
"Adiba aku ingin bicara dengan kamu, cepat kemarilah jangan lama-lama aku tak punya waktu lama "
Adiba segera memberhentikan pekerjaannya dan menata Fia yang mendatanginya. Adiba sudah tahu apa yang akan Fia katakan pasti tentang anaknya.
Apalagi yang akan Fia katakan kalau bukan itu. Karena Adiba dan juga Fia dari dulu tak dekat. Jadi Adiba sudah bisa dengan mudah untuk menebaknya tak butuh waktu lama.
"Iya Fia ada apa. Kamu mau bicara tentang Sela"
"Nah itu tahu tanpa aku harus bicara pun kamu tahu kan. Aku mau kamu jauhi Sela. Aku tahu kamu ibunya tapi aku yang mengurusnya. Aku ga mau sampai kehilangan Sela, jadi lebih baik kamu yang menjauh. Jangan dekati lagi Sela, dia sudah tahukan kamu ibunya jadi tak ada yang perlu membuat kalian harus dekat lagi "
Adiba tersenyum menatap Fia. Adiba menggelengkan kepalanya "Maaf tidak bisa, aku tidak bisa menjauh dari anakku sendiri. Ini adalah momen-momen yang aku tunggu untuk bisa dekat dengan anakku. Toni baru saja memberiku hak untuk bisa berdekatan dengan anakku. Aku tidak akan merebut kasih sayangnya. Aku hanya ingin di akui sebagai ibu kandungnya saja apakah salah. Aku hanya ingin Sela tahu aku ibunya"
"Tapi itu akan membuat Sela tidak akan mau bersamaku lagi. Kamu tahu aku dengan susah payah membesarkannya. Sedangkan kamu tahunya saat besarnya saja kan. Aku hanya minta satu hal saja padamu itu kan tidak berat, hal mudah untuk kamu lakukan Adiba"
"Tidak berat, aku begitu berat untuk melepaskan Sela. Aku tahu mengerti kalau kamu selama ini yang mengurus anakku, tapi setidaknya beri aku kesempatan untuk bisa dekat dengan anakku sendiri. Aku juga sama mau sepertimu dipanggil ibu apalagi oleh anakku sendiri. Di sini kita tidak bisa egois Fia mau bagaimanapun Sela tetap anakku dia lahir dari rahimku, kamu jangan lupa itu "
"Aku akan mengambil Sela dan aku tidak akan pernah membiarkan Sela untuk datang ke rumahmu, intinya aku tidak mau kasih sayang Sela terbagi-bagi. Apalagi menyayangimu nantinya. Bukannya dulu kamu sudah membuangnya kan, bukannya kamu dulu tidak mau mengakuinya sebagai anak lalu sekarang kenapa kamu mau diakui"
"Silakan kamu terus salahkan aku, yang terpenting sekarang aku sudah sadar dengan apa yang aku lakukan dulu. Kamu juga sekarang sama egoisnya kan tidak mau melepaskan anak orang lain hanya untuk dekat dengan ibunya. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau melepaskan anakku atau menjauhinya. Kita bisa mengurus Sela sama-sama tidak usah sampai bertengkar seperti ini Fia. Kita tak usah sampai seperti ini "
"Tapi aku tidak mau mengurusnya bersamamu, yang ada malah rumit nantinya, kasih sayang Sela tidak boleh terbagi-bagi. Dia hanya boleh menyayangiku sebagai ibu yang mengurusnya saat dia masih kecil. Aku tidak mau dia menyayangimu karena kamu tak pantas untuk disayangi dan dipanggil ibu oleh siapapun itu. Kamu tak berhak "
Fia langsung saja meninggalkan Adiba sendirian. Adiba hanya bisa diam mau melakukan apalagi kalau pun dia bertengkar dengan Fia malah nanti akan terlihat jelek dihadapan Sela. Nanti Sela malah tidak mau bersamanya.
Sela pasti akan membencinya nanti. Bisa saja Fia sedang memancingnya untuk bisa membuatnya marah dan nanti Sela melihat semua ini kan.
Adiba yang banyak pekerjaan kembali mengerjakan pekerjaannya, karena memang sebentar lagi juga Daisy menikah kan banyak pekerjaan yang harus mereka lakukan tidak bisa diam terus begini.
Adiba juga bahagia saat Daisy akan menikah. Sungguh rasa bersalahnya sekarang sudah mulai berkurang. Dulu Adiba sama sekali tidak bisa memaafkan dirinya sendiri karena telah melakukan ini pada Daisy, tapi setelah melihat Daisy akan menikah dan bahagia Adiba sangat senang sekali.
...----------------...
Akhirnya pernikahan Daisy pun sudah terlaksana. Daisy dan juga Nabil sudah sah menjadi suami istri. Kat yang melihat itu sampai menangis, tapi ini menangis bahagia karena akhirnya Daisy bisa menemukan belahan jiwanya Daisy bisa menikah dan traumanya juga bisa dia atasi.
Sungguh tak menyangka jodohnya adalah orang terdekat. Mereka semasa kecil berteman dan sekarang jadi teman hidup.
"Sudah sayang jangan menangis" sambil menghapus air mata istrinya.
"Ini air mata bahagia, aku bangga sekali pada Daisy akhirnya dia bisa melalui semua ini. Apa yang dia lalui itu begitu berat, kamu tahu kan bagaimana dulu dia saat terpuruk saat tidak bisa menerima semuanya, tapi sekarang dia akhirnya bisa menikah juga aku bahagia sekali"
"Iya aku juga sama sayang, aku bahagia sekali Daisy bisa lepas dari itu semua. Jangan menangis ya nanti make up kamu luntur. Kamu ga sayang emang "
"Kamu ini, ga apa-apa kalau make up-nya luntur kan nanti bisa pakai lagi. Yang terpenting sekarang aku mau nangis, pokoknya aku ga mau berhenti nangis kamu jangan larang aku ya "
"Baiklah aku akan membiarkanmu menangis, aku tak akan melarangmu " Lucas hanya bisa pasrah kalau sudah seperti ini dan dilarang lagi istrinya malah akan marah nantinya. Dan membujuknya akan sulit sekali.
"Nah dari tadi saja, aku ingin menangis "
Sedangkan Daniel sedang bermain dengan Sela, mereka berdua malah berlari-lari, asik bermain berdua. Tak menghiraukan tamu yang datang atau pernikahan ini.
"Daniel kemarilah "panggil Lucas yang takut anaknya jatuh.
Kedua anak itu segera menghampiri Lucas. Daniel duduk di samping ayahnya dan juga Sela duduk di samping Daniel "Tante kenapa Tante menangis, Tante baik-baik saja kan "
__ADS_1
Kat mengusap air matanya, karena malu ditanya seperti ini oleh Sela. Kat kira tak akan ditanya seperti ini "Ga Tante ga kenapa-napa kok cuman seneng aja lihat tante Daisy menikah jadi nangis deh "
"Oh aku kira Tante sedang sakit, makanya menangis seperti itu"
"Tidak tante tidak sedang sakit. Tante hanya sedang senang saja makanya tante menangis seperti ini"
"Bukannya kalau menangis itu karena Tante sedang sakit ya, kenapa kalau bahagia tante menangis juga. Harusnya Tante tersenyum "
"Iya memang begitulah orang dewasa kadang sulit untuk dipahami "jawab Lucas, sekarang Lucas yang menjawabnya. Pasti istrinya akan binggung menjawab.
"Begitu ya. Aku tidak mau jadi orang dewasa ah, aku takut nanti banyak menangis "
Kat yang mendengar itu malah tertawa, ada-ada saja Sela ini anak kecil ini sangat lucu sekali. Rasanya Kat ingin membawanya pulang saja. Cerewet sekali.
"Mamah kemarilah" teriak Sela
Adiba yang dipanggil oleh anaknya langsung menghampiri sang anak. Sekarang Sela sudah bisa memanggil Adiba dengan sebutan Mama tidak Bibi lagi. Kat yang mendengar juga tadi kaget, Kat kira Sela memanggil Fia ternyata Adiba. Tapi Kat senang mendengarnya akhirnya Sela bisa dengan cepat mengenal ibunya dan tak takut lagi.
"Iya ada apa sayang"
"Tidak mama hanya ingin panggil mamah saja. Daniel ayo kita ke sana kita main lagi dan ambil kue yu"
"Ayo "ucap Daniel dengan semangat.
Kat menarik tangan Adiba untuk duduk di sampingnya, sedangkan Lucas sendiri menemani anak-anaknya untuk bermain takut jatuh atau terjadi sesuatu.
Soalnya di sini sedang ramai orang. Undangannya begitu banyak bahkan sekarang masih sedang foto-foto dulu dengan tamu-tamu yang datang kalau keluarga nanti.
"Kat terima kasih atas bantuan kamu, aku sangat bahagia akhirnya anakku bisa mengenalku sebagai ibunya meski mungkin pada awalnya Sela belum terima tapi lambat laun dia menerima aku. Aku begitu bahagia sekali "
"Nah itu yang ingin aku bicarakan, tapi karena kamu sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Daisy makanya aku tidak mau cerita dulu. Tapi sekarang aku ingin menceritakan semuanya, dia marah karena aku tidak mau mengikuti kata-katanya. Dia mau aku pergi dari samping anakku sendiri tapi aku tidak bisa, aku ga mungkin ngelakuin itu"
"Untuk apa kamu pergi. Memangnya dia siapa sampai harus mengusir kamu seperti itu. Aku mengerti kalau dia selama ini yang mengurus Sela. Tapi kan kamu ibunya. Kamu harus mempertahankan semuanya. Kenapa tidak kalian menyayangi Sela saja membagi kasih sayang kalian. Ya maksudku mengurus Sela sama-sama saja tidak usah sampai berebut seperti itu, kasian Sela kalau diperebutkan seperti itu. Dia hanya butuh kasih sayang saja "
"Aku sudah pernah mengatakannya, tapi dia tidak mau. Fia hanya ingin kasih sayang Sela hanya untuknya saja. Dia tidak mau kalau kasih sayang itu terbagi-bagi. Aneh sekali kan, padahal aku tak akan menjauhkannya dari Sela. Mana tega aku melakukan itu "
"Kenapa Fia begitu egois, tapi kamu sudah membicarakan ini dengan Toni coba bicarakan dengan ayahnya. Siapa tahu Toni punya solusi yang lebih baik. Toni kan ayahnya siapa tahu Toni juga bisa berbicara dengan Fia. Pasti mereka dekat "
"Aku bingung harus memulai dari mana dulu. Aku takut malah Toni tidak mau mendengarkan ku dan malah membela Fia. Kamu tahu sendiri kan bagaimana hubungan aku dengan Toni itu tidak baik"
"Aku mengerti, tapi coba saja dulu siapa tahu Toni punya solusi. Dia kan sudah dekat dengan Fia dari dulu, mungkin dia lebih tahu watak Fia seperti apa. Jadi kamu bisa dengan cepat menyikapi semua masalah ini, coba saja kan belum tahu nanti hasilnya bagaimana "
"Iya nanti aku akan coba, semoga saja Toni bisa membantuku. Aku tak ingin dijauhkan lagi dengan anakku "
"Kat Kat ayo kita foto keluarga dulu. Adiba juga ayo ikut-ikut, ayo kita harus mengabadikan semua ini "teriak Zeline dari kejauhan.
Kat langsung bangkit, tapi Adiba masih saja duduk "Adiba kenapa kamu duduk. Ayo cepat kita foto keluarga, ayo nanti mamih memanggil kita lagi "
"Tapi aku bukan bagian dari keluarga kalian, aku bukan siapa-siapa kalian aku cuman pelayan saja"
"Ayo sudah cepat, ayo kita foto dulu kamu adalah keluarga kami "
Kat menarik tangan Adiba dan mereka naik ke atas pelaminan, penuh sekali di sini. Mereka berfoto beberapa kali setelah selesai satu per satu orang turun, tapi Kat belum dia ingin berbicara dengan Daisy dulu.
__ADS_1
"Selamat ya Daisy aku bahagia sekali. Kamu akhirnya menikah dan nanti punya anak, pokoknya aku bahagia sekali atas pernikahan kamu ini. Aku akan selalu mendoakan untuk kebahagiaanmu. Pokoknya sekali lagi selamat ya atas pernikahan kamu "
"Terima kasih Kat. Terima kasih juga selalu ada saat aku sedang terpuruk, saat aku tidak tahu harus berlari pada siapa tapi kamu selalu mendengarkan semua curahan hati aku. Kamu tidak menghakimiku "
"Kapanpun kamu butuh aku, aku akan selalu ada untuk kamu. Jadi jangan pernah sungkan sama aku ya. Kamu harus bahagia, kamu harus melupakan semua masa lalu kamu itu. Jalani hidup yang sekarang dan jangan pernah ingat-ingat tentang masa lalu itu ya, anggap saja itu mimpi buruk "
Daisy menganggukan kepalanya dan memeluk Kat dengan erat "Aku tidak akan pernah melupakan apapun yang pernah kamu lakukan padaku Kat. Kamu orang paling berarti dalam hidupku, kamu yang selalu ada untukku dan bisa membuat aku lebih tenang"
...----------------...
Daisy dan juga Nabil sudah pergi untuk berbulan madu. Rumah menjadi sepi sekarang. Memang mereka tadi langsung pergi, di rumah hanya tinggal keluarga inti saja.
"Lucas beberapa hari lagi di sini ya. Mami masih ingin bersama cucu dan menantu mami, tolong jangan pulang dulu "
"Ga bisa mih, kerjaan Lukas banyak banget dan harus pulang, nanti juga kan Kat harus siap-siap buat lahiran nyiapin berkas, belum pakaian banyak lagi yang belum kita siapin. Nanti juga Lucas bakal kesini lagi kok "
"Ya udah kalian tinggal di sini dulu aja sampai Kat lahiran ya. Mami masa mau berdua aja sama papi kita kan jadi kesepian. Disini saja dulu ya jangan jauh-jauh, kali ini aja nginep ya jangan pulang-pulanh dulu. Daniel juga betah kan ada disini "
Lucas mendekati maminya dan memeluknya dari samping "Bukannya Lucas ga mau, sekarang kan Lucas juga udah berumah tangga Mih. Kat juga sibuk kan nanti juga kan Daniel harus sekolah harus mulai siapin semuanya. Bukannya Lucas ga mau lama-lama di sini, tapi ya gimana lagi masa Lucas harus tinggalin rumah lama, sama kerjaan juga kan numpuk Lucas ga mau nanti malah jadi sering lembur, kasihan Kat di rumah sendirian. Apa lagi sedang mengandung kayak gini mih, belum harus urus Daniel "
"Ya udah deh pulangnya besok pagi ya. Pokoknya besok pagi jangan sekarang, ini udah malam. Daisy sudah pergi sama Nabil masa kalian juga mau ikut pergi. Nanti ya besok deh pulangnya, tolong yang ini kabulkan ya permintaan mamih "
"Iya kita pulang besok, ya udah kita istirahat aja dulu sekarang udah malam juga kan udah pada capek"
"Iya, kita istirahat "
Lucas melepaskan pelukannya dan membawa anak istrinya untuk naik ke lantai atas, untuk segera istirahat karena mereka juga harus packing dan pulang. Bukannya Lucas tak mau tinggal di sini bersama-sama Lucas hanya ingin mandiri saja dan tidak berkumpul dengan orang tuanya begitu saja sih.
...----------------...
Benar saja pagi-pagi sekali Kat dan Lucas sudah menyiapkan semua barang-barangnya untuk pulang, sekarang mereka sedang berpamitan. Sebenarnya sih menunggu Daniel yang berpamitan mereka tadi sudah berpamitan dengan Zeline dan juga Liam.
Daniel sepetinya memang betah tinggal disini. Apalagi ada teman, mereka memeng cocok menjadi teman. Semoga saja pertemanan mereka bertahan sampai dewasa dan tak ada masalah.
Daniel sedang memeluk Sela dengan sangat erat "Nanti kamu pokoknya main ya ke rumah. Jangan lupa nanti sama mama kamu aja main ke sana sama bibi Adiba. Pokoknya kamu harus main ke rumah aku kita main sama-sama di sana. Kamu harus lihat mainan aku, kita main sepeda juga ya "
Sela mengusap air matanya "Iya nanti aku main ke sana ya, nanti kita main boneka sama robot lagi ya kamu jangan lupain aku juga, nanti kalau kamu udah punya temen baru kamu lupa aku "
"Ga aku ga akan pernah lupain kamu kok. Pokoknya nanti kamu main ke sana ya ke rumah aku. Nanti aku punya adik jadi nanti kita mainnya bertiga, pasti bakal lebih seru deh"
Mereka mengurai pelukannya "Iya nanti aku main sama adik kamu juga mainnya. Pokoknya aku bahagia sekali saat kamu ada di sini, kamu teman pertamaku. Aku tidak akan pernah melupakan kamu Daniel kamu sangat baik sekali, aku suka berteman dengan kamu "
"Aku pun tak akan melupakanmu Sela kamu juga teman pertamaku. Dadah aku pulang dulu ya"
Setelah itu mereka bertiga naik ke dalam mobil dan mobil melaju pergi dari rumah besar itu. Kat mengusap air mata anaknya yang masih saja mengalir "Jangan menangis nanti juga kapan-kapan kita akan datang kemari lagi. Nanti juga kita kan main lagi kemari ya "
"Iya Mama Daniel hanya sedih saja berpisah dengan Sela dia kan teman pertamaku, dia mau bermain denganku. Meskipun aku membawa mainan robot-robotan bukan boneka tapi dia mau bermain denganku"
"Iya nanti juga kan Sela akan main ke rumah, jadi kalian nanti bisa menghabiskan waktu di sana. Kita harus pulang dulu kan Dede bayi nanti mau keluar. Jadi kita harus menyiapkan segalanya kita akan mendekor kamar dede bayi"
"Baiklah Mama aku tidak akan menangis lagi, tapi kita harus sering-sering main ke sini ya, agar aku juga sering-sering main bersama Sela. Sepertinya dia juga sama seperti aku tidak punya teman"
"Iya nanti kita main sama-sama lagi ke sini"
__ADS_1
Kat memeluk anaknya dengan sangat erat sekali, pertemanan mereka ini sudah terjalin dan Kat mau pertemanan mereka sampai dewasa, jangan sampai pertemanan ini hancur ya semoga saja mereka bisa berteman sampai dewasa nanti.