta maaf"


"Kau tidak mengerti bagaimana ada dalam posisiku. Sudahlah dia juga sudah mengusirku untuk apa aku diam di sini. Aku bisa bekerja dan menafkahi diriku sendiri jadi awas jangan halangi pintuku aku mau pergi"


Dimas langsung menyingkir dan aku segera pergi. Bahkan aku tidak membawa mobil aku naik taksi. Aku tidak mau membawa mobil yang ada nanti akan diambil oleh Ibu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat kucoba untuk membuka pintu rumah Kat terbuka, rumahnya tak dikunci. Lalu yang punya rumah kemana. Aku masuk dan memanggil adikku Kat.


"Kat kau dimana, kenapa sepi kau dimana Kat " masih tak ada jawaban.


Aku makin masuk kedalam rumah tapi tak ada siapa-siapa, aku mencoba untuk menelfonya tapi tak diangkat.


"Kemana dia, kenapa dia tak ada. Kat kau dimana "


Aku keluar lagi dari rumah dan mencari ke halaman rumah. Aku bertemu dengan tetangga Kat.


"Neng cari siapa "

__ADS_1


"Adik saya Bu, ini yang baru pindah di sini. Ibu lihat ga tadi dia keluar atau ke mana gitu. Soalnya dia ga ada di rumah"


"Tadi sih liat dia lari-lari. Adik neng itu yang mukanya kayak bule ya "


"Iya Bu itu "


"Iya tadi saya lihat dia lari-lari. Tapi ga tahu mau ke mana Neng. Mungkin beli makanan neng "


"Oh gitu ya makasih ya Bu "


"Iya sama-sama neng "


Aku masuk kedalam rumah lagi, aku mengecek rumah ini takut-takut ada orang jahat. Aku menutup pintu dan menunggu Kat.


Semoga saja dia tak kenapa-napa. Semoga saja apa yang dikatakan oleh ibu-ibu itu benar kalau Kat sedang membeli makan.


Ponselku berdering, Dimas yang menelfon mau apa coba. Aku tak mengangkatnya tapi dia menelfon lagi. Dengan malas aku mengangkatnya.


"Ada apa lagi sih "


"Dimana sih Kak. Ini ibu nanyain udah deh Kak pulang jangan keras kepala. Sudah tahu ibu sifatnya kayak gitu ini malah diikuti "


"Bukannya dia udah usir Kakak ya. Ya udah jangan suruh kakak untuk pulang lagi atau nanya-nanya Kakak di mana ngapain coba "


"Keras kepala banget ya, sudahlah jangan kayak gitu pulang Kak "


"Ga mau, sudah ah nganggu deh. Sudah sana urus Ibu saja tak usah memikirkan aku dan meneleponku kembali."

__ADS_1


Aku segera mematikan sambungan dari Dimas, malas aku bicara sama dia. Aku kembali mencoba menghubungi Kat. Aku tak bisa diam saja.


__ADS_2