Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 172 Kenapa malah ada masalah


__ADS_3

Kat terus mengganti channel televisinya mencari tentang kejadian kemarin. Maksudnya dirinya ingin tahu bagaimana keadaan mereka semua. Apakah mereka baik-baik saja.


Apakah ada yang selamat, apakah penjahat itu tertangkap dirinya ingin tahu karena semenjak dia pulang sampai sekarang pikirannya terus saja tertuju pada mereka. Apalagi dengan anak kecil, anak kecil itu yang tak punya dosa apa-apa.


Sebenarnya semua orang juga tak punya dosa. Kenapa harus membunuh mereka. Kenapa tak mengiring mereka untuk pergi saja. Sungguh dirinya tak habis fikir dengan semua itu. Kenapa orang-orang begitu tega.


"Nyonya maaf mengganggu ada yang mengirim makanan, disini tertulis untuk nyonya, tapi tidak ada nama pengirimnya nyonya mungkin saja ini kejutan dari tuan "


Kat mengerutkan keningnya dan mengambil kantong yang diberikan oleh pelayannya itu "Makanan dari siapa. Aku tidak memesan makanan online apa-apa. Mungkin dari kalian ada yang memesan coba kamu tanyakan dulu pada yang lain karena aku tidak memesannya. Kalau pun aku memesan aku akan berbicara pada kalian "


"Tidak ada Nyonya, di sini tertulis atas nama Nyonya kami tidak memesan makanan apa-apa" pelayan itu terus mencoba untuk menyakinkan Kat.


Kat menyimpan makanan itu di meja dan menelitinya, dari siapa ini perasaan dirinya tidak membeli makanan online dan suaminya juga tidak mengirimkan makanan. Kalau misalnya suaminya mengirimkan makanan dia pasti akan menelpon dan mengabarinya dulu.


Ini sangat mencurigakan sekali. Tiba-tiba ada yang mengirim makanan. Aneh kan kalau kalian ada diposisi ku bagaimana apakah akan menerimanya dan memakannya atau akan membuangnya saja.


"Baiklah terima kasih, silakan kamu kerjakan lagi tugasmu"


"Baik nyonya"


Kat membuka makanan itu, makanan kesukaannya. Siapa yang memberikannya, Kat yang akan mengambil salah satu makanan itu tidak jadi, dia memundurkan makanan itu. Ada yang aneh dari makanan ini tapi entah apa.


"Aku tidak boleh gegabah, siapa tahu ada yang meracuniku. Aku tidak mau sampai terkecoh dan tergiur hanya karena makanan saja. Aku harus berhati-hati di zaman seperti ini "


"Dea Dea kemarilah" akhirnya Kat memanggil pelayannya. Untuk membuang makanan ini. Jangan sampai ada yang memakannya bahaya ini.


"Iya nyonya, ada yang bisa saya bantu "tanya Dea dengan riang.


"Kamu buang saja ya makanan ini, karena aku tidak tahu pengirimnya dari siapa dan jangan ada yang memakan makanan ini. Ingat kata-kataku jangan ada yang memakan makanan ini buang saja langsung ketong sampah. Kamu jangan memakannya juga Dea"


Dea diam cukup lama, menatap makanan itu dia menatap semua menu-menu yang ada di sana. Dia sangat tergiur dengan makanan itu terutama dirinya belum pernah makan, makanan yang ada di sana.


"Dea kenapa kamu diam saja, aku menyuruhmu untuk membuang makanan ini jangan sampai kamu makan ya"sekali lagi Kat memperingati pelayannya itu. Takutnya malah dia bawa kekamar dan dimana. Dea itu orang baru yang baru saja dibawa oleh suaminya dan sepertinya dia bukan orang yang terlatih.


Dea dengan gelagapan menganggukan kepalanya, dia membereskan makanan yang tadi Kat bongkar dan membawanya ke belakang, tapi tanpa Kat sadari dia membawanya ke kamar bukan membuangnya.


Dea ini ya padahal sudah diperingati tapi malah membawanya kekamarnya. Memang Dea ini bandel tak bisa diberi tahu.


"Sayang kan makanan enak ini, daripada dibuang lebih baik aku makan saja. Lihatlah sebanyak ini masa mau dibuang. Nyonya itu ya buang-buang makanan. Siapa tahu ini dari tuan, kenapa nyonya itu begitu curigaan. Padahal diluar sana banyak sekali yang tak makan. Tapi nyonya malah membuang-buang makanan seperti itu "


Dea menutup pintu kamarnya dan membuka kembali semua makanan itu. Dia tersenyum senang akhirnya makanan ini di tangannya bahkan afa di kamarnya.


Memang sih pernah memakan makanan semua ini, saat Nyonya ulang tahun tapi kan itu satu tahun sekali. Sebenarnya dirinya baru bulan kemarin merasakannya saat nyonya ulah tahu, rasanya dirinya ingin merasakannya lagi ingin beli tapi sayang uangnya untuk ditabung untuk membeli rumah nanti dan juga yang lainnya.


Dea memakan satu persatu makanan itu, dia bahkan memakannya dengan sangat lahap. Tapi tiba-tiba saja dia terbatuk-batuk. Dea sesak nafas rasanya susah sekali bernafas mulutnya juga tiba-tiba mengeluarkan busa dia langsung terkapar begitu saja tidak ada orang yang tahu.


...----------------...


"Bagaimana kamu sudah kirim makanan itu ke rumah Lucas. Aku mau perempuan itu mati sekarang juga, aku tidak suka dia hidup aku ingin segera melayat kerumah Lucas "


"Sudah Nyonya kami sudah mengirimkan makanan itu ke sana, dan kami juga mengatasnamakan Nyonya Katherine untuk yang menerimanya. Ini pasti akan berhasil nyonya. Pasti nyonya Kat akan menganggap makanan itu dari tuan Lucas. Aku yakin itu nyonya "


"Baguslah, lalu tadi siapa yang menerimanya. Aku tak mau ada kesalahan sedikitpun dari kamu "


"Yang menerima awal adalah pelayannya nyonya"


"Bodoh, kenapa kamu tidak menyuruh para penjaga itu untuk memanggil Katherine dan dia sendiri yang mengambilnya. Aku tidak percaya kalau makanan itu masuk ke dalam tubuh Kat, bisa saja kan pelayan itu culas dan membawa makanan itu ke kamarnya. Apalagi makanan itu sangat banyak mereka pasti akan tergiur itu makanan-makanan mahal. Sialan kenapa kamu bodoh sekali aku kan sudah mengatakan dari awal kalau harus Kat yang menerimanya jangan orang lain "


"Maaf nyonya, tapi para penjaga tidak membiarkan Nyonya Katherine untuk mengambil barangnya sendiri, jadi para pelayan yang mengambilnya. Kalau aku tidak mengikuti ucapannya mungkin mereka akan curiga dengan apa yang aku lakukan. Makanya lebih baik dititipkan saja agar sampai pada Nyonya Katherine. Mana mungkin mereka culas Nyonya pasti Tuan Lucas akan marah kalau sampai itu terjadi" orang suruhan itu mencoba untuk membela diri tak mau disalahkan. Yang terpenting makanannya sudah sampaikan kenapa harus dipermasalahkan seperti itu.


"Baiklah selalu pantau rumah itu, aku ingin dia benar-benar mati aku tidak suka sesuatu yang dulu aku miliki diusik olehnya. Ingat aku ingin dia mati kamu yang harus tanggung jawab atas semua ini"


"Baik nyonya"


Orang itu segera pergi mengikuti apa arahan Nyonya untuk pergi lagi ke arah rumah Lucas, dan mengintai rumah itu. Apakah ada mobil yang keluar atau ada ambulans.


Semoga saja rencananya ini tidak gagal, sungguh dirinya takut sekali kalau ini akan gagal dan taruhannya adalah nyawa nya sendiri. Dirinya sudah menyerahkan nyawanya demi uang, ini pun demi keluarganya demi kebutuhannya.

__ADS_1


Karena racun itu akan bekerja dengan cepat mungkin 15 detik akan langsung bekerja, karena tadi pun nyonya sudah memberitahunya. Katanya dia sudah menaburkan racun itu pada satu persatu makanan itu lagi dirinya juga tadi menambahkannya lagi. Agar lebih maksimal saja kan.


Semoga saja sesuai target dan nyonya Kat sendiri yang memakannya. Agar dirinya terpakai lagi oleh nyonya dan uangnya makin banyak untuk membeli rumah untuk keluarganya besarnya itu.


...----------------...


"Tolong tolong tolong, tolong siapa saja tolong aku "


Kat yang sedang mengeloni anaknya kaget, dia langsung bangkit dan turun ke lantai bawah ada apa ini tiba-tiba ada keributan "Ada apa kenapa kamu berteriak-teriak seperti itu, ada masalah apa "


"Dea Nyonya Dea, Dea dia ya ampun nyonya aku tak tahu kenapa bisa terjadi pada Dea " pelayan itu malah menangis bukannya menyelesaikan kata-katanya.


"Ada apa dengan Dea. Bukannya dia baik-baik saja apa dia jatuh, apa yang terjadi jelaskan dengan benar padaku jangan seperti ini. Aku jadi takut sendiri "


"Dea di kamarnya di kamarnya, sudah tidak bernyawa Nyonya kami tadi sudah mengeceknya. Sepertinya dia terkena racun "


"Apa sudah tidak bernyawa tadi dia baik-baik saja" Kat sangat kaget sekali. Tadi Dea baik-baik saja bahkan sempat dirinya suruh untuk membuang makanan.


Apa mungkin Kat memakan makanan itu, ya ampun kenapa Dea tak mendengarkan kata-katanya. Kat langsung berlari ke arah kamar Dea dan dia melihat makanan yang tadi dirinya suruh buang, tapi ada di kamar Dea semuanya. Bahkan lengkap dan minuman serta makanan sudah ada yang beberapa dia makan dan minum.


"Dea padahal aku sudah menyuruh mu untuk membuang makanan dan minuman ini. Firasatku benar kan. Cepat bawa dia ke rumah sakit kita harus tahu kenapa dia meninggal panggil ambulans, sekarang juga ayo jangan diam saja seperti ini "


"Baik nyonya tapi untuk makanan ini bagaimana " tanya pelayan yang memeluk Dea.


"Cek laboratorium, ambil salah satu sampel kita harus tahu ada apa dengan makanan ini. Sudah aku bilang kan jangan pernah menerima barang yang diberikan tanpa nama, kalau bukan dari suamiku. Ayo cepat-cepat lakukan dengan cepat. Jangan malah bengong dan kumpul dikamar ini "


Kat keluar dari kamar dan menelpon suaminya yang belum pulang. Ini masih siang suaminya pulang juga nanti sore atau pun malam tapi ini hal darurat dirinya harus menelpon suaminya. Ini sangat gawat sekali.


"Halo sayang ada apa, kamu udah kangen aja ya sama aku. Sebentar lagi aku akan pulang sayang. Pekerjaan ku sudah selesai kamu tunggu aku pulang ya. Mau aku bawakan apa sayang "


"Lucas ada yang meninggal "Kat langsung saja pada intinya, karena dirinya juga di sini ketakutan. Siapa sebenarnya yang mengirim makanan itu siapa yang ingin membunuhnya, kalau saja tadi dirinya memakan makanan itu mungkin dirinya yang akan lewat.


"Maksud kamu ada apa, ada kecelakaan di rumah ada yang jatuh sayang, pelayan atau penjaga rumah sayang"


"Bukan, tadi ada yang girim makanan buat aku, tadi aku suruh Dea buat buang tapi ternyata dia malah bawa ke kamarnya dan makan makanan itu. Nah sekarang dia meninggal aku bingung kamu pulang ya. Aku di sini benar-benar takut. Takut kalau orang jahat itu ada di sini, takut salah satu dalangnya ada disini"


"Baiklah cepat pulang, aku menunggu mu pulang Lucas. Aku sangat takut, takut terjadi hal yang lain lagi"


Setelah itu Kat melihat jasad Dea yang dibawa ke dalam ambulans, tanpa butuh waktu lama ambulans sudah datang. Kat menggigit jarinya karena sangat khawatir dan juga ketakutan.


Takut-takut pelayannya atau penjaganya di sini ada yang menjadi musuh suaminya dan ingin menghabisi dirinya ataupun Daniel. Iya Daniel dirinya baru ingat Daniel.


Kat berlari ke lantai 2 dan mengambil anaknya yang sedang tidur dan Daniel langsung menangis, Kat sangat ketakutan sekali takut ada yang menyakiti anaknya. Kenapa dirinya tadi sampai melupakan anaknya untung saja tak ada yang macam-macam dengan anaknya ini.


"Maaf sayang maaf. Mama sudah mengganggu tidurmu. Maaf tidur lagi sayang tidur lagi, mamah sangat ketakutan sayang jangan menangis lagi ya maafkan mamah "


Kat mengayun-ayun kembali Daniel dan menepuk-nepuk pantatnya. Kat hanya bisa melihat dari arah kaca. Melihat mobil ambulans itu pergi meninggalkan rumahnya.


Kenapa harus ada kejadian seperti ini dirumahnya. Siapa yang berkhianat disini. Pasti itu racun yang memastikan sampai-sampai Dea bisa meninggal.


...----------------...


"Hallo Nyonya. Saya sudah melihat ada mobil ambulans yang keluar dari rumah itu, mungkin saja itu Nyonya Kat yang dibawa ke rumah sakit, disini begitu kacau nyonya mereka sepertinya sangat ketakutan sekali "


"Kenapa mungkin, harus benar aku membayar mu dengan mahal jangan sampai semua ini sia-sia. Kalau saja aku tidak hamil aku akan melakukannya sendiri tanpa butuh bantuanmu. Kamu ini bagaimana sih kerjanya kenapa malah setengah-setengah memangnya aku membayar mu setengah-setengah tidak kan "


"Maaf Nyonya, tadi karena banyak sekali yang mengerumuni mobil ambulans itu makanya aku tidak bisa melihat dengan jelas, tapi yang dibawa masuk ke dalam ambulans itu adalah seorang perempuan Nyonya dan perawakannya juga sama seperti Nyonya Katherine. Aku yakin itu nyonya Kat "


"Ikuti dia ke rumah sakit, lihat dengan jelas dan masuk ke ruang jenazah dan lihat wajahnya. Apakah itu benar-benar Katherine atau bukan. Aku ingin kamu foto kan dan mengirimnya padaku sekarang juga, untuk apa aku membayar mu kalau pada ujung-ujungnya aku harus selalu memberimu instruksi seperti ini, memang seharusnya aku tidak memperkerjakan mu "


"Maaf Nyonya, aku akan segera pergi ke sana. Aku akan mengirimkan semuanya pada nyonya dan aku yakin itu adalah nyonya Katherine" lagi lagi laki-laki itu mencoba untuk meyakinkan meski dirinya tak tahu siapa sebenarnya siapa yang ada didalam ambulans itu.


"Buktikan saja dulu jangan bilang itu Nyonya Katherine Nyonya Katherine tapi nyatanya bukan. Bagaimana kalau itu pelayannya, disana banyak pelayan perempuan "


"Baiklah nyonya"


Kembali orang suruhan itu menjalankan mobilnya, mengikuti ambulans yang pergi dengan cepat sekali, dirinya harus tahu siapa sebenarnya yang ada di mobil ambulans itu.

__ADS_1


Jangan sampai nanti nyawanya yang akan melayang, kalau sampai misi ini gagal karena syarat dirinya menyetujui pekerjaan ini adalah nyawanya, kalau gagal maka nyawanya sendiri yang akan habis.


...----------------...


Lucas yang sudah kembali dia memeluk istrinya dan juga anaknya. Kat sampai menangis karena saking takutnya. Takut kalau anaknya yang disakiti kalau dirinya tidak masalah tapi anaknya tidak jangan.


Anaknya tak tahu apa-apa, anaknya masih kecil dan tak bisa melakukan apa-apa dirinya harus selalu waspada untuk melindungi anaknya ini.


"Sudah, aku sudah ada di sini, aku sudah mendapatkan hasil tes laboratorium atas makanan dan minuman tadi, anak buahku juga ikut mengeceknya sebelum kamu mengirimkannya ke rumah sakit. Ini sungguh diluar dugaan sayang "


Kat langsung mendongakkan kepalanya dan menatap suaminya. Lucas membawa istrinya untuk duduk dulu untuk tenang dan melihat hasilnya bersama-sama. Sebenarnya dirinya sudah lihat tadi saat hasil ini sampai ditangannya.


"Jadi bagaimana hasilnya seperti apa, apa yang ada dalam makanan itu. Kenapa bisa membuat Dea meninggal dengan cepat seperti itu. Bahkan hanya beberapa jam saja kenapa ada orang jahat seperti itu yang ingin melukai keluarga kita "


Lucas membukanya, lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar "Di dalam makanan itu ada sianida racun yang bisa membunuh dengan cepat 15 detik sampai 3 menit, sepertinya orang yang melakukan ini sangat benci padaku. Aku tahu mereka mengirim ini untukku. Mereka tahu kalau kelemahan aku itu kamu sayang "


"Sianida, racun kenapa bisa ada dalam makanan itu, sebenarnya siapa orang yang mengirimkannya. Apa kamu sudah menyelidiki semuanya aku takut kalau nanti Daniel yang menjadi taruhannya aku takut mereka malah bermain-main dengan anak kita nantinya. Aku tidak rela kalau itu sampai itu terjadi"


"Aku sedang menyelidiki semuanya. Aku sendiri yang akan menyiapkan makananmu dan juga untuk Daniel. Kamu tidak boleh memakan makanan dari manapun selain aku yang menyiapkannya, sekarang masuk ke dalam kamar dan kunci pintunya aku akan menyelidiki semua ini terlebih dahulu ya jangan kemana-mana. Sebelum aku yang menyuruhnya"


"Tapi kamu harus baik-baik saja ya. Kamu juga jangan asal makan aku takut kalau kamu juga jadi sasarannya, mungkin ini orang terdekatmu yang melakukan ini Lucas. Bukannya aku menuduh tapi firasatku mengatakan itu "


"Aku akan selalu hati-hati, aku sudah menyiapkan minum dan makanan untuk kalian di dalam kamar jangan keluar dan kunci pintu jangan pernah percaya pada siapapun. Termasuk pelayan ataupun penjaga yang ada di sini. Aku khawatir mereka bersekongkol"


Kat mengganggukan kepalanya, dia memeluk suaminya sebentar rasanya kalau sudah ada suaminya semua ketakutannya hilang. Suaminya adalah sosok yang bisa membuatnya tenang dan aman. Tak salah dirinya bertahan dengan Lucas dan memberikannya kesempatan lagi.


"Baiklah aku sekarang pergi ya, aku harus segera menyelesaikan semua ini aku tidak bisa tinggal diam kalau ada yang ingin menghancurkan keluargaku, apalagi ingin menyingkirkan mu tetaplah disini dan percaya padaku kalau aku akan baik-baik saja dan aku akan menemukan orang itu. Kamu hanya perlu mengikuti kata-kata ku saja sayang "


Kat menganggukan kepalanya, Lucas langsung pergi dari kamar Kat juga langsung mengunci pintunya, seperti apa yang diinginkan suaminya. Kat menatap anaknya yang masih dirinya gendong dan membaringkannya di tempat tidurnya.


"Sayang kamu harus kuat ya. Nanti kalau besar kamu harus jadi laki-laki yang baik cerdas dan selalu menjadi kebanggaan kedua orang tua, mamah akan selalu mendukung kamu sayang. Mama juga akan selalu ada disamping kamu "


Daniel malah memberikan senyumnya dengan gigi yang masih belum ada, dan menepuk-nepuk tangannya dan mengemut jempol tangannya, tapi Kat segera menarik tangan itu dengan perlahan jangan sampai ini menjadi kebiasaan tak baik kan.


"Jangan ya sayang. Jangan seperti itu jangan diemut jempolnya, ga boleh ya anak mamah yang tampan"


Kat memeluk Daniel dan mengusap-usap punggungnya supaya anaknya itu tertidur. Kasihan dia tadi terbangun kan gara-gara langsung dibawa olehnya. Pasti anaknya tadi kaget sekali dengan apa yang dirinya lakukan.


Setelah melihat anaknya yang mulai mengantuk dan matanya tertutup. Kat malah melamun memikirkan kemungkinan siapa yang akan meracuninya. Apa mungkin ada seseorang yang membenci dirinya.


Apa mungkin ada orang yang marah pada suaminya, gara-gara keluarganya pernah dibantai atau mungkin salah salah kolega suaminya, tapi sepertinya tak mungkin. Mustahil juga mereka mengetahui dirinya karena banyak orang yang belum tahu kalau dirinya ini masih ada.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar, Kat hanya diam saja "Nyonya apakah saya boleh masuk, saya akan memandikan dulu Tuan Daniel, sudah saatnya mandi nyonya "


Ternyata itu pengasuhnya Daniel langsung saja Kat pergi ke arah pintu, tapi sama sekali tidak membukakan pintu itu "Tidak masalah biar aku saja nanti yang memandikan Daniel. Dia sedang tidur lebih baik kamu istirahat saja dulu untuk sekarang ya, biar untuk beberapa hari Daniel aku yang mengurus dulu. Kamu bisa istirahat dulu menyegarkan tubuhmu itu"


"Baik nyonya kalau Nyonya butuh sesuatu panggil saja aku. Aku akan datang menemui nyonya "


"Baiklah terima kasih"


"Iya nyonya sama-sama "


Kat yang mendengar langkah kaki pengasuh anaknya itu turun ke lantai bawah lega. Sungguh sekarang di sini semua orang harus dicurigai karena memang masalah sedang genting sekali, tidak boleh dianggap remeh karena ini masalah nyawa.


Kat berjalan ke arah kaca, melihat di luar sepi tapi tiba-tiba datang mobil dan keluar beberapa orang berbadan besar, tentu saja laki-laki mereka berjaga di setiap sudut rumah.


Apakah suaminya memanggil pekerja-pekerja yang lain, lalu untuk yang lama mereka ke mana. Kenapa mereka tidak ada atau mungkin suaminya malah menyiksanya tidak tidak.


Jangan pikirkan itu, mana mungkin suaminya seperti itu kan selama ini suaminya sudah tidak jahat lagi pada orang, tidak membunuh orang lagi tidak mungkin kan suaminya seperti itu lagi. Mungkin mereka sedang diintrogasi ya. Ya mungkin sedang diintrogasi dulu makannya mereka tak ada.


Kat kembali kearah anaknya Daniel, mengusap pipinya yang gembul. Gemas sekali dengan anaknya ini.Rasanya Kat ingin sekali mengigit pipi anaknya ini.


Kenapa begitu mengemaskan sekali anaknya ini. Sudah tampan lucu lagi, pasti anaknya ini saat sudah besar akan lebih tampan dari ayahnya.


"Sayang, mamah sayang menyayangimu. Selalu ada disamping mamah ya sayang. Mamah begitu beruntung mempunyai dirimu dan juga ayahmu. Meskipun hidup kadang tidak tenang"


Kat membaringkan tubuhnya dan menatap wajah anaknya dengan lekat, semoga saja nanti saat sudah besar anaknya mendapatkan pasangan yang baik dan mengerti dengan watak anaknya.

__ADS_1


Bukannya berfikir jauh, karena itu memang harus difikirkan anaknya tak akan kecil terus. Anaknya akan tumbuh besar.


__ADS_2