Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 67 Ternyata begini ceritanya


__ADS_3

Sudut pandang Lucas..


"Bagaimana apakah perempuan yang kau inginkan itu sudah cemburu, kau sudah memberikan aku cincin. Apakah dia marah padamu seperti yang kau inginkan"


"Responnya tidak seperti yang aku inginkan sih Carolet, aku juga bingung harus menaklukkannya dengan cara apa lagi. Sudah dengan cara baik-baik, kasar pun sudah kulakukan Tapi itu tidak membuka hatinya untukku"


"Nah itu seharusnya kau jangan kasar padanya, perempuan itu tidak suka dikasari. Dia lebih suka laki-laki yang perhatian, tidak main tangan, lemah lembut. Cobalah ubah pemikiranmu jangan samakan perempuan yang kau cintai dengan perempuan yang selalu kau bunuh. Mereka sangat berbeda jauh Lucas "


"Aku hanya ingin dia menurut saja padaku "


"Tapi bukan dengan cara kekerasan juga, kau harus lebih perhatian padanya. Lalu melindunginya dengan sungguh-sungguh. Jika kau memang mencintai Katherine kau tidak akan pernah mungkin melukainya"


"Sebenarnya setiap aku setelah melukai Katherine


aku selalu merasa bersalah dan merasa diriku sangat keterlaluan. Aku kecewa dengan diriku yang berubah menjadi kasar pada Kat hanya karena masalah kecil saja, tapi aku selalu cemburu saat dia dekat dengan laki-laki lain ataupun berbicara dengan laki-laki lain, aku tidak rela laki-laki itu menatap Kat, aku tidak rela laki-laki itu memegang Katherine dan aku juga tidak rela laki-laki itu membuat Katherine bisa tertawa bahagia"


"Maka kau harus berubah demi dirimu dan demi Katherine juga. Aku tahu mungkin ini sangat sulit untuk kau berubah, tapi setidaknya kau harus lebih lembut pada perempuan yang kau cintai. Jangan terlalu kasar jika dia dekat dengan laki-laki atau terlalu dekat coba kau bicara baik-baik jangan dengan kekerasan. Kalau kau terus melakukan dengan kekerasan yang ada Katherine akan menjauh dan tidak akan pernah mau bersamamu lagi Lucas "


"Kau benar, seharusnya aku tak seperti itu "


"Nah begitu dong, berubahlah jangan keras kepala. Ini aku kembalikan cincin yang kau belikan tadi, aku tidak mau membuat perempuan itu sakit hati karena kau memberikan cincin padaku juga. Pasti dalam pikirannya dia menganggap kau adalah laki-laki brengsek tidak bertanggung jawab. Sehari sebelum kau memberikan cincin padaku kau juga kan memberikan cincin padanya. Jangan sakiti dia dengan ini lagi ya, aku membantumu karena kau memaksa dan ingin tahu apakah pacarmu itu akan cemburu atau tidak tapi nyatanya dia malah biasa-biasa saja"


"Simpan saja cincinnya, aku juga tak akan memakainya "


"Tidak ini ambil, nanti suamiku marah kalau melihat cincin ini "


Aku segera mengambil cincin itu dan menyimpannya disaku celanaku.


"Ya sudah aku pulang ya, suamiku sudah ada didepan "


"Ya hati-hati Carolet "


"Ya Lucas, semangat aku mendukung penuh kau dengan Kat. Berubah lah menjadi laki-laki baik dan tidak kasar perlakukan dia seperti kau memperlakukan ibumu "

__ADS_1


Aku menganggukan kepalaku memainkan gelas yang ada dihadapanku. Ternyata sulit juga ya mendapatkan hati seorang perempuan yang kita inginkan.


Aku mencoba menelfon ponsel yang aku berikan pada Kat, tapi tidak diangkat apakah dia merusak ponsel itu. Ya pasti sudah dia rusak.


Baiklah kita biarkan dulu Kat agar dia lebih tenang dulu, baru nanti bujuk lagi. Aku segera bersiap untuk pulang. Baru saja aku melangkahkan kakiku aku pulang sudah ada yang menabrak bahuku.


"Kalau jalan itu hati-hati "malah dirinya yang ditegur.


"Aku salah apa "


"Salah apa, kau bangkit saat aku akan berjalan dan kau menghalangi langkahku"


"Gila dasar "


Baru juga aku akan melangkah lagi, kerah bajuku yang belakang langsung ditarik. Aku melepaskannya dan menatap laki-laki itu.


"Kau berani-beraninya mengatakan gila padaku, minta maaf "


Aku langsung melengos dia menglangi jalanku, aku menerobosnya. Namun lagi-lagi dia melakukan hal yang sama menarik kerah bajuku.


Aku tanpa banyak bicara menariknya kebelakang. Lalu kukeluarkan pisau kecil yang selalu aku bawa. Pertama yang aku lukai adalah tangannya kupotong nadinya.


Dia langsung jatuh, aku berjongkok dan menatap laki-laki itu yang sekarat "Kau sudah berani-beraninya membuat aku marah. Maka inilah akibat yang akan kau terima"


Kuangkat kakiku, lalu buk buk buk buk. Aku menginjak wajahnya sampai kepalanya itu berdarah-darah. Karana dia masih hidup dan aku belum puas


Kuayunkan pisau kecil itu kelehernya dan jleb jleb jleb "Maaf karana telah membuatmu seperti ini "


Aku meninggalkan mayatnya begitu saja. Sialan dia sudah membuatku marah dan itu adalah akibatnya. Bermain-main denganku berarti berani mati dan menerima ganjarannya.


Aku mencari parkiran mobilku, ternyata ada paling ujung aku sampai lupa. "Lucas "


Aku melihat siapa yang memanggilku, sialan kenapa ada polisi itu "Hai Tio ada apa "

__ADS_1


"Sudah lama kita tak bertemu, apakah kau baik-baik saja"


"Tentu aku baik-baik saja, memangnya aku terlihat tidak baik-baik saja"


"Itu ada darah, apakah kau baik- baik saja "


Aku langsung mencari darah yang dikatakan oleh Tio, ternyata ditanganku dan juga sepatuku. Kenapa aku harus bertemu dengan orang ini.


"Oh ini hanya darah tikus saja. Tadi aku melihat tikut besar dan membunuhnya "


Tio mengangkat dahinya "Kau Suak membunuh tikus "


"Iya aku sering melakukan itu, karena kesal saja tikus tikus itu selalu saja mengambil makanan. Apakah ada yang ingin kau tanyakan lagi padaku. Apakah adalagi yang membuatmu curiga "


"Ehh tidak, aku tidak bermaksud untuk curiga padamu, aku hanya khawatir saja saat melihat kau berdarah "


"Hahaha kau lucu sekali, aku baik-baik saja dan kau bisa tenang. Kalau begitu aku permisi dulu karena aku harus pulang dan besok harus mengajar lagi "


"Iya silahkan Lucas, maaf telah memberhentikan mu sepert ini. Sekali lagi aku minta maaf "


"Ya tak masalah "


Sekarang aku benar benar masuk kedalam mobilku tak ada gangguan lagi. Awas saja kalau ada orang lagi dan memberhentikan ku, tak segan-segan aku akan membunuhnya lagi.


Lampun merah menyala, mau tidak mau aku harus berhenti. Aku melihat ada Chelsea yang sedang menyebrang dengan adiknya dan juga ibunya.


"Bukannya perempuan itu tinggal bersama Kat, lalu sekarang kenapa dia bersama keluarganya "


"Apa Chelsea pura-pura baik pada Kat, dan ada sesuatu yang dia inginkan. Hemm sepertinya menarik untuk memata-mati Chelsea. Mari kita bongkar kebusukan mereka "


"Apa harta Kat yang mereka inginkan, ya pasti itu yang mereka inginkan. Baiklah kita permainan mereka semua. Kita buat sebuah permainan yang menarik untuk mereka "


Lucas segera menggas mobilnya dan melajukannya dengan cepat. Ada sesuatu yang harus dirinya lakukan.

__ADS_1


__ADS_2