
Kat terbangun, tapi bukan ditempat biasanya. Disebuah kamar bernuansa maskulin, Kat yang ketakutan segera bangkit.
"Sayang, tak usah buru-buru mau kemana kamu aman disini. Apa tak pusing langsung terbangun seperti itu. Kembalilah tidur sayang "
Kat yang mendengar suara itu dan sangat mengenalnya langsung menatapnya. Kat tersenyum dan langsung bercampur pada pelukan suaminya..
Tentu saja dibalas tak kalah eratnya pelukan itu, "Sayang jangan langsung berdiri seperti itu ,kamu itu membuatku kaget saja bangun-bangun ingin langsung pergi. Mau kemana Hem, kamu mau kemana "
Kat mengelengkan kepalanya membantah apa yang dikatakan oleh suaminya "Bukan begitu aku sama sekali tidak akan pergi kemana-mana jika itu ada di sampingmu. Aku hanya takut aku takut jika orang lain yang membawaku pergi seperti ini. Makanya aku langsung bangkit dan mencari tahu ini di mana. Tapi kenapa kita pulang kemari kenapa tidak ke rumah, kenapa rumah ini begitu asing bagiku ini rumah siapa"
__ADS_1
Lucas menatap istrinya dan mengajaknya duduk, sambil menatap wajah sang istri yang begitu cantik "Sepertinya kita tidak akan pernah tinggal di sana lagi. Aku juga mau identitas kamu tertutupi jangan sampai ada orang yang tahu kalau kamu masih hidup. Ini adalah rumahku setelah rumah kita dibangun kita akan pindah kesana. Apalagi ada Adiba yang terus datang kerumah kita yang dulu akan ribut nantinya "
"Kalau identitas aku tertutupi lalu bagaimana dengan Daisy dengan Mami mereka bagaimana aku ingin bertemu dengannya. Mereka pasti sangat khawatir denganku kan "
"Untuk sekarang tidak bisa, kamu tidak bisa bertemu dengan mereka, kita harus seperti ini terlebih dahulu. Kamu tahu kan kamu sudah dianggap tiada ini demi kebaikan kamu juga, demi kebaikan kita. Aku akan terus melindungi kamu bagaimanapun caranya kita juga tidak akan pulang sampai semuanya baik-baik saja baru kita akan kembali lagi "
Katherine diam mendengar semua kata-kata dari suaminya. Apakah harus mengikutinya atau tidak sebenarnya dirinya ingin sekali bertemu dengan keluarga dari suaminya ini, mereka semua pasti sangat khawatir dengan keadaannya pasti mereka sangat terpuruk sekali.
Kat menatap lekat suaminya "Lalu siapa, siapa orang itu yang telah membuat kita celaka apa orang terdekat? "
__ADS_1
"Bukan, bukan siapa-siapa aku sudah mengurus semuanya. Intinya kamu hanya perlu hidup bahagia tidak usah tahu tentang masalah itu biar aku yang mengurus semuanya. Kamu tak akan celaka lagi aku janji itu "
Kat memeluk suaminya dia tidak mau bertanya lebih dalam lagi, mungkin lebih baik tidak tahu karena Kat sudah tahu pasti mereka dibunuh oleh suaminya atau mungkin tidak.
Kat sudah menerima kekurangan dan kelebihan suaminya. Mau diubah seperti apapun tidak akan pernah bisa mustahil jadi hanya perlu menerima saja.
"Oh ya dokter Delia " Kat tiba-tiba ingat dengan dokter baik itu.
"Ada dokter Delia bekerja lagi di rumah sakit. Tenang saja aku tidak melakukan apa-apa pada Dokter Delia, dia tidak terlibat lagi dalam masalah ini dia aman "
__ADS_1
Lucas mendekatkan wajahnya dan mencium bibir sang istri, dengan sangat lembut dan menuntut.