Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 54 Ada foto mamah


__ADS_3

Kembali pada sudut pandang Kat.


"Segeralah istirahat nanti pagi kita akan pergi"


Aku menganggukan kepalaku, Abang mencium keningku lagi dan pergi begitu saja. Aku bernafas lega saat Abang sudah keluar dari kamar ini.


Saat dia ada didalam kamar ini hawa sangat mencengkam sekali dan itu sangat menakutkan. Aku tadi saat menjawab Kak Chelsea dipelototi oleh Abang agar aku tidak jujur. Sebenarnya aku ingin jujur pada Kakakku tapi aku tidak bisa, aku tidak bisa membahayakan nyawanya.


Aku mencoba untuk tidur meski rasannya sangat sulit karena luka ini. Apakah aku akan baik-baik saja saat nanti pergi bersama Abang. Apakah aku tak akan dibunuh dan dibuang olehnya nanti.


Oke sudahlah sekarang jangan fikirkan itu. Lebih baik tidur saja dulu meskipun akan sulit. Mau bagaimana pun nasibnya besok aku akan terima.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sayang bangun, ayo kita akan pergi sekarang sayang " .


Aku mengucek mataku dan aku kaget ada Abang dihadapanku. "Hemm "


"Kita pergi sekarang, ayo aku bantu untuk kau mandi "


Aku kaget, aku langsung mengelengkan kepalaku "Kenapa apakah kau tak mau ? "


"Kita belum menikah Abang "


"Baiklah aku akan bilang pada mamih untuk menikahkan kita secepatnya "


"Tapi_"


"Sudah ayo cepat mandi, aku akan membantumu menganti pakaian nanti "


"Aku sendiri saja Abang "


Abang mengernyitkan dahinya " Kenapa kau tak suka aku bantu "


"Bukan begitu aku malu, "


"Aku sudah melihat semuanya "


Abang pergi kelemarinya dan menyiapkan pakaian untukku, dia juga membawa beberapa pakaian perempuan. Apa Abang sudah menyiapkan semuanya untukku ?


Tapi tidak mungkin Abang melakukan itu, ya tak mungkin pasti punya perempuan yang waktu itu.


"Aku tunggu diluar jangan lama, jika lama aku yang akan memandikan mu "


Seperti biasa Abang mencium keningku dan pergi keluar, aku bernafas lega saat Abang pergi. Dengan cepat ku langkahkan kakiku ini ke kamar mandi.

__ADS_1


Meskipun sangat sakit tubuhku ini, bekas cambukan kemarin, aku buka perbannya dan ini masih basah, aku tak mungkin mandi.


"Aww perih sekali, aduhh kenapa harus seperti ini coba"


Aku tak jadi mandi, aku hanya membersihkan wajahku dan juga sikat gigi saja. Lalu aku keluar dan memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh Abang.


Baru juga aku memakai celanaku Abang sudah masuk, dengan refleks aku menutup dadaku. Abang mengambil pakaianku dan membantuku.


Dia tak berbicara sama sekali, dia menyisir rambutku juga. "Sudah seperti ini saja kau sudah cantik sayang, ayo kita pergi "


Abang mengandeng tanganku dan tangan yang satunya lagi menarik koper kecil. Sebenarnya aku akan dibawa kemana olehnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selama perjalan kami tak saling bicara, aku juga tak mau memulainya. Aku terlalu takut padanya. Aku begitu bosan apalagi aku tak memegang ponsel.


Ponselku sudah hancur jadi aku tak bisa memainkannya lagi. "Sayang mau sarapan apa "


"Hah iya bang "


"Mau makan apa sayang, kenapa kau melamun saja. Aku tak suka kau memanggilku Abang, aku sekarang adalah pacarmu. Sedikit romantislah padaku "


Emmm, aku binggung harus panggil dia apa masa iya panggil dia Mas pembunuh ga mungkin kan.


"Sayang aku menunggu jawabanmu " Abang menatapku sekilas lalu kembali fokus menyetir.


Abang menaikan satu alisnya "Apakah kau akan terus memanggilku Abang ? "


"Aku binggung "


"Baiklah panggil aku Honey "


"Apa ! "


"Kenapa lagi kau tak suka hah "


Aku mengelengkan kepalaku, baiklah ikuti saja kata-katanya aku tidak mau mati konyol ditangannya. Nanti tinggal aku fikirkan bagaimana kabur darinya.


Meskipun aku sudah nyaman bersama Abang tapi tetap saja aku takut, aku ketakutan saat mengetahui siapa dia. Aku masih tak menyangka kalau dia seorang pembunuh.


"Jadilah wanita penurut maka aku akan baik padamu sayang "


Abang mengusap kepalaku, dia tersenyum padaku. Senyum yang langka dan aku sangat suka senyumnya itu.


"Tunggu disini, aku akan membelikan nasi kuning yang kau mau sayang. Tunggu jangan kemana-mana "

__ADS_1


"Iya Honey " sebenarnya aku canggung tapi ya sudahlah dari pada nyawaku melayang.


Dia keluar dari dalam mobil, aku berharap dia tak mengunci pintunya. Tapi nyatanya dia mengunci pintu mobil dan membiarkan aku didalam mobil.


Tak lama kemudian Abang kembali, Abang membawa nasi kuning yang aku mau. Dia menyimpanya dipahaku lalu kembali menjalankan mobilnya.


"Suapi aku sayang, aku tak mungkin makan sambil menyetir "


"Baiklah "


Aku membuka bungkus nasi kuning ini dan melakukan apa yang Abang mau. Aku juga menyuapi diriku sendiri. Meskipun sebenarnya saat menyuapi Abang aku sedikit sakit karena bekas camkan kemarin.


Tapi aku mencoba menahannya, aku tak mau membuatnya marah lagi. Aku sekarang mulai mengenal karakter yang sesungguhnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku sekarang dan Abang sudah sampai di sebuah rumah, rumah yang begitu sangat besar. Abang membukakan pintu untukku dan menggandeng tanganku" Apakah kau ingat dengan rumah ini"


Aku menatap Abang sekilas, aku melihat ke semua arah rumah ini. Aku seperti mengenalnya tapi samar-samar saja.


Saat kami masuk sudah disambut oleh beberapa pelayan,"Mih, mamih dimana "


"Maaf Tuan muda nyonya sedang dikebun belakang "


"Baiklah "


Tanganku ditarik lagi oleh Abang. Kami pergi ke halaman belakang yang begitu sangat luas di sana banyak sekali bunga dan juga pohon yang sangat besar-besar.


"Mih lihat aku bawa siapa "


Perempuan yang dipanggil mamih itu membalikan badannya dan langsung menjatuhkan gunting yang sedang dia potong.


Lalu dia berjalan kearahku dan memegang bahuku "Katherine "


Aku langsung dipeluk olehnya, dia menangis. Apakah ini mamih Zeline yang dulu mengurusku "Akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Aku sudah mencarimu kemana-mana kamu baik-baik saja kan. Kenapa kau sangat kurus sayang wajahmu begitu mirip dengan Jovanka. Aku sangat merindukannya maafkan aku ya aku sudah gagal mempertahankan mu "


Sekarang aku yakin kalau ini memang benar-benar sahabat mamah. Dia melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya "Ayo sayang masuk, kita masuk ya"


Aku dibawa masuk olehnya. Abang juga mengikuti kami dari belakang, saat aku lebih masuk lagi ke dalam rumah itu aku melihat foto Mamaku di sana.


Aku mencoba untuk menahan tangisku, aku tak mungkin menangis dihadapan mereka semua kan. "Sini sayang, kau pasti sangat lapar kan "


"Mih Kat baru datang, dia perlu istirahat. Baru saja kami makan tadi di luar biarkan Kat istirahat dulu yah, nanti mami setelah itu berbicara dengan Kat sepuasnya. Dia kan sudah duduk terlalu lama di dalam mobil"


"Baiklah sayang, mamih akan masak yang banyak untuk kalian, kamu istirahat ya. Abang antarkan Kat kemarnya"

__ADS_1


"Iya mih. Ayo sayang "


Aku tersenyum pada mamih Zeline dan segera mengikuti langkah Abang, aku masih binggung harus menjawab apa. Aku masih tak menyangka bisa bertemu dengan sahabat mamah.


__ADS_2