Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 36 Siapa dia


__ADS_3

"Kat kenapa kamu diam saja "


"Ahh Kak, aku ga apa-apa "


"Tapi kok kayaknya lagi banyak fikiran tadi waktu berangkat ga apa-apa, tapi pas pulang kok jadi murung. Kamu deket sama Lucas "


Aku menatap Kak Tio dan kembali mengelengkan kepalaku "Aku baik-baik saja Kak "


"Pasti kalian deket ya, dari tatapan Lucas beda banget"


"Ga deket juga sih Kak Tio, cuman kenal saja "


"Hemm gitu ya, tapi tatapannya beda banget, mau pulang langsung atau mau jalan-jalan dulu "


"Kayaknya pulang saja Kak Tio "


"Baiklah kita pulang "


Aku menganggukan kepalaku dan kembali melamun, tatapan Pak Lucas tadi begitu tajam dan seperti marah padaku. Dia kan sudah punya pacar, pacarnya ada disebelahnya tapi dia berani menatapku seperti itu.


Dasar ya Pak Lucas itu playboy, aku jadi tak mau dekat lagi dengannya, rasannya kesal sekali. Awas saja nanti kalau dia mendekatiku lagi aku tak akan mau.


Biarkan dia marah padaku, ini hidupku bukan hidup dia. Aku juga masih belum percaya kalau dia anaknya Mamih Zeline.


...----------------...

__ADS_1


"Abang mau kemana sih "


"Ada yang harus Abang urus "


"Jangan tinggalin aku terus dong Abang, aku ga mau sendirian Abang suka ga pulang lagi "


"Udah Abang bilangkan kamu pulang saja, Abang minta kamu pulang besok dan sekolah disana jangan disini "


"Tapi Abang, aku mau kenal sama Kat lagi, aku kenal sama dia tapi Abang ga ngebolehin aku buat ngobrol sama Kat "


"Nanti ada waktunya kamu kenal sama dia lagi, nanti saja ini belum waktunya. Abang akan bawa Kat kerumah dan kalian bisa mengobrol dengan sepuasnya "


"Nyebelin deh Abang "


"Besok Abang akan anterin kamu ke stasiun setelah itu kamu naik kereta "


"Hemm, Abang pergi sekarang, kunci pintu dan kalau ada yang mengetuk pintu jangan dibuka. Mobil biar disini saja, jangan menyetir sendiri "


"Abang emang ga akan pulang "


"Pulang tapi malam, Abang bawa kunci kok"


"Yaudah aku tidur ya bang "


"Iya sana tidur "

__ADS_1


Lucas mencium kening adiknya dan segera pergi meninggalkan sang adik sendiri lagi. Enak sih tinggal dengan Daisy ada yang memasak tapi kasian juga dia tak ada teman.


...----------------...


"Makasih ya Kak Tio "


"Sama-sama Kat, Kakak pulang ya, kamu ga masalah kan pulang jam segini "


"Engga kok Kak, aku ga masalah, ga akan ada yang marah juga "


"Yaudah gih masuk "


Kak Tio mengusap kepalaku dan membuka gerbang rumah. Aku masuk dan melambaikan tangan pada Kak Tio. Kak Tio menungguku masuk rumah, lalu setelah aku masuk dia pergi.


Baru juga aku melangkahkan kakiku, Ibu menarik tanganku dan mendorongku sampai-sampai jidatku menabrak ubin, aku mengusap jidatku, ternyata berdarah.


"Enak-enakan jalan-jalan kerjaan rumah belum beres, kamu itu harus beres-beres "


Aku bangun dan menatap Ibu. Ibu malah memukul pantatku mengunakan sapu yang dia pegang.


"Mentang-mentang Ayah kamu ada, kamu bisa seenaknya sana beresin dapur, cucian numpuk harus beres malam ini juga sana-sana "


"Besok saja Bu "


"Kamu mau membantah saya, ayo cepat bereskan "

__ADS_1


Kembali Ibu memukulku mengunakan sapu, dengan cepat aku berlari dan masuk kedapur, sakit sekali pukulannya sampai-sampai saat berlari susah sekali.


Tanpa Kat sadari juga ada yang tersenyum melihat Kat disakiti.


__ADS_2