
"Kalian yakin tak akan pulang "tanya Kat menatap anaknya dan juga menantunya. Mereka tak bisa lama-lama karena Lucas juga banyak pekerjaan.
"Benar mamih, Lucas tak bisa ikut, Lucas akan tetap disini bersama istri dan anak Lucas. Kami ingin disini saja. Kami sudah betah disini. Tapi nanti kapan-kapan kami akan pergi kesana dan menginap ya "
Zeline mengusap air matanya yang jatuh, mencoba untuk tersenyum. Padahal dirinya begitu ingin anak dan menantunya pergi kesana pulang bersamanya. Tapi mau bagaimana lagi mereka sudah berumah tangga.
"Baiklah, mamih mengerti tapi kalian harus sering-sering main-main ya "
Lucas menganggukan kepalanya, mereka memeluk Zeline dengan erat, setelah saling berpelukan mereka pulang.
Kat menatap suaminya dan merangkul pinggangnya "Ayo masuk sayang "
Lucas menganggukkan kepalanya mencium kening istrinya dan masuk kedalam rumah. Daniel tidur sendirian kasian dia.
...----------------...
__ADS_1
"Sudah Bu biarkan saja dia, dia sudah menceraikanku kan sudah ah biarin aja "
Airin menatap anaknya dengan kesal "Kamu ini bodoh atau bagaimana hah, ibu mempertahankan semuanya untuk kamu. Kamu tahu ga susah cari suami yang baik. Toni itu baik dia bisa tahan sama kamu. Seharusnya kamu mikirin anak kamu dan mengurusnya bukan seperti ini saat suami kamu meminta cerai kamu iyakan dan tandangani surat cerai itu "
"Bu dengar aku, aku benci padanya aku tidak suka padanya. Masih banyak laki-laki yang mau denganku aku akan bisa mendapatkan laki-laki kaya. Tenang saja aku akan menikah lagi "
"Yakin "tanya Airin seperti mengejek.
Adiba yang jengah mendelikan matanya "Aku yakin, kenapa tidak. "
"Bu tolong ini hidup aku, tolong jangan atur-atur hidup aku. Aku nyaman seperti ini, aku bahagia bisa lepas dari Toni jadi jangan merendahkan diri ibu sendiri untuk membujuknya"
"Kamu akan menyesal, lihat saja setelah anak kamu besar kamu akan menyesal karena tidak mengurusnya Adiba, disaat dia butuh seorang ibu tapi kamu tak ada. Kamu akan menyesali tentang semua itu "
Airin bahkan sampai menunjuk-nunjuk Adiba. Sungguh dirinya kecewa dengan keputusan anaknya. Dirinya selalu mempertahankan rumah tangga anaknya tapi anaknya dengan mudah malah setuju.
__ADS_1
"Aku tak akan menyesal, lihat saja nanti aku tak akan pernah menyesal Bu. Sudah ah pusing cuman gara-gara aku diceraiin sampai seperti ini. Ibu ini lebay bangat tahu ga sih "
Adiba mengambil tasnya dan juga barang-barangnya yang lain. Lebih baik pergi saja dari sini.
"Mau kemana kamu hah"
"Kemana saja asal ga ketemu sama ibu yang cerewet aku bisa jaga diri aku sendiri "
Adiba langsung saja pergi, Airin juga tak mau mengejarnya biarkan saja dia pergi. Biar tahu rasa bagaimana hidup sendirian tanpa suami dan ibunya.
Adiba yang melihat keluarga Zeline pulang hanya diam menatapnya, tapi saat melihat Daisy juga ada disana dia langsung berjalan dan menyenggol Daisy sampai terhuyung. Untung saja tak sampai jatuh karena ada Aruna yang memegang tangan Daisy.
"Heh dasar orang gila "teriak Aruna
Adiba malah mengacungkan jari tengahnya dan tersenyum angkuh.
__ADS_1