
"Apa yang kamu lakukan Tamara, apa kamu ingin membunuhku. Apa alasannya memangnya aku membuat salah denganmu aku tidak pernah membuat salah padamu. Kamu gila ya. Lepaskan awas jangan seperti ini Tamara sadar kamu harus sadar "teriak bibi Merry
Bibi Merry yang memang kuat dan dia juga bisa bela diri mendorong Tamara sampai terjatuh, tapi untung saja tidak sampai tersungkur ke bawah lantai. Bibi Merry langsung mengambil pisau itu dan mengacungkannya ke arah Tamara.
Dia harus waspada pada Tamara, jangan sampai kecolongan lagi seperti ini. Tamara memang benar-benar ya ingin menghabisinya. Awas saja Tamara ini.
"Ada apa kenapa kamu ingin membunuhku, sampai-sampai membawa pisau seperti ini. Memangnya aku pernah membuat masalah denganmu hah "
Bibi Merry sudah sangat marah sekali dengan apa yang dilakukan oleh Tamara. Padahal dia tadi sedang mempertimbangkan apakah harus tetap mengikuti permainan Lucas atau malah mengurus Tamara, tapi setelah melihat kelakuan Tamara seperti ini dirinya jadi mundur untuk mengurus Tamara.
Biarkan saja dia, malahan dirinya akan bersyukur kalau Lucas memang benar-benar ingin menghabisi perempuan ini dan tak berubah fikiran. Dirinya kesal dengan sikap Tamara yang seperti ini mau diberi kasih sayang malah ingin menghabisinya.
"Untuk apa kamu memberiku obat tidur dan mengendap-endap masuk kamar ujung, mau apa hah. Seharusnya disini aku yang marah bukan kamu, kamu ini hanya pembantu disini bukan siapa-siapa aku "Tamara langsung to the point saja, tidak banyak bicara lagi dia ingin tahu alasannya dan dia tidak suka apa yang sudah dia lakukan di usik oleh seseorang.
"Salah aku curiga dengan apa yang kamu lakukan. Dia itu ibu kamu tapi kamu mengurungnya seperti itu. Dia itu bukan seorang tawanan dia adalah ibumu Tamara. Dia itu manusia dan ingin hidup. Memangnya seorang anak harus seperti ini pada ibunya, meskipun dia banyak salah padamu tapi setidaknya lepaskan biarkan dia hidup di luar sana jangan kamu anggap saja ibumu itu gampang kan, tak usah membalas apa yang pernah dia lakukan. Nanti kamu malah menyesal di kemudian hari Tamara "
"Tak segampang itu bibi Merry. Kamu tahu kan apa yang dilakukan perempuan itu padaku. Bukannya kamu adalah orang yang selalu melihatku disiksa olehnya. dan kamu yang selalu mengobati aku. Apakah kamu tidak punya dendam padanya untuk membunuhnya atau mencelakainya. Bukannya kamu sudah menganggapku sebagai anakmu, lalu mana yang akan kamu lakukan untuk membalas semua kemarahanku pada orang itu, kenapa kamu malah membelanya bibi Merry kenapa kamu tak membelaku"
Bibi Merry memelototi Tamara "Kamu bertanya padaku tentang aku yang menganggapmu anak, lalu kamu sendiri bagaimana menganggap aku sebagai ibu tapi ingin membunuhku, ada anak yang ingin membunuh ibunya sendiri. Tamara tidak semuanya bisa dibalas dengan kekejaman lagi, kamu bisa membalas ibumu dengan hal yang lain. Jika kamu memang menganggap ku sebagai ibu mungkin kamu tidak akan menodongkan pisau ini dan akan membunuh ku, kamu itu hanya baik padaku saat ada maunya saja "
Tamara diam, dia mengalihkan pandangannya ke tempat lain "Aku marah padamu, kamu bukan membelaku tapi kamu malah membela perempuan itu dan mendatanginya. Sudah aku bilang kan aku tidak suka sesuatu yang sedang aku lakukan diusik oleh seseorang. Meskipun itu dirimu, aku ampuni sekarang agar kamu masih bisa bekerja di sini dan mendidik anakku dengan baik. Aku memang masih membutuhkan mu "
Bibi Merry juga diam, dia masih memikirkan apa harus keluar atau diam di sini untuk membantu Lucas, tapi dia sudah berjanji pada Lucas untuk membantu semuanya, "Kalau kamu memang menganggapku ibu, kamu tidak akan melakukan ini. Jika sekali lagi kamu melukai aku maka aku akan berbicara pada semua orang kalau kamu itu sudah mengurung ibumu sendiri. Bahkan aku bisa melakukan lebih Tamara. Mungkin kamu menganggapku remeh tapi kamu tidak bisa mengelabui ku ataupun membunuhku dengan cepat, aku bukanlah orang yang lemah yang bisa kamu tindas dan kamu kurung seperti ibumu. Aku akan melawan dan aku tidak peduli apa yang akan terjadi padamu nantinya "
"Tidurlah lagi aku akan keluar dari kamar ini, aku akan pergi kamu tenang saja aku tak akan melakukan apa-apa "
"Kamu saja yang keluar dulu dari kamar ini, aku akan tetap bekerja di sini, jika kamu bersikap baik padaku. Jika tidak maka aku akan keluar dan tidak akan ada di sini lagi, aku tidak akan mengurus anakmu dan mendidik anakmu"
Tamara menatap Bibi Merry sebenarnya ingin mengusir bibi Merry dari sini tapi dirinya tidak percaya dengan orang lain yang nanti akan mengurus anaknya.
Takut-takut anaknya malah akan disakiti seperti dirinya dulu,bahkan saat dulu dirinya disakiti bukan oleh ibunya saja tapi oleh pengasuh-pengasuhnya yang lama sebelum bibi Merry masuk. Mereka memang sama seperti mamahnya gila.
Bibi Merry sudah keterlaluan padanya, dia seperti bos di sini dan dirinya seperti bawahannya. Bibi Merry berani membentaknya dan menyuruh-nyuruhnya untuk tidak membunuhnya. Awas saja akan ada saatnya dirinya bergerak dengan leluasa.
"Makanya jangan terlalu ikut campur dalam urusanku. Sudah aku bilang kan jangan terlalu ikut campur dalam urusanku, aku hanya ingin kamu diam dan ikuti apa kata-kataku apa susahnya aku pun menggajimu kan memberimu uang. Jadi ikuti kata-kataku ini jangan banyak membantah dan ingin tahu dengan urusanku ini " Tamara lagi-lagi memperingati bibi Merry karena memang dirinya dari awal belum puas kan.
"Iya aku tidak akan ikut urusanmu lagi, silakan mau kamu apakan Ibumu itu tapi ingat karma itu tidak akan pernah hilang. Bisa saja nanti anakmu akan memperlakukanmu seperti dia, mungkin saja nanti anakmu akan mengurungmu seperti kamu mengurung ibumu sendiri. Semuanya akan ada balasannya Tamara, Tuhan tidak tidur dia tahu semuanya "
Tamara tidak menjawabnya, dia malah pergi dari kamar tak lupa dia juga membuka kunci pintunya, kalau tidak dibuka ya tidak akan pernah bisa keluar lah sampai kapanpun akan terus terjebak di sini dengan Bibi Merry yang cerewet.
Setelah yakin Tamara keluar Bibi Merry menyimpan pisau itu, dia bernafas lega untung saja dia tadi belum terlelap saat mendengar suara pintu yang terbuka, bibi Merry langsung siaga takut-takut itu adalah orang jahat dan benar kan Tamara yang masuk dia itu termasuk orang jahat jadi harus diwaspadai.
Bibi Merry cukup lama melamun, dia menatap pintu kamarnya. Dengan langkah yang cepat bibi Merry segera mengunci pintunya dia memberikan sebuah pesan pada Lucas. Pesan ini pasti akan membuat Lucas senang dan dia tidak akan melakukan hal gegabah untuk datang kemari dan menghabisi Tamara.
...----------------...
Kat menggeliat, dia melihat di perutnya ada tangan yang memeluknya dengan erat. Lalu Kat menatap suaminya yang masih terlelap, begitu tampan suaminya ini tapi tiba-tiba mata suaminya langsung terbuka membuat Kat kaget. Pasti selalu seperti ini, suaminya ini memang ya bisa saja mengagetkannya.
"Kamu ini kenapa sih membuatku kaget dengan tiba-tiba membuka matamu seperti itu. Aku kan sedang menatapmu " kesal Kat
Lucas hanya tersenyum dan langsung mencium seluruh wajah istrinya "Sudah sudah itu sangat geli aku geli Lucas, hentikan tolong hentikan Lucas "
Lucas kembali menatap wajah istrinya. Entah kenapa dirinya begitu terpikat pada perempuan yang ada di hadapannya ini, rasanya tak akan mungkin dirinya berpaling dari sosok seperti Kat.
"Lucas ada yang ingin aku tanyakan padamu. Ini adalah sesuatu yang selalu berputar di kepalaku "
__ADS_1
"Apa itu "Lucas semakin mendekatkan tubuhnya, ke tubuh istrinya, tapi Kat mendorong dada suaminya agar dia bisa berbicara dengan suaminya.Kalau seperti ini tidak akan bisa bicara kan.
"Kadang aku suka bertanya-tanya Lucas. Kamu kan bekerja bertemu dengan perempuan ini itu, banyak teman kamu atau teman bisnis kamu yang perempuan lalu saat bertemu dengan mereka bagaimana. Di luaran sana kan banyak perempuan yang cantik bahkan lebih cantik dari aku, lalu kamu akan melihat mereka seperti apa. Apakah kamu tertarik pada mereka"tanya Kat dengan serius.
Lucas berdecak, ini nih salah satu yang selalu dirinya hindari pertanyaan istrinya yang seperti ini yang pasti kalau dirinya menjawab akan menyakiti hatinya. Tapi kalau tidak dijawab malah makin buat dia curiga kan jadi serba salah.
Kenapa perempuan selalu bertanya hal yang akan menjerumuskan mereka kedalam pertengkaran. Padahal kan tak usah bertanya seperti itu.
"Mungkin iya seperti yang kamu katakan di luar sana banyak perempuan yang cantik, bahkan lebih cantik dari kamu. Aku sering bertemu dengan teman kerja aku yang cantik, berpenampilan menggoda banyak mungkin. Aku hanya melihatnya sekilas tapi aku tidak tertarik padanya. Aku hanya bisa melihat tanpa ada niat untuk menghianati kamu atau pun tertarik sedikitpun pada mereka. Mungkin aku akan menoleh saja tapi tak ada niat apa-apa sayang "
Lucas membelai dahulu pipi istrinya, lalu kembali melanjutkan kata-katanya "Aku selalu berpikir dan mengingat dirimu saat aku bertemu dengan perempuan cantik, aku selalu mengingat kalau aku pun mempunyai istri yang cantik dan berbeda dengan mereka aku tidak pernah berpikir untuk menghianatimu, untuk apa. Aku tidak akan pernah mungkin menorehkan luka di hati kamu untuk apa aku mengejarmu dulu kalau pada akhirnya aku selingkuh dan berkhianat padamu. Itu akan sia-sia saja kan. Mengkhianati pasangan sendiri itu hanya kesenangan sesaat saja "
Kat sedikit lega dengan ucapan suaminya, memang selalu ada pertanyaan yang terbesit dalam hatinya. Kalau bertemu dengan perempuan suaminya akan seperti apa. Apakah akan tergiur atau akan tergoda dengan perempuan-perempuan yang ingin mendekati suaminya.
Dirinya tidak bisa mengelak kalau suaminya ini tampan, lalu dia pengusaha pasti banyak diincar oleh kaum-kaum perempuan. Pasti mereka akan mau menjadi pasangan Lucas, atau pun mungkin jadi selingkuhan Lucas.
"Lalu apakah kamu akan bosan denganku, maksudku kita akan hidup sampai nanti tua. Pasti akan ada rasa bosan dan jenuh aku takut saat kamu bosan padaku kamu malah berpaling dengan perempuan lain dan mencari yang bisa membuatmu bahagia" Kat kembali memberikan pertanyaan baru pada suaminya. Banyak sekali pertanyaan dikepalanya ini.
"Malah yang aku lebih takut kan adalah kamu yang jenuh dan bosan denganku. Kamu kan selalu ada di rumah mengerjakan itu-itu saja, mengurus anak-anak dan mungkin berlibur pun saat aku sedang libur aku takut kamu bosan menjalani hidup yang seperti itu itu saja. Aku takut kamu tiba-tiba menyerah dan meninggalkan aku banyak sekali ketakutan yang aku rasakan Kat"
"Saat kamu merasa jenuh dan bosan nanti padaku kamu bilang ya, biar aku memperbaiki semuanya. Biar aku mencari cara bagaimana agar kamu tidak bosan dan terus bertahan bersamaku. Berumah tangga itu bukan hanya sekedar hal **** saja banyak yang dipikirkan. Bahkan aku juga harus memikirkan bagaimana nanti mengurus Daniel dengan baik membuatnya menjadi anak yang sukses dan aku perlu kamu aku perlu kamu ada di samping aku. Aku nggak bisa kalau harus mengurus Daniel sendirian tanpa kamu"
Lucas mengatakan semua ketakutannya. Karena memang dirinya sangat takut kehilang istrinya ini. Takut istrinya malah jenuh dan ingin mengakhiri pernikahan ini. Dirinya sampai kapan pun tak akan pernah siap dan tak akan pernah melepaskan istrinya apapun yang terjadi.
Kat memeluk leher suaminya,"Kamu juga sama jika kamu mulai jenuh dengan aku, kamu juga harus bilang jangan memendam semuanya sendirian. Karena aku nggak tahu kapan kamu jenuh dan bosan sama aku"
Kat senang ciga sudah berbicara hal seperti ini, mereka bisa saling jujur dan tak ada yang dipendam lagi. Semuanya dibicarakan dengan baik-baik agar dikemudian hari tak binggung kan.
Pasti dalam pernikahan akan ada rasa bosannya dan jenuhnya. Itu pasti akan terjadi kapan saja. Berumah tangga itu ada senangnya dan ada juga susahnya.
"Meskipun mereka menggodaku dengan habis-habisan. Aku tidak akan pernah mau. Di hatiku hanya ada kamu. Aku akan selalu mengingat kamu di manapun kamu berada. Aku tidak akan menjadi laki-laki yang bodoh untuk meninggalkan istriku demi perempuan yang baru saja masuk dalam hidupku. Aku tidak sebodoh itu Kat aku juga tidak mau melukai hati anakku nantinya jika aku menyakitimu maka anak kita juga sama akan tersakiti"
"Aku ingin Daniel juga nanti hanya setia pada satu perempuan. Aku ingin memberikan contoh yang nyata pada anak kita. Agar dia bisa menghadapi hidup ini. Aku ingin Daniel menjadi anak baik tidak seperti ku. Aku ini bukanlah orang baik tapi aku ingin anakku menjadi orang baik tidak seperti ku "
Kat tersenyum dan mencium bibir suaminya "Aku makin sayang padamu, aku akan terus berjuang bersama kamu. Apapun rintangannya kita jalani sama-sama ya agar semuanya terasa ringan "
"Aku dari dulu sudah sayang padamu, bahkan aku tidak bisa jauh-jauh darimu. Jadi jangan pernah meragukan aku lagi Kat, mungkin di luaran sana banyak perempuan yang bekerjasama dengan perusahaanku. Tapi satu hal yang perlu kamu ingat mereka tidak akan menarik perhatianku. Meskipun mereka secantik bidadari, aku tak akan berpaling karena paras mereka "
"Tunggu-tunggu sayang memangnya ada ya perempuan secantik bidadari, tapi di hadapanku sekarang adalah bidadari"Lucas menoleh dagu istrinya.
Kat memukul tangan suaminya "Aku tidak secantik itu. Aku tidak sesempurna itu aku masih banyak kekurangan, aku bukanlah perempuan yang cantik dan sempurna. Aku hanya perempuan bisa yang terlahir dari rahim ibuku. Aku tidak sesempurna itu dan aku juga tidak sebaik itu "
"Tidak ada manusia yang sempurna. Semuanya sama di mata Tuhan, tapi menurutku kamu sudah sempurna, di mataku kamu selalu sempurna "
"Mungkin kamu menganggap aku sempurna karena kamu menerima kekurangan dan kelebihan ku Lucas. Kamu menerimanya dengan sukarela tanpa menghitung tentang kekurangan dan kelebihanku ini. Makannya dimatamu aku seperti itu "
Lucas menindih tubuh sang istri, menatapnya wajahnya yang cantik meski baru bangun tidur. Lucas mengecup bibir istrinya beberapa kali, lalu berpindah mengecup kening istrinya.
Sudah lama mereka tak seperti ini, pasti dirinya sibuk dengan pekerjaannya. Sungguh dirinya menyesal karena telah melupakan momen-momen seperti ini. Bagaimana kalau istrinya ini marah dan pergi meninggalkannya.
"Aku masih ingin sayang, aku makin ketagihan saja dengan tubuhmu sayang "
"Aku juga "jujur Kat. Sekarang Kat sudah tidak malu-malu lagi, dia akan mengutarakan kalau dia sedang mau dan mengajak suaminya langsung berhubungan, tidak masalah kan kalau perempuan mengajak laki-laki terlebih dahulu toh dia juga suaminya sendiri.
Bukan orang lain, jadi mereka bebas melakukan apa saja. Mereka berdua sudah sah, jadi tak akan ada yang melarang juga. Kat selalu ingin dimanja dengan suaminya, Kat suka dengan setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya. Lembut dan memabukkan sekali.
__ADS_1
Baru saja mereka akan memulai, tapi pintu kamar mereka sudah diketuk "Nyonya tuan maaf mengganggu, Tuan Daniel menangis terus sepertinya dia ingin minum Asi nyonya, maaf karena aku telah mengganggumu. Aku sudah membawanya jalan-jalan tapi dia terus menangis dan ingin pulang"
Lucas menghembuskan nafasnya dan bangkit dari tubuh istrinya yang tadi dia tindih. Dengan perlahan Lukas membuka pintu dan membawa anaknya masuk ke dalam kamar. Sedangkan pengasuhnya sendiri ya tidak masuk masa harus ikut masuk juga.
Saat melihat ibunya Daniel kembali menangis dan mengangkat tangannya ingin dipangku oleh ibunya, dengan cekatan Kat mengambil anaknya dan menyusuinya benar saja anaknya ini sedang ingin menyusu kasihan sekali.
"Sayang pelan-pelan, nanti mamamu kesakitan nanti ayah marah loh. Kamu emang mau melihat ayahmu ini marah pelan-pelan saja sayang tak akan habis kok. Ayah tadi sudah menyisakannya untuk kamu "
Tapi Daniel tidak mendengarkan kata-kata ayahnya, dia masih asik menyusu sambil menatap wajah mamanya. Lucas hanya bisa menatap pemandangan ini yang jarang dirinya lihat.
karena memang dirinya jarang sekali ada di rumah. Maksudnya kerja suka pulang malam karena banyak hal yang harus dirinya kerjakan, apalagi sekarang sedang pembukaan cabang baru jadi harus banyak yang dirinya urus.
Sedangkan dirinya selalu ingin mengerjakan sendiri, karena kurang percaya dengan orang lain kalau memberikan semuanya pekerjaan pada Nabil kasiha. Dia akan kerepotan.
Jadi Lucas harus turun tangan sendiri dan mengerjakan semuanya, meskipun harus selalu pulang malam tapi istrinya syukurlah selalu mengerti karena dirinya juga selalu memberikan kabar dan tidak pernah menghilang kalau istrinya menelpon pasti langsung diangkat, jika memberikan chat juga langsung dibalas sebaliknya dirinya juga seperti itu.
"Daniel anak ayah apakah kamu ingin adik "
"Lucas " Kat menegur suaminya.
"Kenapa sayang, aku hanya bertanya saja. Kalau Daniel mau adik kita bisa membuatnya. Kita harus punya banyak anak sayang. Agar rumah ramai dan Daniel punya teman kasian dia "
"Aku mau Daniel besar dulu Lucas, aku mau dia terpenuhi dulu. Aku tidak mau berbagi dulu kasian Daniel, kalau kita punya anak lagi yang ada Daniel akan merasa dia kurang diberi kasih sayang "
"Tak akan datang, Daniel kan anak baik. Dia tak aka. berfikir seperti itu. Aku akan adil pada mereka "
Kat menatap suaminya dengan lekat "Beri waktu aku untuk memulihkan semuanya Lucas. Aku masih belum siap untuk melahirkan lagi rasanya sakit sekali "
Lucas menganggukan kepalanya "Iya aku mengerti sayang aku tak akan memaksakan kemauanku "
"Terimakasih, nanti setelah semuanya pulih aku akan bicara sama kamu. Aku juga ingin memberikan yang terbaik buat kamu. Aku tidak mungkin menolak kemauan kamu. Tapi kamu beri waktu saja padaku untuk pulih dulu "
"Iya sayang " Lucas mengusap rambut istrinya.
Kembali Lucas menatap Daniel anak tampannya, dia masih kuat menyusu dan tangannya tak diam menggapai-gapai wajah mamahnya.
"Kenapa tangan mu ini Daniel, kamu ini kenapa mengemaskan sekali "
Lucas mengambil tangan anaknya dan mencium tangan dengan gemas, bahkan Lucas menggigitnya saking gemasnya dengan tangan anaknya yang berdaging ini.
Daniel sampai menangis, Kat menatap suaminya dengan kesal "Lucas kenapa kamu jahil sekali lihat dia menangis "
"Hehehe maaf sayang, sini biar aku saja yang mendiamkan jagoanku ini "
Lucas mengambil alih Daniel dan menciumi pipinya dan juga perutnya. Daniel yang sedang menangis berhenti dan digantikan dengan tawanya. Kat juga ikut tertawa dengan apa yang suaminya lakukan.
Kat selalu berdoa agar keluar kecil mereka selalu bahagia seperti ini, tak ada penghalang atau pun penghancur. Kat juga selalu berdoa agar tak ada orang ketiga dalam hubungan mereka.
Karena orang ketiga lah yang kadang paling mudah untuk menghancurkan rumah tangga yang sudah kokoh. Mereka para perempuan penggoda akan melakukan berbagai hal untuk mengambil suaminya dari istri sahnya. Meski kadang kita tak bisa menyalahkan satu sisi saja.
Pasti pada akhirnya kadang suka istri sah yang disalahkan, dibilang tak bisa mengurus suami lah, tak bisa menjaga suami lah banyak lagi. Makannya Kat suka khawatir dengan suaminya, takut dia tergoda dan malah masuk kedalam godaan itu.
Memang yang haram selalu mengiurkan dari pada yang sudah sah. Itulah pemikiran Kat, tapi tak semuanya seperti itu juga.
Kadang firasat seorang istri tak pernah salah, istri selalu bisa merasakan perubahan sekecil apapun dari suaminya.
__ADS_1