Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 278 Perubahan Daniel yang membingungkan


__ADS_3

Tamara tidak ditemukan dia seperti menghilang ditelan bumi benar-benar seperti dulu dia tiba-tiba menghilang, sebenarnya siapa yang membantu Tamara pasti orang yang penting tak mungkin kan orang sembarangan.


Daniel sudah ke sana kemari mencari keberadaan Tamara, tapi Semuanya hanyalah sia-sia apa yang dia lakukan tak membuahkan hasil.


"Kenapa kalian ini begitu bodoh, aku tak mau tahu temukan Tamara temukan dia kenapa bisa seperti ini"


"Aku sudah membayar kalian dengan besar tapi kalian malah bekerja dengan seperti ini, kalian benar-benar membuat aku kecewa. Kalian benar-benar membuat aku malu "


"Lihat saja jika sampai tak ditemukan aku tak akan segan segan untuk menghabisi kalian semua, aku habisi kalian sampai dengan keluarga-keluarga kalian"


Daniel keluar dari tempat itu, bahkan Daniel menendang barang yang ada disana saking kesalnya dengan kerja orang-orangnya ini, tak ada yang becus satupun.


...----------------...


6 tahun kemudian sudah berlalu. Tamara sama sekali tidak ditemukan jejaknya dia benar-benar pintar untuk bersembunyi. Daniel tidak boleh meremehkan apa yang Tamara lakukan ini. Daniel selalu waspada maka sekarang Daniel sudah pindah rumah karena dia tidak bersama kedua orang tuanya lagi ataupun dengan Alex.


Arumi masuk ke dalam rumah sambil berlari, Daniel yang memang baru keluar dari dalam kamarnya sungguh kaget melihat anaknya berlari seperti itu, takut terjadi apa-apa Daniel langsung menangkapnya dan menggendong anak satu satunya ini.


"Jangan berlari seperti itu bagaimana kalau kamu jatuh Rumi, kamu ini jangan pernah teledor seperti ini"


"Sudah Daniel dia hanya berlari biasa saja, tiap hari juga dia selalu seperti itu. Kalau kamu terus memanjakannya bagaimana dia nanti ke depannya nanti kita harus membebaskan Arumi tidak boleh selalu mengekangnya seperti itu"


Daniel hanya menatap sekilas sang istri, selama ini Daniel yang selalu mengecek makanan dari Arumi, ke sekolahnya semuanya Daniel yang mengecek, Daniel tidak mau sampai kecolongan atau ada orang jahat yang melukai anaknya ini atau mungkin sampai tiba-tiba Tamara datang dan menculik anaknya.


Daniel masih was-was dengan tingkah Tamara, dia belum ditemukan dan Daniel belum membunuhnya. Maka hidupnya ini harus sekali waspada.

__ADS_1


Tiba-tiba saja ada seorang pelayan datang menghampiri mereka bertiga "Maaf Ibu Bapak ada tamu yang ingin datang kemari. Katanya tetangga baru yang di depan rumah kita "


Daniel mengerutkan keningnya. Sebenarnya dia tidak mau menyuruh orang itu masuk ke dalam rumah tapi pelayannya itu malah sudah membawanya. Daniel sungguh marah seharusnya di gerbang saja tidak usah langsung masuk ke dalam rumah seperti ini.


Vio langsung menyenggol suaminya untuk merubah ekspresinya itu, "Kamu tidak boleh seperti itu dia adalah tamu dan kita sebagai tuan rumah harus ramah tidak boleh seperti itu, jangan jutek Daniel "


Daniel langsung merubahnya. Daniel tidak mau nanti istrinya menjadi uring-uringan dan malah bikin bertengkar saja.


"Wah ada teman baru, aku pasti akan setiap hari bermain dengannya ayah "


"Tidak dia adalah seorang laki-laki kamu tidak boleh main bersamanya"


Arumi melipat tangannya dan cemberut pada ayahnya. Selalu saja seperti itu bahkan di sekolahnya saat Arumi dekat dengan teman laki-lakinya ayahnya langsung memisahkannya, ayahnya langsung menyuruhnya untuk langsung pulang.


Vio segera menyambut ibu dan anak itu, Vio mendekatinya dan mereka bersalaman" Maaf aku tiba-tiba datang ke rumahmu, aku adalah tetangga baru di seberang sana. Aku baru saja pindah perkenalkan aku Miranda dan Ini anakku Marcel, ini aku bawakan kue untuk kalian untuk salam perkenalan"


"Halo salam kenal Pak Daniel dan juga Arumi yang cantik, mungkin Arumi dan juga Marcel bisa menjadi teman baik"


"Iya semoga saja anak-anak kita ini bisa menjadi teman baik ya"


"Ya sudah aku permisi dulu, aku akan mengunjungi tetangga-tetangga yang lain"


Vio mengantarkan tetangga barunya itu sampai depan rumah. Lalu Vio masuk lagi ke rumah dan kue itu sedang dicicipi oleh salah satu pelayan. Vio tidak habis pikir dengan tingkat suaminya ini kalau saja ada paket dari luar mau makanan atau pakaian pasti akan dicek dulu.


Kalau makanan pasti akan dicoba dulu oleh pelayan, dan Daniel seperti tidak peduli kalau misalnya pelayanannya kenapa-napa nanti. Katanya itu adalah resiko mereka bekerja dengan Daniel.

__ADS_1


"Sudah kamu pastikan makanan itu tidak beracun"


"Ya sudah dipastikan dan makanan itu aman. Ingat sayang aku tidak mau kamu dekat-dekat dengan orang baru, bisa saja dia hanya menggunakan topeng untuk mengelabui mu dan nanti kamu akan dicelakai olehnya"


"Iya iya Daniel, kamu ini kenapa sih cerewet sekali kapan sih aku tidak mengikuti kata-katamu bahkan di lingkungan kompleks ini aku tidak mempunyai teman. Bahkan aku tidak akrab dengan para tetanggaku, kamu tidak usah memberitahuku aku juga tidak akan mungkin dekat dengan dia kamu juga pasti akan melarangnya"


"Baguslah sayang, kita lebih baik hidup seperti ini saja tidak usah kenal dengan tetangga aku takut mereka hanya ingin menyakiti kita. Aku juga kesel tadi dengan anak laki-lakinya itu kenapa terus menatap Arumi"


Vio mencubit tangan suaminya "Ya nggak apa-apa dia itu punya mata. Memangnya salah kalau lihat Arumi tidak ada yang salah kan. Dia juga masih kecil dia cuman ingin berteman saja Daniel, tidak ada yang lebih kamu ini terlalu posesif pada anak perempuanmu ini"


"Ayah seharusnya Ayah tidak melarang seperti ini. Aku juga pengen punya teman laki-laki agar ada yang melindungi aku kalau ada apa-apa"


"Lalu gunanya Ayah untuk apa, Ayah ada di sini dan ayah bisa melindungi kamu jadi tidak usah mengandalkan anak orang lain. Ayah bisa melindungi kamu dengan benar. Ayah tidak mau kamu bermain dengan seorang laki-laki ingat itu Arumi"


"Ayah ini menyebalkan sekali"


"Ini demi kebaikan kamu, Ayah tidak mau kalau kamu sampai dipermainkan oleh seorang laki-laki. Jadi jangan pernah mengandalkan laki-laki lain selain ayahmu sendiri. Karena mereka belum tentu bisa menjagamu dengan total seperti ayah"


"Sudahlah sudah ayo kita makan kue itu rasanya pasti akan sangat enak sekali "


Baru saja Vio akan mengambilnya. Daniel sudah menarik tangan istrinya " Jangan jangan makan itu, aku takut reaksinya akan terjadi berapa jam lagi. Sudah makan yang di rumah saja atau buatan koki kita saja sayang "


Vio yang lelah dengan tingkah suaminya meninggalkan suaminya itu, suaminya ini benar-benar melarangnya mau makan makanan dari luar dari orang yang memberikannya pasti banyak sekali prosedurnya.


Vio tidak tahu kenapa suaminya Daniel jadi seperti ini, sudah 6 tahun suaminya seperti ini dan Vio rasanya lelah sekali.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2