
"Ini ada apa di rumah, kok kalian rapi-rapi banget. Kenapa ga ada yang bilang kalau akan ada acara mungkin aku akan pulang lebih siang "tanya Valeria yang baru datang ke rumah. Rumahnya sudah didekor dan juga banyak makanan yang sudah disediakan, sepertinya akan ada pertemuan yang penting sekali. Karena keluarganya jarang melakukan ini.
"Kamu lupa hari ini keluarganya Daniel mau datang, mau lamar Vio udah cepet sana kamu siap-siap. Kamu harus ikut menyambut mereka. Kamu dandan yang cantik ya nanti temenin Vio ya "
"Apa, Mama yakin Vio mau nikah sama Daniel. Jangan deh batalin semua ini Ma "
"Yakinlah kenapa lagi, kita kenal keluarganya Daniel, kita kenal baik juga sama Daniel lalu apalagi yang harus kita pertimbangkan. Dia juga baik kan terus apa urusannya dibatalin ga ada masalahkan semuanya baik-baik saja jadi tak ada alasannya "
"Ga bisa, ini ga bisa dibiarin. Vio ga boleh nikah sama Daniel aku ga setuju, sampai kapan pun aku ga akan setuju sama pernikahan mereka "
"Jangan halangi Vio untuk menikah, kalau kamu juga pengen menikah ya udah bawa laki-lakinya ke hadapan Mama, suruh dia lamar kamu sekarang juga. Biarin Vio bahagia, apalagi Vio akan menikah dengan orang yang kita kenal dan keluarga mereka juga keluarga baik-baik Mama jadi tenang kalau Vio menikah dengan Daniel, dari dulu juga mereka udah deket kan "
Valeria tidak menjawab. Dia langsung masuk ke dalam kamar Vio yang sedang didandani, Vio ini tak mau mendengarkannya dasar ya Vio itu terlalu polos "Keluar kalian semua, sana keluar "bentak Valeria pada orang-orang yang sedang mendandani Vio.
Tanpa disuruh dua kali orang-orang itu langsung keluar. Valeria langsung memutarkan kursi yang diduduki oleh Vio "Aku tadi siang udah kasih tahu kamu loh Vio, terus sekarang kamu nekat mau nikah sama laki-laki itu kamu mau terima gitu. Bahkan kamu udah mau nyambut dia kayak gini, kamu ini gimana sih Vio apa kamu ga takut, aku udah kasih tahu kamu loh"
"Mau gimana lagi orang tuanya udah bilang sama Mama sama Ayah, aku bisa apa aku emangnya bisa batalin di pertengahan acara, ga bisa tiba-tiba aku batalin semuanya dengan alasan kamu lihat Daniel bunuh orang, apa kita punya buktinya apa kamu punya foto atau videonya ga ada kan percuma aja. Ayah malah akan marah sama aku nantinya, Ayah pasti akan marah besar sama aku "
"Kamu ini gimana sih aku tuh udah kasih tahu kamu. Seharusnya kamu ikutin kata-kata aku, dia bukan yang terbaik buat kamu. Dia bisa aja nanti bunuh kamu Vio, kamu buat satu kesalahan dia bisa balas dengan kesakitan yang lebih. Tapi ya udah sih semua ada di tangan kamu keputusan ada di kamu, percuma kan aku sekarang kasih tahu kamu tapi tetep aja acaranya akan segera dimulai percuma enggak ada ujungnya juga. Cuma malah aku capek bilangin kamu ini hidup kamu kan, jadi ya udah sebagai saudara yang baik aku udah kasih tahu kamu tapi jika suatu saat kamu disakiti kamu jangan datang sama aku ya"
Valeria langsung pergi meninggalkan Vio, Valeria sekarang angkat tangan terserah Vio aja mau bagaimanapun itu, Valeria sudah pusing. Valeria juga tak mau berdebat dengan keluarganya kalau Vio nya seperti ini. Kalau Vio nya mau menolak pasti Valeria akan membantunya.
...----------------...
Kedua orang tua Vio langsung menerima lamaran itu, tentu saja langsung menerimanya apalagi keluarga mereka sudah akrab dan dekat sekali. Mereka sudah tahu bagaimana Daniel jadi tidak perlu ada yang dimasalahkan lagi kan. Dari tadi Vio mencari kembarannya tapi dia tidak ada.
"Sayang kemarilah, ayo kita mengobrol sebentar"
Vio segera mengikuti langkah Daniel ke arah kolam renang, di dekat rumahnya. Meninggalkan dua keluarga yang sedang mengobrol asik.
"Kamu kenapa dari tadi terus bengong, ada yang kamu pikirin apa kamu ga setuju dengan pernikahan yang akan kita laksanakan. Terlalu cepat ya buat kamu, sampai-sampai kamu bengong kayak gini. Coba kamu bicara sama aku "
Vio menggelengkan kepalanya, "Aku cuman lagi bingung aja, kenapa Valeria ga ada dia ga datengin aku lo, kenapa dia ga ikut gabung. Aku kefikiran banget sama dia"
"Mungkin dia lagi istirahat lagi sibuk ya udahlah nanti juga pas hari pernikahan dia ada kok, kamu ga usah terlalu banyak mikirin Valeria "
Vio ingin menceritakan semuanya, tapi ragu sekali takut sekali kalau misalnya Daniel akan marah pada Valeria atau mungkin malah mewanti-wanti Valeria, takut apa yang dikatakan Valeria benar nanti malah Valeria yang akan dihabisi oleh Daniel.
"Iya mungkin dia lagi istirahat, aku ga biasa aja saat di hari bahagia aku nggak ada Valeria. Biasanya kita sama-sama terus kan tapi ini engga, merasa aneh aja gitu makannya aku sampai kefikiran "
__ADS_1
Sebisa mungkin Vio berbohong pada Daniel, Vio tak mau memberitahu Daniel dulu sebelum Vio tahu kebenarannya.
"Dia kan lagi mulai usaha dan gantiin Ayah kamu juga, mungkin dia pusing dengan pekerjaan itu. Kamu maklum aja"
"Iya aku ngerti kok "
Vio mencoba tersenyum ke arah Daniel tidak mau membuat animal curiga. Vio akan buktikan sendiri apakah yang dikatakan Valeria benar atau tidak, kalau benar Vio harus bertindak seperti apa sedangkan pernikahan mereka sebentar lagi.
Semoga saja yang dilihat oleh Valeria tidak benarkan ya. Vio juga tak mau pisah dari Daniel sudah terlanjur sayang juga. Vio sudah melabuhkan hatinya pada Daniel.
...----------------...
Vio memperlihatkan semua desainnya pada Daniel,
memang Vio sudah membuat beberapa desain baju pengantin untuknya sendiri. Sudah lama sih Vio membuatnya tapi ada yang terbaru lagi, Vio suka desain yang baru saja dia buat. Semoga saja Daniel akan suka dengan salah satunya tidak menolaknya.
Daniel menatapnya dengan sangat serius sekali. Daniel melihat satu persatu desain dari calon istrinya ini, semuanya bagus tapi banyak desain yang terbuka maksudnya punggungnya terlihat belahan dadanya yang terbuka.
Daniel memberikan satu desain pada Vio "Aku suka yang ini tapi aku tidak suka dengan punggungnya yang terbuka seperti ini, bisa kamu sedikit ubah karena kalau kamu pakai, aku tak akan pernah membiarkan kamu untuk keluar"
Vio mengambilnya, padahal sudah bagus kan "Tapi ini sudah cocok seperti ini, aku suka modelnya seperti ini harus dirubah seperti apa lagi kalau misalnya punggungnya tertutup akan terlihat aneh. Kalau kamu tidak suka yang ini lebih baik pilih yang lain saja. Aku sudah suka modelnya seperti ini dan kalau diubah tak akan cantik lagi "
Vio menyenderkan tubuhnya di kursi, padahal Vio memang sudah suka dari awal dengan desain ini, tapi ya ingin memastikan saja dengan Daniel yang mana yang akan Daniel mau, tapi pilihannya sama dengan Vio. Tapi tetap saja masih harus ada yang diubah menyebalkan sekali kan, padahal Vio sudah mencocokkannya.
"Kamu ubah dulu saja nanti perlihatkan lagi padaku, lebih baik kita lihat rumah kita mau" mutlak Daniel tak bisa dirubah.
"Baiklah, ayo aku juga penasaran"
Daniel segera keluar dari ruangannya. Vio juga tidak mau terlalu memikirkan tentang gaunnya. Nanti saja lah Vio harus memikirkan dulu desain apa yang cocok untuk menutupi punggungnya itu, maksudnya agar tidak terlalu polos depannya sudah tertutup masa belakangnya juga harus tertutup semua, padahal cuman sedikit.
Mereka sudah sampai di rumah yang dimaksud oleh Daniel. Vio menatap rumah itu yang begitu besar sekali tapi kenapa nuansanya begitu gelap "Kenapa cat luarnya tidak warna putih saja Daniel. Kenapa harus warna coklat ini sangat gelap sekali, kamu ga salah pilihkan Daniel atau kamu lagi lupa "
"Baiklah nanti akan aku rubah, aku binggung jadi memilih warna ini saja. Memangnya kamu mau warna apa sayang nanti akan aku rubah semuanya sesuai yang kamu minta "
"Mungkin warna putih atau warna abu-abu muda itu akan lebih bagus, kalau coklat tua seperti ini kesannya gelap sekali belum juga pagar rumah kan warna hitam. Kamu ini sebenarnya mau buat rumah apa sih membuat rumah hantu, gelap banget tahu "
Daniel yang mendengarnya langsung tertawa "Ya aku hanya mengikuti seleraku saja. Kalau kamu tidak suka nanti aku biar menggantinya tinggal dicat ulang saja kan sayang ayo kita masuk ke dalam rumah. Kamu juga harus melihat dalamnya tak mungkinkan kamu melihat luarnya saja "
Saat masuk rumah juga catnya berwarna hitam, Vio sungguh tak habis pikir dengan Daniel, ini apakah rumah ini akan gelap sekali, dalam berwarna hitam lalu saat mati lampu semuanya hitam tidak akan terlihat apa-apa. Vio sampai pusing melihat cat rumah ini yang semuanya gelap tidak ada nuansa cerah- cerahnya sama sekali.
__ADS_1
"Sepertinya semuanya harus dicat ulang, lebih baik seisi rumah ini berwarna putih dan juga emas ya kan agar lebih cerah dan juga hidup tidak coklat tua dan hitam seperti ini"
"Iya sayang makanya aku membawamu kemari agar kamu melihat dulu bagaimana rumah ini dan kamu bisa mengubahnya sepuas mu. Aku tidak akan melarangmu sayang yang terpenting kamu suka, ini kan akan menjadi tempat tinggal kita berdua nantinya"
"Iya tolong diubah saja catnya dan Daniel apakah ada kolam renang kamu tahu sendiri kan aku suka berenang, aku tak bisa kalau tidak berenang nanti "
Daniel langsung memeluk Vio "Tentu saja sayang, aku sudah membuat kolam renang yang privat hanya untuk kita berdua dan tidak akan pernah ada yang bisa masuk selain kita berdua. Aku ingin berenang di sana bersamamu kita akan banyak menghabiskan waktu disana sayang "
Vio melepaskan pelukan dari Daniel dan naik ke lantai atas "Sebenarnya sayang aku sudah membuat lift di ujung sana, tapi ya sudahlah kalau kamu ingin naik tangga tidak masalah. Aku sengaja membangun rumah ini di tengah-tengah antara orang tua aku dan orang tua kamu agar kita saat akan mengunjungi mereka dekat, tak usah jauh-jauhkan dan menghabiskan waktu yang lama juga "
"Baguslah sayang itu akan lebih memudahkan kita kan, kalau ada apa-apa kita tidak terlalu jauh. Terima kasih ya kamu sudah memikirkan semuanya tapi tolonglah kalau ingin mengecat rumah tuh dipikir-pikir dulu jangan terlalu gelap dan jangan terlalu cerah ambil tengah-tengahnya saja. Kalau kamu binggung coba kamu tanya pada Mama pasti dia akan memberi solusi yang bagus "
"Aku hanya ingin cepat beres aja sayang, makanya aku menyuruh mereka mengecat rumah dengan warna coklat tua dan juga hitam itu sangat mudah sekali kan untuk mereka. Aku tidak mau menunggu lama lagi, aku ingin segera menempati rumah kita ini sayang bersamamu "
"Ya tapi ga gitu juga dong terus kamarnya sama juga warna gelap gitu ? "
"Betul sekali sayang semuanya aku cat gelap, sudah aku bilangkan agar tak terlalu banyak warna dan juga mereka bisa mudah bekerjanya "
Vio langsung menepuk dahinya, berarti semuanya harus dicat lagi kamarnya juga "Daniel kamu membuat aku pusing ada obat ada obat, aku benar-benar butuh obat sekarang juga "
"Kita ke rumah sakit sayang kamu sakit apa. Ayo kita pergi sekarang, aku tidak mau nanti malah makin parah sakitnya sayang "
Daniel langsung menggendong Vio ke lantai bawah lagi "Tidak itu hanya perumpamaan saja tidak sakit apa-apa. Aku tidak mau ke rumah sakit, aku baik-baik saja aku sehat sekali tak ada yang aku rasakan"
"Sudah ayo kita ke rumah sakit. Katanya tadi kamu sakit kepala kan pusing aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu, maka kita harus pergi ke rumah sakit sekarang juga. Aku tak bisa melihat kamu kesakitan sayang "
"Daniel aku itu hanya pura-pura saja, aku hanya bingung dengan pilihan kamu itu saja, kamu malah seperti ini ya ampun aku tidak apa-apa aku tidak perlu ke rumah sakit tolong turunkan aku dan kita lihat rumah ini lagi. Aku ingin melihat kamar dan juga kolam renangnya Daniel " teriak Vio dengan kencang.
"Tidak sayang, kita harus pergi ke rumah sakit dan melihat keadaanmu aku sangat khawatir sekali sudah diam ya, sandar kan kepala mu di dadaku sayang "
Vio menggerak-gerakkan kakinya untuk diturunkan, tapi percuma saja Daniel malah berlari ke arah mobilnya dan mendudukkannya dengan hati-hati lalu membawanya ke rumah sakit benar-benar sepertinya kalau berbicara dengan Daniel harus hati-hati.
Kalau tidak hati-hati malah menjadi seperti ini, "Kita pulang saja ya, aku baik-baik saja aku tidak sakit "
"Sebentar lagi akan sampai sayang, kamu tenang ya aku pasti akan menemanimu nanti kamu ga usah takut sayang "
"Daniel "rengek Vio
Tapi Daniel malah fokus kearah jalan dan selalu mengumpat kalau ada yang menghalanginya padahal Vio baik-baik saja.
__ADS_1