Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 247 Alex mulai curiga


__ADS_3

Rena yang sudah ditali sudah tak bisa melakukan apa-apa. Rena sangat ketakutan sekali, Rena menatap Alex yang ada dihadapannya. Rena tidak tahu kalau Alex akan melakukan hal seperti ini, Rena melihat sekitar yang begitu menyeramkan.


Ini adalah ruangan kosong, sebuah gedung kosong yang sudah lama tak ditinggalin bahkan Rena saja baru tahu ada bangunan seperti ini. Rena menatap Alex dengan memohon.


"Tolong jangan lakukan ini padaku. Tolong keluarkan aku dari sini aku tidak bisa kalau ada disini terus, lepaskan aku Alex aku minta maaf aku tak akan mengganggumu lagi "Rena sekarang membujuk Alex agar bisa melepaskannya.


"Dalam mimpimu saja, diamlah disini dan jadilah anak yang baik, kamu di sini hanya beberapa hari aku akan datang lagi nanti. Kamu akan bisa merenungkan kesalahan kamu disini. Kamu tunggu saja aku nanti kesini ya "


Rena sudah sangat ketakutan sekali, Rena mengelengkan kepalanya dengan kuat. Rena tidak mau ditinggalkan sendirian disini sendirian. Apalagi ditali seperti ini bagaimana bisa kabur.


"Makanya sudah aku bilang kan jangan pernah main-main denganku, sudah ah aku tak suka berlama-lama disini, aku sungguh bosan dan ingin tidur. Aku tak terlalu suka tempat ini. Tempat ini sangat kumuh sekali dan bau sekali. Ini cocok untuk mu Rena "


"Tunggu dulu sepertinya ada yang ingin aku lakukan padamu, pasti itu akan sangat menyenangkan sekali, ya sangat menyenangkan sekali. Aku akan melakukan sesuatu dulu padamu"


Alex mengeluarkan sebuah pisau kecil lalu mendorong kepala Rena. Rena sudah memberontak, tapi kepalanya itu dicengkeram dengan erat, pakaiannya dibuka begitu saja lalu Alex mengukir sesuatu di punggung Rena.


Rena berteriak dengan kencang perih sekali, sakit sekali "Apa yang kamu lakukan ini sakit Alex, jangan lakukan itu, akhh sakit Alex jangan sakiti aku, tolong jangan seperti ini Alex akhh perih sekali tolong tolong"


"Diamlah jangan terus berteriak, tak akan ada yang membantumu. Sudah diam jangan berteriak "


"Sakit sakit Alex, Alex lepaskan aku kamu jahat sekali padaku "


Setelah selesai mengukir punggung Rena, Alex kembali menatap Rena yang sudah sangat kesakitan sekali. Alex tersenyum melihat wajah Rena yang sangat pucat sekali. Baru saja diperlakukan seperti itu sudah pucat, bagaimana kalau Alex potong semua jari-jarinya pasti dia akan lebih histeris lagi mungkin dia akan pingsan.


Alex akan melakukannya ah, tapi nanti jangan sekarang. Kalau sekarang tidak mood untuk melakukan itu Alex masih mencari keberadaan istrinya kalau istrinya sudah ketemu baru Alex bisa tenang, mau kapanpun menghabisi Rena akan tenang kalau sudah ada sang istri.


"Lepaskan aku Alex, aku tidak akan melaporkannya pada siapa pun. Aku janji sama kamu. Tolong lepaskan aku "


"Alah hanya bualan saja, nanti juga kamu akan berbicara pada orang lain. Kamu itu perempuan licik kamu itu perempuan yang tidak dapat dipercaya, omongan kamu itu tidak akan pernah bisa dipercaya sampai kapanpun. Sudahlah aku tidak suka mendengar kamu yang terus memberikan harapan palsu"


Rena langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat "Aku janji aku tidak akan melakukan itu. Aku tidak akan mengecewakanmu aku akan menghilang aku janji itu. Aku tidak akan mengganggu keluargamu lagi, aku tidak akan muncul lagi dihadapan mu "


"Berisik aku ingin pulang, aku ingin istirahat aku ingin tidur. Sudahlah nanti kapan-kapan aku akan kembali lagi ke sini kita lihat apakah kamu masih ada di sini atau tidak Rena cantik, kapan-kapan aku kembali ke sini untuk melihat keadaanmu. Punggung kamu itu mungkin akan langsung infeksi dalam beberapa hari, karena aku sangat dalam menusuk punggungmu dan mengukir nya dengan namamu sendiri"


Alex membawa pisau itu dan pergi dari sana.Rena terus saja berteriak tapi Alex malah tertawa mendengar teriakan-teriakan itu. Alex akan memikirkan hukuman apa yang pantas Rena terima kalau misalnya langsung dibunuh langsung itu akan tidak menyenangkan.


Alex ingin sedikit bermain-main dengan Rena. Karena dia sudah berani membuat dirinya kehilangan Ayu. Ternyata Ayu begitu penting dalam hidupnya, Alex tidak bisa hidup tanpa Ayu, Alex bahkan seperti orang gila mencari Ayu kesana kemari menanyakannya ke sana kemari, tapi tidak ada yang tahu.


...----------------...


Vio kaget saat mendengar ada guntur. Daniel langsung memeluk istrinya dengan erat. Hujan langsung turun dengan sangat deras sekali. Padahal mereka tadi sedang bermain monopoli. Entah kenapa Vio ingin sekali memainkan monopoli. Dan Daniel mau saja menemani sang istri memainkan itu.


Daniel membereskan monopoli itu. Lalu menyimpannya di dalam lemari "Sudah sekarang tidur nanti kita main lagi ya sayang, lihat hujan sangat deras sekali. Ayo kita tidur sayang "


Tiba-tiba saja lampu mati. Vio sampai berteriak dan Daniel yang kaget mendekati sang istri dan memeluknya "Ada apa, apa ada yang menggigitmu. Apa ada nyamuk yang menggigitmu sayang akan aku tangkap sekarang "


"Tidak aku hanya kaget saja, tiba-tiba lampu padam seperti ini"


"Ya sudah mungkin sedang ada pemadaman listrik, karena gunturnya begitu besar sekali ayo sini kita tidur sudah malam juga. Nanti kita akan main monopoli lagi ya sayang. Aku akan menemani kamu lagi "


Vio menganggukan kepalanya mereka berbaring dan menarik selimutnya menutupi tubuh mereka, Vio dan juga Daniel berpelukan mereka sesekali juga menyatukan bibir mereka.


Beberapa jam kemudian Vio tiba-tiba saja terbangun, tenggorokannya sangat kering sekali. Vio mengambil ponselnya dan menyalakan senter. Air sudah habis tadi Vio tidak mengisinya dulu suaminya juga tidak ada, kemana Daniel kenapa tiba-tiba tak ada.


Vio turun ke lantai bawah, masih saja belum nyala lampu-lampunya, tapi untungnya hujan sudah reda. Saat sudah di dapur Vio langsung mengambil airnya dengan cepat, Vio seperti melihat ada bayangan apakah ada hantu.


Vio yang ketakutan tidak mengisi botol airnya, saat Vio membalikan badan malah menabrak tubuh seseorang, saat mendongakan kepalanya ternyata itu suaminya mengagetkan saja. Vio kira hantunya datang ke sini dari luar masuk ke dalam rumah.


"Kamu itu dari mana. Kenapa ga ada di kamar tiba-tiba menghilang kayak gitu deh kebiasaan. Aku kan jadi takut apalagi lampu lagi mati kayak gini. Kamu juga hilang tiba-tiba"omel Vio


"Aku tadi cuman turun ngecek apakah udah bisa nyala atau belum, ternyata belum, kamu kenapa sih kayak udah lihat hantu aja "


"Itu tadi aku di pintu belakang lihat ada bayangan gitu. Apa di sini ada hantu apa di rumah ini angker, terus gimana kalau tiba-tiba dia masuk ke dalam rumah. Gimana kalau hantu itu ikuti aku kedalam kamar juga "

__ADS_1


"Akan aku cek hantu mana yang berani masuk ke dalam rumah kita ini, dan menganggu istriku tersayang ini. Tunggu disini ya sayangku "


"Jangan tinggalkan aku, aku takut "Vio menggenggam erat tangan suaminya. Tak mau ditinggalkan oleh suaminya.


"Tidak akan, kamu tunggu di sini ya biar aku cek dulu. Aku tak akan takut dengan hantu sayang. Aku juga tak mau kamu khawatir "


Daniel membuka pintu dan melihat-lihat ke arah luar, tidak ada apa-apa ternyata cuman kantong kresek saja yang terbawa angin. Daniel tersenyum melihat itu lalu kembali menutup pintu dan menguncinya. Istrinya ini sangat ketakutan sekali.


"Bukan apa-apa sayang itu cuman kantong kresek saja, yang terbawa angin sudah tenang saja, ayo kita masuk ke dalam kamar tidur lagi ini masih malam. Memangnya kamu mau terus diam di dapur seperti ini'"


"Ya udah ayo masuk ke dalam kamar, aku juga nggak mau terus di sini. Kamu juga jangan ilang-ilang terus aku nggak mau ditinggalin kayak gitu aja, kamu itu ya suka aneh-aneh aja deh tinggalin aku saat mati lampu kayak gitu. Kalau misalnya nggak mati lampu aku nggak masalah"


"Iya iya maaf sayang aku cuman cek doang tadi. Ya udah yuk kita masuk kedalam kamar lagi sayang "


Vio tidak melepaskan genggaman tangannya dari suaminya, dia takut rumah ini sangat besar sekali kalau gelap seperti ini, seperti rumah hantu menyeramkan.


"Awas ya kamu nanti menghilang lagi "


"Ga akan sayang, udah tenang aku akan terus memeluk kamu "


...----------------...


Pagi-pagi sekali Vio sudah muntah-muntah, Daniel yang dari tadi setia memijat tengku istrinya sangat khawatir sekali dengan keadaannya. Bahkan Daniel sampai menelpon dokter langganannya untuk datang kemari datang ke rumah saja.


Daniel membantu Vio untuk membasuh mulutnya. Setelah itu Daniel mengendong sang istri dan membaringkannya di tempat tidur. Daniel begitu khawatir sekali "Masih mual jangan ke kamar mandi, biar aku ambilkan kantong kresek saja ya. Jangan bolak-balik aku khawatir dengan keadaan kamu sayang"


"Sudah aku sudah baik-baik saja, hanya aku lemas dan kepalaku pusing sekali. Aku tak mau muntah lagi Daniel "


"Ini minum dulu sayang "


Vio hanya menurut saja. Dia minum dan memberikannya kembali pada Daniel. Rasanya perutnya ini seperti diaduk-aduk tak pernah Vio merasakan hal seperti ini.


Pelayan datang dengan seorang dokter Daniel langsung menceritakan apa yang Vio alami, dokter itu segera memeriksa Vio dan tak lama kemudian dokter itu memberikan sebuah senyum yang membuat Daniel bingung, kenapa dia istrinya kan sedang sakit tapi malah senyum seperti itu apa dokter ini sedang meledeknya.


Ingin sekali Daniel memarahinya, tapi Daniel harus menahannya jangan sampai dia membuat istrinya malah takut dengannya. Daniel tak mau istrinya menjauhinya.


"Benarkah istriku sedang mengandung, kamu sedang tak main-main kan "


"Iya Tuan benar, Bu Vio sedang mengandung"


Daniel tersenyum lebar sekali setelah mengantarkan dokternya tadi ke lantai bawah Daniel dengan cepat-cepat kembali lagi ke kamarnya. Dia duduk di samping istrinya dan mengecupi seluruh wajah sang istri "Aku tidak percaya Allah akan memberikan aku anak dengan cepat, aku bahagia sekali sayang. Aku harus merayakan ini, kita harus merayakannya sayang"


Vio yang geli dengan tingkah suaminya, langsung menghindari "Sudah geli tahu nggak sih dicium terus-terus kayak gitu, Daniel udah jangan geli banget aku "


"Aku bahagia banget sayang. Aku benar-benar bahagia banget nanti kita cek kandungannya kita pergi ke rumah sakit buat cek semuanya, aku ga sabar ingin lihat anak kita "


Vio menganggukan kepalanya dengan senang Vio senang melihat senyum suaminya yang begitu lebar dan bahagia. Vio juga tidak menyangka kalau dia akan diberi seorang bayi dengan cepat. Sebentar lagi Vio akan mempunyai anak hidupnya akan lebih lengkap, hidup mereka pasti lebih bahagia lagi.


Vio juga tak menyangka akan diberi titipan secepat ini. Tapi Vio bersyukur akan hal itu. Vio akan merawat anaknya dengan baik. Vio akan selalu melindunginya.


"Kamu jangan pergi dulu ke butik ya sayang "


Vio setuju saja, ini juga kan kehamilan pertamanya jadi Vio ingin menjaganya dan tidak mau membuat bayinya kelelahan nanti. Vio tak akan pergi dulu kebutik. Vio akan fokus dulu pada ke kehamilannya ini.


...----------------...


Ayu yang ada di rumah belakang melihat keluar jendela masih hujan dan angin juga masih ada. Ayu semalaman ketakutan karena sendirian. Apa lagi sampai mati lampu. Ayu sampai berteriak karena kaget dan takut.


Apalagi Ayu sendirian di rumah ini sangat menakutkan sekali, tidak ada yang menemaninya Ayu hanya bisa memeluk tubuhnya sendiri saat malam. Tak ada yang menemaninya. Tapi kalau pun ada Alex dia tak akan peduli Alex tak akan memeluknya yang ada dia akan memarahi Ayu habis-habisan karena berisik.


Para pelayan masuk dan memberikan makanan serta baju hangat yang banyak. Mereka juga membersihkan rumah, Ayu yang takut kalau malam nanti akan mati lampu lagi, dia memberanikan diri untuk minta satu orang pelayan menemaninya di sini.


"Apakah ada yang bisa menemaniku di sini, aku tidak suka sendirian. Hanya menemani saja aku janji itu"

__ADS_1


Pelayan itu saling pandang dengan temannya, bingung harus bagaimana. Mereka takut canggung nanti di sini"Tapi kami harus bicara dulu dengan Nyonya Katherine, nanti setelah nyonya mengiyakan kami akan kembali ke sini salah satu dari kami akan kembali lagi ke sini"


"Baiklah kalau siang hari aku tidak masalah, tapi kalau untuk malam tolong salah satu dari kalian temani aku ya aku takut nanti akan mati lampu lagi. Aku sangat ketakutan sekali kalau misalnya mati lampu lagi "


"Tentu kami akan berbicara dulu dengan Nyonya Kat, kami akan meminta izin dulu nona "


Ayu hanya bisa menganggukan kepalanya saja, dia mengambil sup hangat yang sudah disediakannya dan juga mengambil teh hangatnya, masih menatap keluar jendela Ayu duduk di dekat jendela itu sambil sesekali melihat pemandangan para pelayan yang sedang beres-beres.


padahal masih hujan seperti ini, di taman banyak sekali kantung kresek yang berserakan. Kemarin malam kan seperti hujan badai ya wajar kalau rumah jadi berantakan seperti itu.


Saat melihat ada Alex yang melewati Ayu dengan cepat-cepat Alex langsung bersembunyi. Ayu tidak mau sampai Alex mengetahui persembunyiannya Ayu belum siap untuk bertemu dengan Alex, sampai kapanpun Ayu akan takut dengan Alex.


Penyiksaan yang Alex berikan waktu itu padanya membuatnya sangat takut dengan Alex. Apalagi bentakan-bentakannya itu sangat membuat hatinya sakit sekali, orang tuanya saja tidak pernah memukulnya kan, tapi Alex dia membentaknya dengan sangat keras sekali dan memukulnya dengan tanpa ampun.


...----------------...


Alex penasaran dengan rumah belakang dia seperti melihat ada seseorang tadi sedang duduk di dekat jendela, masa itu hanya khayalannya saja Alex sampai mengintip ke dalam rumah tapi sepi tidak ada siapa-siapa.


Tapi tadi ada yang duduk siapa itu membuat Alex penasaran sekali. Alex ingin masuk ke dalam dan mengeceknya sendiri jangan sampai ada orang yang tiba-tiba tinggal di dalam sana kan. Apalagi kalau bukan orang itu sangat menakutkan. Walaupun Alex suka membunuh orang tapi tetap saja kalau bertemu hantu Alex takut.


Alex mendekati seorang pelayan yang sedang menyapu "Aku ingin kunci rumah itu tolong ambilkan sekarang juga, aku butuh "


Otomatis pelayan itu bingung dong, tuan Alex kan tidak boleh masuk kedalam rumah belakang itu. Didalam ada nona Ayu. Kalau sampai tuan Alex masuk ketahuan ada nona Ayu.


"Emm, maaf tuan hanya nyonya Kat saja yang memegang kuncinya"


Alex langsung pergi ke orang Mamanya yang sedang berpelukan dengan ayahnya, mereka ini setiap hari selalu saja bermesraan sampai-sampai Alex yang melihatnya iri karena tidak bisa melakukan hal itu.


Ayahnya sudah pensiun dan lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Mamanya. Tapi Alex suka jadi Mamanya ada temannya dan mereka berdua bisa mengulang lagi masa-masa muda mereka.


"Mama aku minjam kunci rumah belakang, aku mau masuk kedalam sana "


Kat cukup kaget, tapi dia tidak menampakkan wajah kagetnya dia menatap suaminya lalu kembali menatap Alex "Untuk apa, kamu mau apa ke rumah belakang. Jangan aneh-aneh tak biasannya kamu kesana Alex"


"Mau cek aja rumah itu, siapa tahu Alex bisa tinggal di sana tadi juga Alex lihat ada bayangan orang deh apa di dalam ada yang tinggal ya atau ada penyusup gitu. Mama Alex harus mengeceknya untuk jaga-jaga saja. Mana Ma Alex pinjam kunci rumah itu hanya sebentar saja nanti Alex akan memberikannya kembali pada Mama. Alex janji deh Ma "


"Itu cuma perasaan kamu aja, udah jangan masuk rumah itu. Rumah itu juga nggak dipakai buat apa kamu tinggal di sana, di sini aja sama keluarga besar ngapain juga pisah-pisah rumah. Jadi udah jangan ke sana dan jangan kemana-mana kayaknya bakal ada badai lagi deh kayak semalam. Alex lebih baik kamu bantu orang-orang saja beres-beres "


"Tapi mah Alex mau masuk ke sana, Alex penasaran, mama malah nyuruh Alex buat bantuin mereka beres-beres. Alex mending masuk aja ke rumah itu daripada batu beres-beres ayo lah ma cuma sebentar aja Alex ga akan lama-lama kok "


"Ga bisa, Mama juga lupa lagi di mana tuh kunci. Rumah udah lama juga jadi Mama udah lupa dimana kuncinya. Mama harus cari dulu kuncinya dan mama lupa di mana, masa kita harus obrak abrik rumah ini hanya untuk cari satu kunci"


"Mama nggak asik banget deh, padahal Alex mau bikin ruang santai di sana. Enak juga kalau jadiin tempat nyantai-nyantai gitu, pasti akan sangat berguna sekali untuk yang lain nantinya Mana. Ya siapa tahu bisa jadi ruang santai keluarga kita Ma"


"Nanti mama siapin deh ruangan yang lain, kalau rumah itu biarin kosong aja kayak gitu biarin jadi gudang. Ga usah dibuka-buka ah pasti banyak debu banget "


"Gudang tapi di dalamnya lengkap banget kayak rumah biasa, kayak ada yang tinggal di dalamnya deh Ma. Apa Mama sama Ayah lagi sembunyiin seseorang ya didalam sana "


"Ya namanya juga gudang serbaguna. Ya Mama pengen dekor aja rumah itu, anggap aja miniatur rumah ini. Udah sama kamu istirahat aja sana, kamu pulang malam terus kurang istirahat, Mama takut kamu malah sakit nanti, udah sana cepat masuk kedalam kamar. Nanti lagi saja cari Ayu nya nanti juga akan ketemu kalau kamu sudah jodoh dengan Ayu "


Alex dengan pasrah akhirnya pergi ke kamarnya, tapi lihat saja Alex akan melakukan sesuatu untuk bisa masuk dalam ruangan itu. Sepertinya Mamanya sedang menyembunyikan sesuatu dan Alex harus tahu itu.


Kat menatap suaminya "Gimana kalau misalnya Alex nekat bobol dan tahu tentang Ayu yang ada disana"


"Ya udah berarti iya seharusnya ketemu aja sayang "


Kat langsung mencubit tangan suaminya "Ih kamu tuh nyebelin banget deh, kita kan lagi buat Alex supaya dia pusing, supaya dia tuh ngerasa kalau ditinggalin Ayu tuh ternyata nggak enak. Aku pengen Alex mencintai Ayu. Ya semoga aja dia sadar "


"Ya kalau udah takdir mereka ketemu gimana, kita ga bisa tahan-tahan juga sayang "


"Ah ga tau ah kamu nyebelin deh"


"Tapi aku lihat sih Alex sudah mulai berubah ya dia, kalau misalnya nggak suka sama Ayu dia nggak akan cari Ayu tuh sampai ke mana-mana gitu, sampai pulang malam cari Ayu. Kayaknya dia udah berubah sayang "

__ADS_1


"Iya juga sih tapi tetep aja aku masih khawatir, takutnya Alex malah nyakitin Ayu waktu ketemu, aku takut banget tau "


Lucas hanya memeluk istrinya saja, tak menjawabnya. Kalau terus dijawab akan terus berlanjut.


__ADS_2