Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 268 beli pakaian bayi


__ADS_3

Vio dan Valeria sekarang ada di sebuah mall yang cukup besar, memang masih pagi-pagi sih tapi mereka malah pergi ke mall jam segini "Valeria apa kamu tidak salah ini masih jam 10.00 dan masih sepi, lalu kita pergi ke mall. Kenapa tidak ketempat yang lain dulu saja. Memangnya tak ada ya yang lain "


"Harus kemana aku tiba-tiba saja binggung, tidak tahu harus jalan-jalan ke mana-mana lebih baik kita lihat-lihat pakaian bayi yuk, siapa tahu ada yang cocok. Aku ingin membelinya untuk keponakan ku nanti, ayo Vio aku sungguh tak sabar sekali "


"Tapi aku belum tahu anakku ini perempuan atau laki-laki, aku belum mengeceknya. Lebih baik setelah aku cek kita kemari lagi bagaimana kamu setuju kan dengan saranku yang ini "


"Ya sudah kita beli warna-warna netral saja, ayo cepat aku tak sabar ingin melihat pakaian-pakaian bayi yang pasti akan sangat bagus sekali. Mumpung masih sepi kan masih baru buka, jadi kita leluasa untuk melihat-lihatnya tidak berdekat-dekatan dengan orang lain dan berebut juga ayo cepat"


Valeria menarik tangan Vio, mereka naik ke lantai 2, karena memang pakaian bayi ada di sekitar sana. Benar saja toko itu baru dibuka dan mereka berdua langsung masuk saja. Toh mereka juga datang ke sini untuk beli kan bukan lihat-lihat saja.


Valeria sangat tertarik sekali dengan pakaian anak seperti ini, semenjak mendengar Vio hamil entah kenapa Valeria suka saja melihatnya, tapi Valeria sendiri belum siap untuk menikah entah kapan dia akan siap.


Valeria tak mau mengurus suaminya nanti, lalu banyak aturan juga, belum lagi mengurus anak. Lalu harus datang kerumah mertua, Valeria tak suka itu semua. Lebih baik sendiri seperti ini kan lebih menyenangkan.


"Lihatlah Vio ini sangat lucu-lucu sekali, aku suka dengan yang ini warnanya sangat cantik beli ya aku yang belikan, ayo kita cari lagi kita berburu lagi. Kita harus beli yang banyak Vio, disini sangat bagus-bagus aku suka sekali "


Vio tak banyak bicara, dia hanya mengikuti Valeria saja banyak pakaian, sepatu, topi dan banyak lagi yang diambil oleh Valeria, dia benar-benar membeli banyak pakaian anak. Bahkan setiap ukuran ada yang Valeria beli. Yang terpenting menurut Valeria lucu dan juga suka dia akan membelinya.


"Valeria stop, ini sangat banyak sekali kamu yakin akan belanja pakaian sebanyak ini. Janganlah ini terlalu banyak sekali. Sudah ya cukup segini saja jangan tambah lagi "


"Aku sangat suka, nanti juga akan dipakai oleh anakmu kan mau laki-laki atau perempuan ya pakai saja, karena aku juga mau membeli pakaian yang tidak terlalu identik untuk anak perempuan atau laki-laki. Jadi ini bisa dipakai anak laki-laki dan bisa dipakai oleh anak perempuan, sungguh pintar kan aku ini, ayo Vio kita cari lagi sebelum nanti diambil oleh orang lain "

__ADS_1


"Ya tetap saja ini terlalu banyak. Tak ada orang juga disini hanya kita berdua saja Valeria, ayo sudah saja jangan terus berbelanja seperti ini "


"Ya sudah aku akan berhenti belanja, ayo kita bayar sekarang. Setelah itu kita pergi jalan-jalan lagi pokoknya kita harus habisi waktu sama-sama ga boleh ada yang ganggu termasuk suami kamu itu yang nyebelin nya luar biasa "


Mereka pergi ke arah kasir, setelah membayar mereka keluar dan mencari tempat yang lain. Mereka benar-benar menghabiskan waktu di sini, banyak yang Vio dan Valeria bicarakan mereka merasa kalau hidup mereka ini seperti saat mereka sekolah.


Selalu menghabiskan waktu bersama. Meskipun orang-orang tidak tahu kalau mereka ini adalah saudara kembar, ya tanpa mereka tahu pun dari wajah mereka sudah tertebak. Makannya banyak orang yang segan pada Vio, menganggap Vio sama seperti Valeria yang sering membully dan membuat ulah.


Padahal Vio melabrak orang saja dia tidak sanggup dan rasanya juga malu dan takut. Vio dan juga Valeria memang bertentangan dalam hal seperti itu, Vio tidak berani untuk marah-marah pada orang lain atau menyalahkan orang lain tanpa ada bukti yang jelas.


Tiba-tiba saja ada sebuah keributan. Vio dan juga Valeria sungguh penasaran. Mereka melihat ada dua orang laki-laki yang dibawa keluar dengan orang yang memakai pakaian serba hitam "Siapa mereka, apa mereka orang jahat, pagi pagi melakukan kejahatan apa mereka tak salah "


"Entahlah Vio tidak usah terlalu ikut campur urusan orang lain, maupun mereka orang jahat atau bukan itu bukan urusan kita berdua. Ayo kita cari makan atau tempat yang lain. Tapi aku belum lapar kita belanja lagi saja. Kalau kamu cape bilang ya, karena aku sendiri belum merasakan lelah sama sekali "


"Vio kenapa malah liatin mereka udah ayo ah ga usah hiraukan mereka. Yu jalan lagi aja "


"Engga aku cuman kayak kenal aja sama dua orang itu, yang bawa orang tadi nggak asing aja wajahnya buat aku. Aku pernah lihat tapi aku lupa dimana ga asing aja buat aku "


"Mungkin itu cuman kebetulan aja udah ayo cepetan, kita ini mau jalan-jalan bukan mau lihatin orang yang lagi ditangkap kayak gitu, mungkin mereka itu buronan dan itu polisi yang lagi nyamar udah yuk. Kita ini kesini mau senang-senang bukan mau lihatin mereka "


Vio hanya menganggukkan kepalanya, ya mungkin kebetulan hanya kebetulan saja, tidak mungkin kan Vio tiba-tiba kenal dengan mereka mustahil sekali sangat-sangat mustahil.

__ADS_1


...----------------...


Alex menemui kedua orang tua Rena, memang mereka yang datang kembali kekantor, sungguh mereka ini sangat menganggu sekali, Alex tak suka dengan mereka yang terus seperti ini.


"Sebenarnya apa yang kalian mau dariku, sudah aku bilang kan aku tidak punya hubungan apa-apa dengan Rena. Memangnya kalian punya bukti kalau aku pernah dekat atau mungkin ada foto kami berdua, kalau memang ada coba tunjukan padaku agar aku tak terus berkilat seperti ini. Mana aku ingin melihatnya jangan diam saja "


"Jangan menyembunyikan semuanya, di mana anak kami jujurlah. Aku tahu banyak orang yang pernah lihat kamu bersama Rena pergi berdua, jangan mengelak lagi Pak Alex. Kami tahu semuanya atau mungkin kamu ingin kami berdua datang ke rumahmu dan berbicara dengan orang tuamu atau menemui istrimu sekalian saja, kami bisa saja nekat Pak, kami ingin anak kami kembali jangan sembunyikan dari Pak "


Alex yang marah langsung menggebrak meja "Memangnya kamu siapa sampai-sampai berani datang ke rumahku. Jika sampai itu terjadi aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi kalian berdua. Jangan macam-macam denganku, aku ini bukan orang baik "


"Sekarang kamu akui saja di mana anak kami, kami hanya ingin tahu keberadaan anak kami itu saja. Kalau kamu mau diajak kerja sama kami juga tak akan mau datang kerumahmu untuk apa kami melakukan itu "


"Aku sudah bilang kan aku tidak tahu harus seperti apa lagi berbicara pada kalian berdua. Apa mungkin kalian berdua ini tuli, aku tidak tahu menahu tentang Rena mungkin saksi yang kalian bicarakan itu salah orang, siapa saja bisa menyambar menjadi aku, sudah lebih baik sekarang pergi pekerjaanku itu sangat menumpuk bukan hanya mengurusi kalian "


"Kalau kalian sudah ada bukti baru kalian boleh datang kepadaku, mau kalian datang ke rumah orang tuaku pun itu silakan. Aku tidak akan melarangmu silakan buktinya dulu baru aku akan bertanggung jawab, jika aku memang salah. Keluar sekarang aku tidak mau kalian mengganggu pekerjaanku, pekerjaanku sangat banyak sekali dan menumpuk sekali. Pergi sekarang juga dan jangan pernah kembali lagi kemari "


Mereka berdua segera bangkit, mereka akan mencari bukti lagi mungkin hanya kata-kata saja tidak cukup tapi mereka harus segera menemukan Rena anak mereka itu. Rena sudah lama tidak pulang.


Bahkan berbulan-bulan, mereka begitu khawatir dengan keadaan anaknya waktu melihat ke kontrakannya sudah kosong tidak ada siapa-siapa barang-barang Rena juga sudah tidak ada katanya Rena pindah.


Tapi pindah ke mana anaknya itu, beberapa orang mengatakan kalau Rena sering dijemput oleh seorang pria dan saat diperlihatkan foto Alex mereka mengatakan kalau ini orangnya yang pernah menjemput Rena.

__ADS_1


Tapi bukan Alex saja katanya. Sebenarnya anaknya ini bekerja apa kenapa ganti-ganti terus laki-laki, sungguh mereka sebagai orang tua sangat khawatir sekali mereka selama ini tak pernah mengontrol pergaulan Rena yang bebas.


Kenapa mereka langsung menuduh Alex, karena hanya Alex saja yang bisa mereka temui. Alex adalah mantan bosnya pasti lebih tahu banyak tentang keberadaan anaknya itu. Apalagi mereka sempat dekat juga kan.


__ADS_2