Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 182 Daniel galak padaku


__ADS_3

"Tamara tunggu "


Tamara membalikan badannya dan melihat orang tuanya Lea. Tamara jadi binggung dan merasa terancam ada orang tuanya Lea. Apakah perlu dirinya juga melenyapkan orang tuanya Lea. Agar semuanya tak terbongkar.


"Tante Om "


Tamara langsung di peluk oleh mamahnya Lea "Kenapa ini sampai bisa terjadi pada Lea. Apa yang terjadi sama Lea"


Tamara diam, Tamara mencerna dulu semua kejadian ini. Kan orang tua Lea belum tahu kalau dirinya lah pelakunya baik lah berpura-pura saja dulu sekarang semoga sama sampai kapanpun tak ketahuan ya kan.


"Aku juga tidak tahu Tante, tiba-tiba tadi saat aku baru sampai rumah Lea sudah ada polisi, ambulans dan juga orang-orang yang berkumpul di dekat rumah. Aku tidak tahu apa yang terjadi kenapa semua ini bisa terjadi pada Lea. Aku bahkan sudah lama tidak bertemu dengan Lea katanya dia sedang sibuk. Makanya aku ingin sekali bertemu dengannya tapi malah kejadian itu yang aku lihat Tante "


Tamara melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya. Pura-pura sedih tak masalah kan. Tamara membawa kedua orang tua Lea untuk masuk kedalam rumah sakit.


Tamara juga melihat kalau bibi Merry malah pulang, sialan perempuan itu meninggalkan dirinya disini. Dasar pelayan kurang ajar bibi Merry ini.


...----------------...


Kat saat mendengar suara mobil suaminya dengan senang pergi kearah pintu sambil membawa anaknya Daniel.


"Yey ayah pulang sayang, kita sambut ayah ya "


Kat berdiri didepan pintu dan saat suaminya turun dari dalam mobil senyum Kat langsung terbit "Lihat ayah pulang "


Daniel juga malah bertepuk tangan sambil tersenyum lebar. Lucas yang disambut dengan hangat seperti itu oleh anak dan istrinya langsung mendekati mereka berdua.


Mencium kening istrinya dan juga anak nya. "Ayah ganti baju dulu ya, bau "


"Iya Lucas, kamu mandi saja dulu aku sudah menyiapkan semuanya "


"Terimakasih sayang " sekali lagi Lucas mencium kening istrinya.


"Sama-sama "


Lucas naik kelantai 2 sedangkan Kat membawa anaknya bermain lagi. Banyak mainan yang berserakan. Tapi itu tak masalah Kat malah suka melihat anaknya yang mulai aktif seperti ini.


...----------------...

__ADS_1


"Bibi Merry, bibi Merry " teriak Tamara yang marah.


Bibi Merry berjalan dengan santai, dia sudah berhadapan langsung dengan Tamara yang baru saja pulang dari rumah sakit.


"Berani sekali kamu meninggalkanku di sana, sedangkan kamu pulang"


"Sudah aku bilang kan, aku banyak pekerjaan di sini aku hanyalah seorang pelayan tidak baik kan terus-terusan bersamamu nanti malah pelayan yang lain malah iri. Makanya lebih baik aku pulang dan kamu menyelesaikan masalahmu. Aku tidak mau ikut campur terlalu jauh. Apa ada yang ingin kamu bicarakan lagi pekerjaanku sangat banyak sekali dan menumpuk, jadi aku tidak bisa melayani amarahmu yang meletup-letup itu"


Tamara mengangkat tangannya akan menampar bibi Merry, tapi tangannya langsung ditahan oleh bibi Merry" Aku bekerja di sini untuk kamu suruh suruh bukan untuk kamu siksa. Jadi apakah ada yang perlu aku bantu lagi Tamara"


Tamara melepaskan cengkraman tangan bibi Merry"Mati saja kamu "


"Belum saatnya aku mati"


Tamara meninggalkan bibi Merry begitu saja. Sedangkan bibi Merry langsung mengusap dadanya. Sebenarnya tadi takut tapi dirinya harus berani disini agar nyawanya baik-baik saja dan selamat.


...----------------...


Tamara membanting barang-barang yang ada dihadapannya. Tamara memberantakan semua kamarnya amarahnya sedang mengebu-ngebu dan butuh pelepasan.


Tamara menjambak rambutnya dan berteriak kembali "Akhh kenapa harus seperti ini. Kenapa hidupku harus seperti ini. Sialan-sialan sekali, aku tidak mau seperti ini. Aku tidak bisa kalah oleh siapapun "


Tamara mengigit bibirnya untuk menahan sakitnya. Tamara membaringkan tubuhnya dan mengatur nafasnya.


"Aku harus membuat rencana, aku tidak bisa diam seperti ini terus-menerus sedangkan sekarang Lea sedang di otopsi. Jangan sampai hasil itu keluar dan aku habis"


Tamara mengacak-ngacak rambutnya dan masih memikirkan bagaimana caranya dirinya agar biasa lepas dari masalah Lea, masalah pembunuhan Lea.


Seharusnya tadi setelah dirinya membunuh Lea membawanya pergi, bukannya mendiamkannya begitu saja sudah ketemu sama tetangganya jadi gini kan berantakan akhirnya mereka lapor polisi harus diotopsi dan segala macam ini dilakukan dan ini sangat-sangat mengancam dirinya.


"Bagaimana ini, aku harus bagaimana "


"Aku harus tenang dan memikirkan sesuatu yang bisa membuat mayat Lea tak ada "


Tiba-tiba saja Tamara punya ide "Baiklah aku sudah memiliki solusi semoga saja tidak terlambat dan aku bisa menghilangkan semua jejaknya. Huff baiklah sekarang istirahat dulu untuk memulihkan tenagaku dan malam aku akan segera melakukan rencanaku"


Tamara meluruskan badannya dan menarik selimutnya, sekarang tidur dulu. Untuk memulihkan tenaganya lagi. Karena nanti malah akan sangat melelahkan sekali.

__ADS_1


...----------------...


"Sayang " Lucas menghirup dengan rakus wangi istrinya, Lucas memeluk langsung anaknya yang sedang dipangku sang istri.


"Lucas jangan seperti ini, banyak orang yang berlalu lalang "


"Tak masalah sayang, aku sangat merindukan mu. Wangi mu ini membuatku candu aku suka sekali"


Lucas malah mendusel-duselkan kepalanya keleher sang istri dan sesekali mengecup basah leher itu. Kat mencoba bertahan agar tak mengeluarkan suara.


Tiba-tiba saja plak, kepala Lucas dipukul oleh tangan mungil Daniel "Aduh kenapa kamu memukul ayah "


Kembali Daniel memukul wajah Lucas, Kat hanya bisa tersenyum melihat tingkah anaknya "Eh"ucap Daniel masih dengan memukul wajah ayahnya.


"Makannya jangan macam-macam aku sudah punya jagoan yang akan melindungiku" ledek Kat


"Aduh, awas ya ayah bawa mamahnya "


"Eh"kembali Daniel berteriak dan ingin memukul wajah ayahnya tapi Lucas langsung menghindar.


Diambilnya Lucas dari pangkuan sang istri dan dipeluknya erat "Anak ayah sudah pintar ya"


Daniel sekarang malah mengigit pipi ayahnya, meskipun tak terasa sakit karena belum ada gigi sama sekali. Hanya air liur saja yang tertinggal diwajah Lucas.


"Kamu kenapa nak begitu galak pada ayahmu ini, kalau tidak ada ayah kamu tidak akan ada sayang"


"Aduh " kembali wajah Lucas menjadi sasaran sang anak.


Lucas membaringkan tubuhnya dan memeluk gemas sang anak"Awas ya awas, nanti sudah besar kita berkelahi ya, siapa yang menang nanti "


"Lucas jangan berkata seperti itu "tegur Kat


"Hanya main-main saja sayang, sepetinya dia akan lebih sayang padamu dari padaku aku. Lihatlah sayang dia begitu galak padaku tapi saat dengan kamu dia akan diam dan bermain "


"Ya begitulah, dia kan anakku"


"Aku juga ayahnya sayang "

__ADS_1


"Iya kamu ayahnya "


Kat ikut berbaring disamping suaminya, dan membawa main Daniel yang anteng duduk didada ayahnya.


__ADS_2