
Kat tidak bisa menahan tangisnya, dia akhirnya menangis dihadapan polisi. Polisi langsung keluar dan Kat masih saja menangis, syok mendengar kalau temannya meninggal, teman yang akan menyelamatkannya malah meninggal.
Ada suster yang masuk, Kat langsung meminjam ponsel suster itu untuk menghubungi Lucas. Ponselnya entah dimana sudah dirinya tanyakan tapi suster tidak menemukannya.
Pada deringan pertama langsung diangkat "Siapa "
"Lucas "
"Kat. Bagaimana kalian berdua sudah menikah. Kenapa kalian berdua tidak mengundangku"
"Aku sedang di rumah sakit, kami berdua kecelakaan bisa kamu datang kemari ada polisi di sini mereka mengatakan kalau aku mengonsumsi obat-obatan tolong kemari "
"Baiklah aku akan kesana. Sebenarnya aku enggan untuk menolongmu karena kamu juga sudah memilih pendamping hidup kan. Tapi karena kamu anak mamah Jo aku akan datang kesana dan melihat keadaan kamu "
Sambungan langsung dimatikan, Kat langsung memberikan ponsel itu pada suster itu. Kat kembali menangis lagi. Rasanya masih tak percaya Doni meninggalkannya.
----------------
Lucas yang baru datang langsung tersenyum pada polisi itu. Lucas masuk dan Kat masih saja menangis. Lucas duduk dan menatap Kat.
"Kenapa kamu bisa kecelakaan "
"Ga tahu aku juga ga tahu kenapa bisa terjadi, pokoknya ada yang nabrak aku "
"Hemm " hanya itu tanggapan Lucas.
Kat langsung memegang tangan Lucas "Kamu bisa tolong aku kan, kamu tahu tentang aku segalanya polisi bilang tadi di mobil Doni ada obat-obatan terlarang dan juga minuman alkohol. Yang jelas-jelas aku tidak meminum itu. Aku tidak mengkonsumsinya sama sekali tolong aku Lucas hanya kamu yang mengenal aku begitu dalam "
"Benarkah, aku tidak tahu setelah kamu keluar dari perusahaan, aku angkat tangan tentang masalah itu. Kamu sendiri kan yang mau ikut dengan laki-laki itu, bukannya dia tunanganmu. Seharusnya kamu lebih tahu tentang dia, apa yang dia bawa, apa yang dia konsumi seharusnya kamu tahu "
"Tapi aku tidak melakukan apa-apa, aku keluar dari kantormu hanya satu jam lalu apa yang aku bisa lakukan. Kami berdua hanya mengobrol saja tidak lebih. Kami tidak membeli minuman atau membeli obat-obatan terlarang, bahkan kami tidak berhenti Lucas "
"Aku tidak ada di sana, jadi aku tidak terlalu percaya"
__ADS_1
"Sungguh aku tidak melakukan apa-apa, tolong aku. Mana mungkin aku melakukan itu, bahkan aku tidak pernah melihat obat-obatan terlarang itu. Mana mungkin aku bisa membelinya"
"Bisa saja kan Doni membelinya dan menyimpannya di mobilnya, semuanya bisa terjadi Kat "
"Tapi aku sungguh tidak tahu" Kat sudah menangis lagi, dirinya sungguh pusing dan tak tahu harus melakukan apa.
Lucas langsung memeluk Kat dengan erat, menepuk-nepuk punggung Kat "Kamu mau aku bantu untuk terlepas dari polisi itu "
Kat melepaskan pelukannya dan menatap mata Lucas, apakah dirinya harus menerima tawaran itu, tapi kalau tak diterima bagaimana. Bagaimana kalau dirinya dipenjara siapa yang akan melepaskannya.
"Tolong bantu aku "
"Baik tapi ada syaratnya "
Kat sudah menyangka itu, dia belum menjawab hanya diam menatap Lucas "Bagaimana kamu mau tidak. Aku tidak akan menawarkan ini untuk kedua kalinya. Mau atau tidak kalau kamu mengatakan tidak maka selamanya aku tidak akan membantumu Katherine"
Kat mengigit bibir bawahnya sungguh jawaban yang sangat rumit. Kalau dirinya setuju dengan syaratnya maka dirinya akan terjebak selamanya.
"Baik apa syaratnya "
"Gampang syaratnya, aku tidak pernah memberikan syarat yang susah. Kamu hanya perlu tetap disampingku dan menikah denganku secara sukarela, tidak ada paksaan atau wajahmu yang ketakutan atau wajahmu yang murung. Aku ingin saat hari pernikahan kita kamu tersenyum dan menampilkan wajah yang bahagia di depan semua keluargaku keluargamu dan juga tamu yang aku undang nanti. Kamu juga harus hidup seumur hidup denganku apapun yang terjadi dalam keadaan apapun itu "
Kat berat sekali menerimanya, tapi diluar polisi sudah menunggunya. Mungkin ini sudah jalan hidupnya untuk mati ditangan Lucas. Dengan berat hati Kat menganggukan kepalanya.
"Iya aku mau "
"Baiklah kamu memang pintar memilih sesuatu yang tak akan pernah aku ucapkan lagi. Lebih baik kamu tidur dan aku akan mengurus semuanya. Aku akan berbicara dengan polisi dan kamu tidak usah khawatir semuanya akan baik-baik saja sayang. Ayo tidur kamu harus punya energi yang banyak saat kita menikah. Aku sudah membawa beberapa gaun kerumah tinggal kamu yang memilihnya nanti "
Lucas segera keluar dari ruangan Kat, tak lupa dia juga mencium kening Kat cukup lama. Kat sendiri hanya bisa memejamkan kedua bola matanya.
Lucas menemui kedua petugas itu dan membawanya keruangannya, ruangan khusus yang sudah disediakan dari rumah sakit.
"Kalian berhasil aku akan membayar kalian lebih karena sudah menyamar dengan baik. Aku suka dengan kerja kalian. Aku puas sekali "
__ADS_1
"Terimakasih Tuan, kami sangat senang karena bisa melaksana tugas dari tuan dengan lancar tanpa ada hambatan sedikitpun"
"Ya, aku sudah mentransfer uangnya kerekening kalian berdua. Penyamaran kalian berhasil. Ingat jangan sampai semua itu ketahuan "
"Siap tuan "
"Untuk mayat Doni buang saja "
"Baik kami akan laksanakan semuanya tuan "
Lucas hanya mengangguk dan kedua anak buahnya langsung keluar dari ruangan. Sebenarnya itu bukan polisi sesungguhnya mereka hanya orang biasa. Meraka adalah anak buah Lucas yang sengaja disuruh Lucas untuk menyamar dan berhasil.
...----------------...
Kat yang bangun melihat Lucas yang tertidur di sofa sepertinya dia kelelahan. Dia harus mengurus kantor mamahnya juga, belum lagi kantornya.
Kat berjalan kearah Lucas dan memandang wajah Lucas yang tampan, kenapa Lucas harus menjadi laki-laki jahat, kenapa dia harus menjadi seorang pembunuh.
Lucas yang dirinya kenal sangat berbeda, saat kecil dirinya begitu mengagumi Lucas, dia kakak yang baik dan pengertian sekali.
Tapi sekarang malah bertolak belakang, dia pemarah, dia senang memukul dan membunuh juga. "Kenapa harus begini " gumam Kat.
Lucas tiba-tiba saja bangun dan mengagetkan Kat yang sedang duduk "Ada apa, apa ada yang sakit sayang "
"Tidak, maaf aku telah mengganggumu tidur, sekali lagi maafkan aku. Aku sungguh tidak sengaja. Emm maaf apakah semuanya sudah selesai "
Lucas duduk dan menatap Kat, lalu mengusap rambut Kat dengan lembut "Semuanya sudah selesai sayang. Kamu tidak usah takut aku sudah menyelesaikan semuanya"
Kat menganggukan kepalanya, Lucas membawa Kat kembali ketempat tidur lalu membaringkan Kat, dengan dirinya yang ikut berbaring dan memeluk Kat dengan erat.
"Tidur sayang, aku mengundur pernikahan kita berdua karena kondisi kamu yang belum baik-baik saja. Setelah kamu sembuh total baru kita adakan pesta pernikahan kita "
"Aku ikut kamu saja "
__ADS_1