
Aku sekarang ada dikamar Kat, aku membobol jendelanya. Ada sesuatu yang aku cari. Kubuka satu persatu lagi lalu lemarinya ketemu juga.
Aku segera mengambilnya dan menggantinya, menganti dengan yang palsu. Kat tidak ada dikamarnya. Ku buka sedikit pintu kamar Kat.
Ternyata dia sedang mengobrol dengan kakaknya biar aku dengarkan dulu ya. Aku hanya ingin tahu apa yang mereka bicarakan.
"Jadi ayah dan juga ibu sudah cerai kak "
"Iya meraka sudah resmi bercerai Kat, kakak juga kaget kenapa harus secepat ini. Padahal rumah tangga mereka sudah sangat lama "
"Apa ini semua gara-gara aku ya Kak "
"Tidak jangan salahkan dirimu, sudah ya. Oh ya ada yang ingin aku tanyakan "
"Apa kak "
"Surat-surat perusahan dan juga yang lainnya apakah ayah berikan padamu "
Aku lihat Kat diam, dia seperti sedang menyembunyikan sesuatu. "Emm, entahlah di ayah semuanya. Ayah belum memberikannya padaku "
Benar begitu Kat, bagus kau pintar "Kukira ada padamu semua dokumen-dokumen itu "
"Tidak ada, aku sungguh tidak menyimpannya dan ayah juga belum memberikannya "
__ADS_1
"Hemm, yaudah kalau begitu. Lebih baik kau tidur ya "
Aku cepat-cepat menutup pintu dan masuk ke kolong tempat tidur. Aku bersembunyi disana. Kalau aku kabur sekarang tak akan keburu.
Untung saja aku masuk pintu dibuka. Aku melihat kaki Kat. Dia berjalan mondar-mandir lalu membuka lemari dia mengambil dokumen dan memeluknya
"Aku sekarang harus simpan ini dimana, aku takut kakak akan mengkhianati ku. Dimana ya aku harus menyimpannya aku tak punya tempat persembunyian lagi "
Aku lihat Kat kembali mondar mandir dan berhenti ditempat tidur. Dia angkat kasur dan sepertinya dia selipkan disana.
Lalu Kat membaringkan tubuhnya "Lebih baik aku sekarang tidur saja ah. Besok sekolah dan aku harus semangat "
Aku masih diam, dan sekarang aku tak mendengar lagi suara Kat. Dengan perlahan-lahan aku keluar dan menatap Kat yang sedang tertidur.
Kulihat jarinya masih belum mengunakan cincin yang aku berikan, dasar anak nakal. Aku berjalan dengan perlahan-lahan dan cincin itu ada dimeja belajar kuambil dan ku pasangkan di jari manis pujaan hatiku.
Kucium keningnya cukup lama, ku usap juga keningnya itu. "Aku begitu mencintaimu Kat. Tapi kenapa kau sebaliknya harus bagaimana aku ini "
Setelah puas menatap wajah Kat, aku keluar dari kamar ini. Aku harus cepat-cepat pergi. Aku harus segera mengaman kan semua dokumen ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Abang "
__ADS_1
Aku yang sedang fokus mengerjakan pekerjaanku dikagetkan dengan kedatangan Nabil.
"Kamu ya kenapa ga ketuk pintu dulu "
"Habisnya dari tadi dipangilin terus di telpon tapi ga diangkat-angkat yaudah masuk aja "
"Yaudah maaf, terlalu fokus ini "
"Ada apa bang "
"Ini ada dokumen yang harus kau sembunyikan dan dokumen itu begitu penting "
Nabil mengambil dokumen yang aku berikan itu dan membacanya satu persatu "Ini surat surat punya mamah Jo kan "
"Iya kau benar ini adalah milik Kat, aku takut kakak tirinya akan mengambilnya dan mereka merencanakan sesuatu "
"Hemm, sudah aku bilangkan dari awal pada Abang kalau ini tuh aneh, dari orang yang jahat tiba-tiba baik sama adiknya aneh banget kan "
"Ya maka dari itu aku ambil dokumennya dan aku ganti dengan yang lain "
"Bagus bang ,kita harus jaga-jaga kan "
"Ya ambil ini dan sembunyikan ditempat yang aman. Satu lagi aku selidiki perusahan Kat yang sekarang sedang dikelola oleh Ayahnya ya "
__ADS_1
"Baik siap Abang laksanakan "
Nabil langsung pergi membawa dokumen-dokumen itu. Aku kembali fokus pada pekerjaanku. Aku harus melindungi Kat dan juga peninggalan dari mamah Jo.