
"Akhirnya kamu datang juga, aku dari tadi udah tunggu kamu Lucas. Aku takut kamu ga dateng dan ga jadi bantuin aku "
Tamara memeluk Lucas dengan sangat erat sekali. Tapi Lucas langsung melepaskan pelukannya itu. Enak saja main peluk-peluk aja. Kat yang boleh memeluknya tak boleh yang lain "Tidak usah memeluk, aku tidak suka dipeluk olehmu "
"Maaf aku terlalu senang kamu datang kemari untuk membantuku. Kita akan pergi kemana kerumah kamu kan, aku pasti akan sangat nyaman hidup bersama kamu satu atap sama kamu juga "antusias Tamara.
"Tidak, untuk apa aku membawamu kerumahku. Aku tidak berminat untuk menampung mu di rumahku. Istriku juga tidak akan mau ada dirimu di rumah, jadi ikuti saja kalau mau dibantu ya ikut aku, kalau tidak ya sudah kamu diam saja di sini" tolak Lucas dengan kata-kata yang membuat Tamara sakit hati.
"Baiklah, aku akan ikut kamu. Aku akan ikut denganmu sekarang. Aku hanya ingin aman saja bersamamu "Wajah ceria Tamara langsung menghilang digantikan dengan wajah yang sangat kecewa sekali.
Tamara menggandeng tangan Bibi Merry, mereka masuk dan duduk di kursi belakang sedangkan Lucas di depan bersama sopir. Tamara juga tak banyak protes lagi.
"Lucas bagaimana dengan perusahaanku, apakah akan baik- baik saja tak akan ada masalah kan. Aku begitu khawatir dengan perusahan ku itu "
"Aku tidak mungkin mengurus semua propertimu, ya sudahlah yang terpenting sekarang kamu selamat dulu kan. Memangnya kamu mau ketahuan oleh polisi dan kamu tertangkap. Sudahlah relakan saja properti mu itu"
"Ya aku ingin selamat tapi aku juga ingin perusahaanku selamat. Aku ingin semuanya selamat, aku tidak mau nanti hidup miskin. Aku tidak mau bekerja dibawah tekanan orang lain. Intinya aku ingin semuanya dan aku yakin kamu bisa membantuku "
"Kalau semuanya selamat maka kamu kerjakan saja sendiri, aku tidak sebaik itu untuk membantu semua pekerjaanmu. Apalagi kamu sudah membunuh dan ketahuan, itu bisa merambat padaku nantinya. Aku tidak mau sampai terbawa-bawa "
"Baiklah bawa aku pergi jauh saja. Aku tak akan memikirkan apa-apa, selagi kamu mau bantu aku dan ada di samping aku. Aku tak akan kekurangan apa-apakan, semua kebutuhanku akan kamu penuhi"
"Hemm "
Lucas tak mau memperpanjang pembicaraannya dengan Tamara, dia fokus menatap ke arah jalan sopirnya juga sudah diberitahu Lucas akan pergi ke mana.
Pokoknya semuanya sudah terencana. Lucas ingin hidupnya kembali nyaman seperti dulu, tidak ada gangguan seperti ini apalagi gangguan dari Tamara yang begitu memusingkan kepalanya.
Lucas ingin Tamara hilang selama-lamanya bahkan nama itu tak muncul lagi. Lucas sudah muak sekali dengan apa yang Tamara lakukan. Lucas ingin menghabiskan waktunya bersama sang istri tapi sulit sekali karena mengurus masalah ini dan juga kantor.
Jadi Lucas ingin masalah ini cepat-cepat selesai, Lucas juga tak mau membuat Tamara hidup lebih lama lagi. Bisa-bisa Tamara akan bertindak dan mengganggu istrinya.
...----------------...
Sedangkan di rumah Tamara sendiri sedang dihebohkan dengan penemuan ibunya Tamara yang baru ditemukan oleh Polisi. Ibunya Tamara tidak bisa melakukan apa-apa.
Nyonya Sera hanya bisa diam menatap semua orang yang ada di hadapan. Nyonya Sera sebenarnya tak nyaman dilihat seperti ini, tapi mulutnya sulit sekali digerakkan.
"Bawa dia ke rumah sakit sekarang, mana ambulannya apa sudah sampai cepat kita harus menyelamatkannya dia butuh bantuan "
"Sudah ambulansnya sudah datang, ayo bawa dia "
Nyonya Sera dibawa ke rumah sakit. Selama perjalanan juga Nyonya Sera tidak banyak bicara, dia hanya diam karena badannya begitu lemas sekali memang pelayan-pelayan di sini memberikannya makan, tapi tetap saja tubuhnya sudah sangat lemas dan tidak mampu lagi untuk bergerak.
Saat datang di Rumah Sakit Nyonya Sera langsung diberi pertolongan. Polisi masih ada di sana menunggu ingin menanyakan sesuatu padanya. Semoga saja nyonya Sera tahu kemana perginya Tamara buronan yang sedang mereka cari.
Akan sangat berbahaya kalau Tamara dibiarkan kabur seperti ini. Bisa-bisa ada korban lagi dan mungkin akan lebih parah dari yang ini.
3 jam berlalu dan nyonya Sera sudah bisa diajak bicara. Dua polisi langsung masuk dan bertanya langsung pada Nyonya Sera tentang keberadaan Tamara. Semoga saja dia tahu kan.
"Maaf kami mengganggu waktunya Nyonya, nyonya ini jadi ibunya dari Tamara"
"Iya saya ibunya. Saya sudah lama dikurung di kamar itu oleh anak saya sendiri, karena kesalahan saya sendiri. Saya mengaku salah atas apa yang pernah saya lakukan pada anak saya sendiri. Saya salah mendidik Tamara sampai-sampai dia menjadi seperti itu. Sampai-sampai dia menjadi orang yang dingin dan tak punya belas kasih. Saya yang salah disini "
"Lalu apakah Nyonya selama ini tahu tentang kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh anak Nyonya, apalagi yang terbaru ini membunuh temannya sendiri. Sampai menyembunyikan mayatnya. Apakah Nyonya tahu tentang rencana-rencana yang dibuat oleh Tamara "
Nyonya Sera langsung menggelengkan kepalanya dengan kuat "Aku tidak tahu, aku tidak tahu menahu tentang apa yang anakku lakukan, aku dikurung selama ini, aku tidak dibolehkan keluar dari kamar itu. Aku dikurung sudah lama "
"Apakah sebelum pergi Tamara menemui Nyonya dulu atau mungkin berpamitan. Siapa tahu dia menemui nyonya dulu dan berbicara dengan nyonya "
__ADS_1
"Tidak sama sekali, dia tidak akan pernah ingat padaku apalagi dalam masalah ini, dia tidak akan mencariku atau berbicara padaku. Mungkin sekarang Tamara sudah lari jauh, dia bisa bersembunyi dimanapun "
"Apakah Nyonya tahu ke mana dia lari, mungkin ada tempat yang selalu dia datangi"
Nyonya Sera menggelengkan kepalanya lagi "Aku tidak pernah tahu, Tamara akan pergi ke mana. Seperti yang aku bilang dari awal kalau aku tidak terlalu dekat dengan anakku. Aku salah mendidik anakku sendiri, mungkin bibi Merry akan tahu dimana Tamara. Dia yang lebih dekat dengan bibi Merry. Bibi Merry segalanya untuk Tamara "
"Bibi Merry siapa nyonya ? "
"Dia adalah pengasuh masa kecilnya Tamara, dia kembali lagi ke rumah dan menjadi pelayan di sana lagi. Mungkin bibi Merry tahu semuanya tentang kelakuan Tamara atau mungkin Bibi Merry juga membantu Tamara, karena mereka sangat dekat sekali. Bibi Merry akan melakukan apapun demi Tamara"
"Nyonya mengetahui alamat rumah bibi Merry dimana"
"Aku tidak tahu bolehkah sekarang aku istirahat. Aku ingin segera istirahat aku sudah sangat lelah sekali. Aku ingin mengistirahatkan tubuhku yang lemah ini, aku tidak bisa banyak berbicara lagi. Aku sudah mengatakan apa yang aku tahu, jadi tolong biarkan aku sendiri "
"Baiklah Nyonya selamat beristirahat. Maaf kami telah mengganggu istirahat Nyonya. Sekali lagi terima kasih nyonya "
Polisi itu langsung pergi meninggalkan rumah sakit, sedangkan Nyonya Sera sendiri ditunggui oleh salah satu pelayan di rumah Tamara yang memang sudah diberi tugas oleh bibi Merry.
"Kamu tahu dimana Tamara "nyonya Sera tiba-tiba bertanya seperti itu.
"Tidak nyonya, aku tidak tahu dimana nyonya Tamara dia pergi membawa barang-barangnya bersama bibi Merry itu saja yang aku tahu "
Nyonya Sera hanya menganggukan kepalanya, nyonya Sera mencoba untuk menutup kedua bola matanya untuk beristirahat. Lelah sekali rasanya.
...----------------...
Lucas sudah sampai di rumah tujuannya, rumahnya cukup besar Tamara langsung saja masuk dan tidak memperdulikan orang-orang yang lain. Saat melihat rumah itu Tamara sudah sangat senang sekali.
Rumahnya besar dan sesuai dengan apa yang dirinya mau. Sudah pas lah untuk tempat tinggalnya bersama anaknya ini. Memang Lucas tahu apa yang Tamara mau.
Baru saja Tamara akan membuka kamar sudah ada orang-orang yang memakai masker, dan juga memakai pakaian yang siap akan melakukan operasi.
Lucas hanya diam saja sambil menatap orang-orang itu. Lalu tersenyum kearah Tamara. Senyum yang begitu menakutkan. "Bawa dia, keluarkan anaknya dan jangan selamatkan dia. Tidak usah memikirkan ibunya fikirkan saja anaknya "
"Lucas apa maksudmu " Tamara sangat takut sekali. Apalagi dengan kata-kata Lucas itu. Apa maksudnya coba dengan menyelamatkan anaknya saja.
Lengan Tamara langsung dipegang oleh orang-orang itu dan dibawa ke sebuah ruangan. Lucas juga ikut masuk dia duduk di sebuah kursi dan melihat Tamara yang sedang diikat.
"Keluarkan anaknya secara paksa dan jangan beri obat bius pada ibunya. Kalian juga harus menyelamatkan anaknya tidak boleh meninggal. Ingat tidak boleh meninggal "
Memang sekarang kandungan Tamara sudah 9 bulan, tapi belum saatnya untuk melahirkan Tamara, tinggal beberapa Minggu lagi baru Tamara melahirkan. Tamara begitu takut saat mendengar kata-kata dari Lucas .
"Maksudmu apa Lucas, kenapa kamu tega sama aku. Bibi Merry tolong aku bibi ada apa ini kenapa Lucas melakukan ini padaku "
Bibi Merry menutup pintu dan berdiri di samping Lucas "Maafkan aku Tamara semua apa yang terjadi padamu itu adalah rencananya Lucas dan diriku, aku membantu Lucas untuk membuatmu hancur. Dan untuk racun yang ada di dalam rujakmu itu bukanlah Lea yang memberikannya, tapi aku sendiri aku yang telah memberikannya bukan dia, aku hanya memfitnah Lea saja dan aku tidak menyangka kalau kamu akan membunuh Lea sekejam itu" bibi Merry akhirnya jujur tak mau menyimpan kembali tentang rahasianya itu.
"Kenapa kamu melakukan itu padaku bibi Merry. Kenapa apa salahku sampai-sampai kamu tega melakukan itu padaku, aku tidak pernah jahat padamu. Lalu kenapa kamu malah membalasku seperti itu dan kamu juga Lucas memangnya apa salahku, sampai-sampai kamu melakukan ini padaku. Kamu jahat padaku Lucas kamu tega "
"Kamu lupa Tamara kalau kamu telah memberikan makanan beracun pada istriku. Lupa dengan apa yang telah kamu lakukan. Bahkan aku sudah tahu siapa orang yang mengantar makanan itu ke rumahku, Raihan kan orang yang kamu suruh itu. Kamu tidak bisa menemukannya kan, apa yang telah kamu buat sudah membuat aku marah maka inilah balasan dari semua yang kamu lakukan. Bagaimana suka bermain-main denganku "
"Aku masih mau hidup, aku tidak mau mati aku tidak suka dengan istrimu. Kamu terlalu perhatian padanya aku juga butuh perhatianmu. Aku ini temanmu seharusnya kamu lebih memperhatikan aku bukan istrimu Lucas "
Lucas yang mendengar itu malah tertawa, lucu sekali Tamara mengatakan kalau Lucas harus perhatian pada Tamara, memangnya kalau seorang teman itu harus lebih perhatian pada temannya ya, tidak boleh pada pasangannya aneh sekali pemikiran Tamara ini.
"Aku sangat bingung dengan pemikiranmu Tamara, pemikiranmu itu sangat aneh sekali. Yang jelas aku tidak akan pernah memperhatikanmu. Kamu hanyalah seorang teman bagiku bukan siapa-siapaku. Bahkan bukan keluargaku. Sedangkan istriku adalah orang terpenting dalam hidupku, jadi jangan pernah sakiti istriku maka ini yang akan kamu terima, bagaimana menyenangkan bermain-main denganku kan. Bahkan kamu tidak menyadarinya kan "
Tamara sudah menangis, dia tak tahu harus menjawab apalagi. Ternyata semua masalah yang dia derita selama ini adalah ulah Lucas dan Bibi Merry yang telah membantunya, perut Tamara tiba-tiba saja sakit seperti ada kontraksi. Tamara melihat orang-orang yang mengelilinginya.
"Perutku sakit sekali, aduh perutnya sakit tolong aku bawa aku kerumah sakit. Tolong bantu aku "
__ADS_1
"Sepertinya dia akan melahirkan Lucas, dan tidak perlu mengeluarkan paksa juga kan berarti kita. Kasian kalau dikeluarkan paksa "
"Ya sudah, kalian semua biarkan dia lahiran secara normal saja. Aku tidak mau melibatkan anaknya dalam masalah ini. Aku hanya ingin ibunya saja, aku ingin nyawa ibunya "
Kenapa Lucas tak mau melukai anaknya, karena Lucas juga punya anak Daniel. Kasian kalau anaknya dibawa-bawa sedangkan dia tak tahu apa-apa.
"Baik Tuan kami akan mengikuti semua arahanmu, kami akan bekerja lagi setelah ada instruksi dari tuan"
Orang-orang itu membersihkan dulu alat-alatnya, sedangkan Tamara dia masih merasakan sakit yang begitu amat sakit yang baru pertama dirinya rasakan di perutnya, apalagi tangannya malah diikat dan kakinya juga. Tamara tidak bisa mengusap perutnya. Menenangkan anaknya yang ada didalam.
"Akan kamu kemana kan Lucas anaknya, apakah kamu akan mengurusnya bersama istrimu " tanya bibi Merry yang takut kalau Lucas akan menghabisi anak itu setelah tak ada dirinya.
"Mana mungkin aku akan mengurus anak itu bibi Merry, aku tidak akan pernah mengurus anak dari musuhku. Yang ada nanti akan menjadi bumerang untukku, lebih baik nanti berikan saja ke panti asuhan dan setiap bulan aku akan mengirimkan uang ke panti asuhan itu. Intinya aku tidak mau mengurusnya mungkin kalau Bibi mau silakan Bibi yang mengurus"
Bibi Merry diam cukup lama, apakah harus dirinya yang mengurus anak itu. Tapi bagaimana kalau anak itu berubah menjadi seperti Tamara. Bibi Merry sangat takut sangat takut sekali, kalau kalau anak yang dikandung Tamara malah akan lebih dari ibunya.
Beberapa jam berlalu akhirnya Tamara melahirkan juga, jadi tidak jadi dikeluarkan secara paksa. Tamara lahiran secara normal anak yang dikeluarkan Tamara adalah seorang perempuan.
Tamara yang melihat anaknya sudah lahir ingin menatapnya. Tapi anak itu langsung dibawa ke arah Lucas "Ini Tuan anaknya sudah lahir, jadi sekarang apa tugas kami tuan "
"Bawa saja dan bersihkan, aku tidak berminat untuk mengambilnya"
Lucas menghampiri Tamara. Bahkan Tamara tidak dibersihkan didiamkan seperti itu saja, memang itu sudah kemauan Lucas ingin melihat Tamara mati perlahan dengan darah yang terus keluar.
"Aku tidak akan mengurus anakmu Tamara, jadi anakmu akan hidup tidak punya orang tua. Dia akan hidup menderita ingat menderita tak akan enak hidupnya "
"Kalau Katherine tahu tentang semua ini dia akan marah padamu Lucas, dia pasti akan membencimu. Kenapa kamu kejam padaku padahal aku ini adalah temanmu. Aku ini adalah orang yang selalu ada untukmu aku ini adalah temanmu dimasa lalu tapi kamu malah memperlakukan aku seperti ini "
"Aku kejam lalu dirimu apa, sama saja kita tidak ada bedanya Tamara. Jadi lebih baik kamu mati saja daripada merepotkan semua orang tenang saja anakmu akan aku masukkan ke panti asuhan atau bibi Merry yang mengurus, tapi aku tidak akan pernah mau mengurus bayi dari musuhku sendiri"
Lucas mengambil sebuah pisau kecil dan menusukkannya ke arah leher Tamara, Tamara sendiri tidak bisa melakukan apa-apa tangannya masih di ikat. Tamara hanya bisa merasakan setiap kesakitan yang diberikan oleh Lucas.
Baru saja melahirkan dan badannya masih lemas, tapi Lucas sudah menambah lukanya lagi dengan menusukkan sebuah pisau beberapa kali di lehernya. Tamara ingin melihat wajah anaknya tapi tak bisa.
Tapi Tamara ingin anaknya nanti membalas kesakitannya ini. Membunuh Lucas kelak dan menghancurkan Lucas juga. Tamara ingin itu terjadi.
Mungkin ini akhir dari hidupnya. Memang dari awal seharusnya dirinya tidak berurusan dengan Lucas, memang seharusnya dirinya menjalani hidupnya sendiri tanpa mau ada di posisi orang lain. Mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini.
Sedangkan Bibi Merry sendiri dia menangis di belakang, tidak menyangka kalau anak yang selama ini dia asuh malah seperti ini bermusuhan, dan akhirnya membunuh salah. Bibi Merry mendekati Lucas dan menatap Tamara yang sudah tidak bernyawa.
Bibi Merry memeluk Tamara dengan erat, bahkan menangis dengan histeris. Mau bagaimanapun Tamara adalah anak yang pernah dirinya urus, Tamara pernah ada disampingnya.
"Pekerjaanmu sudah selesai bibi Merry aku sudah menyimpan uangmu di rumah mu dan aku juga sudah memberikan rumah baru untukmu. Nanti sopir akan mengantarkan mu kesana. Kamu sudah bisa hidup nyaman lagi. Kamu bisa menghabiskan masa tua mu dengan uang yang banyak "
"Aku yang akan mengasuh anaknya Tamara, aku yang akan mendidiknya Lucas. Aku sudah berubah fikiran dan akan berada disamping anaknya Tamara. Aku tak percaya dengan orang lain "
"Silakan aku tidak pernah melarang bibi Merry. Jika memang kamu ingin mendidiknya dan mengurusnya aku tidak akan melarangnya, tadi aku sudah menawarkannya kan padamu jika kamu memang ingin mengurusnya silakan, tapi jangan sangkut pautkan aku dengan anak itu nantinya dan jangan membuat masalah nantinya. Aku tak akan bertanggung jawab"
"Baik aku tidak akan pernah muncul dalam hidupmu lagi Lucas dan kamu juga tidak usah memberikan uang pada anak ini. Uangku sudah cukup untuk mengurusnya sampai nanti besar, aku tak akan menyangkut pautkan kamu dengan anak ini nantinya"
"Baik semua keputusan ada di tangan mu bibi Merry. Aku tidak akan ikut campur mau kamu apakan anak ini pun aku tidak peduli"
Lucas keluar dari rumah itu dan menghampiri anak buahnya yang sudah menunggu di luar "Setelah Bibi Merry dan orang-orang itu keluar kamu bakar rumah ini bersama mayatnya Tamara, jangan sampai ada jejak sedikitpun aku tidak mau ada celah untuk para polisi mencari tentang kebenaran ini, aku ingin semuanya bersih tidak ada yang tersisa"
"Baik tuan "
Lucas segera mengendarai mobilnya. Dia baru ingat kalau dia punya janji dengan istrinya makan malam jam 08.00 malam. Sedangkan sekarang sudah jam 01.00 Dini hari.
Pasti istrinya menunggu kedatangannya. Lucas juga baru membuka ponselnya lagi ternyata istrinya dari tadi menghubunginya.
__ADS_1
Gara-gara masalah ini Lucas malah melupakan janji dengan istrinya, seharusnya tidak seperti ini. Seharusnya Lucas tak ingkar janji lagi pada sang istri. Pasti istrinya itu sangat kecewa sekali padanya.