Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 271 Apalagi yang akan terjadi


__ADS_3

Tak terasa Ayu dan juga Vio akan melahirkan mereka melahirkan di hari yang sama. Daniel sudah menjaga dengan sangat ketat sekali, dia tidak mau sampai kecolongan dan istrinya kenapa-napa. Vio juga sebenarnya tadi sempat bingung kenapa banyak sekali orang berbaju hitam ternyata itu ulah suaminya.


Vio juga tidak bisa berkomentar apa-apa lagi. Sekarang dia sedang merasakan sakit yang amat sangat sekali yang baru pertama kali Vio rasakan, jadi Vio tak sempat untuk bertanya-tanya lagi pada suaminya kenapa harus banyak orang seperti ini.


Daniel yang melihat raut wajah istrinya langsung menggenggam tangannya "Kamu akan baik-baik saja, aku akan selalu menggenggam tanganmu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sayang. Aku akan selalu ada disampingmu, kamu bisa tenang aku akan selalu temani kamu. Semuanya apakah baik-baik saja kamu jangan berfikiran yang tidak-tidak ya "


Vio hanya bisa menganggukkan kepalanya, lalu dia meminta pada Daniel untuk mengusap punggungnya yang sakit "Apa ada lagi yang sakit sayang. Apalagi yang mau diusap "


"Hanya itu saja, aku begitu kesakitan sekali, aduh kenapa sakit sekali Daniel "


Daniel terus saja mengusapnya, tapi tiba-tiba dokter datang dan mengatakan kalau Vio sudah harus segera melakukan operasi. Memang Vio melakukan operasi caesar karena ada sedikit komplikasi dan tidak bisa melahirkan dengan normal, tapi Daniel tidak masalah yang terpenting anak dan juga istrinya selamat dengan baik.


Daniel mengantarkan istrinya ke ruang operasi, dia menunggu di luar tidak boleh masuk ke dalam pandangan Daniel juga terus saja tertuju ke mana-mana.


Bahkan Daniel selalu mengawasi para dokter dan juga suster. Daniel akan melihat setiap wajah yang masuk ke dalam ruangan itu, dan Daniel meminta pada dokter hanya meminta perawat yang itu-itu saja, dan tidak mau diganti.


Dan dokternya juga tidak mau ganti, setelah anaknya lahir Daniel ingin langsung satu kamar dengan ibunya tidak boleh dipisahkan. Harus terus sama-sama dan penjaganya juga akan lebih ketat lagi.


Memang tadi sedikit agak berdebat dengan dokter, tapi dokter itu mau tidak mau mengikuti apa kemauan Daniel. Sedangkan adik iparnya sendiri Ayu dia melahirkan dengan normal karena tidak ada yang terjadi apapun dengannya.


Kat juga ada dirumah sakit, dia takut terjadi sesuatu dengan menantu-menantunya itu, Kat benar-benar menunggu menantu menantunya itu melahirkan dan sangat ketakutan sekali. Kat ingin mendengar setiap kabar dari menantunya itu tak mau ada satupun yang tertinggal. Kat harus selalu tahu perkembangannya seperti apa.


"Sayang kenapa kamu tegang sekali, menantumu yang akan melahirkan tapi kamu begitu tegang sekali. Bahkan wajah kamu sudah sangat pucat sekali. Tenang sayang semuanya akan baik-baik saja "


"Aku sangat khawatir dengan keadaan Vio dan juga Ayu, aku takut kenapa-napa dengan mereka, aku tahu bagaimana rasanya melahirkan. Kamu juga saat aku melahirkan sangat khawatir sekali kan dan sekarang aku merasakannya aku khawatir dengan para menantuku "


"Aku yakin menantu menantu kita itu akan sangat kuat, mereka pasti akan kuat melahirkan cucu-cucu kita. Kita hanya perlu menunggunya saja, kita hanya perlu sabar "


"Hemm, iya aku selalu berdoa untuk mereka berdua "


"Kamu sudah tidak makan dari tadi pagi, ayo kita makan dulu, di sini ada suami-suaminya yang akan menjaga istrinya. Jadi kamu harus mengisi perutmu jangan sampai nanti neneknya malah sakit, saat cucunya lahir "


"Baiklah, ayo kita makan saja dulu "


Kat tidak mau membuat suaminya khawatir, jadi dia mengikuti kemanapun suaminya pergi. Suaminya ingin makan maka Kat akan menemaninya, meskipun dia akan makan sedikit karena pikirannya tertuju pada menantu menantunya itu.


...----------------...


Alex menatap putrinya yang sudah lahir. Ayu melahirkan seorang bayi perempuan, untuk pertama kalinya Alex memegang bayi sekecil ini. Alex menatap Ayu yang masih kelelahan.


Alex lalu memberikan bayi itu pada suster, takut rasanya Alex takut menjatuhkannya atau badannya ini remuk karena dipegang Alex, bukan apa-apa badannya ini begitu kecil. Kenapa bayi ini sangat kecil sekali.

__ADS_1


Alex mendekati istrinya dan mencium keningnya "Kamu hebat, kamu hebat sekali bisa melahirkan anak kita dengan penuh perjuangan. Aku sangat bangga denganmu Ayu aku bangga sekali denganmu. Anak kita perempuan sayang, aku bahagia sekali aku akan menjaga kalian berdua dengan sangat hati-hati "


Ayu menganggukan kepalanya dengan lemas, dia tersenyum suaminya bangga padanya inilah yang Ayu butuhkan support dari suaminya, Ayu tidak percaya bisa melahirkan di umurnya yang masih muda.


Ayu berpikir kalau dia nanti akan menikah di umur 30 tahunan, tapi dia umur 20 tahun sudah menikah tapi Ayu sangat senang sekali. Suaminya begitu bangga padanya ini membuat Ayu bersemangat untuk nanti mengurus anaknya dan juga mengurus suaminya tentunya.


Ayu masih tak percaya kalau Alex akan mencintainya dan juga menerima anaknya. Surat perjanjian selama 1 tahun itu saja sudah disobek oleh Alex. Ayu waktu itu pernah berfikir setelah melahirkan dia akan pergi membawa kabur sang anak.


"Aku ingin menggendong anakku, aku juga ingin melihatnya kembali Alex "


Suster mendekatkan anak Ayu itu dan membaringkannya pada Ayu, Ayu memeluknya dengan sangat perlahan sekali. Ayu lalu menatap Alex "Lihatlah dia cantik sekali kamu tidak masalah kan aku melahirkan seorang anak perempuan, kamu tak akan menyesalkan Alex "


"Iya dia cantik seperti ibunya, sangat cantik sekali. Dengarkan aku sayang dari awal aku sudah bilang kan mau anak kita perempuan atau laki-laki yang terpenting dia lahir dengan selamat dan kamu juga selamat. Aku tidak peduli jenis kelaminnya mau laki-laki atau perempuan itu sama saja, tidak ada bedanya sayang aku bahagia sekali kamu melahirkan dengan selamat. Kamu tidak apa-apa kan tidak ada yang sakit sayang, kalau sampai ada langsung bilang sama aku jangan dipendam sendirian ya "


Ayu menggelengkan kepalanya, tiba-tiba saja anaknya itu menangis Ayu kaget tentu saja kaget. Apalagi Alex dia yang baru pertama mendengar suara tangisan anak kecil yang sangat melengking sekali Alex sampai menutup telinganya.


Suster membantu Ayu untuk menyusuinya, Alex membelakangi istrinya rasanya melihat payudara istrinya Alex malah ingin, Alex harus menahannya tidak boleh seperti itu.


Sebenarnya anaknya tadi menangis saat dilahirkan, tapi tak sekencang ini suaranya sekarang sangat kencang sekali, sampai-sampai orang tuanya kaget kan.


...----------------...


Sedangkan di luar rumah sakit sudah ada beberapa orang yang datang. Di sana juga ada Tamara dia sudah akan melaksanakan rencananya. Bahkan Tamara sudah menyamar, dia akan masuk ke ruangan Violetta.


Sasarannya adalah mereka berdua. Alex tak usah ikut campur, Tamara dari dulu sudah menargetkan Daniel yang sudah baik dengannya. Tamara juga lebih mengenal karakter Daniel kan dan itu memudahkan Tamara.


"Jadi kita akan langsung masuk ke ruangannya nona, menyamar seperti ini Nona. Apakah didalam tak akan banyak orang yang menjaga nona"


"Ya tentu saja masa kita mau blak-blakan, kamu jangan bodoh Bara. Kamu ini setelah ditinggalkan oleh Roni rasanya sangat bodoh sekali, ke mana sebenarnya Roni sampai-sampai tidak bisa ditemukan. Aku sampai pusing mencarinya, kamu benar-benar tak bisa diandalkan sekali "


"Aku tidak tahu Nona, aku benar-benar tidak tahu mari kita masuk "


Mereka masuk ke dalam rumah sakit itu dengan beberapa orang dan tanpa Tamara ketahui, Bara mengirimkan pesan pada Daniel dia memberitahu kalau Tamara sudah ada di sini tapi Bara melihat kalau nomor Daniel tidak aktif.


Padahal baru saja mereka tadi bertukar kabar, dan bawa memberitahu rencana apa saja yang akan dilakukan, tapi sekarang sudah tak aktif lagi.


"Ke mana Pak Daniel. Kenapa dia tidak aktif aku sudah datang ke sini, aku takut semuanya malah terlambat "


"Semoga saja dia bisa menyelamatkan anak dan istrinya, aku juga kalau dipikir-pikir tidak sanggup kalau harus membunuh anak dan istrinya Pak Daniel, aku juga punya keluarga aku juga punya anak, mana mungkin aku setega itu kan "


"Bara ayo cepat kenapa kamu diam, kamu memang benar-benar mau aku pecat ya" Tamara sudah kesal melihat anak buahnya malah diam saja seperti itu.

__ADS_1


Bara langsung menyimpan ponselnya dan tergopoh-gopoh mengejar Tamara, dia tidak boleh sampai ketahuan. Bara harus menjaga keluarganya dan juga dirinya dari dua orang ini. Meskipun Bara tertekan tapi dia harus bekerja untuk dua orang.


Pak Daniel juga memberinya gaji malahan lebih besar dari nona Tamara, tapi kalau terus seperti ini Bara juga tak sanggup dan takut saja.


Tamara sudah siap dengan tampilannya sebagai suster, dia akan masuk ke ruangan itu mengambil anaknya Daniel dan menghabisinya bersama ibunya sekaligus. Lihat saja Tamara tak akan segan-segan untuk melakukan semua itu.


...----------------...


Daniel masih menunggu dengan sabar, dokter belum juga selesai tapi dia mendengar suara tangisan bayi yang begitu kencang, Daniel lega mendengar itu berarti anaknya sudah keluar tapi bagaimana dengan keadaan istrinya, semoga saja istrinya baik-baik saja.


Lampu di ruangan itu sudah berubah, dokter tiba-tiba keluar bersama beberapa suster lalu dokter itu menutup pintunya terlebih dahulu "Selamat Pak anak anda dan juga istri anda selamat, mereka baik-baik saja. Istri anda melahirkan seorang putri yang cantik sekarang istri anda juga anak anda akan dibersihkan dulu setelah itu adna bisa melihat Pak "


"Baik baiklah, aku akan menunggunya"


Daniel yang sangat senang sekali setelah diberitahu itu dia mencari kedua orang tuanya, Daniel akan memberitahu kabar ini. Dan tanpa semua orang ketahui ada orang yang masuk tentu saja itu Tamara dan juga orang-orangnya.


Mereka masuk dengan pelan-pelan saat dokter dan suster itu lengah mereka masuk ke dalam, dan berpura-pura seperti apa yang sudah direncanakan.


Violetta dan juga anaknya akan habis ditangannya, lihat saja saat Daniel pulang kemari akan melihat jasad anak dan istrinya. Tamara sudah membayangkan bagaimana nanti wajah Daniel. Pasti akan sangat sedih tapi Tamara akan senang sekali melihat itu, Tamara akan membuat pesta nanti.


Tamara ingin melihat ekspresi Daniel akan seperti apa, Tamara ingin membuat semuanya menjadi sangat menyenangkan. Tamara ingin melihat Daniel merasakan apa yang dia rasakan.


Mungkin saat dulu dia tidak melihat bagaimana ibunya dibunuh, tapi Tamara ingin melihat ekspresi Daniel saat istri dan anaknya dibunuh akan seperti apa dan respon orang tua Daniel juga akan seperti apa, rasa dendamnya akan terbalaskan mulai sekarang.


Mereka sudah ada di dalam Tamara melihat Vio yang sangat kelelahan, ada beberapa suster juga di sana Tamara menepuk bahunya "Biar aku yang membersihkannya, aku sudah mendapatkan perintah dari Pak Daniel untuk langsung membersihkan Nona Violetta dan juga anaknya. Kamu istirahat saja pasti kamu sangat lelah"


"Tapi Pak Daniel sudah memilih kami yang ada di sini, dan tidak boleh ada yang masuk selain kami semua"


"Ini perintah dari Pak Daniel, kamu ingin membantahnya kamu ingin dia memecat mu. Kami tadi disuruh untuk datang kemari untuk membersihkan anak dan juga istrinya, kalaupun kami tidak disuruh kami tidak akan datang kemari, aku akan bicara dengan Pak Daniel sekalian saja agar kalian dimarahi"


"Tidak tidak jangan kami akan keluar sekarang saja"


Para suster itu yang akan memulai membersihkan Vio segera keluar, mereka sangat takut bahkan mereka tidak melihat dulu apa Tamara rekan mereka atau bukan.


Mereka benar-benar ketakutan kalau sudah mendengar nama Daniel, karena dokter mereka saja tadi sempat diancamkan oleh Daniel. Mereka tidak mau berurusan dengan Daniel.


Makanya mereka saat disuruh seperti itu langsung keluar saja, Tamara segera mengeluarkan semua yang dia butuhkan. Bara yang juga ada di sana sampai gemetaran, harus bagaimana ini dari tadi Daniel tidak bisa dihubungi.


Bara tidak mau sampai mendapatkan dua hukuman dari orang ini, Bara masih sayang nyawanya dan Bara harus menyelamatkan nyawa anak dan juga istrinya.


"Bantu aku jangan diam di sana terus, kamu ingin kita cepat ketahuan hah"

__ADS_1


Bara dengan langkah pelan mendekati Tamara, ponselnya masih terus saja menghubungi Daniel tapi kenyataannya apa tidak diangkat sama sekali tidak direspon oleh Daniel.


__ADS_2