Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 39 Sudah keterlaluan


__ADS_3

"Tante "


"Dimas, lihatlah keadaan Darwin begitu kacau, entah apa yang terjadi semalam, Darwin ditemukan di ruang operasi dengan mata yang sudah tak ada "


Aku diam saja mendengarkan kata-kata dari Mamahnya Darwin. Berarti benarkan mata itu mata Darwin, tapi apakah benar yang melakukan ini adalah Kat ?


"Coba kau masuk dan berbicara dengan Darwin dia begitu terpukul dengan keadaannya "


"Baik Tante aku masuk ya "


"Iya Dim "


Aku membuka pintu dengan perlahan "Siapa itu " Teriak Darwin dengan takut.


"Ini aku Darwin, ini aku Dimas "


"Dimas "


"Iya ini aku Dimas "


Aku melangkah lebih dekat kearah Darwin dan memegang tangannya " Apa yang terjadi "


"Aku tidak tahu kejadiannya begitu mendadak, aku tak terima Dimas, aku tak bisa menerima keadaan ini, tolong aku Dimas semuanya gelap, sangat gelap aku tak bisa melihat apa-apa tolong aku Dimas "


"Apakah kau tahu siapa orangnya, maksudnya kau mengenali perawakannya atau suaranya "

__ADS_1


"Tidak aku tidak tahu, bahkan suaranya pun aku tak mengenalnya. Sangat gelap disini gelap dan aku dibawa kesebuah ruangan, aku tidak bisa menerima semua ini "


Setelah mengatakan itu Darwin mengamuk, para dokter dan juga suster langsung masuk menyuntikan obat penenang pada Darwin.


Aku mundur dan keluar dari ruangan Darwin kenapa bisa seperti ini, apakah ini ada sangkut pautnya dengan Kat, apakah Kat menyuruh seseorang untuk mengambil mata Darwin.


Pasti orang dalam kan yang melakukan itu, mana ada yang bisa masuk kedalam kamar ku kalau bukan orang dalam.


Aku yang kesal dan marah akan pulang dan mendesak Kat aku yakin dia yang melakukan. Awas saja Kat kau akan habis oleh ku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kat kau dimana, Kat "


"Ada apa dengan mu Dimas " teriak Kat sambil memegang tanganku yang mencengkram erat rambutnya.


"Kau kan yang sudah mengambil mata Darwin jujur padaku, kau sudah membuat Darwin buta "


"Apa Darwin buta "


"Jangan sok tidak tahu. Pasti kau kan yang menyuruh pembunuh bayaran untuk melakukan itu "


"Aku tidak tahu " histeris Kat.


Aku kembali menjedotkan kepala Kat beberapa kali. Lalu melepaskan jambakannya di rambutnya. Kat sudah tak berdaya.

__ADS_1


Darah sudah mengucur dari jidatnya, tapi aku tak peduli aku mencekik lehernya sampai dia tak bisa bernapas. Tapi tiba-tiba ada yang menarik tanganku sampai aku tersungkur jatuh.


"Dimas kau apa-apaan, dia adalah kakakmu "


"Katherine , Kat bangun sayang "


Yang datang ternyata Ayahku, aku bangkit dan menarik tangan Ayah, tapi Ayah langsung mendorongku.


"Tunggu Ayah, kita akan bicara kau sudah sangat keterlaluan pada kakakmu, awas saja Ayah akan datang lagi "


"Bertahan Kat kita kerumah sakit, jangan tinggal kan Ayah Kat, Ayah tak bisa tanpamu "


Ayahku membawa Kat keluar dari kamar, sepertinya dia mati, biarlah aku suka itu. Lebih baik dia mati saja dari pada hidup tapi hanya membuat masalah saja.


"Apa yang terjadi "


Aku melihat kearah Kakakku yang berteriak saat melihat darah"Aku membunuh Kat "


"Kau gila Dimas, apakah kau tak berfikir sebelum melakukan itu "


"Dia sudah mencelakai temanku maka ini akibatnya "


"Kau malah membela temanmu dari pada Kakakmu, kau gila Dimas, mau bagaimana pun dia adalah Kakakmu gila kau "


Kakakku orang yang kedua yang memarahiku, aku tak menyangka Kakakku jadi baik pada Kat, permainan apa yang sedang dia mainkan sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2