Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 230 Kembali lagi dengan paksaan


__ADS_3

Vio yang akan masuk lagi kedalam rumah langsung ditahan oleh Daniel "Maafkan aku, karena kemarin aku sudah menuduh mu yang tidak-tidak, aku sangat menyesal aku tidak mau hubungan ini putus. Maafkan aku juga yang sudah terlalu kasar padamu aku tidak bermaksud seperti itu "


"Sudahlah aku juga kesal padamu, aku tidak mau ya hubungan ini malah menjadi mala petaka untuk persahabatan kita, lebih baik kita berteman saja seperti dulu tidak usah ada pacar-pacaran"


Daniel malah memeluk Vio dan langsung mencium bibir Vio. Tak peduli akan ada yang melihatnya. Daniel hanya ingin Vio menjadi miliknya dan kembali padanya juga.


Saat ciuman itu terlepas, Vio langsung memukul dada Daniel dengan keras "Kamu ini apa-apaan sih. Gimana kalau ada yang lihat, kamu ga pernah mikir ya"


"Shut sayang, jangan pancing aku atau aku bisa melakukan lebih dari ini. Kalau kamu terus menolakku aku akan bisa membawaku ke kamar dan kita akan bersenang-senang. Agar sekalian saja kamu aku hamili dan kita menikah "


"Daniel "kesal Vio yang mendengar itu.


Daniel kembali mengecup bibir Vio "Makannya maafkan aku, aku tak akan seperti itu lagi. Aku sudah menyiapkan semuanya untukmu sayang "sambil menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah cantik Vio.


"Lepaskan aku "


"Akan aku lepaskan, tapi kamu harus kembali bersamaku. Kalau tidak aku tak akan pernah melepaskan mu "


"Aku tidak suka dengan tuduhan kamu itu dan aku juga tidak suka kamu cemburu berlebihan, sangat positif denganku aku juga tak mungkin kan mengkhianati kamu "


"Iya aku mengerti, maafkan aku sayang aku tak akan seperti itu lagi. Ayo kita lihat pembangunan rumah kita aku sudah menyiapkan semuanya sayang"


"Kamu saja sendiri "


"Tidak, aku tidak mau aku ingin dengan kamu. Ayolah sayang itukan rumah masa depan kita berdua "


Vio masih saja diam, masih belum mengiyakan kalau Vio mau kembali pada Daniel. Masih kesal saja dengan sikap Daniel yang seperti kemarin. Satu lagi tadi malam Daniel tak ada menelponnya dan membujuknya.


"Baiklah aku akan membawamu kekamar "


"Tidak jangan, baiklah aku akan menjadi pacarmu lagi. Aku tidak mau melakukannya sebelum menikah dan aku juga tidak mau kamu terlalu posesif padaku dan terlalu cemburuan padaku juga, kalau kamu ada bukti baru kamu bisa nuduh aku sepuasnya" Vio sudah tahu apa yang ada diisi kepala Daniel tentang kamar dia pasti akan mesum.

__ADS_1


"Iya sayang, aku janji aku ga akan kayak gitu lagi "sekali lagi Daniel mencium bibir Vio benar-benar candu untuknya.


"Ingat ya ini masih pagi, malah ciuman-ciuman kayak gitu belum juga sah udah kayak gitu" sindir Valeria yang akan berangkat kekantor.


"Sirik aja, sana pergi "usir Daniel


"Lo yang harus pergi, Vio juga mau-maunya dicium sama laki-laki es. Ga takut beku emang"sambil masuk kedalam mobil dan meninggalkan dua orang yang sedang berpacaran itu.


"Daniel lepaskan aku "


"Baiklah sayang, ayo akan aku antar untuk pergi ke butik "


Daniel melepaskan pelukannya dan mengandeng tangan kekasihnya. Daniel harus menurunkan egonya dan dia tidak boleh terus seperti ini, yang ada Vio akan makin menjauh maka sulit lagi kan Daniel mendapatkannya ini saja sudah sulit bagaimana nanti. Pasti akan tambah sulit.


...----------------...


Alex melipat tangannya dengan kesal, mereka semua sekarang sedang diperjalanan ke rumah Ayu mereka satu mobil. Mamanya tidak membolehkan Alex untuk naik mobil sendiri. Takut-takut Alex malah kabur katanya.


"Alex nggak boleh kayak gitu"tegur Kat.


"Habisnya Alex jenuh Mah dari tadi nggak nyampe-nyampe, kapan sih nyampenya bisa-bisa kita sampai di rumahnya Ayu tuh malam. Jauh banget sih punya rumah"


"Alex yang sabar"


"Iya Ma"


Alex menatap Ayu dengan sengit dan kembali melihat kearah luar jendela, jalannya juga sangat jelek sekali sampai-sampai pantat Alex sakit dimana sebenarnya rumah Ayu, dari tadi tidak sampai-sampai, sampai-sampai Alex jenuh dan rasanya ingin loncat saja dan kabur. Tapi itu tidak akan mungkin ayahnya akan menggantungnya nanti.


"Ayu apakah dari sini masih jauh"


"Tidak tante sebentar lagi akan sampai, hanya tinggal belok kanan dan nanti rumahku yang paling ujung"

__ADS_1


"Baiklah sayang "


"Awas aja nanti kalau bohong, dari tadi sebentar lagi. Sebentar lagi tapi nggak nyampe-nyampe "kembali lagi Alex protes pada Ayu.


Kat yang kesal dengan ocehan anaknya itu mencubit pinggangnya "Mama sakit tahu, kenapa sih harus cubit-cubit segala "


"Makanya diam nggak usah terus bicara, nanti juga sampai ga sabaran banget sih kamu ini "


"Itu tante rumahku"


Mobil langsung berhenti. Alex melihat rumah paling ujung itu, apakah benar itu rumah Ayu Alex langsung keluar diikuti oleh yang lainnya juga. Ibu paruh baya yang sedang menyapu halaman kaget melihat Ayu datang dengan beberapa orang.


"Ayu "teriak Ibu paruh baya itu dengan wajah yang khawatir.


Ayu tersenyum canggung dan mendekati Ibu paruh baya itu, lalu mereka berdua berpelukan. Kat juga masih diam dan menatap anaknya Alex yang sepertinya tak nyaman.


"Kamu harus menjaga sikap disini Alex, jangan sampai perkataan kamu itu membuat keluarga Ayu sakit hati, kamu harus bisa mengambil hati mereka. Mama tak mau mendengar kamu berkata yang tidak-tidak "


"Mah kenapa harus kayak gitu sih, aku ini sama Ayu tuh mau nikah, nggak usah ambil hati orang tuanya juga buat apa coba"


"Buat apa, kamu itu akan menikahi anak mereka. Maka mereka harus merestuinya. Kamu harus baik pada mereka dan tutur katamu juga harus baik, tidak boleh kemana-mana dan juga tidak boleh kasar Alex, mereka akan sulit melepaskan anak perempuannya jadi jangan membuat Mama marah ataupun Ayah kamu marah nantinya"


"Ya Alex akan jadi anak baik di sana. Alex akan jadi anak penurut juga di sana"


"Baguslah "


Kat segera mendekati Ibu paruh baya itu, Ibu paruh baya itu masih bingung dan menatap Ayu.


"Ini siapa Ayu yang datang dengan kamu "sambil menatap Kat dengan bingung.


Ayu diam, dia bingung harus mengatakan apa tapi Kat langsung berbicara "Perkenalkan Ibu saya Katherine ibunya dari Alex pacar dari Ayu. Kami datang kemari ingin melamar anak perempuan ibu Ayu dan mempersuntingnya untuk menjadi istri anak saya Alex"

__ADS_1


Meskipun Kat tidak tahu ibu paruh baya itu siapa, tapi Kat yakin kalau itu adalah ibunya Ayu, dari wajahnya saja sudah mirip dengan Ayu tidak mungkin itu bukan ibunya Ayu kan.


__ADS_2