
"Apa yang kau lakukan, apakah kau akan memberikan ku uang "
Aku melempar laki-laki mabuk itu dan mengunci pintunya dengan rapat.
"Ingin uang ya ? "
"Ya berikan uang padaku "
Laki-laki mabuk itu bangkit dan berjalan ke arahku dengan sempoyongan. Dia menatapku dengan mata sayu nya.
"Mana berikan padaku uang, minuman ku habis dan aku ingin membeli yang baru "
"Menungging lah "
"Apa, menungging apakah kau akan melecehkan ku "
"Tidak aku tak berminat, aku masih suka wanita, ayo cepat menungging lah dan aku akan memberikan mu uang"
"Baiklah, baiklah "
Laki-laki itu menuruti apa kata-kataku. Aku mengeluarkan senjata yang dari tadi aku bawa. "Begini "
"Ya begitu "
"Lalu apa yang harus aku lakukan "
"Tetaplah begitu, aku akan memberikan mu sebuah hadiah"
__ADS_1
"Hemm "
Aku memegang erat besi yang aku bawa lalu dengan kuat aku tusukan ke bokongnya, sampai tembus ke mulutnya.
"Akhhhh"
Aku mengelilingi tubuhnya dan menatap wajahnya yang sudah sangat kesakitan, besi itu sudah ada diluar mulutnya tembus aku suka.
"Yah tak seru kau langsung mati, padahal aku ingin melihat bagaimana kau sekarat "
Aku menendang laki-laki itu dan langsung jatuh, cepat juga dia mati padahal hanya ditusuk saja. Aku hanya melakukan itu tak lebih.
"Baiklah sekarang adalah inti yang akan aku lakukan padamu "
Aku mengambil pisau kecil dari sakuku, baru juga aku ingin membuka perutnya dan mengeluarkan isinya sudah ada yang memanggilku.
"Sampai lupa sama Daisy "
Aku segera keluar dari ruangan itu, sebelum adikku tahu dan memberitahu Mamih dan juga Papih.
"Kenapa kau keluar dari ruanganku, sudah aku bilang kan diam dan tunggu aku "
"Aku takut Abang menunggu di ruanganmu sendiri sangat sepi sekali. Ini sudah malam seharusnya kita pulang. Ayo cepat pulang ah"
"Baiklah kita pulang sekarang, akan aku kembalikan kau kepada Mami, di sini kau hanya menggangguku saja, seharusnya kau sekolah bukannya ke sini"
"Tidak, aku tidak mau pulang aku akan pindah sekolah dan aku akan bilang pada Mami dan Papi untuk memindahkan ku ke sekolah sini. Aku senang disini "
__ADS_1
"Tidak aku tidak mau kau sekolah di sini, yang ada aku akan pusing dibuat mu. Lebih baik kau sekolah di sana saja sebentar lagi kau juga akan lulus kan jangan aneh-aneh"
"Kau itu sangat menyebalkan, dari dulu kau tidak mau bersamaku, aku ini adikmu"
"Aku tahu kau adikmu, tapi kau menyebalkan. Ayo cepat pulang bukanya tadi kau ingin pulang "
"Lalu bareng-bareng mu bagaimana ? "
"Kau sudah mengunci pintunya ? "
"Sudah, aku sudah menguncinya"
"Baiklah kita pulang saja, besok juga bisa dibereskan yang penting ruangannya sudah dikunci"
"Baiklah, aku juga tidak mau kembali lagi ke ruanganmu yang pengap itu. Rasanya tidak menyenangkan saja ruanganmu itu. Banyak buku dan tidak ada televisi ataupun apapun yang membuat aku terhibur"
"Kalau begitu kau diam saja di rumah jangan ikut aku mengajar"
"Aku kesepian di rumah"
"Makanya pulang"
"Tidak ah, aku ingin bersamamu saja "
Daisy menarik tanganku dengan kuat dan mengajakku berlari saat berada di lapangan sekolah. Sungguh adikku ini luar biasa.
Kadang aku suka dan senang ada Daisy, tapi kadang juga aku tidak suka ada dia. Dia selalu menggangguku setiap saat, setiap detik dan setiap ada waktu pasti dia akan mengusili ku.
__ADS_1