Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 229 Putus aja


__ADS_3

Vio yang melihat kalau Daniel sudah ada di depan gerbang rumahnya langsung kesal, kenapa juga harus ada di sini. Di rumahnya lagi mau buat masalah apa lagi sih dia, udah nuduh-nuduh Vio yang engga-engga sekarang udah ada di depan rumahnya aja.


Nyebelin banget kan. Padahal Vio sedang tidak mau bertengkar Vio sedang lelah dan ingin istirahat. Apalagi kalau sampai pertengkaran ini terdengar oleh orang tuanya pasti akan fatal sekali.


Vio turun dari mobil. Karena kalaupun Vio menerobos masuk Daniel ada di depan gerbang bisa-bisa dia mati dan Vio nanti langsung dipenjara makin panjang saja kan ini masalahnya.


"Ada apa lagi si Daniel. Udah deh jangan buat masalah, kalau kamu ga percaya ya udah sana pergi aja ke hotel. Kalau kamu kayak gini terus lebih baik kita putus aja deh ga usah ada hubungan apa-apa. Aku tuh nggak mau ya kayak gini baru aja pacaran udah kayak gini. Gimana kalau udah nikah nanti, mungkin akan lebih parah lagi " marah Vio saking sudah kesalnya dengan tingkah Daniel, mereka ini baru pacaran loh kalau misalnya pacaran sudah 1 tahun atau 2 tahun ya wajar mereka berantem-berantem, ini baru aja beberapa hari. Tapi udah banyak masalah.


Daniel langsung menarik tangan Vio dengan kasar "Sakit Daniel kamu ini apa-apaan sih, kamu ini malah jadi kasar sama aku. Lepasin Daniel ah "


"Jangan harap kamu akan lepas dariku Vio, sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan kamu. Kamu akan terus ada disamping kamu. Kalau perlu aku akan menikahi kamu sekarang juga. Kamu sudah terikat denganku dan tak akan pernah bisa lepas dariku "


Vio menarik tangannya.Pergelangan tangannya sampai merah karena digenggam eratnya seperti ini"Aku ga suka ya dikasari, sejak dulu aku ga suka. Sekarang aku udah lihat kamu gimana Daniel, lebih baik kita selesain aja sekarang nggak usah ada pacar pacaran, ga usah ada nikah-nikahan juga. Lebih baik kita cukup jadi temen aja. Jangan sampai menikah "


Vio yang sudah kesal sekali meninggalkan mobilnya begitu saja. Vio langsung masuk ke dalam rumah dan memberikan kunci mobilnya ke arah Pak satpam sudah kesal sekali dengan tingkah Daniel yang seperti ini.


Daniel itu cemburu buta, tidak ada bukti kalau Vio pergi ke hotel dengan laki-laki lain, tidak ada kan Vio hanya menemui saudaranya saja, apa salah tidak memberi kabar saja, mereka ini kan belum suami istri baru saja pacaran.


Bahkan Daniel juga kalau pergi kadang tidak bicara dulu pada Vio, Vio tidak pernah marah kan tapi Daniel baru saja seperti itu sudah marah-marah. Hanya karena hal sepele bagaimana nanti kalau masalah besar mungkin dia akan mengamuk.


Daniel yang melihat Vio masuk ke dalam rumah mengacak-ngacak rambutnya, seharusnya Daniel tidak kasar seperti tadi. Seharusnya Daniel lebih mengontrol lagi emosinya. Seharusnya Daniel tidak menuduh Vio begitu saja, jadi begini kan. Daniel yang ingin Vio tenang dulu akhirnya pulang, tidak mau kalau hubungan ini berakhir.

__ADS_1


Daniel sudah susah-sudah menyingkirkan banyak laki-laki yang mendekati Vio, masa sudah berhasil sudah mendapatkan Vio. Daniel malah pergi begitu saja tidak mungkin kan, sia-sia saja perjuangannya ini.


Sedangkan Vio sebenarnya dia tidak langsung masuk ke dalam kamar, dia masih diam di luar rumah ingin tahu apakah Daniel akan menyusulnya atau tidak, tapi ternyata Daniel tidak menyusulnya.


Malah Vio melihat ada lampu mobil menyala dan tiba-tiba saja menghilang pergi begitu saja. Daniel sudah pergi Daniel memang menyebalkan bukannya dibujuk malah pergi begitu saja. Padahal kan disini Daniel yang salah bukan Vio.


"Sudah aku kira kan, dia tidak akan kemari datang untuk membujukku yang ada malah akan pergi begitu saja. Menyebalkan sekali awas saja aku tak akan pernah memaafkan ya "


...----------------...


Kat melihat anaknya Daniel baru pulang, Kat memang sengaja menunggu anaknya untuk pulang karena Daniel pulang malam terus, makanya Kat sangat khawatir sekali dan ingin menanyakan ada pekerjaan apa sampai-sampai Daniel harus pulang malam seperti ini.


Sudah satu Minggu Daniel seperti ini, Kat takut Daniel ada masalah dan Daniel tak mau memberitahu dirinya atau Lucas.


Tanpa disuruh dua kali Daniel langsung mendekati mamanya dan membaringkan kepalanya di paha mamanya "Kenapa kamu pulang larut malam terus Daniel. Ada masalah apa kalau misalnya ada masalah kantor yang tidak bisa kamu selesaikan kenapa tidak bilang sama Ayah, pasti ayah bisa bantu kamu. Atau ada masalah diluar kamu cerita jangan diam saja sayang. Mama pasti akan bantu kamu kok "sambil mengelus kening anaknya dengan sayang.


"Semuanya baik-baik saja Mah, Daniel bisa mengontrol pekerjaan kantor tidak ada yang bermasalah. Hanya Daniel saja yang bermasalah di sini, Daniel tadi menuduh Vio yang tidak tidak dan bahkan Vio marah sama Daniel, gara-gara Daniel tadi kasar sama dia. Daniel benar-benar salah Ma "


"Kata Mama juga apa, kalau sama perempuan itu ga boleh kasar-kasar. Kamu juga jangan pernah menuduh perempuan asal-asalan harus ada bukti. Kalau ga ada bukti kamu ga bisa nuduh kayak gitu aja. Terus Vio nya sekarang gimana. Masih marah sama kamu atau kamu udah bujuk dia. Kasian loh Vio itu anak yang baik jangan sampai malah kamu sakiti Daniel "


"Boro-boro yang ada dia putusin Daniel, makanya Daniel bingung banget harus kayak gimana. Daniel lagi kasih waktu dulu sama Vio biar dia berpikir dulu. Daniel tadinya mau masuk kerumahnya tapi kalau dipikir-pikir malah jadi pertengkaran nantinya, gak enak juga kan sama orang tuanya jadi Daniel pulang aja deh. Nanti aja kan bisa dibicarakan lagi Ma"

__ADS_1


"Ya udah besok kamu minta maaf sama Vio, pelan-pelan jangan kasar mana ada si perempuan yang mau dikasarin enggak ada kan. Kamu jangan sampai seperti Alex yang menyakiti Ayu seperti itu. Perempuan itu harusnya disayang bukan untuk disakiti. Ingat jangan pernah pukul perempuan Daniel. Sekali mereka disakiti itu akan terus membekas"Kat jadi ingat dulu saat bersama Lucas.


"Iya Mah Daniel salah, seharusnya Daniel ga kayak gitu, seharusnya Daniel lebih memahami situasi juga, jangan terlalu cemburu dan posesif pada Vio. Jelas-jelas Vio tak mungkin mengkhianati Daniel. Daniel benar-benar salah, karena cemburu Daniel malah seperti ini Ma "


"Iya mana mungkin Vio seperti itu, kalian kan sudah kenal lama apalagi Vio itu anak baik mana mungkin dia mengkhianati kamu. Mama lihat sih dari dulu Vio tidak pernah dekat sama laki-laki kecuali sama kamu aja kan "


"Iya Ma "


"Ya udah sekarang kamu istirahat ya. Kamu udah makan belum"


"Belum Ma "


"Ya udah yuk makan dulu sekarang, kamu ga boleh dong telat makan sayang "


Daniel segera bangun dan mengikuti Mamanya yang berjalan ke dapur. Kat menyiapkan makanannya untung saja Kat baru saja menghangatkannya.


...----------------...


Vio yang ada di kamar sedang mengecek ponselnya, tapi tidak ada pesan dari Daniel satupun bahkan tidak ada telepon dari Daniel juga. Apakah dia tidak ada niatan untuk minta maaf, apakah Daniel setuju saja kalau misalnya mereka berdua itu putus. Kenapa segampang ini Daniel ini ya. Waktu itu dia yang memaksa Vio kan tapi sekarang dengan mudah langsung begini.


"Kok aku kesel ya, aku sendiri yang bilang putus sama Daniel tapi sekarang aku yang berharap Daniel hubungin aku, aku ini gimana sih malah jadi plin-plan, jelas-jelas Daniel itu ga baik, gimana kalau nanti udah nikah mungkin akan lebih parah lagi dari yang tadi "

__ADS_1


"Apa aku perlu telepon Daniel, tapi enggak ah ngapain aku telepon dia yang ada dia makin keras kepala nantinya. Seolah-olah di sini aku yang merasa bersalah. Padahal jelas-jelas aku ga salah aku cuman temuan Valeria kan, saudaraku sendiri. Pokoknya aku akan pertahanan ini, kalau dia besok minta maaf aku nggak akan kasih. Mending aku cari laki-laki lain aja daripada sama Daniel malah akan terus dituduh"


Vio menyimpan ponselnya di atas nakas, lebih baik tidur saja kan daripada harus memikirkan Daniel terus, karena tidak akan pernah ada ujungnya sampai kapanpun.


__ADS_2