Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 255 Jangan menilai sesuatu dari tempatnya


__ADS_3

Daniel dan juga Vio kembali lagi ke rumah, bahkan Daniel tidak masuk kerja dia ingin menemani istrinya. Dan untuk masalah butik akan segera direnovasi. Valeria masih ada di sana dia mengatur semuanya, bahkan Valeri juga menambahkan beberapa karyawan untuk menjaga malam agar tidak kecolongan seperti ini lagi.


Valeria pokoknya mengambil semua pekerjaan Vio, tak ada yang terlewat satupun. Valeria sudah mengatur semuanya. Sebenarnya mereka berdua masuk di jurusan yang sama saat sekolah. Tapi hanya beda tempat kuliah saja. Jadi Valeria juga tak terlalu kesulitan saat mengelola butik.


Daniel juga sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencari pelakunya, untuk mencari siapa dalang dari semua ini. Takut-takut semua ini malah ada sangkut pautnya dengannya, kalau mereka ingin balas dendam padanya tapi melewati istrinya Vio.


Sudah dua kali kan Vio seperti ini. Ya meskipun yang kedua itu hanya butiknya saja. Tapi tetap saja Daniel harus selalu waspada dia tidak bisa berleha-leha dan membiarkan orang itu bebas begitu saja.


Vio tiba-tiba saja menggigit tangan Daniel. Daniel yang sedang melamun tentu saja kaget "Kamu kenapa menggigitku Vio, kamu mau makan aku "


Vio malah menggigit Daniel lagi, tapi bukan gigitan yang keras hanya pelan-pelan saja. Vio ingin mencairkan suana agar tak seperti ini diam-diaman "Sayang aku ini bukan makanan. Kalau kamu lapar aku akan ambilkan ke bawah atau kamu mau aku gigit juga"


Sekarang giliran Daniel dia memeluk Vio dengan erat lalu menggigit bahunya. Vio malah tertawa mendapatkan gigitan dari suaminya, karena memang bukan sakit malah geli saja rasanya.


"Sudah Daniel sudah, aku kegelian kamu ini ya. Jangan gigit aku "


Daniel mengecupi Vio beberapa kali, lalu menatap wajah istrinya "Sayang apakah nanti anak kita akan tumbuh sepertiku "memang Daniel sangat takut kalau anaknya akan sepertinya. Makannya Daniel selalu gelisah dan ingin menanyakan hal ini pada istirnya.


"Sepertimu bagaimana, aku senang jika anak kita nanti sepertimu kamu itu laki-laki yang baik, penyayang dan kamu juga selalu menghargai orang. Lalu apa yang harus kamu takutkan"


Daniel tersenyum kecil, mungkin istrinya tahu kalau dia adalah orang baik tapi kenyataannya Daniel bukan orang baik. Dia adalah orang yang penuh misteri dan menyembunyikan banyak hal dari istrinya. Daniel tidak mau sampai ditinggalkan istrinya kalau sampai dia tahu tentang kenyataan Daniel ini adalah seorang pembunuh. Pasti istrinya ini akan pergi.

__ADS_1


"Aku hanya takut anakku malah mempunyai sikap buruk ku. Aku tidak mau aku ingin anak-anakku mirip denganmu saja sikapnya sepertimu lembut dan juga penuh perhatian. Aku ingin anak-anakku sama seperti mu "


"Kamu juga sama seperti itu, jadi kamu ga usah takut. Pokoknya yang terpenting anak kita lahir dengan sehat dulu saja. Kamu tidak usah memikirkan itu. Oh ya aku lapar perutku sudah ingin diisi sayang "


"Oh pantesan tadi gigit-gigit, ternyata ibu hamil ini sedang lapar mau makan di luar" tawar Daniel.


"Boleh jika kamu mau ajak aku, aku akan bersedia untuk ikut dengan kamu "


Daniel kembali mencium pipi istrinya "Ya sudah segeralah bersiap, kita akan pergi kita makan di luar"


Dengan senang hati Vio bergegas mengganti pakaiannya, kapan lagi akan keluar bersama suaminya. Vio juga sudah lama tidak keluar rumah baru tadi saja ke butik. Bahkan masalah butik saja dia tidak diperbolehkan untuk memikirkannya, semuanya Valeria yang mengurusnya Vio bahagia sekali dikelilingi oleh orang-orang baik.


Saat di perjalanan Daniel mengendarai mobilnya sangat pelan sekali. Daniel tidak mau menyakiti istrinya dan juga anaknya yang ada dalam kandungan. Daniel harus lebih berhati-hati lagi tidak boleh gegabah. Meskipun di belakang banyak orang yang meng klaksonnya tapi Daniel tidak peduli. Kalau mau nyalip ya silahkan saja tidak usah sampai seperti itu.


"Kamu yakin mau makan di sana, kita ke restoran aja ya. Kita ketempat lain aja gimana sayang "


"Ga mau, aku mau yang itu aja sama aja nggak ada bedanya kan. Ayo cepet pinggirkan mobilnya aku mau makan soto itu aja ga mau yang lain "


"Tapi sayang gimana kalau nggak bersih"


"Kamu ini jangan nilai sesuatu dari penampilannya aja. Udah sama aja mau makan di restoran mau di pinggir jalan sama aja, nggak ada bedanya ayo cepat aku mau makan itu aja kalau nggak makan soto itu aku nggak mau. Aku nggak akan makan deh"

__ADS_1


"Ya sudah ya sudah kita makan di sana, aku akan menepikan dulu mobilnya "


Vio bersorak gembira akhirnya suaminya mau juga makan di sana. Vio mencium pipi suaminya dan segera menunggu mobil ini untuk ditepikan.


Saat Vio akan keluar Daniel langsung menahan tangannya "Kita makan di dalam mobil saja, aku tidak mau hal seperti kemarin-kemarin itu terjadi lagi padamu. Kita harus selalu waspada Vio kita tidak boleh gegabah biar aku saja yang keluar dan pesan makanannya"


"Baiklah aku akan menurut padamu, yang terpenting kita makan soto itu ya jangan yang lain. Aku tidak akan mau "


"Iya kita makan soto yang itu, aku turun dulu pesan dulu ya"


Vio menganggukkan kepalanya dengan patuh. Daniel memesan dua soto dan juga 2 nasi, tidak lupa dengan minumannya es jeruk. Setelah ada di dalam mobil Daniel memberikan sotonya pada sang istri dan benar saja Daniel melihat istrinya begitu lahap memakan soto itu. Melihat istrinya makan dengan lahap Daniel begitu bahagia dan kenyang. Memang sudah beberapa hari istrinya ini tak berselera untuk makan.


Vio menatap suaminya yang belum juga makan "Kenapa kamu ga makan sotonya, apa kamu ga suka, apa kamu pengen yang lain gitu "


"Enggak aku pengen lihat kamu makan aja. Senang aja lihat kamu banyak banget makannya seperti ini "


Vio tersenyum malu "Ya udah kamu juga makan dong masa aku aja yang makan, kamu juga harus cobain ini sotonya bener-bener enak ga beda jauh kok sama yang di restoran"


"Iya sayang ini aku juga makan"


Segera Daniel memakan sotonya itu, ternyata benar enak juga Daniel tidak boleh menilai sesuatu dari tempatnya saja benar kata Vio. Daniel juga suka dengan sotonya ini.

__ADS_1


Kalau tahu enak kayak gini Daniel bisa setiap hari beli disini dan menjadi langganan. Daniel juga melihat sekarang sudah banyak pembelinya. Mungkin saat Daniel dan Vio keluar baru buka jadi tadi terlihat sepi.


__ADS_2