Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 120 Hasutan ke 2


__ADS_3

Chelsea yang memang sengaja datang terlebih dahulu ke sini hanya untuk menghasut adiknya, akhirnya mulai terbuka jalannya.


Sepertinya Kat akan meminta surat-surat itu pada Lucas, semua harta itu harus menjadi miliknya. Karena ayahnya yang mengelolanya beserta ibunya dari awal. Kenapa saat perusahaan itu sudah di atas malah diambil oleh Kat enak saja.


Chelsea mengelilingi rumah itu. Melihat-lihat bahkan membuka satu persatu kamar yang mana akan dirinya tinggalin nanti di sini.


"Aku ingin kamar yang besar, disini kecil semua. Apa dilantai 2 ya kamarnya yang besar dan bagus, mungkin lantai bawah itu untuk pelayan"


Chelsea melangkahkan kakinya ke lantai 2 mengecek satu persatu kamar, saat pintu paling ujung dibuka ternyata ini paling besar. Kamarnya Katherine, apa ini kamar utama ?


Chelsea masuk begitu saja dan duduk ditempat tidur itu, melihat adiknya yang sedang tertidur "Apa aku sekalian rebut saja ya calon suaminya. Hemm itu lebih bagus aku akan mendapatkan segalanya. Aku akan mendapatkan perusahaan dan juga suami yang kaya" gumam Chelsea.


Chelsea membuka lemari pakaian Kat banyak sekali pakaiannya, lalu saat membuka lemari-lemari yang lain juga penuh dengan sepatu dan juga tas "Banyak sekali aku harus memiliki ini semua, ya aku harus mendapatkan semuanya tak boleh ada yang tersisa sedikit pun "


Chelsea keluar dari kamar ini, dirinya akan memikirkan cara agar memiliki Lucas seutuhnya. Mungkin dia tak mencintainya tapi kalau sudah mendengar semuanya pasti dia akan membatalkan pernikahan ini dan menikahinya.


Chelsea duduk diruang santai, "Bi bibi "teriak Chelsea


"Eh iya non "


"Ambilkan saya camilan, jus jeruk terus kue, semua camilan yang ada di sini saja tolong ambilkannya. Kamu tahu kan saya di sini siapa jadi turuti apa kata-kata saya"


"Baik nona, apa ada lagi "


"Sudah itu saja nanti kalau ada yang kurang aku akan memanggilmu"


"Baik nona "


Chelsea mengotak-atik ponselnya, mengabarkan sesuatu pada seseorang. "Baiklah aku harus bersantai dulu disini, setelah itu melancarkan rencananya "


"Lucas "Panggil Chelsea saat melihat Lucas.

__ADS_1


Lucas tidak menjawab, tapi tatapannya langsung mengarah kepada Chelsea. "Kita bisa mengobrol sebentar ini tentang Katherine"


Lucas tanpa banyak bicara langsung menghampiri Chelsea dan duduk jauh dari Chelsea"Kenapa jauh-jauh sih duduknya. Sini dong deketan emangnya aku bakal gigit gitu"


"Kalau mau bicara silakan langsung bicara, tidak usah dekat-dekat juga kan"


"Baiklah aku ingin membicarakan sesuatu padamu. Ini tentang Katherine dan terlalu sensitif. Sebenarnya aku tidak mau memberitahunya padamu"Chelsea berhenti sejenak lalu kembali melanjutkan kata-katanya.


"Baiklah, Katherine itu bukan perempuan baik. Apakah kamu yakin untuk menikahi dia, dia itu sudah tidak virgin lagi. Apa kamu yakin menikah dengan perempuan seperti itu bukannya aku ingin menjelek-jelekkan adikku, tapi memang itu kenyataannya. Aku tidak mau nanti kamu kecewa saat malam pertama makanya aku memberitahumu sekarang sebelum kamu menikahi Katherine"


"Memangnya dalam mencintai seseorang harus perempuan itu virgin dulu ? "


"Ya bukan begitu. Aku tahu kamu laki-laki baik masa mendapatkan perempuan seperti itu"


"Memangnya kamu perempuan baik? "


"Aku perempuan baik, makanya memberitahu semuanya padamu. Kalau aku tidak peduli padamu mungkin aku tidak akan memberitahu ini semua padamu. Aku takut nanti kamu malah menyakiti adikku jadi lebih baik tahu sekarang saja daripada nanti"


Chelsea menatap wajah Lucas, ingin melihat kemarahan dari laki-laki itu, tapi tidak ada tersirat kemarahan sekalipun dari wajahnya. Apa dia tidak marah kalau Kat itu bukan perempuan baik-baik.


Chelsea langsung mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban dari Lucas. Ini bukan jawaban yang ingin dirinya dengar.


Tanpa mau mendengar kembali jawaban dari Chelsea, Lucas pergi meninggalkan Chelsea sendirian "Apakah se spesial itu Katherine, sampai-sampai Lucas mengabaikan semua hal yang aku katakan? "


...----------------...


"Bang bisa kesini dulu sebentar aja ga lama kok "


"Ada apa Nabil "


"Kayaknya Agung udah ga tahan lagi deh, dia udah ga bisa makan lagi, dia udah ga berdaya bahkan tubuhnya sudah mengeluarkan bau"

__ADS_1


"Ya udah biarin aja. Tunggu dia sampai mati kenapa harus repot-repot"


"Abang sini dulu aja, lihat keadaanya "


"Baiklah aku akan kesana, memangnya separah apa sampai-sampai aku harus datang kesana "


"Pokoknya aku sudah tidak tahan, aku sudah ingin muntah "


Akhirnya Lucas pergi juga kesana, sebenarnya tujuannya bukan kesana tapi ya sudah lah. Kasian Nabil sudah menelfonya tapi masa ditolak.


Setelah sampai disana Lucas langsung menutup hidungnya bau sekali. Lucas melihat Agung yang tergeletak begitu saja, dengan lalat yang mengerubunginya.


"Bisa Abang lihat sendiri kan, keadaannya sudah sangat kacau apa kita harus langsung membunuhnya tidak mungkin kan kita membiarkan dia terus begini tersiksa "


"Itu yang aku mau, aku ingin dia tersiksa dan mati dengan perlahan. Itu akan sangat menyenangkan sekali. Aku suka melihat tubuh Agung yang makin membusuk"


Lucas menendang perut Agung, tidak ada suara tapi mata Agung masih terbuka dan menatap Lucas "Bagaimana masih berani bermain-main denganku? "


"Jawab "


Tentu saja Agung tidak menjawab, keadaanya sedang seperti ini. Mana bisa menjawab lemas sekali, tak dikasi makan,minum hanya dibiarkan begini saja. Apalagi menahan sakit ditubuhnya.


"Lu-cas tolong le-paskan aku "


"Nah begitu bicara, jangan diam saja "


"Ya aku akan melepaskanmu dan kamu akan langsung masuk ke dalam neraka, hidupmu akan senang di sana tidak ada lagi waktunya untuk mengobatimu dan membuatmu seperti semula. Memangnya kamu mau hidup dengan cacat dan penuh luka seperti ini tidak kan, lebih baik mati daripada harus seperti ini. Tunggu saja kapan kamu mati sebentar lagi pun kamu akan mati jadi tidak usah meminta tolong untuk dilepaskan, karena itu tidak akan pernah terjadi"


Lucas lagi-lagi menendang Agung dan menghampiri Nabil yang meringis "Kamu jaga dia dengan baik-baik. Jangan sampai ada yang datang kemari atau keluarganya yang tahu kalau laki-laki itu sedang aku sekap di sini. Hanya kita berdua saja yang tahu awasi terus dia dan jika dia sudah mati lemparkan dia pada peliharaanku. Biarkan dia menghilang seperti tertelan bumi "


"Ya bang, tapi bagaimana dengan keuangan keluarganya, mereka hanya tergantung pada Agung "

__ADS_1


"Aku tidak peduli, dia yang sudah main-main denganku maka inilah akibatnya. Biarkan saja keluarganya mau miskin ataupun tidak punya uang sepeserpun itu bukan urusan kita lagi. Biarkan mereka menjual perusahaan mereka dan bertahan hidup, inilah akibatnya bermain-main denganku "


Lucas pergi dari tempat itu, sudah tak tahan dengan bau yang sangat menyengat sekali.


__ADS_2