
Kat masih saja diam, menghirup bau Lucas yang berbeda. Kat mendongakan kepalanya dan tatapan mereka langsung bertabrakan. Tapi Kat yang tak mau berlama-lama bertatapan dengan Lucas langsung menunduk.
"Kurasa kamu tidak memakai parfum yang sama "
Lucas belum menjawab masih diam, Kat kembali mendongakan kepalanya dan kembali bertatapan dengan Lucas "Kalau berbicara tatap mata ku, aku kurang suka saat berbicara dengan kamu tapi kamu malah menunduk. Kamu harus lebih terbiasa "
"Maaf "
"Aku maafkan untuk yang kali ini. Memang aku menggantinya, kenapa kamu suka mau dibelikan"
"Tidak hanya saja tidak biasanya"
"Kamu suka yang mana "
"Aku suka dua-duanya, tak masalah bagiku kamu mau memakai parfum yang mana. Hanya saja tadi saat aku menghirupnya agak berbeda "
"Hemm, ku kira ini akan menjadi favoritmu "
Kat hanya tersenyum, melihat tatapan Lucas yang teduh dan juga tidak tajam membuat Kat tenang dan merasa aman. Rasanya enak saja saat berbicara. Dari nada suaranya pun tak ada penekanan sama sekali.
Kalau seperti ini Lucas seperti manusia biasa, bukan manusia yang haus akan darah "Sekarang lebih baik kamu tidur. Ini sudah sangat malam, kalau kamu ga tidur kapan mau pulangnya. Emang kamu betah tinggal disini "
"Engga aku pengen pulang "
Kat memposisikan dirinya untuk lebih nyaman tidur dan membiarkan Lucas yang memeluknya, takut-takut kalau dirinya menolak malah panjang urusannya nanti. Kalian tahu kan bagaimana dia..
...----------------...
Kat terbangun dan waktu masih menunjukan jam 6 pagi, saat Kat mendongak Kat malah melihat tatapan Lucas yang berbeda tidak sama seperti semalam. Tatapannya aneh sekali.
Kat yang binggung melihat kearah tubuhnya, ternyata kancing pertama pakainnya itu terlepas dan memperlihatkan sesuatu yang seharusnya tak dilihat oleh Lucas.
Kat yang akan menutupnya langsung ditahan oleh Lucas "Sudah biar aku yang benarkan "
__ADS_1
Lucas segera bangkit dari tidurnya dan membenarkan kepala Kat untuk berbaring di bantal. Lucas mengancingkan pakaian Kat dan merapikannya kembali.
"Tenang aku tidak akan menyentuhnya sebelum kita menikah, aku akan menemui dokter dulu. Kamu disini dulu saja ya "
Tanpa menunggu jawaban dari Kat Lucas langsung pergi, itu membuat Kat binggung ada apa dengan Lucas. Tiba-tiba keluar terburu-buru seperti itu.
Sedangkan Lucas sendiri yang sudah ada diluar ruangan Kat duduk dan mengusap wajahnya. Sesuatu dalam dirinya sudah bangun. Kenapa dirinya harus bergairah hanya karena kancing pakaian itu lepas dan memperlihatkan sesuatu yang ada didalam pakaian itu.
Jangan sampai dirinya melecehkan Kat dan membuat Kat jauh darinya lagi. Perjuangannya sudah sangat berhasil meskipun banyak nyawa yang melayang.
Tapi dirinya tak peduli, yang terpenting Kat menjadi miliknya seutuhnya dan tak ada yang akan bisa mengambilnya.
Sekarang adalah waktunya dirinya membangun kepercayaan Kat, agar dia percaya, lalu ketergantungan padannya dirinya harus melakukan itu agar Kat tidak bisa hidup tanpa dirinya ini.
Sebenarnya hidupnya simple hanya ingin hidup bahagia dengan Kat, saling mencintai dan saling percaya hanya itu saja. Tapi begitu sulit mendapatkan Kat dan mau padanya tanpa ada paksaan sedikit pun.
...----------------...
Dengan cepat Lucas membuka pintu mobil dan membantu Kat masuk. Lalu memasangkan seatbelt untuk Kat. Tak lupa Lucas juga mencium kening Kat cukup lama lalu menutup pintu.
Setelah Lucas masuk, tangan Kat digegang dengan erat "Apakah kepala kamu masih sakit "
"Engga, udah engga kok tadi juga kata dokter baik-baik aja ga ada yang serius. Tinggal bekasnya aja mungkin nanti "
"Baiklah kalau ada apa-apa kamu bilang aja sama aku, agar aku bisa tahu apa aja yang kamu rasain "
"Iya "
Tangan Kat beberapa kali dicium, lalu Lucas menatap Kat dan tersenyum manis. Kat sampai terpaku melihat senyum itu. Tapi Kat segera sadar siapa Lucas yang sebenarnya. Jangan sampai dirinya terbuai hanya karena senyumannya saja.
...----------------...
Setelah sampai rumah, Kat langsung disambut oleh Zeline yang yang memeluknya dengan erat "Ayo kamu harus banyak istirahat, gimana ceritanya kamu bisa kecelakaan kaya gitu Kat "
__ADS_1
Kat yang binggung hanya menggaruk kepalanya saja, bagaimana apakah harus cerita semuanya, sepertinya jangan diceritakan apalagi di dalam mobil Doni ada obat-obatan terlarang.
Setelah ada dikamar Kat dibantu naik ketempat tidur, sedangkan Lucas melongok sebentar dan menitipkan dirinya pada ibunya.
"Kamu gimana sama Lucas perkembangannya, kamu yakin nikah sama Lucas ? "
Kat diam, dia tak menjawab hatinya belum yakin untuk menikah dengan Lucas. Masih ada sesuatu yang mengganjal dan masih ada ketakutan yang begitu besar dalam hatinya ini.
"Mami tahu kamu ragu untuk menikah dengan Lucas, Mami tahu kamu takut disakiti oleh Lucas. Kamu sudah beberapa kali disakiti olehnya tapi kamu perlu tahu Papinya Lucas juga dulu kayak gitu"
Kat mengerutkan keningnya, maksudnya "Kalau kamu mau tahu Mami dulu diculik sama seorang psikopat. Mungkin awalnya Mami akan dibunuh, tapi dia tidak membunuh Mami dia hanya menyakiti tapi dia juga yang mengobati aneh sekali kan" Kat tersenyum dan membenarkan selimut Kat.
"Mami kabur waktu itu, dengan kaki yang penuh luka dengan trauma yang begitu dalam. Mami sekeluarga pindah untuk menghindari pembunuh itu, bahkan Mami tidak berbicara pada orang tua mami sendiri, pada polisi ataupun orang-orang lain. Mami hanya minta pada orang tua mami untuk pindah dari rumah itu dan pergi secepatnya. Mami bebas darinya dan mami mulai melupakan semua kejadian itu"
Kat hanya diam mendengarkan semua cerita dari Zeline, karena dirinya juga tidak mau menyela dan ada waktunya dirinya untuk bertanya.
"Tapi semua itu mungkin sia-sia saja. Papinya Lucas menemukan aku, dia berhasil menemukanku dan kembali mengejarku. Di situ aku sudah mempunyai sosok orang yang mencintaiku, tapi Tuhan berkata lain laki-laki yang aku cintai harus pergi dengan cepat . Tapi ini bukan karena Papinya Lucas, dia meninggal karena memang sudah takdirnya saja dan tidak ada sangkut pautnya dengan Papinya Lucas. Awalnya aku tidak percaya kalau laki-laki yang sekarang ada di depanku akan bisa membahagiakanku dan tidak akan pernah kasar lagi padaku, tapinya aku salah besar dia bisa berubah dan mencintaiku seutuhnya. Bahkan dia tidak melakukan kekerasan lagi padaku Kat "
Zeline memegang kedua tangan Katherine dengan erat "Jadi kamu jangan salahkan Lucas bila Lucas tidak bisa berubah dengan cepat, karena Papinya dulu adalah orang yang sama, orang yang haus akan darah dan tidak bisa berhenti. Tapi lambat laun dia juga akan berubah kamu hanya perlu bersabar dan menaklukkan hati Lucas seutuhnya, dia akan takluk pada kamu dan kamu bisa mengendalikannya semau kamu. Kamu mungkin mengendalikannya dalam hal kebaikan seperti jangan pernah membunuh lagi atau jangan pernah menyakitimu lagi"
"Lalu apakah kedua orang tua mamih menerima "
Zeline mengelengkan kepalanya "Tidak sama sekali, kedua orang tuaku tidak menerima. Bahkan mereka marah dan menyuruhku memilih antara mereka atau Liam suamiku. Tapi karena aku sudah menikah dengan suamiku maka aku harus selalu mengikuti kemanapun suamiku pergi. Aku tidak mungkin meninggalkan suamiku begitu saja, aku sudah menjadi tanggung jawab suamiku. Mau bagaimanapun kelakuan dia tapi dia tetap suamiku dan aku harus patuh padanya"
"Setelah kelahiran Lucas semuanya berubah, orang tuaku datang kemari dan menerima keadaan suamiku yang seperti itu. Mereka menerima saat melihat perlakuan suamiku yang begitu baik dan tidak pernah menyakitiku sama sekali, dia bisa membahagiakanku, mencukupi apa kemauanku, semuanya dia lakukan sampai kedua orang tuaku percaya kalau Liam suamiku bisa membuat aku bahagia dan nyaman di sampingnya. Sampai sekarang rumah tangga kami tidak pernah ada pertengkaran. Kami selalu hidup dengan bahagia "
Kat hanya diam, apakah Lucas akan begitu bisa baik dan membagikan dirinya seperti apa yang dilakukan oleh papihnya. Apakah Lucas akan sama atau malah berbeda jauh sekali.
"Semua keputusan ada di tangan kamu, tapi Mami minta jika kamu ingin meninggalkan Lucas bicara baik-baik dan jangan sampai menimbulkan kebencian yang begitu dalam pada Lucas. Mami tahu Lucas sangat mencintaimu dan dia sedang mencoba untuk membuat hati kamu terbuka untuknya, mungkin kamu juga sudah dijodohkan dengan Lucas, tapi kita tidak bisa memaksa kamu untuk menikah dengan Lucas"
Lagi-lagi hanya diam karena Kat juga binggung mau bicara apa. Rasanya semua ini terjadi secara mendadak. Apalagi dirinya sudah melakukan sebuah perjanjian dengan Lucas.
Tidak mungkin dirinya berkhianat, yang ada dirinya akan dikejar dan di habisi dengan sangat sadis. Orang seperti Lucas pasti bisa berubah bila terus dipancing. Bisa saja dia berubah fikiran untuk membunuhnya karena telah ingkar janjikan.
__ADS_1