Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 73 Sebuah tontonan


__ADS_3

Sudut pandang Lucas.


"Sabrina "


"Eh Pak Lucas ada apa Pak "


"Bisa ikut ke ruangan saya bersama dua temannya"


"Tentu bisa Pak "


"Baiklah mari "


Aku tersenyum senang saat ketiga anak ini mau ikut denganku, ini adalah sesuatu yang aku tunggu. Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mereka.


Setelah mereka ada di ruanganku, aku menatap mereka berdua satu persatu. Serena yang memang centil kalau setiap aku mengajar, apalagi aku memanggilnya untuk masuk ke ruanganku makin centil saja.


"Jadi ada apa Pak, Bapak memangil kami kemari "


"Kalian mau makan malam bersama saya "


"Apa makan malam, kenapa tak bersama saya saja berdua Pak "


"Itu tidak akan seru, saya juga ingin mengajak teman-teman kamu agar lebih ramai saja. Nanti kita pisah meja, kau bisa berdua denganku dan temanmu berdua di meja yang lain bagaimana"


"Baik Pak aku bersedia jadi kapan kita kencan dan dimana Pak "


"Saya akan memberi alamatnya nanti lewat WhatsApp padamu "


"Bapak punya nomor ku "


"Tentu saya punya "


"Baiklah Pak kami tunggu ya"


"Ya silahkan kalian belajar kembali "


Sabrina menganggukan kepalanya dengan senang lalu keluar dari ruanganku. Aku hanya bisa bersiul melihat ketiga orang korbanku terlihat senang sekali.

__ADS_1


"Kita mulai permainan ini, pasti akan sangat menyenangkan sekali. Aku akan bersenang-senang hari ini "


...----------------...


Aku yang sudah ada ditempat dimana aku selalu mengeksekusi korbanku menunggu ketiga orang itu untuk datang.


Tidak lama kemudian pintu diketuk, ternyata mereka bertiga. Aku menyambut mereka dengan baik.


"Kenapa di sini Pak, ini kan hanya sebuah rumah ku kira kita akan ke restoran mewah Pak "


Kulihat wajah Sabrina begitu kecewa tapi aku tak peduli "Kenapa tidak Sabrina. Ini rumahku, memangnya kau tidak mau tahu rumahku di mana"


"Tentu aku mau Pak, Aku sangat ingin tahu rumah Bapak di mana. Jadi ini rumah Bapak kenapa begitu terpencil, tapi aku suka kapan-kapan aku boleh main lagi kan tak ke sini sendiri Pak "


"Tentu dengan senang hati Sabrina saya akan menerimamu. Kenapa tidak, kau boleh main ke sini kapan saja"


"Baiklah Pak aku senang sekali"


Sabrina langsung masuk diikuti kedua temannya, aku mengikuti mereka dari belakang Sabrina sesekali menatap ke arah belakangku sambil tersenyum.


"Ternyata Bapak sudah menyiapkan semuanya"


"Tentu Pak kami suka ini"


Aku menarikan kursi untuk Sabrina dan kami berdua duduk berhadap-hadapan. Sedangkan temannya yang lain aku pisahkan di meja yang lain.


Karena aku sudah menyetting rumahku ini sedemikian rupa, dengan meja bulat dan kursi yang hanya ada dua di setiap mejanya dan di tengahnya ada sebuah lilin.


"Ini untuk pertama kalinya aku diberi kejutan seperti ini oleh seorang laki-laki. Bapak ini sangat romantis sekali ya. Oh ya ada satu hal yang ingin aku tanyakan pada Bapak, apakah Katherine yang telah menggoda Bapak "


"Bisa kau lihat sendiri"


"Tuh kan apa kataku, pasti Katherine yang telah menggoda Bapak. Ga mungkin kan Bapak mau deket-deket sama anak itu. Bapak tahu sendiri kan gimana kelakuan keluarganya, apalagi dia itu cuman Anak tiri dari ibunya Dimas dan ga tahu Mamanya di mana"


"Memang kamu sudah kenal lama banget sama Kat"


"Sudah dong Pak, kita udah kenal banget malahan sangat-sangat kenal tapi dia tuh cupu banget, jadi semua anak-anak tuh ga terlalu suka sama dia"

__ADS_1


"Begitu ya, ayo makan jamuan saya. Jangan sungkan-sungkan. Saya memasaknya sendiri"


"Wah Bapak hebat bisa masak aku cobain ya"


Sabrina segera mencoba makananku. Aku sama sekali tidak memakannya, dia begitu lahap memakan makananku, teman-temannya juga sama. Mereka begitu lahap. Tapi tiba-tiba Sabrina memegang kepalanya.


"Kenapa pusing sekali Pak, aku pusing"


Sabrina langsung pingsan, wajahnya menimpa makanan yang baru saja dia makan. Kedua temannya pun sama mereka sudah pingsan dan tak sadarkan diri.


Aku bangkit dan menggusur satu persatu anak nakal ini, aku membawa keruangan pribadiku yang memang aku sediakan untuk mengeksekusi mereka.


Aku sudah menyediakan tiga kursi dan menali mereka bertiga di kursi masing-masing. Aku tidak mau sampai kecolongan dan aku tidak mau sampai salah satu dari mereka kabur.


Karena sampai sekarang Katherine belum datang juga. Apakah sekarang dia tidak takut dengan ancamanku sampai-sampai dia tidak datang kemari dan menemuiku.


Aku mencoba untuk menunggunya, tapi dia tak kunjung datang. Aku yang kesal segera memberi pesan pada nomor ponsel baru Kat. Apa sih yang aku tidak punya dari Katherine, aku akan tahu apapun yang berurusan dengannya.


My Love


Di mana aku sudah menunggumu. Apakah kau ingin kakakmu atau ayahmu, Ibu tiriku itu mati dan aku mengirimkan jasadnya padamu. Jika kau tidak mau itu terjadi maka kau datang dalam 20 menit. Jika kau melebihi waktu itu aku tidak akan segan-segan untuk melakukan apa yang aku katakan itu. Aku tidak main-main Ket datang sekarang dan keluargamu aman.


Setelah memberikan pesan pada Kat, aku pergi ke arah dapur dan membereskan semua peralatanku yang sudah sangat berantakan dan juga makanan-makanan yang sudah aku berikan obat tidur tadi.


Aku sekarang sedang merangkai sebuah petunjuk untuk Katherine agar bisa sampai di ruangan yang sudah aku sediakan. Ini adalah ruangan rahasia jadi tidak ada yang tahu. Makanya aku memberi petunjuk pada Kat agar dia lebih mudah masuk perangkap ku.


Setelah semuanya selesai aku susun dengan rapi, aku membuka pintu lebar-lebar dan kembali masuk ke dalam rumah untuk menunggu kedatangan Katherine.


Aku juga sudah menyiapkan semua peralatan yang akan aku gunakan, agar nanti aku tidak capek bolak-balik untuk mengambilnya. Kita berikan tontonan yang sangat amat bagus untuk Kat pendamping hidupku.


Dia harus tahu apa yang sering aku lakukan. Mungkin dia tahu siapa aku, tapi dia tidak tahu kan bagaimana aku mengeksekusi semua korbanku. Maka dari itu dia harus tahu.


"Aku sudah tidak sabar menunggu Katherine, di mana kau kenapa lama sekali"


Aku mencoba menghubungi nomor Kat, tapi tidak diangkat tapi malah ada pesan darinya.


My love

__ADS_1


Kenapa kau selalu mengancamku. Baik aku akan datang ke sana dan kau jangan pernah lukai keluargaku.


Aku tidak membalasnya, aku hanya membacanya dan menyimpan ponselku. Aku duduk di sebuah kursi yang menghadap jendela dan menunggu kedatangan Katherine orang yang sangat-sangat aku tunggu untuk datang kemari dan menikmati apa yang aku lakukan. Dia pasti akan sangat bahagia melihat semua ini.


__ADS_2